[FF] Chatteu

Title: Chatteu
Genre: Slice of Life
Rating: PG
Length: Oneshot
Cast(s): SNSD Sooyoung, BEAST Doojoon, and tagged!Jung Kyung Ho.
Summary: Berawal dari keinginan untuk dinotis, kenangan konfesi sepihak, sampai pada pertanyaan semi-terbuka mengenai drama dimana, “Kalau aku benaran sales asuransi, gimana?”
Warning: RANDOM

Chatteu

***

Sudah habis tayangan Drama TV Kabel, jemari Sooyoung langsung melepas remote control dan dibiarkannya tergeletak di antara kakinya yang berselonjor di atas karpet. Seseorang yang menemaninya bermalas-malasan di rumah hari itu, Doojoon, malah sama sekali tidak tertarik menonton tayangan tadi, alih-alih bertekad memecahkan rekor game di smartphone—untuk mengalahkan rekor Yoseob, ia bilang.

“AH!” Doojoon histeris ketika bola mungil ungu itu terjatuh dari jalurnya, skor sudah menuju angka nyaris dua nol nol dan ia tahu-tahu saja K-O disebabkan sesosok gadis menyandarkan kepala di pahanya.

“Aku ingin ke Jepang,” kata Sooyoung, posisinya masih di karpet, sementara Doojoon di sofa, di belakangnya. Sooyoung bicara sambil menengadah ke arah Doojoon membuat rambut pendeknya yang mulai panjang sebahu menggelitik destinasi berbulu (kaki) adam itu.

“Kok tiba-tiba?” tanya Doojoon, jempolnya menyentuh lagi kata tap to start, bola mungil di layar pun mulai menggelinding.

“Kayaknya kamu nggak tertarik dengar curhatanku,” keluh Sooyoung, terpout imut bibir kecilnya, “nggak jadi deh.”

“Ih, pundung.” Cibir Doojoon, masih dengan tanpa memerhatikan Sooyoung melainkan layar ponselnya—ini soal harga diri seorang Sunbae (sebagai gamer paling andal di antara member lain), batinnya kuat. “Eh … yah-yah—yahhh!”

“Kenapa, kalah lagi?”

“Aish, bawain amunisi gih.”

Rasain, Sooyoung meruntuk puas dalam hatinya. “Main game doang, yang gerak juga cuma jempol, pakai minta makanan segala.” Sooyoung beranjak untuk dapat membuka kulkas dan melihat-lihat apa isinya, meski dengan menggerutu, ia tetap membawakan Doojoon (dan dirinya sendiri) beberapa camilan—Doojoon menyebutnya amunisi—sore hari. “Nih!” Sooyoung melempar sebungkus kue kering ke muka Doojoon.

“!”

Oke, setidaknya Sooyoung lumayan terhibur dapat melihat ekspresi kesal Doojoon. Sooyoung paling senang menjahili Doojoon, sebab sekejam apapun Sooyoung pada Doojoon, laki-laki itu bukan tipe pendendam yang akan balas menjahilinya—tolong garis babahi label perempuan. Begitu-begitu juga, Doojoon ialah salah satu specimen adam yang amat menjaga kaum hawa.

Doojoon merobek plastik bening bungkus camilan dan mencomot sebiji kue, “Oh iya, tadi mau cerita soal apa, ke Jepang itu?”

“Udahan dulu gamenya baru aku cerita,” tawar Sooyoung sebagai pertanda memaafkan keacuhan Doojoon beberapa menit silam.

Diiringi sedikit helaan napas tidak rela, Doojoon log out dari ZigZag, lantas menatap Sooyoung yang lagi-lagi duduk berselonjor di karpet.

“Aku mau ke Jepang soalnya … kalau di Jepang, aku gampang dinotis. Di sana, member So Nyeo Shi Dae yang paling terkenal ‘kan aku.” Paparan melankolis Sooyoung tak lepas dari narsistik dan opini personalnya. “Kalau di Korea, jangankan dinotis publik, dinotis kekasih pun susah.”

“Analoginya bukan begitu,” Doojoon mencela, lantas meralat persepsi Sooyoung sewenang-wenang, “gimana mau dinotis, menotis orang lain pun kamu nggak bisa.”

“Kok jadi nyambung ke situ?” protes Sooyoung tidak terima.

“Ya nyambung lah, masalahnya, kamu lagi kangen si Om dan dia belum mengabarimu sejak tiga hari yang lalu ‘kan?”

Please,” Sooyoung menatap tajam Doojoon tepat di mata, agak geram dengan perkataan Doojoon yang tancap gas namun finish. “jangan sekonyong-konyong panggil pacarku si Om seolah kamu kenal dekat dengan dia.”

Doojoon mengambil botol air mineral di samping sofa dengan kakinya—betul-betul tidak sopan mengingat, di depan sang empu hunian sendiri, namun laki-laki itu sepertinya kesal terlihat dari air mukanya yang lalu keruh.

“Kangen Kyungho-oppa,” Sooyoung menyambung curhatannya tanpa peduli Doojoon membasahi tenggorokan dengan gerik tidak santai.

“Sudah ada aku, masih kurang?”

“Beda!” ketus Sooyoung, kemudian mengecek layar ponselnya barangkali ada mesej nyasar ke inbox dari si dia yang dirindukan. “Kyungho-oppa ‘kan namjachinguku, kalau kamu … ya, begitu.”

Doojoon melongo. “Begitu?”

“Iya. Absurd. Pacarmu banyak, tiap belokan ada, makanya titelmu Namchin-dol, Namjachingu Semua Wanita.”

“Ralat. Namjachingu yang diinginkan semua wanita.” Perjelas Doojoon, Sooyoung mehrong tidak peduli. “Tapi masa sampai sekarang kamu belum sadar juga?”

“Sadar apa?”

“Tuh, ‘kan.”

Geez, ‘tuh kan’ apalagi?”

“Waktu valentine aku kasih kamu cokelat!” kenang Doojoon, memori pahit-pahit manis di depan rumah Sooyoung di malam Februari. “Ah—pasti sudah lupa.” Tebaknya kemudian.

Valentine? Itu sehari setelah valentine, artinya sudah beda!” tidak mau dikatai pelupa, Sooyoung bersikeras memprotes. “Lagipula, bukan hanya aku seorang ‘kan, yang kamu kasih cokelat hari itu.”

“Sudah pelupa, pundungan, tukang makan, tukang tuduh pula.” Padahal memang benar, bukan hanya Sooyoung seorang yang ia beri cokelat hari itu, beberapa jam sebelumnya … ia beri juga pada Yoseob, Hyunseung, dan Dongwoon (Junhyung dan Gikwang tengah menjalani program diet jadi cokelatnya ditolak mentah-mentah), dan mungkin member APINK, dan … member 4MINUTE, dan … Jina-nuna, Coordi-nuna, Kim Taejoo, Trio Jihoon, staff kantor, member BTOB, oke, terakhir Manager-hyung, sudah.

“Diam tandanya iya! Berarti benar bukan cuma aku yang dikasih cokelat! Dasar penipu! Tukang fitnah!”

“Tuh, kamu memfitnah orang tukang fitnah!”

“Aish, kita bukan lagi di usia yang pantas memperdebatkan hal seperti ini.” Mendadak berpikiran dewasa, itulah Choi Sooyoung. Berbeda sekali dengan Yoon Doojoon yang sering lupa umur.

“Ck,” Doojoon membasahi tenggorokannya lagi—sebab telah mengering karena perdebatan tidak berguna dengan seorang hawa over-bebal. “jadi kamu maunya aku bagaimana?”

“Aku mau kamu kasih kepastian.” Pertegas Sooyoung. “Sekarang.”

Doojoon berpikir sekejap yang terasa lama sekali bagi Sooyoung sebab—menunggu. Sooyoung benci menunggu. Wanita benci menunggu. Terlalu lama kemudian, Doojoon menjawab tantangan Sooyoung dengan sebuah pertanyaan sinting, “Kalau aku … benaran sales asuransi, gimana?”

“Hah?” Sooyoung menoleh kaget. Cling! Kedua kelopak matanya mengerjap cepat bersamaan karena lontaran pertanyaan aneh Doojoon.

Doojoon menyambung kalem—masih sinting, “Jadi selama ini usahaku mendekatimu, adalah supaya kamu membeli asuransi di perusahaan tempatku bekerja.”

“Goo Daeyoung-ssi?” Sooyoung menutup mulutnya yang menganga lebar tidak percaya. “Kalau kamu begitu, aku tampar kamu seribu kali.” Ancamnya kemudian, Doojoon merinding, sebab Sooyoung tidak pernah main-main.

“Tapi aku bukan Goo Daeyoung.” Jelas Doojoon santai, ia berpindah duduk ke sebelah Sooyoung agar dapat menatap wajah gadis itu lamat-lamat. “Aku Yoon Doojoon, kamu tahu jelas bagaimana diriku, aku bukan pria yang mau untungnya saja seperti itu.”

Lidah Sooyoung kelu, apalagi ditatap seperti itu oleh Doojoon, jarang-jarang, membuat jantungnya berdentum tidak kompromi dengan benak pemiliknya. Ia kira dirinya telah kalah, hanya dengan ungkapan sederhana dari Doojoon, ia dapat menangkap jelas apa maksudnya. Tentu saja, semirip apapun Yoon Doojoon dengan Goo Daeyoung, tetapi Doojoon adalah Doojoon, bukan Salesman Daeyoung yang diperankan Leader BEAST Doojoon di sebuah drama komedi romantis.

“Ma-maksudmu, apa sih?” Sooyoung memalingkan muka.

Doojoon merengsek menyamping, dan merangkul pundak Sooyoung hati-hati plus was-was—siapa tahu ia kena hantam dari si cantik Choi dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat, ‘kan berabe, sebab esok hari ia masih punya skejul di Stasiun TV Nasional, ngomong-ngomong.

“Maksudku, adalah …,” menyadari Sooyoung tidak melawan mendapat rangkulan sederhana darinya, Doojoon jadi tenang, kemudian melepas rangkulan itu—singkat sekali, sebetulnya—dan beralih menatap wajah Sooyoung, “aku sayang kamu.”

“A-aku juga.” Balas Sooyoung, mencicit.

“Sayang?”

Sooyoung mengangguk pelan dan malu-malu dan—“Sayang diriku sendiri,” lanjut Sooyoung, lantas tergelak kencang—puas sekali, telah mengerjai Doojoon untuk yang kesekian kali. Membuat Doojoon di sampingnya mendecih.

“Serius, nih!”

“Aku juga serius. Aku sayang Kyungho-oppa.”

“Terus nasibku gimana?”

“Nasib itu tergantung usaha.”

“Jadi maunya aku usaha apa?”

“Usaha roti lapis Bengkulu.”

“Choi Sooyoung …,”

“Serius, waktu ke Indonesia, aku dikasih itu sama penggemar, enak banget, tahu!”

“Heh,” Doojoon menoyor kening Sooyoung.

“Kalau kamu mau berperan jadi Goo Daeyoung di depanku, kali ini saja, akan aku pertimbangkan. Tuh di kulkas ada makarel, aku paling suka adegan kamu makan makarel panggang.”

“Maaf ya, sudah pensiun dari jabatan.”

“Yah … kok gitu? Kamu sudah mengecewakan seorang Yooniques berat secantik aku, hatiku terluka ….”

“Minta saja sama si Om.”

“Jangan panggil si Om si Om terus!”

Doojoon menulikan kuping, baginya seorang om-om tetaplah om-om—meski sendirinya sebentar lagi bergelar sama, “Kenapa sih, bisa sayang sama orang cuek begitu?”

“Ya sayang aja, bukan urusanmu, tuh.”

“Ya sudah, sayonara Goo Daeyoung.”

“Kamu juga kenapa, bisa sayang sama aku?”

“Memangnya kamu tidak sayang padaku?”

“Sayang.” Sooyoung bilang, sedetik berikutnya dan untuk sekejap kedipan selamanya, Doojoon terbengong.

“Lah, terus?”

“Tidak lengkap tanpa Kyungho-oppa.” Sooyoung keukeuh, bersedekap kedua tangannya, terlipat kokoh di depan dada, tatapan angkuh dan lurus ke depan, enggan menoleh pada Doojoon yang kini mendekat ke cuping telinganya untuk membisikkan sesuatu.

“Dengar aku baik-baik, Choi Sooyoung,” jelas sekali, dan sedikit panas, mungkin lust mungkin juga desahan geram, Doojoon mengutarakan sesuatu (yang lagi-lagi) membuat dentum jantung Sooyoung tidak seirama dengan detik konstan di dinding ruangan. “cinta dua hati itu tidak dilarang.”

“KAU. MINTA DIKUBUR?”

Kini berganti Sooyoung yang membelo, sedang Doojoon pamer segaris senyum panjang. Kemudian—bantal sofa, remot televisi, botol air mineral, dan kawan-kawan senasib, berterbangan.

***

Keterangan:

  1. ZigZag – Game android tentang, mempertahankan bola menggelinding tetap pada jalurnya (member BEAST hobi main game picisan semacam ini -.-).
  2. Goo Daeyoung – Salesman asuransi yang diperankan Doojoon di Drama TvN, “Let’s Eat” dan “Let’s Eat 2”, drama komedi romantis yang storylinenya mengorbit pada adegan kuliner, khususnya Korean cuisine (aku ngebayangin ini drama favorit Sooyoung soalnya banyak scene makan-makan .___.).

A/N:

  • Dibuat ketika BEAST masih komplit dan 4MINUTE masih eksis. Saya gak galau lagi, hanya mengenang. Gak nangis kok, enggak. Cuma terhura eh terharu mengingatnya.
Iklan

13 Comments Add yours

  1. KiHisa berkata:

    Aku bacanya senyum-senyum sendiri fan, aku dukung deh namja2 kayak dujun gitu yg berani ngelawan eksistensi si om di hati sooyoung wkwkwk~ aku dukung yoon doojoon ayo trs sperti itu biar mbak sooyoung makin goyah hahahaha *dipeluk winwin* *ga nyambung*
    love u fannn

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Jangan senyum2 kak ketawa aja sekalian, ketawain aku .-.

      Btw setiap kakak komen ada nama winwin disitu, kkkkk dia kebawa mulu

      Disukai oleh 1 orang

      1. KiHisa berkata:

        Ga ketawa krn emg ga lucu, tp roma—geli geli gmn..gitu… /asyique/ ngetawain kok author kayak wufanneey yg cool abiz itu hhehehe
        Ngomong2 soal winwin, kyk gapernah tau aja org lg promosi wkwkwkwkwk

        Disukai oleh 1 orang

  2. beautyana berkata:

    Aigoo~~ kok manis banget sih interaksi dua bocah ini. Berasa bahagia /? Seneng deh ada FF Doojoon Sooyoung lagi. Besok-besok ada lagi ya fan 😀 (ga tau diri)

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Iya yan, pasti. Kkkk. Aku panggil yan aja ya? Yan? Kkkk

      Suka

      1. beautyana berkata:

        Lucu amat Yan, emang gue ayan -_- tapi gapalah biar akrab, etapi ga mikir aku ini cowok kan?

        Suka

      2. Yang Yojeong berkata:

        Enggak. Cowok jarang baca fanfiksi .-.

        Suka

  3. febryza berkata:

    Ah aaaaahhhhh ini sooyoung kenapa sih doojoon udah bilang sayang juga kenapa milih sama om om huhuhuhu..
    Mereka lucu deh berdua

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Kalo penulisnya, lucu juga nggak?

      Suka

      1. febryza berkata:

        Iya penulisnya lucu juga kok apalagi kalo sering buat ff doojoon sooyoung. Gara2 fani nih aku jadi keranjingan sama mereka berdua, terus mikir mereka cocok juga yah

        Disukai oleh 1 orang

  4. Nadya Choi berkata:

    Musti banget sooyoung sama om? Ewhhh, Doojon ganteng loh. Wkwkw

    Lucu yap mereka berdua macem akuu, ya kan? Iya aja deh

    Suka

  5. one656kimhyunra berkata:

    doojoon pengen jd selingkuhan tah. wakakakk
    syoung keukeuh amat pngen ama s om ajah ckckck… 😀

    aduh 4minute….
    kok jd melow gini ngomongin 4minute… :3

    Suka

  6. Chansoo berkata:

    “cinta dua hati itu tidak dilarang.” bwahahaha bang dujun niat bgt nih jadi selingkuhan. Semangat terus dujun oppa! Aku mendukung mu, tikung aja si om aku ikhlas #hidupcintaduahati 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s