[FF] Ojou-sama no Nichijou – 13

Title: 13 – Arti Kata “Soo”
Genre: Fluff, lilbit’ Poetry, nyerempet Comedy.
Rating: G
Length: Oneshot
Cast(s): baper!Sooyoung, kalem!Myungsoo, cabe!Kevin, xxx!mystery guest

***

The Begin.

Boleh dikata, Choi Sooyoung adalah gadis paling beruntung sedunia. Bukan karena finansial keluarga. Bukan juga sebab kecantikan tanpa cela. Titik tolaknya, adalah Kim Myungsoo sang pencuri jiwa. Tidak seperti gadis-gadis di luar sana yang butuh sang penyihir bersayap putih yang tampak gagah dengan outfit bak pengantin pria, jatuh cinta ala Sooyoung cukup sederhana, cukup Myungsoo di sampingnya. Pada dasarnya, Sooyoung merupakan tipe gadis yang tidak mudah jatuh cinta, berdasar pemikiran tujuhbelas tahun hidup di dunia, sekitar duapuluhtiga kali menerima pernyataan cinta, nun menolak dan menampar pria dua kali lipatnya. Namun apa daya, seorang Myungsoo mampu membuatnya tergila-gila. Padahal belum tentu sang empu manik orbs sipit balik menggilainya.

Kejadian tersebut tidak istimewa sekali. Tapi Sooyoung menyimpannya di rak memori berhati-hati. Mungkin bila suatu saat nanti ia hendak putar kembali. Dengan marga “Kim”, mungkin? Berkali-kali.

Berawal mula si Kalem yang bukan apa-apa, ketimpaan tubuh molek si Barbie bak durian runtuh, terjatuh dari pohon mangga (bukannya pohon durian) berdalih sori aku telat aku di kejar petugas piket dan ditutup dengan apa kamu nggak apa-apa hei sepertinya lututmu berdarah. Lalu Myungsoo mengantarnya ke UKS, kemudian membaluti luka gores itu dengan selembar kasa, antiseptik, dan sebuah senyum transparan. Dan, oh.

Oh.

Choi Sooyoung menemukan dirinya dalam bidikan pemandangan langit Italia bertabur bintang-bintang, tampak bagai cheese di atas roti tawar, honestly. Myungsoo di sampingnya dengan tangan terlatih itu, dalam buai, senyum memesonanya dan genlty, dan agak liar.

“Mungkin akan sedikit perih, tapi lututmu akan baik-baik saja.” Hentak! Bumi ke Sooyoung, dengan wajah memerah malu dan gagap, gagap menjawab seruan pelan Myungsoo, agak terbirit Sooyoung lantas pamit tentu bersama khamsahamnida kecil meluncur dari bibirnya.

Esoknya, mari kita taruh bingkai, berlatar kafetaria sekolah, ada Myungsoo tengah menerima antrian bentou dari beberapa siswi junior, dan Sooyoung yang mencengkram erat kain pembungkus kotak bekalnya menyembunyikan mimik gadis patah hati. Seingatnya baru kemarin sore bunga itu bermekaran, kini telah rontok jua. Apa yang salah dengan dirinya? Kenapa Myungsoo sepopuler itu? Bertolak dengan wajah Myungsoo yang masih seramah kemarin, yang oh sangat memesona bolehkah aku membidiknya sekali lagi, Sooyoung berakhir mendapat ciuman mesra di pipi sebab bekal makan siang (special handmade!) yang direncanakan jadi milik Myungsoo hari itu terpeleset ke tangan Kevin Woo si Diva. Well.

*

“Hei aku kenal dekat dengan Kim Myungsoo kalau kau mau tahu,” Kevin benci melihat si Barbie seperti gunung meletus dari hari ke hari, akibatnya gadis itu menerima tatapan protes orang-orang di sepanjang lorong karena emosi hiperbol. Jadi ia pikir, oke, sedikit ungkapan dusta mungkin tidak akan membuat besok kiamat.

“Ya Tuhan, Kev! Kenapa kau tidak bilang?”

“Kau tidak bertanya!”

“Pria sialan! Aku menderita harus melihatnya setiap hari dikelilingi gadis-gadis! Apa dia kasanova? Hell! Bagaimana aku bisa memberitahu dia, hei-ratu-sekolah-menyukaimu-tampan!”

God.” Besok mungkin tidak akan kiamat, tapi Kevin kena bencana karena ceplosan keramat.

Dengan ini-itu di sana sini, tidak aneh sebab Kevin merupakan flowerboy populer (lebih atau mungkin sama dengan, Myungsoo). Banyak kenalan, koneksi, hai hello aku butuh bantuanmu blablabla–yang sampai akhirnya nomor telepon Kim Myungsoo jatuh di genggaman.

Berbekal nekat, niat teguh terikat, telepon pun diangkat, sedikit basa-basi walau telat, sukses lantas berangkat!

“Kev, kau tahu, kemarin aku berkencan dengan Kim Myungsoo!”

“Wow, daya tarik Ratu Sekolah memang luar biasa,” Kevin meruntuki gadis sialan akulah yang susah payah mendapatkan nomor telepon itu setidaknya traktir juga aku makan, ckck, dasar hipokrit.

Bicara soal kencan kilat kemarin, Sooyoung tidak menyangka ia dan Myungsoo punya banyak kesamaan dalam hal kesukaan. Buku. Fotografi. Kuliner. Sungguh menakjubkan. Belakangan, baru ia ketahui alasan dibalik ketelatenan Myungsoo dalam merawat lukanya waktu itu, tidak lain, bahwa lelaki itu adalah anggota medis sekolah semenjak kelas satu. “Wow,” Kevin berdecak. Masih dengan setia mendengarkan Sooyoung bercerita pengalaman ‘yesterday, a day with love’ dari a sampai z hingga mulut berbuih. “Traktir aku makan,” dia bilang di akhir, Sooyoung menamparnya dengan kartu kredit.

Kencan berlanjut, layaknya rutinitas sekali seminggu, keduanya, Sooyoung dan Myungsoo, selalu meluangkan waktu untuk sekedar berbagi waktu. Seperti hari itu, dimana mereka merencanakan menonton film di Minggu malam, Sooyoung hampir terlambat sebab omelan Pelayan Jung tentang pakaiannya yang terlalu terbuka dan jam malam bagi gadis terkemuka. Ia tidak mendengarkan, sebetulnya yang jadi pikiran adalah ia tidak mau membuat Myungsoo menunggu terlalu lama, melihat cela dalam dirinya, dan film ini juga penting–tidak tunggu dulu.

Hei Tuan apa kau yakin, apa kau, kau seorang maniak dua dimensi berhabitat Nippon?!

Naruto the Movie 10: Naruto the Last.

“Ada apa dengan ekspresi wajahmu? Sooyoung, kamu mual?” tidak apa-apa, tidak ada apa-apa, selama kau masih tampan dan masih suka perempuan, aku baik-baik saja, Myung.

“Ti-tidak ada apa-apa, ayo kita nonton.”

Meski Sooyoung tidak mengerti sama sekali makna film ini dan jalan cerita perninjaan tebas sana tebas sini, ia dapat mendengar senyum Myungsoo berulang kali mendukung jagoannya dalam sinema tersebut, namun maaf, sad scene dalam cerita membuat manik Sooyoung terpejam. Myungsoo berkata mengenai pundaknya pegal karena beban kepala Sooyoung sepulangnya hari kencan mereka. “Aku minta maaf,” dan Myungsoo mengajarkannya cara memaafkan. Sebelum berbalik, Sooyoung membangun pertahanan untuk menyempatkan mengucap, “Myung, aku suka padamu.”

Meski ada keterkejutan di wajahnya, sekian jeda terlewat tak membuat Myungsoo mengatakan apapun selain, “Terimakasih untuk hari ini dan, … Selamat malam.”

Hanya itu, serius?

*

“Dia tidak membalas konfesiku, Kev, itu konfesi pertamaku pada seorang pria,” Kevin mendengar keluhan Sooyoung seperti biasa, di meja kantin pada siang hari, beserta tiga bungkus roti isi yang telah habis setengahnya. Insiden ini terjadi bila, satu, Sooyoung tengah meledak. Akan apa? Kevin melist Kim Myungsoo sebagai target buli medsos. Kalau perlu sekarang juga dengan #KimMyungsooPangeranBejad dan #ChoiSooyoungGadisLemah.

Jadi sebagai sahabat tak terpisahkan hingga ajal menjemput, Kevin akan sok bijak dengan nasihat dibuat-buat, “Semua hal baik datang pada yang mau menunggu.”

“Aku tahu itu bukan kata-katamu.”

“Dan kenapa kau tidak diam saja dan pura-pura mengiyakan agar aku sedikit puas dengan profesi ‘Curhat Bersama Aa Kevin’ sehari-ku?”

“Bukankah itu acara kerohanian tiap jam enam pagi?”

Bibir gadis itu maju, terpout, manja. Maka maafkanlah ia–ia yang terbiasa hidup dalam gelimang harta orangtua, tanpa pernah dalam hidup merasa merana, sekalinya terkena bencana maka beginilah jadinya.

“Hei ada seorang gadis yang menyatakan cintanya pada Myungsoo kemarin!” uhuk! Kerongkongan seketika tersumbat begitu mulut-mulut ember gadis kantin mulai berkoar. Kevin berdecak, menatap Sooyoung iba. Sooyoung bersumpah akan menusuk matanya dengan pentil ban bila ia lupa bahwa Kevin adalah best-friend-ever-nya.

“Apa? Siapa?”

“Kau tidak tahu? Gadis itu!”

“Beraninya dia! Myungsoo itu milik kita bersama!”

“Kau kira stasiun televisi? Myungsoo itu milikku!” sembur Sooyoung, beserta gebrakan meja dan tatapan pura-pura tidak kenal dari Kevin. Serius? Gadis ini adalah soulmate-ku, serius?

“Choi Sooyoung, ada apa denganmu? Kami bukannya membicarakanmu! Dan apa maksudnya Myungsoo itu milikmu?” ungkapan heran seorang gadis manis berkucir bernama Son Naeun.

Betul juga, di sekolah, tidak ada yang tahu kecuali Kevin, bahwa Myungsoo itu sudah sangat dekat dengannya bahkan beberapa kali berkencan. Entah kenapa, hal ini disepakati menjadi rahasia oleh keduanya.

“Gadis ini namanya Seo Jisoo! Yang sudah blak-blakan mengumbar bahwa ia menyukai Myungsoo dan menulis surat cinta untuknya kemarin!” Park Jiyeon tampaknya siap berdemo jiwa raga kapan saja.

“APA?!” Sooyoung terbawa emosi. Kevin pindah posisi. “Bawa gadis Jisoo itu padaku!”

“Semuanya! Lihat ini! Myungsoo meng-update status Twitter-nya beberapa detik yang lalu!”

[ Aku akan menemui “Soo” siang ini, tinggi dan sepi, bisa jadi menyenangkan. Sudah lama kami tidak bertemu. ]

Seisi kantin gempar teriakan. Kevin mengungsi ke tempat yang terdaftar aman.

Apa mungkin apa mungkin apa mungkin ungkapan Myungsoo yang kemarin malam itu adalah penolakan untukku sebab Myungsoo telah menyukai gadis lain? Gadis “Soo” ini?! Apa!!! Eh tunggu dulu, bisa jadi “Soo” ini diambil dari namaku, Sooyoung! Ah tidak mungkin, sudah lama tidak bertemu katanya. Padahal ‘kan baru kemarin kami ketemuan! Tidak! Ini cinta pertamaku mengapa meski berakhir tragis? Selain itu … Tinggi dan sepi? Mereka akan bertemu di atap sekolah? Sungguh romantis, hiks!–ah tidak tidak apa yang kau pikirkan tentu kau harus menggagalkannya Choi Sooyoung.

Sementara gadis-gadis lain berlinang airmata kepedihan sebab Pangeran Kuda Putih mereka telah memilih Putri-nya, hanya Sooyoung lah yang memiliki pemikiran kriminal untuk membuat sang Pangeran bebalik haluan. Waspadalah waspadalah!

“Atap sekolah, atap sekolah, sebelum jam makan siang berakhir! Hah hah hah!” anak tangga terakhir, dobrak pintu mutakhir, meski kaki nyaris tergelincir, Sooyoung tidak mau semuanya berakhir!

“KIM MYUNGSOO TOLONG PIKIRKAN SEKALI LAGI! AKU BENAR-BENAR MENYUKAIMU! KAMU ADALAH CINTA PERTAMAKU MYUNGSOO JADI TOLONG LUPAKAN JISOO!”

“Nah, waifu aku yang rambut pink itu, yang rambut blonde dikucir itu waifu kedua aku.”

“Hah?”

“Hah?”

“Eh?”

“Myungsoo?”

“Sooyoung?”

“Siapa?”

“Sooyoung.”

“Apa? Tunggu! Kamu siapa?! Kamu bukan cewek!”

“A-aku memang bukan cewek. Eh, Hyung, Nuna ini siapa? Sooyoung namanya, pacarmu, Hyung?”

“Bukan, dia ini salah satu gadis yang menyukaiku.”

Jleb! Kim Myungsoo neo jugoshippo.

“Oh, annyeong, Sooyoung-nuna, nama saya Hong Jisoo, teman otaku-nya, Myungsoo-hyung. Saya baru pulang dari Amerika jadi mohon bantuannya.” Si bocah Jisoo ini, tampak luar inosen, berdiri dan membungkuk sembilanpuluh serajat ke arah Sooyoung seakan tetes airmata gadis-gadis di luar sana tidak menyebabkan musibah hanya karena sepenggal kata “Soo”.

“Kemarilah Sooyoung, kau mau ikut menonton? Jisoo ini penyuka anime sama sepertiku. Mungkin kau juga akan suka.”

“2D maniac bastard.” Umpat Sooyoung lantas berlalu. Ia ingin tidur dan terbangun esok hari berharap kisah cinta pertamanya adalah mimpi. Sebab jika ini mimpi, ia sungguh beruntung. Seperti paragraf yang telah diuraikan penulis di awal.

The End.

***

A/N: BIG SORRY buat semua fans dari idol-idol yang namanya saya nistain di atas. Semuanya demi kepentingan hiburan dan tidak ada keuntungan materiil dari fanfiksi ini. Desclaimer Tuhan YME, termasuk iklan yang keceplos.

Btw btw btw … SAYA MASIH GALAU KARENA SAMUEL GA DI DEBUTIN DI SEVENTEEN! Bagi yang ga tau, dia itu pernah jadi cameo (alah) si ff ail sebagai anaknya Siwon-Tiffany. Sebagai pelampiasan atas ga didebutinnya Sammy, saya biasin semua member 17!!!(?)

***

Bonus.

Singkat cerita, Sooyoung terbangun pagi hari dan bayang-bayang Kim Myungsoo masih berbekas. Bukan mimpi, tentu saja, memangnya dia gadis bodoh.

Di kantin Kevin kembali menjadi bahan amukan, “Kev! Temani aku menemui Dr.Jin sepulang sekolah! Aku mau konsultasi! Dan tolong hubungi Miss Fei sekarang aku minta kelas Yoga dimajukan untuk besok!”

“Kim Myungsoo aku benar-benar akan membulimu di media sosial.”

“Kau bilang apa?”

“Oh, aku bilang kau harus melihat top ten hastag Twitter malam ini.”

“Yah kau tidak mendengarku? Aku bilang hubungi Miss Fei kenapa kau membicarakan Twitter!”

“Gadis manja! Aku juga punya kehidupan!”

“Apa katamu! Pria pesolek!”

Chaebol! Gitjibae!

“Humu!”

Geu saekkiya!”

Nappeun nom!”

“Yah!”

“Yah!”

(Di lain sudut, Myungsoo yang melihat percekcokan mesra dua orang tersebut mengira mereka sepasang sahabat yang baru keluar dari friendzone setelah menyadari perasaan satu sama lain dan berdo’a kebahagiaan untuk keduanya. Aamiin.)

The Real End.

*

Iklan

11 Comments Add yours

  1. Elisa Chokies berkata:

    Oalah Si Samuel di AIL itu nyata to. Kukira cuma tokoh non klise.

    NgomongΒ² aku gak tahu wajahnya si tokoh Kevin. Dgn nistanya aku malah bayangin Si Wufan //namanya kevin jugak kn// maafkan saya yg naif /kick/

    Sooyoung sassy girl bgt ya sama cowok. Main tampar aja pas ditembak, tuh cowok apes bgt, udah ditolak ketimpa empang pula. Ealah… mesakne urepmu, le, le..

    Tahu ngak? aku baca ini jam 4 pagi lho. Gak penting sih, cuman mau ngomong ajah. Udah gitu doang.

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Iya ih jangan2 bukan cuma kakak yang berpikir sammy itu tokph fiktif? Huwaaa, nyata tauk nyata xD

      Dan kevin itu aselinya, kalo mau aku kasih tau, emang girly2 gitu, hahaha. Beda jauh sih sama kevin yang ntu *ngelirik*

      Suka

  2. sulismeilandri berkata:

    Ini lucu kak faneey T.T kevin unyu ya? Ya? Ya? Minta dikarungin T.T

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Iya, lucu, agak gemulai, agak girly, tapi tetep ganteng heheh

      Disukai oleh 1 orang

  3. Rizky NOviri berkata:

    buset itu ending sumpah bikin ngakak abis, eh bukan ending tp bonus. itu mas myungsoo bener bener kyk orang oon ye.. voloss.. πŸ˜€
    gile bener lah cinta pertama syoo πŸ˜€ malang nian :v

    kocak elah.. dapet ide dari mane fan?? πŸ˜€ seru seru πŸ™‚

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Dapet ide setelah baca fakta-fakta Hong Jisoo SEVENTEEN, tuh anak pecinta anime, kayak Myungsoo yang pecinta Naruto.

      Suka

  4. winterchan berkata:

    Hahahaha yaelah Sooyoung xD
    rempong amat xD Tapi emang masalah hati susah disembuhin *cielah
    Myungsoo lagi. Maksudnya apa soksokan ngedoain biar kevin-soo bahagia?!
    Ini ff bikin ngakak padahal aku lagi di warnet (?)

    yaudalah, sering sering bikin lagi ya πŸ˜€
    mangadd! ‘-‘)9

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Kan kata aku juga apa, Sooyoung yang terchukiti dan Myungsoo Pangeran bejadh #eaa

      Padahal garing ih tapi masih aja ada yang ngakak. Ga paham authornya.

      Btw. Jam segini kamu di warnet? Wih. Daebak.

      Suka

  5. chevelyyn berkata:

    Kak fani kak fanii! Haloo! Sebenernya aku udh libur semester dr seminggu yg lalu, tp baru bisa berkunjung sekarang, maafkeuunn ~

    Ini kevin nya aku bayangin kevin u-kiss, bener ga sihh? Bener kan ya? Bener dong yaa /maksa parah/ dan knp aku malah mikirnya kevin suka sooyoung sih!

    Kusukaaa! Lucuu juga ceritanyaa. Kak fani semangat terus yaaa πŸ˜€

    Oh iya, selamat 3 tahunan wp nya kakk! Ku tunggu special update nyaa πŸ˜€

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Dih, kamu lihat di ig aku ya, tau aja soal 3 tahunan xD

      Btw makasih atas kata-kata penyemangatmu selama ini …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s