[FF] HOST Café’s Daily – Special Day

Title: HOST Café’s Daily
Genre: Reverse-Harem, Comedy, Friendship
Rating: PG
Length: Series
Cast(s): Choi Sooyoung [SNSD] and the boys.
Summary: Tidak perlu banyak komentar! Pokoknya, tempat ini cocok buat kamu-kamu yang menyukai … flower boys./ “Are you rrrrready?”/ “Let’s parrrrty!”/ eh, ini bukan parody Sengoku, kok!

sooyoung.jpg

***
Special Day – Welcome!

Keseharian para lelaki tampan ini, ya begini.

Terik. Menuju tengah hari. Mengejutkan seisi Cafe ketika tiba-tiba suara klining-klining bel gemerincing menandakan seseorang masuk, yang memprihatinkan adalah penampilannya. Kevin yang pertamakali menyambut perempuan itu sampai bingung harus menawari menu atau menelepon ambulans, yang jelas, ada syok featuring ngeri dan bingung.

“Tolong … aku mohon siapapun tolong aku!” jerit perempuan itu pasrah.

Dengan pekerjaan mudah yang nyaris dapat disandingkan dengan gaji buta, respon memuaskan kostumer di dapat dan jelas saja, salary tidak tanggung-tanggung jadi berlipat. Siapa yang tidak mau kerja enak seperti ini?

Walau yah, … ada sedikit resiko yang harus ditanggung.

Tidak berat, kok! Asal berani malu tapi nggak malu-maluin!

***

BRAKKK!

“Kenapa Nuna melakukan itu?!”

“Melakukan apa? Hyogi—tolong tutup lagi pintunya aku sedang menghitung pemasukan.”

Bernama lengkap Choi Sooyoung, namun tidak suka bila namanya dipanggil oleh sembarang orang. Mengalir darah pebisnis Korea Choi Jungnam dalam dirinya, sehingga tak jauh berbeda dengan sang Ayah, gila bisnis dan mencintai uang, namun jarang sekali dibelanjakan. Bukan kikir, tapi irit, akunya. Selain uang, yang dicintainya adalah makhluk manis mungil berbulu, sampai-sampai kediamannya menyerupai petshop mini. Alasannya mendirikan usaha kuliner adalah keshikshinannya. Selain itu, ia punya seorang tunangan yang ia tidak hapal wajah dan namanya.

“Ini tentang Jisoo!” si pemuda yang mendobrak pintu tadi bersikeras.

“Sooyoung-ah, untuk yang satu itu mungkin kau memang sudah agak keterlaluan,” Kevin menimpali.

Asisten Manajer, cukup meyakinkan dirinya sebagai tangan kanan Choi Sooyoung. Ialah si pria metroseksual Woo Sunghyun, namun lebih akrab bila menyebutnya Kevin, orangnya apik dan cekatan—seperti Ibu-Ibu. Pengoleksi benda berwarna pink, self-centered, narsis, liberal, gila pujian, dan penyebab lainnya yang membuat ia sering diputuskan secara sepihak—diluar fakta wajah cantiknya yang mampu membuat kaum hawa menangis. Pernah punya pengalaman buruk ditertawai segerombolan wanita karena kedapatan membeli majalah untuk perawatan kuku dan rambut.

“Mengenai Kitty? Hanya bisnis.” Jawab Sooyoung, kelewat tidak ambil pusing dan lanjut menghitung lembaran merah di tangannya. “Kalau hanya itu yang mau kamu katakan, silahkan ke luar.”

Nuna jahat!”

Han Sanghyuk biasanya tidak akan berteriak galak kecuali mendesak. Usianya belia, masih belasan, masih sepolos kertas perihal gemerlap kehidupan luar. Karena seorang maknae, seringkali dikerjai oleh mereka para adult. Namun mendengar baru-baru ini, ia mulai suka balas menyiksa mereka yang membulinya dulu, mungkin dampak dari teman-teman bergaulnya yang sekarang—alias Gank 95. Tidak terkontrol kalau melakukan aegyo, tidak tahu malu dan selalu pasang tampang muka sok suci. Pernah menangis semalaman karena Serial Naruto Shippuden tamat.

BRAKKK!

“Kev, pastikan pintunya tidak rusak.” Choi Sooyoung bahkan tidak perlu repot-repot untuk menengok apabila ada Kevin.

“Hei, kau mungkin harus sedikit lebih peka terhadap perasaan para pegawai.”

“Biarkan saja. Hyuk hanya syok bahwa penjualan photobook Kitty dan Jaehyun lebih diminati para tamu ketimbang Kitty dengannya.”

“Hah?!”

“Apa? Tidak percaya padaku? Meski aku wanita, aku ini lebih memahami mereka daripada kamu.”

“Ma-maksudmu … Hyogi—?”

Mari skip percakapan tersebut dan kembali ke pada flashback di awal narasi.

“Terimakasih atas bantuannya!”

“EH?”

Perempuan ini namanya Yura, yang—agaknya—memakai jeans tidak tercuci seminggu dan kaus oblong berbau tinta kering, misuh-misuh di jam 10 pagi begitu memasuki Cafe dan membuat panik para pegawai karena bingung harus diapakan. Ternyata, permintaan tolongnya yang hiperbol hanya demi menyewa dua pegawai laki-laki guna menemaninya menggambar manhwa. Sekali lagi. Menggambar. Manhwa.

“Yura-ssi sudah selesai?” Joshua bertanya khawatir—plus heran. Di sebelahnya duduk Ahn Jaehyun yang juga ditugaskan ‘menemani’ Yura menyelesaikan naskah manhwanya. “Kami bahkan hampir lupa untuk mengajakmu mengobrol karena terlalu asik dengan—”

Si penanya, bernama western Joshua Hong, bernama Korea Hong Jisoo. Usia 19 tahun, hanya berbeda beberapa bulan dari Hyuk. Tapi kalian akan melihat jelas perbedaan sifat keduanya meski terlahir di line yang sama. Omong-omong, Joshua termasuk idolanya anak muda. Bentuk mata dan bibirnya mengingatkan kita pada kucing, atas alasan inilah ia menjadi pegawai kesayangan Choi Sooyoung—Kitty, si maskot HOST Cafe.

Di sebelah Joshua, adalah pegawai tertua dan dituakan, Ahn Jaehyun. Paling ahli dalam merayu, sampai dilabeli bi karena tidak pandang bulu pada perempuan ataupun laki-laki—entah ini betul atau pura-pura. Kostumer wanita muda sering tertipu wajahnya—yang padahal telah melewati batas seperempat abad. Karena merasa paling ‘tua’, ia lebih suka dipanggil Om daripada Kakak. Divonis terkena gegar otak ringan karena langganan terbentur kusen pintu dan lampu gantung—mungkin ini adalah salah satu faktor penyebab kelakukannya yang minta ditampar. Tambahan, ialah sang tunangan yang belum pernah dinotis Sooyoung.

“Saya sudah selesai! Tidak apa-apa, kalian berdua membantu sekali. Terimakasih banyak, Joshua-ssi, Jaehyun-ssi! Double J mantap jiwa!” Yura membereskan peralatan gambarnya kemudian berdiri dan lugas membungkuk. “Saya pamit dulu. Harus cepat-cepat memberikan naskah ini ke editor, kalau sudah diterbitkan, saya janji akan memberikan cetakan yang pertama secara gratis kepada kalian.”

Loh? Loh?

“Sekali lagi, terimakasih banyak kalian berdua! Joshua-ssi sangat manis dan Jaehyun-ssi sangat jentel! Love you love you guys!”

Selepas perempuan itu dengan salam terakhirnya sebelum pergi, Hyuk menghampiri meja 10—meja dimana Joshua dan Jaehyun disewa Yura. Hyuk menghampiri meja Joshua dan Jaehyun. “Yura-ssi sepertinya puas sekali setelah dilayani oleh kalian, memangnya Yura-ssi kalian apain?”

Joshua menggeleng, bingung. “Tidak tahu. Aku benar-benar lupa mengajaknya mengobrol. Soalnya aku terlalu hanyut dalam euforia fanservice. Apalagi sambil ditraktir kue dan jus.”

Fanservice?” kaget Hyuk. “Kamu? Sama si Om?”

“Iya. Kenapa?” Joshua menghabiskan jus sirsaknya. “Cuma suap-suapan, kok.”

“Suap-suapan pakai mulut.” Tambah Jaehyun kalem, tanpa peduli mimik wajah Hyuk yang berubah menjadi setengah hidup.

“Permintaan tamu dari hari ke hari makin aneh saja. Masa di depan perempuan mempertontonkan adegan kayak gitu, ‘kan nggak sopan.” Joshua menimpal. “Udahan ah, Yura-ssi juga udah pergi. Ayo, kerja lagi, kerja …,”

“Hhh, ngantuk …,” Jaehyun menggaruk tenguknya sembari menguap. Joshua mengambil piring dan gelas yang tadi ia pakai, lalu ia bawa ke dapur.

Menyisakan Hyuk yang melongo—“Ji-jisoo … kamu—kamu ngapain tadi? Sa—sama Om Jaehyun …?”

Sekedar informasi jikalau Yura adalah manhwaga terkenal spesialis boys love. Ah, lupakan saja, Hyuk tidak cocok untuk pembahasan semacam ini. Badan bongsornya adalah topeng dari sosok aslinya yang inosen.

Sementara itu, Joshua sedikit merenung di dapur diiringi seruan-seruan Hyuk yang tidak ia respon, “Yah … mungkin dia akan mendiamkanku sekitar dua-tiga hari? Entahlah.” Ia mengendikkan bahu.

Kilas balik yang menjadi penyebab Hyuk marah-marah pada Sooyoung, sekian.

***

“Aku baca mimik wajahmu, sepertinya protesmu tidak diterima si Bos, ya?”

Yang Yoseob—menanyai Hyuk yang baru keluar dari ruangan Sooyoung. Orang pertama yang direkrut Sooyoung sebagai pegawai tetap secara pribadi ini sering jadi buronan para pedofil. Sebabnya? Adalah wajah imut dan badan mungil—meski kini ia memiliki abs namun hal itu tidak berarti apa-apa. Mantan atlet sepakbola dan sekarang tengah menekuni boxing. Sering stand by di dapur bukan untuk memasak, melainkan icip-icip makanan hingga ludes walau tidak ada yang tahu kemana semua lemaknya pergi—tidak ke atas, tidak juga ke samping.

Si bongsor manyun, lalu melengos melewati Yoseob begitu saja. Ia membawa kita melihat keadaan dapur Cafe bernuansa woody yang cukup dihandel oleh dua orang lelaki.

Mungkin boleh disebut Kepala Dapur, Yong Junhyung. Si ganteng galau, baperan, dan agak filosofis. Tipe maso yang sulit move on dari mantan—berkebalikan dengan Ahn Jaehyun. Dekat dengan Yoseob karena suatu alasan ambigu. Bersama Yoseob, ia adalah teman lama Sooyoung dan Kevin. Satu hal yang perlu diwaspadai dari Junhyung, jangan pernah buang sampah bila berada di sekitarnya.

“Hyung, coba bilang sama Sooyoung-nuna kalau ada fanservice gitu-gitu aku mau dikapelin sama Jisoo. Lagian masa Jisoo sama si Om sih? Nanti Jisoo kebawa mesum terus nggak bakal nyambung kalo ngobrol sama aku,” inilah maknae Hyuk yang sifat manjanya kambuh, sembari ia memberi back hug pada Junhyung yang sedang memasak.

“Terus kau mau aku bagaimana?” respon Junhyung seadanya.

Tidak mendengarkan, Hyuk malah sok ngambek. “Ya gimanapun caranya! Habis kalau aku dengan Leo-hyung, jatuhnya aku jadi Uke! Nggak mau!”

“Hentikan percakapan menjijikkan itu, bulu kudukku sampai berdiri.”

Pemuda yang bermulut pedas ini adalah Jung Ilhoon. Tiga kali berturut-turut bersaing ketat dengan Yoseob dalam memerebutkan gelar Aegyo King dan selalu kalah. Seperti dapat dilihat, Ilhoon adalah pribadi yang dingin dan cuek, namun akan berubah drastis menjadi hangat dan ramah bila dihadapkan dengan kostumer. Termasuk pemalas, pengkritik, dan anti-sosial sehingga keberadaannya jarang dinotis. Memiliki trauma masa lalu terhadap sesama jenis sebab ciuman pertamanya diambil oleh seorang pria. Karena itulah ia yang paling menentang keras adanya fanservice berbau gay di Cafe.

Jepret!

“Itu karena kau terlalu memasukkannya ke dalam hati,” komentar Myungsoo, setelah selesai membidik wajah marah Ilhoon. “makanya, kalau kostumer menyuruh apa-apa yang mengharuskanmu skinship, tidak perlu pakai perasaan. Cukup Junhyung-hyung yang baperan di sini.”

L adalah nama panggilan dari nama KTP Kim Myungsoo. Lawan kata dari Ilhoon—bila Ilhoon dingin di dalam namun hangat di luar, maka Myungsoo yang sebenarnya adalah lively and cute namun berubah mode kakkoi bila di depan kostumer. Di samping pekerjaan dokumentasinya, Myungsoo sering membantu peran Junhyung di dapur. Ialah staf dapur nomor dua. Berhubungan secara misterius dengan Choi Sooyoung, seolah ada rahasia di antara mereka berdua. Rumor menyebutkan bahwa Myungsoo dan Sooyoung saling menaruh dendam keluarga?

“Rasanya menyebalkan dapat nasehat darimu,” Ilhoon mendelik sinis. “dan lagi, bisa tidak sehari saja kau tinggalkan kamera itu? Lama-lama mengganggu, aku tidak mau menjual diriku secara murah jadi berhenti memotretku,”

“Aku bukan hanya memotretmu, aku memotret yang lain juga.”

“Kalau begitu potret saja yang lain kecuali aku,”

“Aku akan berhenti kalau kau sekali saja memanggilku Hyung.”

Ilhoon mendesis. “Tidak akan terjadi.”

Yong Junhyung menoleh malas. “Kalau kalian mau sadar, sebenarnya kalian berdua lah yang selama ini selalu flirting tak kenal tempat dan waktu. Di luar permintaan kostumer malah, kalian ini pengantin baru atau apa, hah?”

“Pffft—be-benar juga—HAHAHA!”

“Oi!” Ilhoon melempar celmek pada Yoseob.

“…”

“Oh, Leo-hyung juga tertawa!”

“Tertawa apanya! Ekspresi titik-titik begitu!”

Pegawai Cafe terakhir yang belum terceritakan, adalah Jung Taekwoon. Motto hidupnya talkless do more. Orang ini doyan menjahili Hyogi, dan sering jadi target pelukan Yoseob-sunbae. Seperti Yoseob—ia merupakan mantan atlet olahraga yang terjerumus  ke dunia host karena si Sunbae mungil (namun daripada kedua orang itu sebetulnya Leo lebih suka bergaul dengan Junhyung).

***

Lalu sebenarnya Cafe apa sih ini? Kalau masih penasaran, datang saja, yuk! Terbuka setiap hari dari jam sembilan pagi hingga jam empat sore! Tunggu apa lagi? Temui para pegawai ganteng yang siap mengabulkan apa saja permintaanmu!

Suatu hari, “Yoseob-hyung! Yoseob-hyung!” Hyuk memanggil-manggil Yoseob heboh sembari membawa tablet dari meja tamu yang disinggahi pasangan suami-istri muda. Dari dapur Yoseob melongok. “Meja nomor dua belas pesen Hyung! Ka-katanya istrinya lagi hamil empat bulan terus ngidam ingin nonton film Minion ditemenin minionnya langsung!”

—permintaan teraneh sekalipun.

***

HIGHLIGHT NEXT DAY

Day 3 – Kim (M)yungsoo

“Kau menyedihkan, masokis, dan tampan, tapi takdirmu tidak pernah bagus.”/ “Jadi … kau betulan bi, ya? Tidak kusangka, ck, meski tidak aneh juga karena kau adalah kenalannya Kevin.”/ “Ha-ha-ha … teman-temannya Sooyoung-nuna mengerikan, ya.”/ “Hei, kalian tahu siapa dua orang yang ada di kantor Choi Sooyoung?”/ “Itu mereka tadi … ku kira akan jadi pegawai baru,”

***

((SEE YA! /edisi dibuang sayang/ /edisi nggak ada bahan postingan/ /kapan malas saya hilang/ /kangen beast/ /apakabar readers/))

Iklan

3 Comments Add yours

  1. snowyautumn berkata:

    banyak amat pegawai ini cafè 😂😂😂
    Dendam keluarga 😂😂😂
    Ey ey jadi ahn jaehyun itu tunangannya?
    Suka lah, ringan banget kak ceritanya 💕💕

    Suka

  2. febryza berkata:

    Aduuh ini kenapa pegawai sama yg punya sama-sama gajelas begini sih hahahahaha

    Btw fan, its nice to see you updating your ff . Just so you know, I wait your closed radio hahaha

    Suka

  3. nisa berkata:

    eyyy beruntungnya sooyoung unni di kelilingin oppa oppa ganteng gitu… hua aku kok agak bingung ya sama beberapa kata 😥 gapapa lah yang penting ada jisoo … itu sooyoung jahat banget yak sama tunangannya sendiri lupa wajah sama namanya, padahal oppa kece kaya gitu … bisa bisanya gitu dilupain

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s