[FF] Behind Story

Title: Behind Story
Genre: Parody
Rating: G
Length: Oneshot
Staring:

  • Son Dongwoon [BEAST] as camera-making-man.
  • Choi Sooyoung [SNSD], Yoon Doojoon [BEAST], Lee Joon, Kwon Yuri [SNSD] as cast(s).
  • Beberapa artis pengangguran lainnya yang mungkin muncul tiba-tiba.

elle x nylon

***

Camera! Roll! Action!

Annyeonghaseyo yeorobun!”

Kamera DSLR menyala, terlihat di monitor seraut arabian tersenyum pada penonton setelah self-camera greetingnya, siapa lagi kalau bukan si ganteng kalem, BEAST Maknae Son Namshin!

“Son Dongwoon imnida,” konfesnya, “wow, sekarang aku tengah berada di lokasi syuting untuk drama Doojoon-hyung, hahaha, aku jadi kameramennya!” sembari berjalan mengitari lokasi syuting, pada kru yang bertemu sapa dengannya langsung dadah-dadah dan thumbs up.

“Oh, sebelumnya apa kalian sudah tahu rekan-rekan artis yang akan bergabung di drama ini selain Doojoon-hyung?” ia berbasa-basi sendiri, terlihat antusias. “Hi girls!” Dongwoon menyapa dua member Girls’ Generation yang telah berdiri di dekatnya.

Annyeong!” balas para gadis, Choi Sooyoung dan Kwon Yuri, yang telah siap dengan style syuting masing-masing. Yuri dengan seragam hitam-hitam ala petugas kepolisian dan Sooyoung dengan rok floral warna lembut berkelim sederhana.

“Lihat, dua member girlband nasional ada di depan mata kalian. Wah, cantik-cantik ‘kan?” puji Dongwoon sembari memegang pipinya karena malu sendiri dengan cheesy-linenya. Dua gadis yang dipuji tertawa-tawa menanggapinya.

Sooyoung lalu menepuk pundak Dongwoon, “Dongwoon-ssi, choneun Nuna-eyo. Aku lebih tua setahun darimu.” Tegurnya hati-hati.

Aniyo. Mulai sekarang aku adalah Oppamu.” Balas Dongwoon dengan gurau, Yuri ber’ow’ ria dan Sooyoung lagi-lagi tertawa mendengarnya. Inilah Dongwoon dengan out-of-this-world-confidence-nya!

“Nah, karena kalian sudah tertangkap kamera, kenapa tidak langsung memperkenalkan diri?” tawar Dongwoon, kamera lalu fokus menyorot Sooyoung dan Yuri.

Annyeonghaseyo. Son Nyeo Shi Dae imnida,” sapa mereka berdua. “Perkenalkan. Di sini ada Nona Inspektur,” sambung Yuri, kemudian mengenalkan Sooyoung di sampingnya. “dan Nona ini adalah seorang Florist.”

“Ah … pantas saja Sooyoung pakai rok bermotif bunga-bunga!”

Yah—kau benar-benar menganggap dirimu seorang Oppa?” gugat Sooyoung. Ia heran mendengar namanya dipanggil tanpa embel-embel, ternyata ucapan Dongwoon tadi bukan candaan lidah semata.

“Hahaha, iya. Sebetulnya, aku dan Sooyoung sudah pernah syuting bersama sebelumnya,” kamera itu mengarah lagi ke wajah Dongwoon, matanya serius sekali ketika kemudian ia ungkap, “waktu itu kita syuting video klip Mystery.”

“Oh!” Sooyoung menepuk lagi pundak si fake arabian. “Mystery mystery gee?” terkanya sambil memparodikan gerakan geleng-geleng kepala Tina Toon.

Mystery mystery scene!” ralat Dongwoon.

“Oh, aku juga ingat. Waktu itu dengan Taeyeon dan Hyoyeon juga,” tiba-tiba ia terkenang masa lalu. Ketika itu Girls’ Generation masih begitu muda dan rapuh, BEAST pun baru mengeluarkan mini album kedua mereka yaitu Shock.

“Kalau tidak salah, kalian juga syuting dengan member KARA ‘kan?” Sooyoung mengingat-ingat. Ah, jadi terkenang.

“Betul, betul,” Dongwoon mengangguk-angguk. “karena akulah pemeran utamanya makanya aku ingat semua, apalagi gadis-gadis cantik.” Lanjutnya sambil tersenyum narsis ke arah kamera—super ganteng.

“Miris sekali,” celetuk Yuri. “dulu kau pemeran utamanya, dan Doojoon adalah kameramen, tapi sekarang dunia berbalik menghakimimu, hiks!”

“Wah, parah juga,” komentar Sooyoung menanggapi celetukan Yuri, membuat Dongwoon jadi sedikit malang di mata dua gadis itu. “sekarang Doojoon-ssi yang jadi pemeran utamanya, sementara kau kameramen.”

“Maka janganlah kalian sangkal, bahwa dunia memang berputar,” senyum ganteng maksimal dilayangkan lagi ke layar, Dongwoon bertransformasi jadi Mario Teguh dalam semalam. Di sudut lain area shooting, Doojoon tisoledat (alias jatuh yang tidak diharapkan).

***

 

Sekelompok kameramen telah siap dengan kameranya. Setelah mengecek barangkali ada yang malfungsi (untungnya tidak ada), mereka kini telah siap merekam adegan. Berada di sana seorang asisten sutradara yang tak kalah tinggi, ganteng, dan mancung dari camera-making-man Son Dongwoon, BEAST Main Vocal yang sudah lulus dari departemen broadcasting, Yang Yoseob!

“Bagianmu adalah mengambil dari sudut ini, kau dari sisi yang itu, lalu (ucapan panjang lebar tidak jelas kedengaran) … dan kau fokus ke saja ke wajah Gikwang. Dia selalu berekspresi lucu, makanya jangan sampai lengah. Oh iya satu lagi! Kalau ada kesempatan, jangan lupa ambil gambar Doojoon pas lagi ngupil, supaya bisa bikin gadis-gadis ilfil,” Yoseob membagi rincian tugas sesuai permintaan sutradara, kecuali tambahan adegan ngupil yang tadi. Para kameramen itu mengangguk mengerti.

Hyung!” Dongwoon berteriak mencegat Yoseob. “Semua tindak-tandukmu telah terekam di making camera! Apa yang akan terjadi kalau kulaporkan ke Komnas HAM?!”

“APA?!!!” Yoseob melotot terkaget-kaget. “Haha, biar aja.” Tapi kemudian melengos pergi.

“Ckckck! Tentu saja aku tidak bisa membiarkan pemboikotan salah satu artis terjadi di area syuting ini, kasihan kalau Doojoon-hyung kehilangan Yooniques gara-gara ketahuan lagi ngupil!” papar Dongwoon prihatin, ia pun menghampiri kameramen yang diamanahi tugas kriminal tersebut dan menasehatinya bak acara Molen Ways. “Pak, saya mohon ya … saya mohon dengan sangat. Jangan ambil gambar pas Doojoon-hyung ngupil, tapi juga videokan dan kirimkan ke dispatch!”

Sesat.

***

Sementara sang asisten sutradara daritadi mengarahkan kru lain, beberapa staff sisanya sedang mengurusi perlengkapan dan atribut untuk syuting. Beginilah suasana lokasi take scene pertama. Mereka berhiruk-pikuk sibuk dengan job-desknya masing-masing.

Termasuk Dongwoon yang telah siaga satu di sekitar wardrobe-room, kamera tangan itu kembali menyala.

Kkajja yeorobun!” ajaknya, menggiring serta penonton melihat pemandangan ruang kostum, yang … cukup chaos oleh pakaian-pakaian bertebaran. Dongwoon mengantar layar menangkap figur salah satu member BEAST yang tengah dipakaikan coat oleh mbak-mbak koordinator kostum. “Doojoon-hyung!”

Doojoon menyambut salam itu dengan sedikit terkejut. Jas panjang hingga mencapai betisnya telah selesai dikenakan. “Dongwoon-ah.”

“Wow, kau sudah seperti model, Hyung.”

“Hahaha, terimakasih,” Doojoon tertawa bangga, tetapi Dongwoon (sengaja) belum selesai bicara.

“Model kaver tahlilan! Haghaghaghag!”

“Apa? Grrr, sini kau!”

“Huaaa, kabuuurrr!” mereka berdua berlari-larian di dalam ruang ganti, para kru seperti hairstylist, make up artist, dan lainnya sampai kelimpungan menghindari adegan bromance kejar-kejaran tersebut. Namun tiba-tiba, kaki Dongwoon tersandung kaki orang lain yang baru masuk, Lee Joon-ssi lovely!

“Woa woa woa!” Duk! Dongwoon terjatuh! Tetapi karena tidak ingin terlihat bodoh, ia langsung berpose ala pangeran yang sedang bersimpuh. Para kru yang melihat itu sudah keram perut dan ingin ke kamar mandi.

Lee Joon sebenarnya sengaja menjulurkan kakinya ke langkah Dongwoon supaya si Arab jatuh, dan berhasil, hehehe. Sambil menahan tawa ia mengulurkan tangan, “Dongwoon-ah gwenchana?”

“Ah? Ye, gwenchana.”—cling! Kilat di dahi kinclong dan senyum anak chaebol Dongwoon seketika menyilaukan mata Joon. “Oh iya Hyung, tolong ceritakan tentang kostummu ini!” pinta Dongwoon sembari memegang kamera yang telah diarahkannya pada Doojoon. Mula-mula menyorot sepatunya, celana, setelan atas, hingga wajah Doojoon dan rambutnya yang terpoles pome.

“Tidak ada yang spesial,” terang Doojoon. “auranya mirip dengan kostumku semasa promosi 12:30.”

Background sound 12:30 oleh BEAST adegan Doojoon berjalan galau dengan setelan jas cokelat terputar otomatis.

“Sungguh stylist yang luarbiasa!” Dongwoon aplaus sebelah tangan dengan sikutnya. “Oke cukup. Sekarang ayo kita wawancara Lee Joon-hyung.”

“Hei, cuma begitu doang wawancara denganku?”

“Selebihnya pertanyaan untukmu, aku bisa jawab sendiri, Hyung,” kata Dongwoon, kepalanya mengangguk-angguk sementara ia menghampiri Lee Joon yang tampak siap diwawancarai.

“Halo penonton,” Joon lambai-lambai norak ke kamera.

Hyung ini paling semangat diwawancarai daripada yang lain!” takjub Dongwoon. “Mir apa kabar, Hyung?”

“Nggak tahu lah, tanya aja anaknya.”

“Udah lama nggak ketemu kau jadi sombong, Hyung. Aku nggak bisa diginiin.” Lirih Dongwoon. “Kapan-kapan aku main ke rumah ya, Hyung.”

“Iya terserah.” Cegat Joon. “Jadi kapan nih wawancaranya?”

“Loh? Tadi, Hyung.”

“…”

“?”

“Tali mana tali.”

***

“Wow, penonton! Ada wanita cantik! Hatiku jadi dujun-dujun!” (Dongwoon pakai permainan kata dugeun-dugeun (bahasa Korea, deg-degan) jadi dujun-dujun). Kamera di arahkan pada seorang member SNSD yang duduk di sebelah asisten sutradara. “Son Nyeo Shi Dae Sunny!”

Sunny menoleh sedikit kaget karena sapaan Dongwoon, kemudian menutup tawa kecilnya dengan tangan. “Eh—kamera itu nyala, ya?”

“Ini behind the scene camera, silahkan sapa viewers Sunny-sunbae,” jelas Dongwoon, Sunny kemudian dadah-dadah dengan imut. Yoseob di sebelahnya ikutan narsis menggerakkan tangan kekarnya seperti ular cobra.

“Kebiasaan, si Hyung, ckckck.” Decak Dongwoon. “Ngomong-ngomong kayaknya kalian akrab nih berduaan aja?”

“Yang Yoseob!” pekik Yoseob.

“Lee Sunkyu!” balas Sunny.

Urineun, Dangchin imnida!” koor keduanya sambil berjabat tangan seperti anak kecil seperti slogan perkenalan calon pejabat.

Dangchin?” mendengar nama aneh itu Dongwoon menggaruk leher.

Dang diambil dari dangshin, dan chin diambil dari chingu. Jadi—”

“Oh, dua orang yang berteman karena sesama pendek-ers!” Yoseob mempout bibirnya karena Dongwoon tahu-tahu mengikis kalimatnya yang belum selesai—meski memang itu maksudnya, sih.

“Sekalian kita reunian Come To Play,” kata Sunny.

Sunbae, kaget nggak waktu ngeliat Yoseob-hyung sekarang? Dia udah bertransformasi jadi pria macho.” Dongwoon mengangkat alisnya. Sunny langsung memandang Yoseob dari atas ke bawah.

“Macho sih … tapi mukanya nggak singkron sama badan. Kalau difoto, orang pasti ngiranya photoshopped.” Kekeh Sunny kejam.

“Iya juga ya,” Dongwoon angguk-angguk.

“Oh iya, aku belum sapa viewers. Annyeonghaseyo Sunny imnida. Aku datang ke sini untuk mendukung Drama Sooyoungie dan Yuri, hehehe.” Sunny mengepalkan kedua tangannya dengan semangat.

“Untuk alasan yang satu ini, aku benar-benar kagum dengan SNSD Sunbaedeul,” ungkap Dongwoon. “kalian sudah sangat senior, jadwal pasti padat, tapi satu sama lain masih saling memberi dukungan dengan datang ke tempat syuting. Nggak kayak grup anu yang sok selebritis, apalagi dateng ke tempat syuting, nonton drama member lain aja enggak!” sindir Dongwoon sengaja dikeras-keraskan.

Yoseob menyahut ketus, “Aku nonton kok Let’s Eat Season Dua! Kau malah nggak nonton sama sekali!”

“Apa, Hyung? Aku nonton, Mrs Cop juga aku nonton!” balas Dongwoon sama juteknya. “Dan aku bolak-balik kamar mandi karena melihat akting Gikwang-hyung.”

Sunny yang pusing mendengar debat dua orang itu langsung menengahi, “Jadi grup anu yang diomongin itu kalian sendiri? Ckck, baru ada orang nyindir grupnya sendiri.”

“Soalnya, Sunbae, bawaannya ingin ketawa kalau ngeliat mereka akting, Gikwang-hyung, Junhyung-hyung, apalagi Doojoon-hyung, jadi lebih baik nggak perlu menonton dramanya daripada berakhir sakit perut padahal bukan drama komedi.” Papar Dongwoon.

“Nah, terus ngapain kau di sini?” tuntut Yoseob galak.

“Ingin ngetawain Doojoon-hyung, hahahaha!”

“Wahahaha, sama!”

“Pemirsa,” bisik Sunny, mendekatkan bibirnya ke arah kamera, “aku terjebak di antara dua orang bodoh.”

***

“Doojoon, apa yang kau lakukan?”

“Aku penasaran akan sesuatu.”

Doojoon dalam posisi bersimpuh di hadapan Sooyoung yang duduk di sofa. Perlahan ia mendekat, perlahan pula Sooyoung mundur ke tahap yang lebih awas. “Tidak. Yoon Doojoon, berhenti.”

Wajah Doojoon mendekat, mendekat, panas, napas Doojoon menerpa kulit pipi Sooyoung. Hingga bibir Doojoon mulai menyesuaikan sudut, Sooyoung membeku di posisinya, matanya menatap lurus mata Doojoon. Jantung keduanya berdetak menggila—

“AAAH! AKU TIDAK BISA!” Doojoon menarik wajahnya, kemudian menelungkupkan di antara lututnya, frustasi. Terhitung ini adalah kelima kalinya ia gagal melakukan adegan ini.

“Yah! Kau ini kenapa! Kalau tidak ingin kerja sana pulang ke rumah Ibumu, minta dibuatkan susu!” Yoseob bangkit dari kursinya lalu marah-marah. Ia lalu menunjuk Sooyoung. “Lihat, Sooyoung-ssi sudah siap daritadi! Kau tidak bisa mencontoh dia, ya? Jangan bikin malu partai!”

“Partai—pffft!” di balik kamera Dongwoon menahan tawa, “Pemirsa, Doojoon-hyung itu paling tidak tahan yang berbau romantis atau cheesy semacam ini—makanya dia tidak pernah pacaran. Efeknya akan gatal-gatal dan wajah memerah. Lihat tuh, Doojoon-hyung menutupi wajahnya lagi sambil jongkok. Pertanda wajahnya sudah merah padam.” Dongwoon terlihat bangga sekali bisa membongkar rahasia Hyungnya. Sambil terus terkikik-kikik ia arahkan lensa kamera pada Doojoon yang masih dengan posisi jongkoknya, kini tersenyum sedikit miris dan pasrah-pasrah saja ketika Sooyoung menarik tangannya agar lekas berdiri.

“Ayooo—ah! Kau bisa! Gwenchana, gwencaha,” hibur Sooyoung lalu menepuk-nepuk punggung Doojoon.

Aniyaaa—aaaah,” Doojoon berdiri tapi masih dengan mengeluh, tampak seperti seorang anak laki-laki telat puber yang merengek pada mama cantik dan muda. “Aku benar-benar tidak bisa melakukan ini …!”

“Sekali lagi, ya, ayo coba, cuma di hidung, kok. Seperti ini,” Sooyoung sedikit berjinjit seakan hendak mengecup hidung Doojoon.

“Aish, aku mengerti, aku mengerti, di hidung, hanya di hidung.” Doojoon melompat-lompat tidak tenang di posisi, Sooyoung melihatnya hanya terkekeh geli.

Sementara Dongwoon geleng-geleng kepala mengetahui kenyataan miris dibalik layar. Hanya disuruh mencium hidung perempuan saja, reaksi Doojoon-hyung seekstrim ini? Apalagi nanti, mencium bibir? Kalau tidak salah ingat, Dongwoon membaca ada dua adegan kiss scene dalam drama ini! Bisa-bisa syuting seharian cuma buat ambil adegan ini nanti karena kebanyakan NG Doojoon-hyung! PD-nim, semangat ya!

“Kalau begini terus, aku kasih saran boleh nggak?” tawar Dongwoon pada para kru, ia berdiri tegap di depan kamera yang belum take. “Daripada lama mengandalkan Doojoon-hyung, yang belum pasti akan berhasil atau enggak. Gimana kalau adegan ini pakai pemeran pengganti?”

Yoseob lempar sendal. “Mana ada adegan kissing pakai pemeran pengganti!”

Singkat rekaman, adegan tip-nose-kiss berhasil di NG yang ke sembilan. Setelah itu, mengetahui berikutnya Doojoon akan menghadapi dua lagi adegan kissing—on the lips, Doojoon merengek sepanjang hari dan Yoseob perlu menendang bokongnya beberapa kali. Sisa para cast yang melihat hanya tergelak geli.

Meski banyak rintangan yang perlu di lalui, para kru tetap menjalankan amanah semangat sekali. Belum lagi cuaca dingin yang membuat beku, pemeran figuran yang seperti cacing kepanasan, perkelahian Doojoon dan Yoseob yang berlanjut, member SNSD yang bergantian mampir bikin rusuh, aktor papan atas yang minta diperlakukan seperti raja, Lee Joon-ssi super lovely yang hobi melawak di tengah-tengah syuting, sampai akhirnya … drama dapat di selesaikan hingga akhir!

Fiuuuh!

“Pemirsa,” wajah risau dan lelah Doojoon muncul di detik-detik terakhir edisi behind the scene, “mencari nafkah untuk diri sendiri saja sulit, apalagi untuk istri. Makanya, jangan menikah.”

YAH!” – jeritan hati para hawa.

***

.

.

.

.

.

Pojok Curhat:

Assalamualaikum Wr. Wb,

Saya selaku penulis, KECEWA SEKALI begitu tau viewers fanfiksi kemarin jebol sampai ratusan tapi yang komen nggak sampai sepuluh orang, hiks! Saya memang selalu menggratiskan fanfiksi saya dibaca siapa saja, terserah mau yang komen atau enggak, like atau enggak, tapi lama-kelamaan kayaknya kelakuan silent readers malah jadi makan hati.

Ini bukan lagi ke masalah saling menghargai, karena saya nggak mau dihargai. Saya itu limited, tidak ternilai harganya /woy/ tapi ini ke masalah sopan santun, sekedar bilang assalamualaikum fan, hai fanni ijin baca ya, mampir bentar ya, fan jelek banget sih, fan ngebosenin, fan aku baca setengah soalnya malesin, fan kepanjangan, kependekan, meningan gini deh, atau gitu, atau gimana lah sekata dua kata nggak akan bikin besok kiamat kok.

Masa harus di setiap fanfiksi saya proteksi?

Malu sih, masalah gini doang saya gembar-gemborin, tapi ya unek-unek namanya juga. Saya itu tipe orang yang males bagi-bagi pw. Jadi ya keputusan ada di tangan readers, tahu ‘kan harus gimana?

Wassalam

Iklan

12 Comments Add yours

  1. winterchan berkata:

    Hahahaahahahah dujun tisoledat!! Itu pasti garagara dia diomongin di belakang 😂😂😂😂👏👏👏
    Dongwoon somplak juga ya😂😂
    Eh suka suka! Lawaq banget! Ciri khasnya kak fani banget! 😂
    Dan aku sukaaaa banget kalo snsd sama beast dibikinin ff barengan gini, dan berharap di music show atau variety show juga sering interaksi lagi (dulu mah sering padahal mah yah?) Sekarang mah asa jarang 😭😭

    Good job 💪🙏💕

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Iya dulu mereka cukup sering ketemu di acara music show. Sekarang dua2 nya udah senior, udah sibuk. Jangankan sama yang beda agensi, sama yang seagensi aja jarang ketemu, huhuhu …

      Thankseu sudah baca
      😘😘😘

      (Ps. Tapi kamu ga baca story aslinya, emang nyambung gituh? Kkkk)

      Suka

  2. Di berkata:

    PENDEKERS. Aku ketawa ngakak!! Aduh bego amat sih si Dongwoon. Nggak gitu kenal Beast sih tapi lumayan tau juga member membernya dan sumpah karena ini aku jadi searching searching tentang Beast.

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Yey! Senang deh bisa bikin orang penasaran soal BEAST, semoga kamu jatuh hati ke mereka okeh.

      Suka

  3. Elisa Chokies berkata:

    Cie. Pani confess jugak akhirnya. Uhuk, uhuk.

    Tahu nggak sih, aku ngerti rasa kecewa kamu gimana rasanya, nulis capek2, nguras waktu ,pikiran, mumet ngatur pembedahan kata, ruwet mikir eksekusi endingnya bakal gimana. Dan ver original untuk ff ini pasti makan waktu berminggu2 kan dilihat dari panjangnya ff km? Rasanya pasti ‘ARG’ ketika liat apresiasi pembaca yg kurang sepadan dengan usaha km (yg bikin km mumet) emang bikin kesel kok, aku jadi ngebayangin km yg senang hatinya menunggu komentar setelah ff ini rilis, ‘ARG’ gitu kan setelahnya.

    Proteksi itu perlu kok dilihat utk masa ke depannya. Reader baru yg ngunjungin blog km misal dari awal nggak niat komen tapi kalau di tengah dia nemuin ff yg diproteksi mau nggak mau dia ttp harus komen juga, jd proteksi itu perlu.

    lalu masalah ff km yg nggak byk komentar walaupun viewnya byk juga bisa dilihat dari segi cast, fani tahu kan ,kalau temen2 kita sekarang hampir semuanya, aku bilang hampir hampir prefer ke cast; Chanyeol/Sehun/Luhan/Myungsoo jd bisa aja mereka hanya open ff km tanpa baca, setelah lihat cast yg dibawakan/minimal baca setengah. Karena setauku hanya beberapa aja yg suka all pairing Syoo .Itu menurut aku lho ya

    Tapi untuk yg baca full part, rasanya keterlaluan bgt, rasanya pengen jambak bantal, hahaha

    gitu aja.

    ditunggu ailnya yak cewek Bandung

    Suka

    1. Yang Yojeong berkata:

      Akhirnya ada yang ngenotis curhatan aku.

      Di saat yang lain prefer ke exo sooyoung pairing, bagiku itu masa lalu, kekeke~
      Lagi bosen pake pairing itu. Aku nggak ingin yang mainstream sih.

      Suka

  4. Elisa Chokies berkata:

    Tapi untuk yg baca full part, rasanya keterlaluan bgt kalau g komen, rasanya pengen jambak bantal, hahaha

    gitu aja.

    ditunggu ailnya yak cewek Bandung

    Suka

  5. chaachaaz berkata:

    Untuk aku yg nggak begitu ngikutin beast, ff kakak fresh banget. Jarang bgt ada yg bikin ff pairing Sooyoung-beast. Tapi,pas baca punya kakak,nggak kerasa aneh. Ceritanya ringan banget,enak dibaca. Fighting,kak!

    Suka

  6. febryza berkata:

    Duuuhhh ini kocak bgt loh hahahaha kok mereka pada koplak sih apalagi yang pas bagian behind the scene adegan doojoon nyium ujung hidung sooyoung aja sama NG ke 9 kalinya gimana kalo uhuk*kissing*uhuk keenakan doojoon dong nyium2 sooyoung terus hahahah
    Aku miris loh fan baca yg tambahan dari kamu yg bilang viewersnya banyak tapi yg komen bisa diitung jari.. kok gitu sih 😦

    Suka

  7. one656kimhyunra berkata:

    ayeeee… cast nya beast pasti deh mengundang tawa.. kekeke

    kelompok anak anak absurd siii… 😀
    doojoon mh apa bkb g bisa. tp sengaja itu biar d ulang mlu deketan mulu deh yg syoo.. hahaha

    seru seru..
    kocak.
    semangat fany-aa~ 😀

    Suka

  8. fitri summer berkata:

    Somvlak abis anak2 beast,,,
    Serasa dikocok perutnya,,,
    Doojoon sengaja tuh biarin bisa deket2 soo terus hihihi 😀

    Seru ffnya

    Suka

  9. Chansoo berkata:

    Ngakak parah
    Dongwon lawak banget, pecicilan parah +narsis sangat, maksa jadi oppa padahal lebih muda. 😂
    Dan ya bang dujun ucul bgt dah, cuma kiss scene aja udh heboh banget. Sampe mukanya merah gitu . Gimana kalo bed scene bang?? Bisa pingsan kali yaa 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s