[FF] Ojou-sama no Nichijou – 15

Title: 15 – Mari makan! Enaknya ajak siapa, ya?

Genre: Slice of Life

Rating: G

Length: Drabble

Pairing: Sooyoung-centric


***

Choi Sooyoung hanya perlu menyebutkan nama untuk meja yang telah direservasi sebelumnya kemudian waitress itu mengantarkannya pada seseorang …, “Silahkan, Nona.”

***

Cho Kyuhyun?

Sooyoung duduk sudah lima menit lamanya, belum memesan apa-apa, ia menunggu Kyuhyun menatapnya sembari buku menu itu ia abaikan. Oh, ctak! Kening tertutup poni jadi sasaran, Kyuhyun mengalihkan atensi dari ponsel pada wajah Sooyoung akhirnya, yang telah berkerut dimakan waktu—errr lima menit atau lebih?

“Silahkan pesan, pesan apapun yang kau mau.” Tawar Kyuhyun, menyodorkan lagi segi empat minimalis itu, bentuk font dan desainnya elegan—dominasi dari hitam dan gold, amat sesuai dengan klaster restoran dimana mereka duduk sekarang.

“Benar nih, pesan apa saja boleh?”

“Boleh. Kan kau bayar sendiri.”

“Haha. Lucu. Pokoknya berhenti main game, kita di sini untuk makan,” Sooyoung membuka lembaran itu—akhirnya, daripada menghabiskan waktu menasehati Kyuhyun dan menghiraukan riuh dalam perut. “Ah, aku pesan yang ini. Pelayan!”

Gadis pelayan yang dipanggil menghampiri kemudian, Sooyoung memesan (dan memesankan untuk Kyuhyun). Tetapi sampai apa yang dipesan datang, Kyuhyun tak juga tertarik untuk melirik—ia fokus sekali pada layar persegi kecil di tangannya. Berceletuk terkaget-kaget atau mengumpat, lalu fokus lagi, begitu terus hingga Sooyoung menghabiskan makan malam dengan kening berkerut. Cho Kyuhyun si maniak game, tidak cocok diajak makan bersama.

Oke, sebuah game lebih menarik daripada aku.

***

Kris Wu?

“Halo, Cherie.”

“Ew.” Sooyoung berjengit mendengar panggilan itu, telinganya berdiri begitupula kuduknya. Laki-laki dari negeri seberang menarikkan kursi untuknya duduk—sangat jentel. Penampilannya rapi sekali, padahal ini hanya makan malam berdua tanpa bidik kamera di sana sini namun itulah daya tarik Kris Wu. Parfumnya, gaya rambutnya, etitudnya. Full point.

Kris duduk di hadapannya lalu bertopang dagu. Ia bertanya, “Aku sudah memesankan untuk kita berdua, kau tidak keberatan, ‘kan?”

No need to worry. Aku bukan tipe gadis yang pilih-pilih makanan.” Sooyoung balas tersenyum, memandangi wajah Kris—dan sedikit tertarik pada tindik baru di telinga kirinya. Oh semalaman ini ia tidak rela mengedipkan mata barang sekali sebab seni luarbiasa di depan matanya … Oh My.

I know, Cherie. Maka dari itu …,” tangan Kris di meja, sebentar kemudian telah menyentuh punggung tangannya, membawanya naik untuk dikecup oleh bibir itu. “… aku sangat senang ketika kau menghubungiku tadi. Saking tidak sabarnya aku langsung memesan. Akhirnya, kau … menerimaku, Soo?”

Senyuman Sooyoung sedikit turun, “Kita bahas itu nanti, sekarang makan dulu, oke?” dengan enggan menyimpan tangannya lagi di sisinya. Ketika pesanan datang, mereka makan dalam tenang (meski ada saat dimana Kris akan melontarkan pujian—lelaki itu tidak pernah kehabisan stok rayuan dan blablah tapi Sooyoung tidak menolaknya—itu usaha, by the way).

Sialnya, bagaimana pun Kris terlihat sempurna, ia punya sesuatu yang disembunyikan. Bodoh Sooyoung tidak menyadari ini akibat pesona Kris dan kata-kata manisnya. Lelaki itu sengaja memesankan makanan sebelum Sooyoung tiba untuk dibubuhi sesuatu, mencari jalan pintas agar ia punya alasan untuk membopong tubuh Sooyoung ke kondominiumnya. Alhasil, malam itu Kris mendapat tamparan ke empat belasnya. Selamat!

Aku lupa bahwa definisi Kris Wu adalah serigala.

***

Shim Changmin?

Mereka mungkin adalah contoh pasangan yang menderita kelaparan. Tubuh kurus namun tinggi menjulang hingga makin kentara image tiang berjalan. Apa yang patut disyukuri adalah, mereka memiliki nafsu makan—yang besar, bukan main. Bayangkan bila dengan tubuh seperti itu mereka tidak memiliki nafsu makan pasti sudah dari dulu mereka tertidur di pemakaman. Amit-amit.

Lihatlah sekarang, meja Sooyoung dan Changmin paling penuh dibanding tamu lain. Selagi hidup makanlah apapun yang ada. Changmin bilang Sooyoung ada di peringkat dua setelah kulkas, dan Sooyoung bilang Changmin lebih misterius daripada segitiga bermuda—entah apa maksud dua orang itu. Tapi yang jelas, pada tingkat ini mereka tengah bermutual simbiosis.

Ctak! Sumpit Sooyoung mencolok potongan daging panggang terakhir. Changmin melotot. “Mwoya jigeum!”

“Aku duluan.”

“Kita sudah menyepakatinya. Itu bagianku!”

“Apa? Kapan?”

“Di awal! Aku bilang bagianku sebelah kiri dan aku memanggangnya di situ, lalu kenapa kau mau memakannya sekarang? Kau tidak bisa berkomitmen dua hal berbeda dengan satu mulut!”

“Wah, bicara apa kau sekarang?”

“Kau yang harusnya tutup mulut.”

“Tidak bisakah mengalah sekali saja?”

“Aku,” Changmin menekankan ini pada kalimatnya, mulutnya sudah berhenti mengunyah dan kini terasa kosong, serat. Ditatapnya garang sang hawa di seberang meja. “aku sudah sering mengalah padamu, Choi Sooyoung.”

“Kau seorang Oppa bagiku. Tapi sangat tidak gentleman!”

“Terimakasih. Setidaknya aku lebih baik daripada rubah yang mau menidurimu kemarin!”

OH MY GOD BERANI JUGA KAU—” pada akhirnya potongan daging terakhir itu dicuri lagi oleh Changmin dan Sooyoung punya dua alasan untuk menjambak rambutnya sepulang dari restoran.

Aku benci jika masa laluku diungkit, kkeut.

***

Yoon Doojoon?

“Apa aku harus mengulang perkataanku kemarin?” sapaan Sooyoung malam itu tidak terdengar benar. Doojoon yang sudah duduk, menunggunya sebab lelaki itu datang duluan di tempat mereka berjanji—bersirat linglung di wajah.

“Kau sehat?”

“Kenapa harus restoran China urgh Yoon Doojoon!”

“Ada apa dengan China memangnya? Keluargamu punya dendam kesumat? Atau kutukan leluhur?” aroma daging dari pelayan yang lewat menyajikan makanan bertudung meluluhkan hidung Sooyoung seketika, ia melupakan amarahnya barusan—ngomong-ngomong Yoon Doojoon memang bodoh jadi biarkan saja dia hidup.

“Kita harus pesan itu,” Sooyoung menunjuk dengan jarinya, memerhatikan bagaimana tudung itu di buka di meja tamu lain dan semerbak daging yang digoreng sempurna, kecoklatan dan mungkin sedikit tekstur keras, sedikit minyak dan panas, mungkin akan melebur di lidah bersama saus rempah-rempah itu. Glek! Sooyoung menelan liur.

“Restoran ini sangat terkenal dengan saus spesial yang mereka miliki, itulah yang membedakan dengan restoran China lain. Aku setuju. Dari kemarin malam pun aku tidak bisa tidur karena melihat hidangan itu di TV.”

“Aish aku tidak sempat menonton kuliner semalam,” Sooyoung menggigit ujung kukunya. Mereka berdua memesan hidangan itu. Satu porsi yang terlalu besar untuk dua orang, diletakkan di tengah-tengah meja bersama hidangan pembuka dan penutup. Sooyoung lekas mengamit sepotong daging dengan sumpitnya, lalu dicelupkannya pada saus.

YAH!”

“Apa?” sahut Sooyoung sambil menguyah.

“Kau harusnya menumpahkan sausnya di atas daging.”

“Tidak mungkin. Sausnya sengaja diwadahi terpisah agar kita makan dengan mencelupkan daging pada saus.”

“Kalau begitu, kau tidak bisa merasakan bumbunya meresap.”

“Tapi kalau ditumpahkan, kau akan merusak tekstur dagingnya.”

“Eyyy. Kau pikir siapa yang lebih paham soal makanan di sini?”

“AKU.” Ucap mereka bersamaan. “Kau ngajak ribut?” lagi-lagi.

Bukan ide bagus mempertemukan Shikshin dan Shiksa-nim.

***

Kim Myungsoo?

Aku tidak percaya. Aku mengajak makan duluan seorang lelaki yang lebih muda dariku … aku ini apa, hah? Tante girang? Seperti tidak ada orang lain yang bisa ku ajak makan saja …. Kosong pandangan Sooyoung setelah berdetik lewat ia duduk di kursi reservasi itu. Myungsoo memandangi wajahnya tetapi Sooyoung acuh, apa yang retinanya berhasil tangkap adalah hampa.

Lebih kurang satu menit terlewat ketika akhirnya Myungsoo buka suara, “Menu rekomendasi hari ini terlihat enak, mau memesan itu?”

“Oh? Hah?”

“Menu rekomendasi, Young.”

“Oh, iya. Iya. Apapun boleh.” Sooyoung melempar argumen dalam kepalanya. Myungsoo laki-laki yang cukup menarik belakangan ini hingga ia punya inisiatif mendial nomornya lebih dulu. Terkadang orang melihatnya sebagai pribadi yang dingin, cuek, introvert dan sebagainya. Padahal itu hanya mental blocking dari diri yang sebenarnya pemalu dan (Sooyoung bilang) manis.

Kenapa justru makan malam dengannya yang terbilang sukses?

***

Mana suaranya Sailors?

Supporter Kyuyoung? Krissoo? Changsoo? Dooyoung? Myungyoung?

Yang mana favoritmu?
(Me: jongyoung /digeplak/)

Iklan

8 Comments Add yours

  1. febryza berkata:

    Fan serius nih ada sookris? Hahahahaa yampun walaupun kelakuannya kris licik bgt sih tapi gapapa lah.. btw kok itu changmin tau kejadian sooyoung sama kris terus doojon juga itu koplak bgt ngajakin ke restoran china lagi terus berantem hahahaha
    Kayaknya yg paling gada masalah malah sama myung ya? Eh fan kurang tau kurang sama minho ini couple yg lagi hot eh inguk juga hahahaha

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Tadinya mau nambahin minho tapi takut garing si minho nya sendiri aja uda garing /woy

      Disukai oleh 1 orang

  2. KiHisa berkata:

    udah sama sehun aja.

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Sehun tidak tersedia :v

      Disukai oleh 1 orang

  3. one656kimhyunra berkata:

    iya tuh jongyoung kemana???? 😀 malah ikutan

    aku kyuyoung tp suka dooyoung ama myungyoung jg.. 😀

    iya kyuhyun emang gitu keterrlaluan bgt gamernya. greget. kn syoung pengen d perhaatiiin…

    keriissss elaah elu mah.. pernyataan cinta blm dijawab, kecelakaan pun dijadijadikan.. padahal memesona lho ktnya sweet lg…

    changmin… Heol!!!
    lebih mentingin perut ketimbang memesona syoung… ckck

    doojoon mending lu jd reporter kuliner aja ketimbang makan bareng syoung. ngalah kek biar nyaman jd tmn makan.. hahaha

    oh myungsoo..
    s syoung nya yg kliatan suka k myung bkn sbalikna… hhha…

    jonghyun kmn?? apa gegara kasus kmren syoung g mau mkan breng dia.. huhuhu

    Suka

  4. snowyautumn berkata:

    My fav yang changsoo kak! Selalu suka changsoo yang always jogol kalo tentang makanan! 😂😂😂

    Suka

  5. Chansoo berkata:

    Bang kyu kebiasaan buruknya malesin bgt. Ngajakin dinner malah main hp sendiri. Heol !! Ke laut aja deh bang
    Kasian mbak syoo kalah saing sama game. Tetep semangat yaa unni ! Kan masih banyak cogan yg lain. Dujun contohnya #eaakk 😂

    Suka

  6. Elisa Chokies berkata:

    Kalau ditanya paling suka yg Kris kalu couple yg L-Soo:p wkwkw

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s