[FF] AL2 – EPISODE 06

Title: Apartemen Lantai Dua
Genre: Romance, Reverse-Harem, Fantasy, Action
Rating: PG
Length: Series
Cast(s): Choi Sooyoung, OC!Isezaki Chika, Kim Myungsoo, Son Naeun, dan Yoon Doojoon.


***

Episode 06
Sang Nekomata (2)

Baru disadari betapa pagi ini melelahkan ketika Naeun akhirnya sirna dari pandangan. Ia dan Ise sendiri sudah bersiap untuk pergi ke gedung agensi sesuai kesepakatan mereka kemarin (dan karena perintah atasannya, Pak Kim). Ia memunggungi Ise, mengunci pintu.

“Hey, bukankah kemarin kau bilang tidak butuh babu di rumahmu?”

Ish, orang ini. Kambuh hobinya menggodai orang lain. Pasti karena aku berbohong pada Naeun bahwa Ise adalah housekeeper di rumahku. Bodoh Choi Sooyoung. Housekeeper mana yang tidur di kamar majikannya?

“Statusmu di kehidupanku cukup membingungkan. Jangan tanya lebih jauh.” Oh ya ampun, ia tidak tahu apa arti dari perkataannya sendiri. Sudahlah. “Ayo.” Ajaknya, luput dari pandangan Ise ia selesai menyakukan selembar tiket konser yang diselipkan Naeun ke tangannya bersama bisikan singkat kalau Unni mau bertemu Kim Myungsoo, datanglah ke Restoran Un’deux jam delapan malam ini, sendirian. Di sana dia akan menunggumu.

***

Bukan kali pertama ia datang ke kantor ditemani Ise, pria itu pernah beberapa kali mengantarnya, sebatas mencapai tempat parkir tidak lebih. Maka sewaktu pertama kali ia membawa masuk Ise ke dalam kantornya, ia tidak menyangka orang-orang akan bereaksi berlebihan. Contohnya saja Kwon Yuri, “Sooyoung-ah, baru semalam kau putus, sudah dapat yang baru?” shut up! Desis Sooyoung kesal. Di koridor menuju kantor Pak Kim, ia bertemu Bibi Jung yang bekerja sebagai juru masak cafetaria, Bibi Jung fangirlingan melihat ia dan Ise jalan bersama, “Sooyoungie, yang ini sepertinya lebih muda dari yang kemarin, ya? Juga lebih tampan.” Tawa Sooyoung tertekan saja mendengarnya. Sesampainya di kantor Pak Kim, sang sekretaris, Nona Ahn juga ikut-ikutan, “Sooyoung-ssi, apa para selebritis seleranya memang Japanis belakangan ini? Aku masih terkejut perihal G-Dragon dan Mizuhara Kiko, ternyata Anda juga ….” Oh My God. Cukup.

Disela tawa, Ise berkomentar jikalau orang-orang di sekitarnya terlalu peka. Ia menghiraukan. Nona Ahn lantas mempersilahkan ia dan Ise untuk duduk dulu menunggu Pak Kim. Ia mencegat langkah sang sekretaris, “Sekretaris Ahn, boleh minta kopi?”

“Oh, boleh. Tunggu sebentar.” Nona Ahn juga menawari Ise dengan bahasa Jepangnya yang fasih, “Isezaki-san mau sekalian?”

“Tidak perlu. Terimakasih atas tawarannya, Nona. Saya lancar berbahasa Korea. Jadi pakai bahasa Korea saja, tidak apa-apa.” Ise menolak dengan etika yang mengangumkan. Sifat perfeksionisnya memang semacam topeng menutupi kedok aslinya. Sooyoung tidak heran.

Untungnya Pak Kim menunjukkan batang hidungnya segera setelah Sooyoung menghabiskan segelas kopi hitamnya. Pak Kim seperti biasa, berjiwa dan berpenampilan lebih muda daripada usianya. Begitu datang langsung menjabat akrab tangan Ise lalu memeluknya. Seakan telah kenal satu sama lain, mereka berdua mengobrol seperti teman yang lama tak bertemu. Ia merasa menjadi orang ketiga, posisinya lumayan menyebalkan, “Apa Bapak dan Ise perlu berbicara berdua saja? Errr—apa aku ke luar saja?”

“Oh, Sooyoung! Duduk, duduk! Maaf saya melupakanmu. Soalnya Isezaki orang yang menyenangkan, hahaha.” Pak Kim menepuk-nepuk pundak Ise kelewat kencang. “Begini loh, Sooyoung. Isezaki dan saya memang betul pernah berkomunikasi sebelumnya. Makanya ketika kau sebut namanya waktu itu, saya jadi teringat. Dia ini adalah satu-satunya pelamar kerja yang ketika diinterview sangat menarik perhatian saya! Sebetulnya saya mau langsung menyuruhnya bekerja, tapi saya lupa! Hahaha, karena kau tahu ‘kan, saya ini orang sibuk.”

“Tunggu. Tunggu, Pak. Apa tadi? Bapak pernah bertemu Ise?” benak Sooyoung berputar-putar mendengar pemaparan Pak Kim.

“Iya, benar! Beberapa waktu lalu Isezaki melamar sebagai manajer. Secara takdir saya ikut mewawancara kerja dia. Mau tahu, Sooyoung? Anak ini bersikeras ingin menjadi manajer pribadimu makanya saya ingat betul! Ahahaha. Semangat masa muda yang luar biasa!”

Sooyoung tidak paham dimana letak lucunya. Dan Ise! Ia menyorot tajam mimik santai pria itu. Melamar kerja? Ise tidak pernah bilang apapun soal melamar kerja di SM! Terlebih, sebagai manajer pribadinya? “Ise, aku butuh penjelasanmu nanti.”

“Sudah, sudah, tidak perlu marah padanya. Mulai hari ini dia adalah manajer tetap pribadimu, Sooyoung.”

“Tapi, Pak! Ada Manajer-oppa!”

“Manajer Jung akan fokus mengurusi member lain. Malahan, saya pikir sudah waktunya kalian punya manajer masing-masing kecuali untuk kegiatan grup. Terutama kau, Sooyoung, skejulmu paling penuh di antara member lainnya. Manajer Jung sering kelabakan mengatur jadwalmu dan jadwal member lain bersamaan. Saya tahu karena dia sering curhat, hoho.”

“Itu …,”

“Okey! Kau tahu ‘kan bagaimana keputusan saya, anak muda? Tidak pernah ada koma di belakang titik! Tidak pernah ada kata bersambung setelah tamat! Tidak ada tapi-tapi! Sampai jumpa.”

“Pak!” Sooyoung berdiri mengejar Pak Kim yang mau pergi lagi.

Pak Kim berdecak seraya menggeleng-gelengkan wajah bulatnya, timbul kerut di sudut matanya ketika tersenyum, “Sooyoung, Sooyoung, tidak perlu malu-malu. Bukankah lebih leluasa bila kekasihmu adalah manajermu?” ekspresi Sooyoung mati. Ia putus asa barang buat menyanggah bahwa Ise bukanlah kekasihnya. Sialnya Pak Kim yang bebal akan kelelahannya menyambung kalimat, “Bapak paham kok. Kau memang tipe wanita yang tidak tahan kesepian maka kau cepat mencari pengganti. Berhubung pihak Jung Kyungho sudah sepakat menutup mulut, kalian bisa berkencan kemana saja dan tidak perlu khawatir! Bilamana muncul gosip pun, akan mudah mengatasinya. Sudah ya, sampai jumpa, anak-anak, saya masih ada rapat.”

Manajer baru? Ise? Saat ini juga? Jangan bercanda!

Pak Kim benar-benar kelewatan dalam hal menyepelekan urusan!

***

“Kau bilang aku harus cari kerja, ‘kan?”

“Iya tapi bukan di tempat kerja yang sama denganku!” dan menjadi manajerku? Apa kau lintah? Ia menahan diri untuk tidak menyemburkan itu semua.

“Sooyoung, kau marah?”

“Aku …?” tapak kaki Sooyoung berhenti melaju. “Menurutmu aku marah?”

“Ya.”

Mereka berdua kini berada di tengah-tengah para pejalan kaki malam setelah melewati hari yang panjang. Tepat terhenti di trotoar sebelum tanda penyebrangan. Yap, betul sekali! Ise memulai perannya hari itu juga sebagai manajernya. Dengan kata lain ia memenuhi jadwal photoshooting dan menghadiri fansigning merek tas ternama yang mengontraknya ditemani Ise. Padahal Ise tidak punya pengalaman bekerja sebagai manajer sebelumnya, seribu mil jauhnya dari itu, pria pirang itu semestinya lebih berteman baik dengan pekerjaan kasar semacam bodyguard atau rentenir, ah—tidak? Apa pekerjaan yang cocok untuk seorang mantan polisi, ya?

“Maaf, pikiranku tidak jernih karena hari ini sangat melelahkan.”

“Oh …,” memaklumi, Ise memeriksa jam tangannya. “benar, sudah jam delapan. Kau ingin apa untuk makan malam?”

“Makan malam?” ia sepertinya melupakan suatu janji atau semacamnya …, “Makan malam!” Restoran Un’deux jam delapan! Kim Myungsoo menunggunya!

“Sooyoung?”

“Um. Aku akan beli sendiri makan malamnya. Pulang saja duluan.”

“Eh? A-apa maksudnya itu?”

“Kau boleh tidur di kamar tamu malam ini, kalau kau mau. Dah.”

“Hah?” apakah itu halusinasi karena ia kecapaian atau memang Ise memerah? Entahlah. Pokoknya ia harus segera tiba, Son Naeun memintanya untuk datang sendiri malam ini. Meski Sooyoung tidak berjanji untuk hadir, namun ia tidak suka membuat seseorang menungguinya. Sebab ia tahu bagaimana tidak enaknya menunggu seseorang.

***

Restoran itu letaknya amat strategis, cukup jauh dari pertokoan pinggir jalan lainnya namun terlihat mewah karena itu menarik perhatian Sooyoung (terimakasih pada aplikasi pencarian G**gle Map). Anehnya, tak banyak tamu yang mereservasi tempat itu, mungkin karena harganya yang fantastis. Sesuai dengan harganya, restoran ini kental bernuansa Eropa. Ia bergegas menuju resepsionis wanita yang disanggul antik. “Apa ada reservasi atas nama Kim Myungsoo?”

Sang pegawai melirik lalu memastikan, “Anda pasti Nona Son Naeun?”

“Errr—bukan, tapi Nona Son Naeun mengirim saya. Untuk … itu? Mmm, mengantarkan pesan?”

“Oh, baiklah, Nona …?”

“Choi.”

“Nona Choi, Tuan Kim Myungsoo … di sebelah sana, biar saya antar.”

“Tidak perlu, terimakasih.” Ia tergopoh-gopoh mendatangi meja yang dimaksud.

Pakaian penyamaran khas selebritis cukup menjelaskan siapa orang di meja itu. Ia sendiri jadi merasa bertelanjang karena memperlihatkan identitas dengan tanpa mengenakan atribut penyamaran apapun, kecuali syal yang sedikit ditinggikan menutupi bibirnya (walaupun yah, wanita resepsionis tadi tampak tidak mengenali siapa dirinya).

Atensi kehadirannya terasa, Kim Myungsoo menengadah, kemudian menyembur, “Son Naeun! Kenapa kau lama sekali! Eh?”

Sooyoung tidak yakin apa yang sebenarnya ia lakukan sekarang, karena apa dan demi apa, tapi ia harus menyapa sewajar mungkin. Jadi ia realisasikan sehabis mengedipkan mata sekali, “Erm. Halo. Kim Myungsoo-ssi?”

Myungsoo berdiri dari duduknya, “Ya. Kau Choi Sooyoung-sunbae ‘kan? Ada apa?”

Cuek sekali menanggapinya! Junior lain setidaknya akan minta maaf sudah membentaknya lalu membungkuk sopan. Namun Sooyoung mencoba bertahan, “Son Naeun memintaku untuk datang menemuimu. Ku pikir ia juga memberitahumu soal ini.”

“Son Naeun?” bingung dan terkejut di mata itu bergantian cepat, nun Myungsoo rupanya lihai mengontrol raut muka, tidak salahkah ia mendengar pria itu mengumpat? “Sial.”

“…?”

“Padahal aku sudah memperingatkannya untuk tidak kabur. Seenaknya saja mengganti dengan kehadiran orang lain. Dia tidak bilang kau yang akan datang.”

Kau?! Selain cuek, anak ini juga tidak sopan! Betul-betul tidak sopan! “Sepertinya kau marah sekali. Memang ada janji apa tadinya, antara kau dan Son Naeun?”

“Kencan.”

“Apa?” ia hampir menjatuhkan dagunya. “Kalian sepasang kekasih?”

“Bukan.”

“Lalu apa?”

“Naeun memintaku untuk berkencan dengannya agar membuat Doojoon-hyung cemburu. Tapi tidak berhasil, Doojoon-hyung terlihat tidak peduli sedikitpun dengan kehidupan percintaan Naeun. Jadi Naeun sering datang padaku untuk merengek. Kemudian aku mengaturkan jadwal kencan supaya dia tidak merengek lagi padaku.”

Anak ini dari tadi blak-blakan sekali setiap kali bicara! Bukankah Myungsoo tidak kenal akrab dengannya? Kenapa bisa segamblang itu memberitahukan semua?

“Aku menjelaskannya agar tidak ada kesalahpahaman apapun. Aku dan Naeun bukan pasangan.”

“O-oh.” Dia bisa membaca pikiranku!

Myungsoo lama memandangi dirinya dari lutut hingga wajah. Menghela napas pendek, lantas menyerah, “Ya, sudah. Silahkan duduk.”

“Apa?”

“Kalau Naeun mengirimmu ke sini, artinya kau yang akan menggantikannya ‘kan? Berarti malam ini kita berkencan.” Kembali mendaratkan bokongnya pada kursi, melepas topi dan maskernya, kini Kim Myungsoo terlihat tampan sebagaimana diagungkan penggemarnya. Malah mungkin, lebih sempurna daripada gambaran yang ditampilkan di televisi, poster, atau majalah. Surainya begitu hitam, sedangkan kulitnya begitu putih. Seperti Putri Salju—ah, Pangeran Salju dalam kasus ini.

Tetap saja rasa tidak nyaman menghinggapi, membuat ia menyela aktivitas Myungsoo sejenak, yaitu membuka-buka lembar buku menu, “Tapi, Myungsoo-ssi, bukankah bila Naeun tidak datang, sebaiknya kau batalkan saja rencana kencannya? Kau dan aku, maksudku, kita berdua bisa pulang ke rumah masing-masing dengan tenang.”

“Dengan tenang?” Myungsoo sedikit membelalakkan matanya. Sooyoung terlonjak dibuatnya, baru pertama kali ia melihat Myungsoo melotot seperti itu. Ia kira Kim Myungsoo hanya bisa bermuka tembok saja. “Kau tahu aku menghabiskan berapa untuk memesan tempat di sini? Apa kau pikir aku bisa pulang dengan tenang setelah menghamburkan uang percuma?”

“Aku akan menggantinya.”

“Hooo … Nona Kaya Raya memang berbeda. Tapi aku tidak mau membatalkan rencana yang telah ku buat. Seorang pria harus menyelesaikan apa yang ia mulai.”

“Yah … itu bagus, tapi memaksakan kehendakmu padaku … agak …,”

“Memaksa?” tawan Myungsoo menyiyir, “apa kau terpaksa datang ke sini? Sepertinya tidak. Ku lihat dari penampilanmu, kau baru pulang kerja dan langsung kemari. Kau tidak mau membuatku menunggu lama maka kau berlari, rambutmu belum rapi meski kau sudah menyisirnya dengan jari. Setelah semua itu, jelas-jelas kau belum makan malam. Kau pasti lapar. Pesanlah sesuatu. Aku sudah membayar semuanya.”

“Semuanya?”

“Ya.” Myungsoo menatapnya pas di kedua bola mata. “Kau tidak lihat? Tidak ada tamu selain kita. Aku menyewa seluruh restoran ini.”

Dagu Sooyoung benar-benar terjatuh. Anak ini gila. Jung Kyungho saja belum pernah melakukan hal seperti itu! Pantas saja namanya menghamburkan uang! Restoran semahal ini disewa seluruhnya? Untuk seorang wanita yang bahkan bukan kekasihnya? Dan lebih parah lagi, dia melakukannya berlandaskan rasa kesal agar Naeun berhenti merengekkan masalah cinta padanya? HE’S CRAZY FOR SURE!

(—hampir terlupakan, bahwa tipikal flower boy dingin-dingin-tampan-menyebalkan ini adalah saudara sebangsa denganku? Sang kucing berekor dua, Nekomata? Sulit dipercaya!—)

***

(bersambung)

HIGHLIGHT debut soon! Tandai senin jam 12 siang okeh everybody! Teasernya asyik. Saya juga udah liat teaser CNBLUE yang comeback bareng HIGHLIGHT dan enak juga lagunya … 😳😳😳 Sumpah cb Maret bagus-bagus! Semoga trophynya gantian(?) ya. Happy debutday! Happy comebackday! Happy birthday to Myungsoo and to me! 🎉🎂🎉

Ohya. Mau nanya dong, kenapa ya fitur justify (rata kiri kanan) di wordpress saya hilang? Atau di semua wordpress kayak gitu? Jadi agak ribet nih harus nulis rumus “text align: justify” di tiap paragraf satu-satu 😥

***

[Naeun pada Myungsoo: “Ayo kita kencan!”]

“Karena sudah terlanjur pura-pura pacaran di depan Doojoon-oppa, ayo kita kencan beneran akhir minggu ini!”

“Hari minggu adalah hari istirahatku.”

“Kalau tidak mau biarkan aku menyentuh ekormu—”

“Baiklah. Lusa jam delapan malam. Kita makan di restoran lalu menoton konser, setelah itu baru pulang.”

“Yeah! Tapi—kita mau menonton konser apa?”

“Ini tiketnya. Kebetulan sekali teman-temanku tidak ada yang bisa diajak. Mereka tidak mau pergi jadi apa boleh buat, kau saja.”

“Vo-vocaloid? Hatsune Miku? Ini … konser—kau mengajakku menonton konser hologram menari dan menyanyi dengan bahasa yang tidak aku mengerti?”

“Ya. Ada masalah?”

“Ti-tidak. Ahaha … hahahaha ….”

“Bukankah kau yang minta kencan, Son Naeun? Begitulah kencanku. Jangan coba-coba untuk kabur.”

(kita semua tau apa yang terjadi selanjutnya syalala~)

Iklan

13 Comments Add yours

  1. Febryza berkata:

    Huanjir myungsoo bawek bgt bocahnya hahahahaha

    Eh myungsoo termasuk holang kayah juga sampe nyewa satu restoran atau di keblinger

    Hoo ise manajer sooyoung? Kok gak cocok yah *ditabok ise*

    Faaaaan aku nungguin moment doojoon sooyoung inih huhuhu

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Bawek tuh apaan? Hahahah typo?
      Biarkanpah ise btw 😶
      Momen Doojoon Sooyoung? Setelah ini 😆 aku memplotkan myungyoung dulu soalnya

      Suka

      1. Febryza berkata:

        Iyak hahahaha typo itu, terus mager buat edit
        Ah kapaaaaan ? Oh emji kangen ama kapel satu itu

        Suka

      2. Yang Yojeong berkata:

        Setelah plot Myungsoo-Sooyoung selesai niii… Mungkin satu atau dua episode lagi

        Suka

  2. iyanavhie berkata:

    Akhirnya Myung muncul juga ke permukaan (aku telat btw) T.T

    Ise jadi manajer Sooyoung? Jadinya makin gencarlah dia nempel-nempelin Soo 😒😒

    Aku juga nungguin moment Dujun-Sooyoung ini. Udah berapa episode bebeb nggak nongol-nongol. Apa karna lagi sibuk comeback eh debut? 😞😞

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Hahaha debut dibawa-bawa aja nih. Iya nih. Si sayang lagi sibuk cari nafkah jadi belum bisa main ff 😂😂😂

      Nanti ya. Setelah plot Myungsoo-Sooyoung selesai baru Dujun-Sooyoung

      Suka

      1. Febryza berkata:

        Cari nafkah buat siapa fan si dujun? Buat ngelamar sooyoung sebelum si om? *Eh hahahaha*

        Suka

      2. Yang Yojeong berkata:

        Duh, dujun menjadi hellokitty diantara suyong dan si om gitu? Bole juga si /plak 😄

        Suka

  3. sifika berkata:

    ketika holang kaya bertemu holang kaya 😁(tunjuk myungyoung)
    ,btw buat ise, selamat karna dah jadi manager pribadinya seorang choi sooyoung 👏👏 sekarang dah nggak pengangguran lagi :v

    Suka

  4. Nadya berkata:

    FIX AKU MAUNYA SOOYOUNG SAMA MYUNGSOO, ADAWWW MEREKA GEMESIN.

    Myung dih kaget loh dede. Tajir juga yah kamu pake segala disewa lestoran.

    Eh tapi tapi ise jadi manager sooyoung ya? Kesempatan tuh mepet doi :v

    Suka

  5. diah ayu berkata:

    walah si naeun itu ngirim syoo buat gantiin dia gara2 kencan ala myung..
    flower boy macem myung emang rada ngeselin tapi bikin luluh..
    pengin tau kelanjutannya..
    kapan syoo ketemu joon sih?

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Huwaaa ada reader baru di ff ini terharu!!!! Aku akan jawab pertanyaan nya di episode selanjutnya yaw jadi stay kekeke~

      Suka

  6. ismi berkata:

    Ekornya sooyoung uni jdi ingetin akun kartun naruto deh..hahah gra2 kbyakan nonton kartun nih kyaknya aku jdinya kbyangnya kyak gitu..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s