[FF] SOSIS + DODOL – EPISODE 05

Title: SOSIS + DODOL
Genre: Friendship, Parody
Length: Series
Sosis: SNSD, BIGBANG, BEAST, Infinite, BAP.
Dodol: SHINee, MBLAQ, VIXX, KARA, 4minute.
Summary: Kami tertawa dan bercanda, bertengkar lalu berdamai, bertingkah bodoh atau bersikap konyol, menjahili orang lalu melarikan diri, semua dilakukan bersama-sama. Kehidupan keseharian kami … akahkah selamanya dapat berjalan seperti ini?

***
08 – Pekan Olahraga

Hai geng! Tahu ‘kan gue siapa? Cowok paling berpengaruh buat kelas Sosis, Kwon Jiyong. Kalau orang lain bilang mereka tajir, ganteng, pinter, dan kece, gue enggak! Maksudnya, kalau gue, masih ada yang kurang—gue tajir, ganteng, pinter, dan kece dari lahir! Plus rajin beribadah bersodakoh, idaman para cewek. Kurang apa coba? Kurang tinggi—Ehem! Bukan maksud hati menghina, semua warga berkelamin lelaki di kelas Sosis memang oke-oke, tapi tetap gue juaranya, malaikat juga tahu, fufufu. Cuma sayang satu hal, hingga saat ini gue nggak terima posisi sebagai Ketua Murid di madu—diduakan, harusnya hanya ada satu pemimpin di kelas, jadi si Kapten Bang itu, nggak perlu!

Dan, gue punya rencana untuk menunjukkan jati diri gue yang sebenarnya … siapa yang berhak mendapat posisi paling tinggi di kelas Sosis! Bang Yongguk, lo nggak bakal dibutuhkan lagi, huhuhu, bye!

*

“Seperti yang sudah heboh di kalangan warga sekolah belakangan ini, salah satu event terbesar akan segera di gelar di Shinba,” Pak Wali Kelas, Choi Siwon-sonsaengnim membuka perjumpaan Senin pagi setelah upacara rutin selesai, dengan satu pemberitahuan penting. Anak-anak mulai berbisik sana-sini terutama para siswi. “yaitu Pekan Olahraga.”

“Nah, apa aku bilang,” Miyoung menyerocos.

“Event resmi diadakan hari Kamis, minggu ini. Saya kira Ananda sekalian pasti sudah tahu. Ada lima lomba dan setiap kelas wajib mengirimkan perwakilan. Apa kelas ini sudah mendiskusikannya siapa-siapa saja?” mereka berpandangan, saling senggol, bisik-bisik, tetapi tak ada yang menyahut. “Ketua Kwon?”

“Belum, Pak! Akan segera kami diskusikan!” lapor Jiyong tanggap.

“Oke, berikan data siswanya pada saya paling lambat bel bubaran sekolah hari ini.”

“Hari ini? Eh—iya, siap, Pak!”

“Nah, sekarang kita lanjut saja pembahasan materi minggu lalu, kalau tidak salah … ada PR, ya?”

“ENGGAK ADA, PAK!”

Giliran ditanya tentang PR, semua kompakan bilang nggak ada, Siwon ngebatin.

*

“Sekarang gue langsung aja, sebagai Ketua, gue akan menggunakan hak prerogatip untuk menunjuk perwakilan pekan olahraga kelas kita.” Jiyong melangkah ke podium di depan whiteboard dan berdiri gagah di sana. Satu telunjuknya mengarah pada Kwon Yuri yang asyik bercermin di pojokan. Semua kepala lantas mengikuti arah telunjuk Jiyong. “Kwon Yul, kemari kau.”

“Eh, apaan?” Yuri gelagapan, buru-buru menaruh cerminnya. Ia maju menemani Jiyong di depan kelas.

“Tulis di papan tulis apa saja lombanya dan siapa saja orang-orang yang potensial di olahraga.” Titah Jiyong, bersedekap dada lalu duduk seenaknya di kursi guru bak Raja. Yuri geregetan ingin jambak si bogel tapi apa daya ini titah turunan Ningrat, ganggu aja nih pentil ban.

“Tapi sebelum itu, kita harus punya PJ!” saran Daesung, yang lain setuju.

“DJ?” Jiyong tulalit. Merasa terpanggil, Doojoon linglung menunjuk diri sendiri—DJ itu ‘kan inisial namanya.

“PJ, Pak Ketu, PJ, Penanggung Jawab,” perjelas Daesung agak gemas, “supaya ketika lomba, ada yang mengkondisikan anak-anak biar nggak kabur-kaburan atau ngilang.”

“Oh, ya udah gue aja PJnya,” putus Jiyong, Daesung menyela lagi kalau PJ diusahakan jangan Pak Ketu. Bersama kerut di bibir, pada akhirnya Jiyong ogah-ogahan menunjuk Myungsoo.

“Kok aku?”

“Karena lo selalu dateng paling pagi, bisa sekaligus dokumentasi, dan sudah pasti nggak bakal berpartisipasi.” Alasan simpel Jiyong menusuk hati. Myungsoo poker-faced tapi enek juga Jiyong dikatai, meski soal payah di olahraga, ia akui—(malah jadi poetry.)

Fix! PJ: Kim Myungsoo.

“Terdapat lima lomba yang diadakan; lari dua orang tiga kaki, lari estafet, renang relay, gala asin, dan terakhir lomba meminjam barang.” Yuri membacakan keras-keras. Lomba meminjam barang? Ini sekolah udah sengklek, batin Yuri. Kemudian ia menambahi, “Oh iya, khusus acara puncak, tiap kelas wajib mengirimkan seluruh atau perwakilan kelasnya di panggung unjuk bakat.”

“Sip. Sekarang list orang-orang berpotensinya!” titah sang raja kembali turun.

Dari tiga puluh tiga orang murid yang ada, tersaringlah sekian nama berdasarkan suara masing-masing orang. Dari mulai yang over pede sampai yang rendah hati, akhirnya nama-nama tersebut di dapat; Doojoon, Yoseob, Gikwang, Yongguk, Youngjae, Woohyun, Howon, Youngbae, dan Yuri. Jiyong seketika deadpanned, dari tiga puluh tiga? Cuma sembilan biji yang jago olahraga?

“Jiyong, kenapa kamu nggak masukin namamu sekalian di sana?” heran Yuri.

“Bu-bukannya aku nggak bisa olahraga! Tapi biar yang lain dulu isi posisi itu! Aku cuma mau ngalah ke yang lemah!” yang lemah? Myungsoo merasa terdzolimi. “Lagian ini jangshiners pada kemana? Bogel semua yang muncul!” protes Jiyong—khilap tinggi badannya sendiri sama aja.

“Apa? Bogel lu bilang? Belom pernah diiket di ring basket?” Yoseob naik pitam. Memang kubu pendek paling anti dikatai bogel kecuali oleh mereka sendiri.

Para tiang angkat bendera putih, mereka useless kalau masalah olahraga, apalagi Trio Choi. Jiyong jadi ingin menabok mereka satu-satu. “Kalian ini gimana? Semangat nggak sih buat ikut lombanya? Reputasi kita atas nama Sosis dipertaruhkan di sini! Lebih dari siapapun, kalian tahu saingan kita siapa? Kelas Dodol!” tahu-tahu Jiyong ngamuk.

“Memang kalau menang ada hadiahnya?” tuntut Sooyoung.

“Kalau kerja jangan pamrih!” balas Jiyong masih sambil marah-marah. “Di kelas Dodol tuh ya, meski Asgar semua, tapi bertekad baja dan penuh kerelaan dalam bekerja! Dicontoh coba!”

“Kok lu jadi marah-marah, sih? Udah untung ada perwakilan!” Sooyeon yang biasanya bungkam, terpancing emosi juga karena ocehan tak ada hujan tak ada angin Jiyong. Pada akhirnya Jiyong berhenti marah karena bel bubaran berbunyi—pertanda harus ia berikan list peserta lomba pada Pak Siwon, Jiyong pun meminta Yuri mencatatkannya.

Menuju ruang guru hendak menyerahkan laporan, Jiyong mangkir sebentar di dekat jendela kelas Dodol—nama aslinya 2-Sains-1. Anak-anaknya kebanyakan Asgar alias Asli Garut makanya disebut kelas Dodol. “Gila, atlet semua!” Jiyong jadi minder baca nama-nama perwakilan kelas mereka di papan tulis; Choi Minho, Cheondung, Lee Joon, Leo, Ravi, Lee Hongbin, Goo Hara, cewek-cewek 4minute, dan masih banyak! “Bisa menang nggak ya, kita?” cemas Jiyong, kecemasan utamanya adalah maskot kelas Dodol, olahragawan yang bisa segala hal, yaitu Choi Minho!

*

Hari H pun tiba.

Karena para cewek kecuali Yuri tidak berpartisipasi dalam lomba, mereka menjadi tim supporter alias cheerleader di samping area lomba. Perlombaan pertama adalah lari dua orang tiga kaki. Pasangan yang ditunjuk Raden Jiyong tidak lain Woohyun-Howon, mereka berdua pelari tercepat di kelas Sosis. Miyoung dan Sooyeon berinisiatif membuat pom-pom aneka warna dan yel-yel imut dibarengi slogan Sha Sha Sha. Myungsoo yang melihat Sooyoung mengenakan kostum cheers atasan mini dan rok super pendek langsung mimisan.

“Myungsoo, hidung kamu menstruasi!” heboh Hyunseung, Jiyong tanpa sengaja mendengarnya, sedikit kepeleset dibarengi batuk-batuk sok cool menutupi tawa ngakak. Jiyong geleng-geleng kepala, dasar ogeb.

“Sooyoung, sini deh, aku punya misi penting untuk kamu,” Sooyoung menghampiri Jiyong, mereka berbicara serius empat mata kemudian Jiyong menyerahkan sesuatu—minuman Idolion+ asal Jepang yang sudah diracuni obat pelangsing. “Kasih ini buat Minho.” Sooyoung bertampang flat nggak paham tapi nurut-nurut aja.

Dalam innernya, Jiyoung tertawa lahak kesetanan. Ia sengaja menyuruh Sooyoung karena tahu bahwa dulu, Minho naksir berat sama Sooyoung. Tapi cintanya tak berbalas karena Sooyoung cewek bebal dan Minho bosen ngodein mulu. Ia terkekeh seakan tak ada hari esok, Hyunseung melihatnya geleng-geleng kepala, dasar pea.

“Minho, aku punya sesuatu buat kamu,” Minho berbinar-binar melihat Sooyoung berpenampilan super seksi sambil kedip-kedip mata padanya, pun Minho mendekat dengan sengaja ngos-ngosan supaya dikira habis latihan. “Ini, semangat ya buat lombanya.”

Sooyoung memberikan sebotol pengganti ion itu, Minho menerimanya tanpa berkiceup, “Siapa juga yang bakal lemes kalau disemangatin kamu?” sebab gombal adalah nama tengah Choi Minho.

“Jangan sok-sokan jadi Romeo dan Juliet di antara dua kubu yang berlawanan, kalian! Minho, awas minumannya beracun!” Lee Jinki alias Dubu Embul mengingatkan. Sooyoung keki, rencana membuat Minho bolak-balik kamar mandi, gagal.

*

“Lah kok nggak hujan, ya?” Woohyun menerawang langit biru, hari ini begitu cerah, berbanding terbalik dari yang mereka harapkan kemarin. “Usaha kita gagal?”

Bicara soal usaha, cowok-cowok somplak kelas Sosis melakukan ritual hujan ketika Jiyong lagi pergi ke ruang guru. Bahkan alimers semacam Howon pun ikutan! Jadi, ritual satu hari sebelum hari H kemarin adalah begini (dilakukan setelah para siswi pulang sehingga hanya ada para siswa di kelas).

“Gue males kalau harus lari besok, apalagi hadiahnya enggak jelas gini,” curhat Woohyun, Howon setuju—kadang rajin, kadang malesan ini anak.

“Gikwang, kamu ‘kan Eternal Sunshine, bisa nggak sunshine besok diganti thunder and storm? Supaya besok hujan badai, terus area perlombaan becek, dan nggak jadi lomba!” tanya dan ide Woohyun tidak logis. Begonya Gikwang malah menjawab nggak bisa.

“Oh, mungkin harus dibalik!” usul Dongwoon, si Fake Arabian tetangga Woohyun. Apanya? Anak-anak lain penasaran. “Gikwangnya!”

Mereka pun mengikat tangan dan kaki Gikwang, lalu Gikwang digantung di jendela kelas dengan posisi kaki di atas. Konon, kalau dibiarkan menggantung sampai pagi, maka ritual menurunkan hujan akan berhasil. Namun ketika pagi menjelang … apa yang terjadi?

“Malah cerah banget ini hari! Seakan menyukseskan perlombaan!” keluh Howon tak terima. Ia bilang mungkin ada yang salah dengan ritual kemarin.

“Mungkin,” bisik Dongwoon menggantung, “kalau Gikwang digantung, justru hari makin cerah! Harusnya dia dikubur!” yang lain setuju—iya juga ya, berarti kita salah dong!

“Woy, siap-siap Woohyun dan Howon, lombanya sebentar lagi!” peringat Myungsoo sang PJ—satu-satunya cowok kurang update yang tidak tahu-menahu perihal ritual sakral kemarin karena pulang duluan bareng Sooyoung.

Pak Guru Donghae adalah yang melepaskan tembakan pertanda lomba pertama dimulai. Woohyun dan Hoya melesat sebisa mereka, posisi sudah nomor satu, melewati pasangan Dodol Hara-Minho di belakang. “Cih! Mereka ikut lomba apa pacaran? Kok pasangannya adam dan hawa?” sempet-sempetnya Woohyun cemburu melihat Minho merangkul pinggang Hara.

Karena fokus pada pinggang Hara, Woohyun jadi terpeleset! Ia terjerembab di tanah dan lututnya tergores. Howon membantunya berdiri tapi Minho dan Hara langsung menyusul secepat kilat! Pasangan Sosis pun juara kedua setibanya di garis finish, Woohyun berlinang airmata karena berlari sambil menahan sakit di lututnya. Myungsoo menenangkan pundaknya sambil bilang, “Semua ada hikmahnya, yang sabar ya, nih tadi aku ambil foto kamu lagi muka mesum terus jatoh.”

*

Lomba kedua, estafet empat orang. Kandidat dari Raden Jiyong adalah Yongguk, Youngjae, Youngbae, dan Yuri, sebut saja Kwartet Why. Myungsoo mengecek personil yang telah siap di posisi tersedia. Pelari pertama dimulai dari Yuri, dan ketika hendak mengecek pada pelari kedua Youngbae … “Loh, Youngbae mana?”

Urgent!” selaku informan, Miyoung datang sangat terlambat. “Oh My God! Sorry for late information, Youngbae in UKS! He’s sick! When he was eating, he was keselek bakso!” membelo mata Myungsoo terkaget-kaget.

“Terus siapa yang gantiin?”

“Errr—uh, siapa ya … eung, nggak tahu sih, eh—diriku saja deh!”

Seorang Hwang Miyoung ikut lomba lari? Miyoung itu sebelas dua tujuh sama Taeyeon, serapuh kertas, selambat siput, tapi biarlah—toh keadaan yang memaksa. Myungsoo pun mengiyakan. Miyoung gembira sangat lalu segera memakai celana training, bersiap di posisi pelari kedua setelah Yuri.

Lari estafet dimulai. “Hwaiting, Miyoung-ah!” jeritan Taeyeon paling keras padahal masih bagian Yuri berlari. Yuri menyerahkan tongkat pada Miyoung, ketika gilirannya tiba, benar saja Miyoung berlari seperti dia mengenakan high heels, bukan lambat lagi, tapi catwalk! Karena kebanyakan pelari di sana adalah laki-laki, mereka malah jadi sengaja melambatkan larinya agar dapat melihat bokong sintal Miyoung berlenggak-lenggok, “Dasar mesum!” umpat Taeyeon.

Yongguk selaku pelari terakhir, melihat keadaan menkhawatirkan seperti itu langsung risau, ia pun melepas ikatan HWAITING pada lengannya, ia jadikan ikat kepala seperti Ninja. “Hwaiting!” jomblo sih, nggak ada yang menyemangati jadi semangatin diri sendiri.

“Yongguk, harapan terakhir ada padamu!” Youngjae menyerahkan tongkat estafet penuh drama dan angan. Melesatlah Yongguk, menyalip peserta-peserta lain hingga akhirnya kelas Sosis juara pertama.

“Hiks, huhuhu! Ya ampun, Miyoung-ah kalau kamu nggak ada kita pasti udah kalah!” Taeyeon dan Miyoung berpelukan, ditambah Yuri dan cewek-cewek Sosis sisanya. Serasa dunia milik bersembilan dan yang lain hanya ngontrak. Woohyun ingin ikutan tapi lututnya masih sakit jadi dengan miris hati ia memandangi dari kejauhan sembari membayangkan dada para cewek dempetan.

*

Perlombaan ketiga, renang relay. Empat perenang yang telah dilist Jiyong adalah; Gikwang, Yoseob, Youngbae, dan Jongup—keempatnya jago renang tapi kok cebol, Myungsoo sungguh tak paham. Tetapi kemudian … Myungsoo teringat kalau Youngbae masih sekarat di UKS gara-gara keselek bakso! Myungsoo bingung harus menunjuk siapa sebagai pengganti. “Myung, biar aku aja,” seseorang tahu-tahu angkat tangan—Sooyoung?!

“O-oke, deh,” Sooyoung lekas berganti pakaian. Myungsoo entah kenapa dag dig dug ser, semoga bukan pertanda buruk Sooyoung ikutan relay renang. Kalau begitu formasi sudah lengkap; Sooyoung, Jongup, Gikwang, Yoseob—“EH MANA GIKWANG?”

“Gikwang!” Dongwoon menatap Woohyun, Woohyun menatap Howon, Howon pura-pura mual izin ke toilet. Tak ada satu pun yang ingat Gikwang masih digantung di jendela kelas! Dongwoon pun sigap ke kelas dan benar saja Gikwang masih tergantung kaku seperti kelelawar. “Aduh, maaf, Ki! Lupa!”

Watadosnya cowok-cowok itu melepaskan ikatan di tangan dan kaki Gikwang. Si rambut poodle pusing memegangi kening, “Darahku naik ke kepala—” dan bruk! Gikwang pingsan. Ia pun dilarikan ke UKS.

Myungsoo selaku PJ ikutan sakit kepala. Lomba dimulai lima menit lagi tapi belum ada pengganti Gikwang. Mirip setrika ia mondar-mandir. “Kalau gitu kamu aja, Myung.” Sooyoung menepuk pundak Myungsoo—gadis itu sudah mengganti kostum cheersnya dengan pakaian renang, menempel membentuk lekuk badannya. Bengong dan gugup, Myungsoo bilang iya.

”HAH? Pak PJ ngegantiin Gikwang lomba renang? Kacau tim kita!” semprot Sungyeol, frustasi—padahal dalam hati dia alhamdulillah gue enggak kena tunjuk. Namun begitu mengetahui perwakilan dari kelas Dodol Superman semua—superman, super tinggi, man! yaitu; Cheondung, Ravi, Hongbin, dan Leo—Sungyeol beneran frustasi.

Perlombaan dimulai. Perenang pertama, Sooyoung bergaya kupu-kupu, tidak berhasil menyusul Cheondung namun setidaknya tiba bersamaan. Kedua, Jongup, memakai gaya punggung, pun tak berhasil menyusul Ravi, waktu tiba masih seri. Sampailah pada perenang ketiga, Myungsoo yang bergaya dada akhirnya—akhirnya disusul Hongbin! Yoseob yang menyaksikan itu merasa beban tim semua ditimpakan padanya. Ia perenang terakhir, lawannya adalah Leo.

“Aku tidak menyangka, bisa bertemu denganmu lagi di pertandingan seperti ini,” Yoseob bilang tanpa menoleh pada Leo, ia sudah memasang kacamata renangnya dan membungkuk di posisi siap meluncur.

Leo di sampingnya sedikit melirik, “Tiba-tiba Hyung mengungkit masa lalu, ada apa?”

“Aku tidak akan kalah.”

“Tapi—aku senang bisa berenang bersama Hyung lagi,” Leo bilang. Yoseob senyap seketika, tersentuh hatinya—namun suara Myungsoo hadir sesuka hati merusak suasana haru Yoseob-Leo.

“Nggak usah banyak drama, cepetan,” lagipula ini bukan anime Free Eternal Summer atau apalah, bete Myungsoo karena jarak tibanya tertinggal jauh dari Hongbin.

Yoseob meluncur, kalah start gara-gara terpesona kata-kata Leo. Dari postur tubuh saja ia sudah kalah telak, ditambah kalah start, dan Myungsoo perenang sebelumnya telat, lengkap sudah tanggungan Yoseob! Tak ada keajaiban, kelas Sosis pun kalah dari kelas Dodol. Tapi tidak disangka-sangka, Leo menghampiri Yoseob kemudian mengalungkan medali emasnya di leher hyung rasa dongsaeng itu, “Kau lebih berhak atas medali ini, terimakasih atas perlombaan yang menyenangkan bersamaku, Hyung.”

Para cewek berlinang airmata haru menonton adegan itu.

*

Perlombaan keempat dimulai, gala asin. Dua tim diadu dengan formasi masing-masing offense-defense—penyerang dan bertahan (yang masih belum paham, ini permainan tradisional searching aja di gugel). Jiyong tidak memilih yang berlatarbelakang olahraga untuk lomba ini, malah Jiyong memilih orang-orang yang berpostur di atas rata-rata alias para jangshin; Dongwoon, Seunghyun, Junhong, Sungyeol, dan Sooyoung—sebagai tim penyerang. Lawan mereka dari kelas Dodol adalah cewek-cewek perkasa Sohyun, Hyuna, Jiyoon, Jihyun, dan Gayoon—sebagai tim bertahan. Sooyoung pasang smirk, ada black hole di tim Dodol, yaitu si gemulai Nam Jihyun!

“Itu si Arab kenapa?” heran Woohyun karena Dongwoon bermain terlampau santai malah seperti berjalan saja. Doojoon berbisik, pssst—itu strategi supaya tim lawan nggak mengira dia pemain juga! Strategi yang aneh namun berhasil, Dongwoon melewati Sohyun dan pemain bertahan lain dengan mudahnya.

Didukung strategi Dongwoon, kelas Sosis menang melawan kelas Dodol.

*

Perlombaan terakhir, lomba meminjam barang! Yoon Doojoon yang terpilih sebagai kandidat pemenang karena gerakan tangkas dan betis besarnya yang berotot. Bisa dibilang perlombaan ini adalah penentu dari hasil 2:2 Sosis vs Dodol di lomba-lomba sebelumnya, Doojoon semakin bersemangat karena kecantikan dan teriakan tim cheers, “Yoon! Doo! Joon! Saranghaeyo Yoon Doojoon! Yeongwonhi! Fighting!”

Peserta mengambil secarik kertas kemudian matanya ditutup. Tubuh mereka diputar sepuluh kali, lalu boleh membuka penutup mata dan kertasnya. Ketika Doojoon membaca apa barang yang harus dipinjamnya di kertas …,

“Rok seragam!” teriaknya pada anak-anak kelas. Miyoung yang masih mengenakan celana training sehabis lomba lari tadi, meminjamkan roknya pada Doojoon. Karena barang yang dipinjam harus dipakai, Doojoon pun memakainya tanpa malu. Cowok-cowok yang melihat ingin muntah.

Kekecilan, Doojoon susah berlari sebab rok itu, terjatuhlah ia menabrak tiang bendera lalu pingsan. Selaku soulmate, Junhyung menyusul Doojoon guna menyadarkannya—menepuk-nepuk pipinya. Mulut Doojoon ternganga lebar mengeluarkan bau busuk seperti kentut kuda nil, berkat bau mulut itu Junhyung ikut terjatuh pingsan menimpa perut Doojoon.

Lomba kelima, the end. Dengan ini kelas Dodol yang diwakili Lee Joon dalam lomba meminjam barang, menang dari Sosis.

*

“KITA KALAH!” Jiyong terang-terangan menunjukkan kekecewaannya pada anak-anak. Mereka tak ada yang berani mengangkat kepala. Tak ada yang bisa disalahkan. Mereka kalah.

“Tapi,” potong Yongguk, “masih ada harapan terakhir ….”

Semua berpandangan, mengangguk, saling percaya dan menguatkan. Ya, betul, satu amunisi terakhir mereka … panggung unjuk bakat!

*

“Aku yakin dengan senjata terakhir ini, semua orang akan terpukau dan kita menang!” Yuri percaya diri sekali, diamini cewek-cewek Son Nyeo Shi Dae lainnya.

Dongwoon sedikit gugup, ia merasa iri pada Youngbae, Gikwang, Doojoon, dan Junhyung yang terbaring di UKS, maka mereka tidak harus tampil pada acara puncak penampilan bakat antar kelas ini!

“Myungsoo, kamu keren, deh!” Sooyoung berusaha memuji—padahal di benak Dongwoon, penampilan Myungsoo sekarang tidak ada kerennya sama sekali. Yoseob dan Sungjong lebih mending. Malah Daesung, Seunghyun, Dongwoo, Junhong, dan Yongguk terlihat paling mengerikan!

“Dongwoon, tenang! Jangan lihat yang lain, fokus saja mengingat koreografinya,” bujuk Yoona, sembari memoles bedak di wajah Dongwoon. Tetapi bujukan Yoona tidak membuat baik apapun! Karena apa? Kalian harus tahu, kelas Sosis beberapa menit lagi akan menampilkan cover dance AKB48 berkostum persis penyanyi aslinya oleh … cowok-cowok!

Uh, rok pendek ternyata bikin kaki dingin, ya, derita Dongwoon.

*

“Penampilan unjuk bakat terbaik, jatuh pada … Kelas 2-Sosial-1 dengan AKB48 Boys Version!”

“YEEE!!!” cewek-cewek berpelukan bahagia.

Cowok-cowok menggali lubang kubur.

*

Geng! Aku sudah berusaha sekeras mungkin memimpin mereka dalam event pekan olahraga itu tapi apa? Ternyata mereka tetap tak melihatku sebagai pemimpin yang sebenarnya! Yongguk yang tampil mengerikan dengan uniform ketat dan rok kotak-kotak malah lebih dihargai! Padahal, aku beralasan sakit mencret agar tak jadi tampil cover dance, mereka ini benar-benar … tak tahu terimakasih!

Diam-diam aku juga mendengar Sooyoung dan Yuri membicarakanku di belakang, “Jiyong bakal paling imut kalau crossdressing tapi ya … namanya mencret kita nggak tahu, sayang banget ‘kan!”

Imut? Bukannya ganteng dan kece dari lahir plus rajin beribadah alias calon imam, aku dibilang imut? GOODBYE WORLD.

***

.

.

.

.

A/N:

BEAST COMEBACK AASDFHHKLLKFGDSGHJHHKKHDTHUIKKLL FULL ALBUM XCVBMMVVBMVCB DAN APA? APA? RILISNYA PAS ULTAH YUNDU! BANGDU! DUDUAJUSSI! OHMAIGAWD GUE SIAPPPPPP

.

Oke, maaf, ini gaje.

Iklan

10 Comments Add yours

  1. winterchan berkata:

    AHAHAHAHAHAHAHAH YA AMPUN
    kak ff ini tuh harusnya dipost tiap hari setiap jam 5, buat ngabuburit wkwk
    Eh ini sekolah harusnya jangan dinamain shinba, tapi rimba. Abis anak-anaknya gaada yg bener 😂😂 liar sarap semua 😂😂

    “Karena lo selalu dateng paling pagi, bisa sekaligus dokumentasi, dan sudah pasti nggak bakal berpartisipasi.” Alasan simpel Jiyong menusuk hati. Myungsoo poker-faced tapi enek juga Jiyong dikatai, meski soal payah di olahraga, ia akui—(malah jadi poetry.)
    Eh ini keren banget, bisa berima gitu 😌😌

    Itu event pekan olahraganya bikin aku kangen deh sama porak sekolah aku (btw di aku namanya dipendekin jadi porak) huhu pengen lagi 😌😌

    Suka

  2. febryza berkata:

    Anjir hahahaha sumpah ini kocak banget yampun, kenapa sih malah kelas sosis yg dodol sama kelakuannya gajelas bgt coba.. kalo itu si gikwang ga digantung kan bisa aja mereka menang lomba renang terus itu juga miyoung ngapa pake lari catwalk hahahaha..
    Myungsoo mimisan yampun hahahaha, terus tumben bgt si jinki engga aneh dan ngingetin minho. Lagian itu juga jiyong aneh bener sih hahaha

    Suka

  3. chaachaaz berkata:

    Ini serius aku ngakak dari awal sampe akhir. Anak-anak nggak ada yang sehat otaknya,poetry nggak terduga,Myungsoo mimiman,Gikwang digantung kebalik,Miyoung lari macem model,parah banget nih sekolah 😂 Menghibur banget sebelum ketemu UAS,terima kasih fanneey 😘

    Suka

  4. arwenshakira berkata:

    i love them so much… all of them…

    dari lama udah falling in love dulua sama G Dragon, nggak pikir panjang langsung cuz buka fic ini. hasilnya gk mgecewakn

    cerita zebra cross dan sekarang berlanjut –
    meskipun dengan orang yang berbeda- dan
    aku akan menunggu cerita cerita lainya. Ah. ini blog d00jon sooyoung? Soojon ship?

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      “Ini blog Fanneey, bukan blog Sooyoung atau Doojoon.”

      Okay itu lamejokes

      Kalau nggak salah kita pernah kenalan, aku pembaca ffmu di Hogwards Academy, nama penaku Wufanneey. Remember kah?

      Suka

      1. arwenshakira berkata:

        I think no. Mungkin iya tapi aku lupa, hehehe, aku sering lupa.

        Suka

  5. Elisa Chokies berkata:

    YA AMPUN!! INI HUMOR GILA BGT! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.

    Anak anak kelas Sosis sama Dodol emang pd somplak semua, tapi diakui emang solid timnya. Rencana si Jiyong apalah, terinspirasi sama Jessica? knapa gk skalian kasih sianida biar menang telak? Biar lebih asoy si Minho. Apadah itu Tifanny lomba estafet ala ala model victoria secret, semok bokongnya yg laki pada ngiler, puasa woy puasa.

    yg selanjutnya tentang puasa dong

    Suka

  6. soobeautifulchoi berkata:

    Yg pling lucu mnrutku wktu doojoon pingsan, parah woy parah 😂😂😂
    Wktu myung liat soo pke kostum cheer jg lucu bgt setdahh ni crita gokil bgt!!
    fighting~~~

    Suka

  7. one656kimhyunra berkata:

    O EM JIiiiiiiiii
    akhirnya sosis dan dodol ada lanjutannya..
    ya ampun jiyoung bossy nya belagu tu anak tp gada bakat olh raga gengsi gede.. imut lg. hahahaha

    itu sih kepedean na tingkat tinggi jd kn sweetdrop sendiri.

    myung myung idung kamu menstruasi astajiiiim… 😀

    aduh iyah itu nasip gikwang kasian amat ya tp td mengalihkan perhatian dr prlombaan.. td siapa yg punya ide nya. dia tuh salahin sampe kalah kan kelasnya.atlitnya d nista in gitu. hahaha

    cerita selanjutnya ditunggu..

    btw username aku yg dulu Rizky NOviri ya fan. jd bkn pendtang baru. tp pengunjung lama yg jarang mampir.. maaf. hehehe

    next yah 😀

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Oalah Rizky toh, selamat datang kembali yaw kalo gitu 😘😘😘

      Dan makasih udah komentarin satu-satu tulisan di wp ini, kkkk~

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s