[FF] SSS

Title: SSS
Genre: Romance, Comedy
Rating: PG
Length: Oneshot
Pairing(s): Sungcheol/Seunghee, Sehun/Sooyoung
Cast(s): Choi Sungcheol [SEVENTEEN], Choi Sooyoung [SNSD], Oh Sehun [EXO], Oh Seunghee [CLC].
Summary: Sungcheol likes Seunghee. Seunghee is Sehun’s sister. Sehun likes Sooyoung. Sooyoung is Sungcheol’s sister. Then something happend.

sss

Warning: Onesided! Sister-complex! Complicated! Garing dan abal!

***

Mari perkenalkan. Cowok ini namanya Sehun. Oh Sehun-sunbae. Bukan, bukan orang ini yang jadi karakter utama, tapi seseorang yang menerima tatapan ‘mau-apa-kamu’ ketika pertakali ia memasuki sekretariat Klub Dance sekolah dan ada selembar formulir pendaftaran di tangannya sebelum membalas, “Saya ingin daftar jadi anggota Klub, Sunbae.”

Nama: Choi Sungcheol

Kelas: 1-B

Kakak kelas Oh Sehun tetap dengan wajah abstainnya yang Sungcheol dengar membuat gadis-gadis sebaya memekik. Apaan sih, orang ini, batin Sungcheol.

Sebetulnya menari bukanlah bakat Sungcheol tapi, berhubung murid kelas satu wajib mengikuti salah satu ekstrakulikuler jadilah … begini. Biarlah, daripada Klub Olahraga yang bikin capek, Klub ini juga sepertinya tidak dipandang sebelah mata, apalagi ada rumor kalau cowok-cowok Klub Dance itu turun-temurun dikutuk jadi ganteng dan keren, siapa tahu Sungcheol bakal kena juga, ‘kan?

“Hei, mau daftar ya?” tepukan seorang cowok lain dari balik pundaknya mengejutkan Sungcheol.

“E-eh, iya!”

“Nah, duduk dulu aja,” cowok ini tampangnya bisa bikin anak kecil menangis tapi ternyata sikapnya malah lebih ramah daripada Oh Sehun. Siapa sih dia? “Oh iya, perkenalkan, aku Kim Jongin, Ketua Klub ini, Oh Sehun adalah wakilku.”

“Oh,” Sungcheol hendak membungkuk tapi Jongin alih-alih menjabat tangannya. “Choi Sungcheol imnida, bangapseumnida, Sunbae.”

“Jadi, apa alasanmu ingin bergabung dengan kami?”

“Itu, eung, sudah aku tulis di formulir pendaftarannya …,” dan beginilah hari Sungcheol berjalan.

***

Sungcheol punya komitmen dalam kesehariannya. Maka, sepulang sekolah bersama es krim choco dan Kim Taehyung adalah rutinitas. Bukan keinginannya untuk satu SMA dengan si Alien, sayang takdir berkata lain. Jadi, Sungcheol harus tabah—lagi—dalam tiga tahun ke depan atau—(baiklah, dari SD  ia telah terbiasa dengan keberadaan Taehyung, kok, jadi tidak apa-apa).

Singkat cerita, sore itu, ada momen dimana Taehyung tengah bercerita mengenai Klub Binaraga yang diikutinya, serta terhenti langkah Sungcheol melihat seorang gadis berdiri di depan kelas anak-anak tingkat dua, setahun di atas Sungcheol dan Taehyung—kelas bagi Sunbaedeul.

“Oy!”

“Apa?”

“Lihat apa?”

“Itu—tadi kau bilang mau masuk Klub Binaraga? Serius?”

“Jangan mengalihkan percakapan—ya tentu saja serius. Memang kenapa? Nggak cocok ya?”

“Cocok kok. Tapi …,”

“Keren ‘kan.”

“Boleh ketawa nggak?”

“Minta pukul baru boleh.”

“Hahaha.”

Gadis itu menoleh mendengar percakapan duo weirdo, mungkin terusik, mungkin prihatin, namun begitu ia bertatapan mata dengan Sungcheol, deg.

Eh … Ada ya, cewek secantik itu di sekolah?

Sementara Kim Taehyung dan ocehannya mulai terabaikan, tatapan Sungcheol masih mengekori gadis itu yang lantas menghambur pada seseorang yang di tunggunya semenjak tadi di depan kelas. Orang yang ternyata membuat Sungcheol kena spot jantung sehabis mengetahuinya, Oh Sehun.

Oh, God.

Buat apa cewek cantik kalau udah taken.

***

“Kalian humuan, ya?” itu pertanyaan kejam Sooyoung-nuna tatkala Taehyung hendak bermalam di rumah dengan biskuit telah berserakan menghiasi karpet kamar Sungcheol.

Sooyoung-nuna, lima tahun lebih tua dari Sungcheol, bossy, absolut, Ratu Kepo, hobinya ngebuli adik sendiri. Melongok melalui cela pintu dan berbisik mesra, “Nggak apa-apa, Taehyung cantik kok kalau didandanin jadi cewek, Nuna paham.”

Sungcheol membanting pintu. Makin horror, suara kikik-kikik serupa cewek bergaun putih terdengar. Sooyoung-nuna, grrrr!

“Heol, pantesan kau nggak pernah punya pacar.” Taehyung berekspresi ngeri lantas membungkus tubuhnya dengan selimut. “Hari ini aku tidur di atas, kau di bawah, ya. Pokoknya jangan dekat-dekat.”

“Berarti mulai besok aku pulang sekolah tanpa kamu.”

“Enggak, bercanda.”

Taehyung itu Alien, mana ada yang mau pulang bareng sama Alien selain Sungcheol?

“Hei, ngomong-ngomong, memangnya kau pernah pacaran?” Sungcheol balik membahas topik sakral.

“Pernah, lah.”

“Sama Jungkook.”

“Bukan! Sembarangan,” sergah Taehyung, bermuka mesem, “sama Park Sooyoung.”

“Apa! Sama Sooyoung-nuna?!”

“Park Sooyoung! Park!!!”

“Oh … Park, eh! Joy? Bohong banget!”

“Dih, nggak percaya.”

“Nggak lah. Cewek populer kayak gitu …,”

“Wah, belum tahu Kim Taehyung.”

“Tahu, yang sering diomel Hyoyeon-nuna ‘kan?”

“Itu lain cerita!”

***

Orbs dan surai panjang sewarna choco, manis-manis dingin serupa es krim yang biasa Sungcheol beli sepulang sekolah, adalah perwujudan gadis cantik yang kemarin ia lihat bergandengan tangan mesra dengan Oh Sehun di lorong sekolah. Sialnya, mengapa harus bertemu muka lagi di tempat latihan dance?

“Lihat apa?!” Cih, Pangeran datang.

Oppa,” si gadis cantik memanggil, ekspresi Sehun melembut begitu melihatnya.

Cih cih ciiiiih! Sungcheol benci Sunbae songong ini. Makin benci mengapa ada gadis secantik itu yang suka.

Adegan berikutnya selayak serial cantik manga shoujo, adalah elusan di kepala si gadis, haha-hihi seakan dunia milih berdua, oppa good luck, dan obento. Sungcheol takjub dia bisa tahan menonton serentetan adegan klasik tersebut selama sepuluh menit.

“Ehem, pacarnya Sunbae, ya?” Sungcheol pura-pura peduli, sok kepo, sok kenal, sok dekat; maklumlah, hasil didikan Sooyoung-nuna.

Sehun menyahut, “Bukan.”

“Oh, masih tahap friendzone, ya?”

“Jangan sok tahu, Bocah. Tadi itu dongsaengku. Namanya Oh Seunghee.”

Apa.

“APA?!” Sungcheol sontak memekik tidak manly sekali dan–untung cewek Seunghee itu sudah pergi tanpa harus melihatnya uncool. “Berarti masih ada harapan, dong?”

“Harapan apa?” Sehun mulai stereotipe. Terendus olehnya bau-bau jones dari Sungcheol.

Tanpa tahu malu, Sungcheol blak-blakan, “Sunbae, Seunghee masih available? Boleh daftar nggak?”

Tuh, ‘kan.

Sehun menatap jijik.

“Gak.”

***

“Pengumuman! Aku naksir cewek!” heboh Sungcheol sepulang sekolah. Dirinya dan Taehyung berjalan beriringan menuju gerbang keluar dengan—seperti biasa, satu cone es krim di masing-masing genggaman. “Hehe, sebentar lagi aku bakal melepas status single seumur hidup.”

Absurd. Cewek itu kenal juga enggak sama kamu,” balas Taehyung.

“Emang tahu siapa orangnya?”

“Gak perlu tahu sih, sebab udah jelas nggak ada harapan.”

“Ngajak ribut ini anak.”

“Jangan minta tips pdkt yah.”

“Gak butuh!”

***

Sudah cantik, pintar, baik lagi! Duh, Sungcheol makin dibuat klepek-klepek. Oh Seunghee sering mengantar bekal makan buat Oppa-nya di ruang latihan dance. Seringkali membuatkan makan siang untuk semua anggota. Dalam tahap ini, Sungcheol sudah beberapa kali mengajak gadis itu berbincang-bincang, lumayan lah, ada kemajuan. Sebab bila ditilik lebih jauh, Seunghee ini banyak kemiripan dengan Oppa-nya (bukan dari fisik, tapi behavior), salah duanya adalah irit bicara dan irit senyum.

Sungcheol sudah sering menguntit Oh Seunghee tapi, kelewat sering ketahuan Sehun dan akhirnya kena labrak. Tapi dasar si tebal muka, besoknya dia lakukan lagi dan kena labrak lagi. Sampai-sampai istilah ‘menguntit-lalu-kena-labrak’ sudah jadi kebiasaan. Setiap hari. Hingga Taehyung hampir-hampir tidak melihat hidung si Choi berkeliaran di kantin lagi.

Penyebabnya, adalah Seunghee ini sulit sekali diajak mengobrol berdua. Di sekitarnya, kalau tidak ada Sehun, ya ada teman-teman gengnya (Seungyeon dan Sorn, kalau sedang kumpul bertiga, seringnya mereka disebut trio vokal S–sebab mereka bertiga anggota Klub Paduan Suara). Menyebalkan. Minta nomor hp pun susahnya minta ampun. Tapi Sungcheol ingin mandiri, tidak mau minta bantuan siapapun apalagi Kim Taehyung … kalau minta bantuan Taehyung, yang ada berabe. Bukannya ngebet, Oh Seunghee malah ilfil, “Ih temen kamu malu-maluin deh, kita putus, ya.”

NO WAY!!! Jadian pun belum tiba-tiba putus aja?!

Sekali waktu pernah ada fenomena langka, Seunghee berjalan sendirian di lorong. Kedua tangannya membawa masing-masing sekantung minuman kaleng. Sungcheol yang baik hati lagi perhatian tahu-tahu menghampiri dan bertanya, “Mau dibawa kemana?” (hubungan kita, eh kantung plastiknya ding, hehe.)

“Ini, … mau aku antar ke ruang klub.” Tanpa preambul, Sungcheol membawakan satu dari dua kantung plastik itu dan, ketika kantung satunya lagi hendak ia bawa, “Aku masih bisa kalau hanya bawa satu, gwenchanayo.

“Oh, oke.”

Sepanjang perjalanan hanya berdua yang serasa lama sekali sebab, suasana awkward, Sungcheol mencari-cari topik percakapan apa yang setidaknya Seunghee nyaman. Akademik? Hobi? Kegiatan luar sekolah? Errr … Pacar? Hush! Jangan dulu sampai situ!

“Errr biasanya kamu sama teman-temanmu,” Sungcheol memulai, duh, belum apa-apa sudah menetes biji keringat saja.

“Mereka sedang ada kegiatan belajar di luar. Lagipula tidak enak kalau ada terlalu banyak anak perempuan di ruang latihan laki-laki.”

“Loh, memangnya kenapa? Siapa tahu ada yang jodoh.”

“Justru karena itu, lebih baik jangan.”

“Tapi kamu ‘kan perempuan.”

Seunghee terkekeh sedikit, “Kalau aku ‘kan, ada yang jagain, Sehun-oppa.”

Geez! Pakai bawa-bawa nama Oh Sehun lagi!

“Kok diem?”

“Enggak. Cuma kepikiran.”

“Kepikiran apa?”

“Sehun-sunbae sister-complex ya? Sepertinya kamu belum pernah pacaran gara-gara selalu ada dia di sekitarmu.”

Seunghee berhenti. Sungcheol ikut berhenti, dan … tidak dapat berkata-kata begitu mendapati kedua belah pipi Seunghee merona lantaran pertanyaan iseng darinya.

Sungcheol. Skak.

***

Mungkin, sekali ini boleh ‘kan, minta bantuan Oh Sehun?

“Bagi nomor handphone Seunghee, dong, Hyung.”

“Dia nggak punya hp.”

“Bohong.”

“Sekalipun punya nggak bakal kukasih.”

“Orang pelit kuburnya sempit.” Dumal Sungcheol.

“Yang gini nih, Hoobae kurang ajar.”

Please, Hyung!”

“GAK!”

Lupakan. Nihil.

***

Taehyung tertawa keras sekali begitu ada yang salah dengan aura Sungcheol. Apalagi wajahnya tertekuk begitu. Hahaha, pasti lagi badmood, Taehyung paling bahagia kalau Sungcheol menderita. Jangan-jangan karena insiden celananya melorot waktu main voli tadi? Duh, kalau itu sih harusnya Hong Jisoo yang tanggung jawab karena terjatuh dan tidak sengaja menjadikan celana training Sungcheol sebagai tumpuan!

Tapi, sepertinya bukan karena itu, deh? Hm, Taehyung berpikir keras.

“Hibur, kek! Traktir makan, kek! Sahabat lagi susah juga,” tapi Taehyung masih tertawa-tawa (ia memikirkan juga, tentu saja, tapi karena yang muncul cuma pikiran-pikiran konyol tentang Sungcheol semacam tadi, yang ada tawanya meledak). Dengan kasar Sungcheol menghardik rangkulan tangan si Alien V.

“Dasar sensian, macam cewek aja. Tuh, udah siap dihibur sama Nuna tercinta.” Taehyung menunjuk seseorang, Nuna-nya, menunggu di depan mobil–walau lebih terlihat seperti berpose ala model showroom. Sungcheol melotot, yang benar saja!

“Gak. Gak. Gak. Gak mau. Sembunyiin aku!” Sungcheol lompat-lompat heboh sembari bersembunyi di balik punggung Taehyung walau sebenarnya dia yang lebih tinggi.

“Sooyoung-nuna, apa kabar!” Taehyung melambaikan tangan. Sungcheol mengutuk dalam hati. Malah disapa!

Dari gesturnya, Sooyoung memerintah dua anak laki-laki itu untuk mendekat ke arah mobilnya, di luar gerbang sekolah. Mobil mewah beserta ketiga orang itu sukses jadi pusat perhatian. Sungcheol malu sekali, setiap Nuna menjemput ke sekolah, berasa jadi anak SD lagi!

Kecup. Kecup. Pipi Taehyung dan Sungcheol dikecup satu-satu. Tambahan untuk Sungcheol, pelukan mesra sampai wajah orientalnya terhimpit buah boing-boing Sooyoung-nuna, Nuna ini benar-benar bikin malu setengah hidup!

“S-se-sesak, Nuna!”

“Ups.”

“Ada apa sih, tiba-tiba main peluk. Di rumah juga biasanya ngajak ribut.”

“Bukan hal penting sih, cuma mau bikin seseorang kapok.” Sooyoung tersenyum misterius, agak sicko di mata Sungcheol.

“Siapa?”

“Salah seorang bocah yang naksir aku. Udah ah, ayo kita jalan. Kita makan-makan.”

Siapa ‘Bocah’ yang dimaksud? Bukan Taehyung, ‘kan? Atau memang …, Sungcheol bermimik ngeri seketika melihat wajah Taehyung berseri-seri sehabis dicium pipinya oleh Sooyoung-nuna. Taehyung, … Serius?!

***

Esoknya, pagi-pagi sekali, Sungcheol sudah dilabrak Oh Sehun padahal ia baru melepas sepatu dan menyimpannya di loker.

“Hari ini aku belum gangguin Seunghee, Hyung! Baru juga dateng,” keluhnya, memijit pelipis layaknya orangtua yang kelimpungan menghadapi kelakuan anaknya. “Sabar, nanti siang atau agak sorean aja labraknya, soalnya lemes nih, laper, belum sempet sarapan.”

“Bukan itu!” gertak Sehun. “Nih, denger ya, anak baru. Kenapa kemarin sepulang sekolah kau dicium dan dipeluk-peluk sama Sooyoung-nuna? Kenapa!”

“Ya nggak tahu! Aku juga bingung, Hyung!”

“Dia tidak pacaran denganmu, ‘kan!”

“Amit-amit!–eh, Sooyoung-nuna? Sehun-hyung dan Sooyoung-nuna, saling kenal?”

“I-iya,” Sehun memalingkan wajah.

“Jangan-jangan … Jangan-jangan perkataan Nuna yang kemarin itu …,”

“Di-dia bilang apa memangnya?”

“Dia peluk aku agar membuat seseorang yang menyukainya kapok. Jangan-jangan orang itu Hyung, yah?”

“Bu-bukan urusanmu, Bocah!”

“Jadi benar! Benar! Jadi bukan Taehyung, syukurlah Tuhan!”

“Ha?”

“Tapi, tunggu dulu, … APA! SEHUN-HYUNG NAKSIR SOOYOUNG-NUNA?!”

“TELAT!”

***

Akhir cerita, Sehun-sunbae jadi baik sama Sungcheol, sering traktir makan alias sogokan modal comblang dengan Sooyoung-nuna. Sungchol kan baik, jadi oke-oke aja, dengan syarat tentunya, hehehe. Sungcheol cuma minta pendekatan dengan Seunghee, dengan berat hati—kayaknya, sih—Sehun-sunbae mengiyakan. Aliansi give-your-sister-to-me pun nyaris berjalan mulus sesuai rencana! (Meski Sehun-sunbae masih sering ditentang ke luar gerbang kalau berkunjung ke rumah, tapi selebihnya pendekatan dengan Seunghee, menuju sukses!)

Kalau saja, kalau saja—

Kalau saja Seunghee nggak naksir Taehyung!

Sungcheol banting lemari, “Kau ya! Bisanya nikung! Sialan, Kim Taehyung mati!”

“Ya salah sendiri! Kau nggak pernah cerita kau sukanya sama siapa, ya udah aku juga nggak cerita aku lagi deket sama siapa!”

***

Iklan

10 Comments Add yours

  1. Elisa Chokies berkata:

    Lucu

    Kangen.

    Seru.

    Soohunya dikit.

    Tapi oke kok.

    Jadi ceritanya si Seungcheol ini usaha pedekatenya failed? Gyahahaha emes bgt sih. Uda usaha juga, sering kena labrak Sehun ,eh endingnya si cewek naksir Taehyung. Minta diamaterasu kali ya, Dattebayo~ Tapi si Tae ini curiganya malah naksir Syoo, kan kalau bner gantian Tae yg dilabrak Sehun. wkwk

    Sehun sama adek aja protek bgt palagi kalau jadian ama Sooyoung? Ampun. Ampun.

    Tak kirain ini panpik Soohun lho fan.

    Fan. Ail 16 ditunggu lho, full Soohun ya, ya, ya, ya

    Suka

  2. febryza berkata:

    hahahahhaha ya ampun sepanjang baca ff ini aku senyam senyum sampe ngakak sendiri hahahaha…
    sehun yah tadinya gamau pake banget si seungcheol pdkt ke seunghee eh pas tau kalo sooyoung kakaknya seungcheol langsung berubah gitu hahahaha..
    setelah seungcheol lancar pdkt sama seunghee ternyata malah ketikung sama alien duh kasian duo sister complex gagal pdkt deh.
    sooyoung sok jemput seungcheol cuma mau ngegodain sehun doang? lah adek kakak kelakuannya ga beres

    Suka

  3. one656kimhyunra berkata:

    asem gile ending nya.. hahaha
    kesian sungcheol elah nuna nya g d taksir taehyung eh malah gebetan nya ternyata.. hahaha..

    seru seru
    lucu …. 😀

    Suka

  4. Vi berkata:

    Hahaha ini baru yg namanya jones 😄😄

    Soohun wow, rindu 😢
    AIL fan AIL 😣

    Suka

  5. Chansoo berkata:

    Yaaa ampun ini ff lucu banget, bikin ngakak sendiri 😂
    Itu nuna sama adiknya sama2 somplak yaa..

    Nice ff lah pokoknya, keep writing fanny 💪💪💪

    Suka

  6. zee anggita berkata:

    sumpah baca ff ini gax berhenti ngakak..
    semua karakternya disini lucu abis apalagi Sungcheol tapi, endingnya Sungcheol kasian bingits..
    kangen ff mu min, apalagi yang full soohun..

    Suka

  7. winterchan berkata:

    Wkwkwkwkwkwkwk Seungcheol lucu banget! Daaaannn… Kayaknya aku baru pertama kali baca ff yg sehun nya jadi sunbae dan rada galak wkwk, biasanya kalo di ff lain, dia jadi posisi seungcheol.
    Aku terhibur banget sama ff ini ! Taehyung-Seungcheol bikin ngakak terus! 😂😂😂

    Yaaaah seungcheol baru juga seneng gara gada dia udah agak direstuin sehun buat deketin seunghee (setelah iming iming dibantuin buat deket sama sooyoung juga), eeehhhh ketikung Taehyung 😂😂😂😂 xD

    Pokoknya saya nunggu kelanjutan ff ini! 😌

    Suka

  8. chaachaaz berkata:

    Aduh, gemes banget sama Taehyung! Jahat kali temennya ditikung~
    Seungcheol yang sabar ya, cari cewek lain aja deh. Sehun-Sooyoungnya bikin ngakak juga, hehe.

    Suka

  9. Jahat amat ih Tae nikung sahabat sendiri padahal kan Seungcheol udah mati matian ngejar Seunghee sampe minta dicomblangin sama kakaknya yang sok ganteng nan songong. Ini sih gajadi simbiosis mutualisme, Seungcheolnya jadi rugi gitu. Lha Sehun malah dapat untung luar biasa~

    Suka

  10. soobeautifulchoi berkata:

    Ngakak baca yg trakhir 😂😂😂
    Lama udah ngga mampir dsini, mkin seru aj crita2nya~👍
    Kasian seungcheol, siapa yg dpt seunghee nih ntar haha
    Fighting ya~

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s