[FF] SOSIS + DODOL – EPISODE 02

Title: SOSIS + DODOL
Author: wufanneey
Genre: Friendship, Parody
Rating: G
Length: Series
Cast(s): Girls’ Generation, BEAST, Infinite, Big Bang, BAP.
Pairing: hint of Myungsoo/Sooyoung
Summary: Kami tertawa dan bercanda, bertengkar lalu berdamai, bertingkah bodoh atau bersikap konyol, menjahili orang lalu melarikan diri, semua dilakukan bersama-sama. Kehidupan keseharian kami … akahkah selamanya dapat berjalan seperti ini?

Warning: Cast yang disebutkan di atas ceritanya seumuran dan mereka satu kelas. Semua dialog dan narasi demi kepentingan hiburan. Tidak ada niat menjatuhkan apalagibashing fandom, idol, dan agensi yang bersangkutan. Saya tidak mengambil keuntungan materil dari fanfiksi ini.
Desclaimer: Masing-masing grup milik agensi, masing-masing pribadi milik Tuhan.

*

02 – Kacau

01.00 KST, Ruang Kelas II-Sosial-1, SMA Shinba.

“Selama enam belas tahun gue hidup di dunia, belum pernah gue dapet bekal makan dari cewek,” curhat Dongwoon entah kepada siapa. Son Namshin sedang galau rupanya, tumben-tumbenan. Di dua buah meja yang digabung jadi satu, ada tiga makhluk bergender laki-laki tengah berdiskusi sembari memakan bekal makan siang masing-masing.

“Aku baru tahu, ternyata Ibumu bukan cewek,” Myungsoo anteng memakan bekal imut buatan—hari ini Selasa, berarti dari Park Jiyeon. Jika hari lain, akan berbeda lagi sang pengirim bekal. Sebab Myungsoo punya jadwal harian pengirim bekal makan siang tersendiri.

“Che,” Dongwoon mendecih, “Rasanya nyebelin ya kalo dapet komentar dari orang yang biasanya nggak berkomentar. Dan perlu di garis bawahi, Nyokap gue bukan lagi gadis.”

“Itu tidak akan terjadi kalau kamu tidak lebih cinta motor dan Tony Tony Chopper daripada para wanita. Asal kamu tahu, wanita itu perlu dicintai, Woon.” Himchan menoleh ke meja Doojoon, yang tengah dikerubuni oleh para cewek. Doojoon bukan ahlinya menggombal seperti Woohyun, atau cowok sok tampan seperti Junhyung, tetapi sifat humoris dan netralnya disukai cewek-cewek kelas mereka.

Dongwoon tumpang dagu, menerawang, “Suram banget masa muda gue.”

“Myung! Aaa—” siswi berpipi cabi bersurai pink pendek tiba-tiba mencondongkan wajah dekat dengan wajah Myungsoo, mulut terbuka meminta satu suapan.

Hap!

Satu telur gulung masuk gua hangat Sooyoung. Kemudian, “Thanks!” Sooyoung berlalu keluar kelas setelah menerima suapan telur dari Myungsoo. Myungsoo kembali melanjutkan makan siang dengan tenang, sama sekali tidak terganggu dengan indirect kiss yang baru saja terjadi melalui sumpit yang mereka berdua pakai.

“Lo bener-bener, ya,” Dongwoon menggeram. “Sengaja bikin gue kesel?”

“Salah apa lagi?” tanya Myungsoo.

“Pengecut, duh!” sembur Dongwoon. Himchan menterjemahkan; “Kamu harus ngaku ke Sooyoung, itu loh, confession.” Teman-teman sekelas tahu kalau Myungsoo suka Sooyoung, tapi anehnya malah dua orang itu yang tidak menyadari apa yang mereka rasakan.

Di tengah kekesalan Dongwoon, satu suara tahu-tahu menginterupsi—“BERANINYA LO GITUIN ADEK GUE, HAH! LIHAT, SEKARANG DIA NANGIS, GUE GAMAU TAU, LO HARUS TANGGUNG JAWAB!” si murid baru mantan preman komplek, Dong Youngbae. Berteriak keras pada si tajir penyandang gelar lima besar cowok terpendek di kelas, Kwon Jiyong.

Apa lagi ini—

Cewek-cewek histeris, Sungjong menangis. Di atas meja, Youngbae dan Jiyong adu jotos. Saling dorong, jambak, tendang, cakar, gigit. Dorong lagi, jambak lagi, cakar, cakar, pukul. Dorong lagi, hantam, tinju—ah, sudahlah, kalau diteruskan tidak akan ada habisnya.

Youngjae satu-satunya yang berniat melaporkan perkelahian ke guru, tetapi Yongguk menyelonjorkan kakinya supaya Youngjae terjatuh dan sakit pinggang hingga tidak sanggup berlajan ke ruang guru. Junhong siap sedia dengan kamera, merekam perkelahian tersebut. Cowok-cowok lain menyoraki. Sebagian besar berharap Jiyong yang kalah.

“Jiyong-ah fighting!” sebagai sesama warga Korea bermarga Kwon, hanya Yuri satu-satunya yang menyemangati Jiyong.

“Youngbae-hyung!” Sungjong tidak berhenti menangis.

Dongwoon tidak tahu apa masalahnya. Terlebih Myungsoo, masalah sendiri saja tidak peka, apalagi masalah orang lain. Myungsoo pasang tampang … ‘Masa? Bodo!’

Namun tiba-tiba—“Berhenti kalian berdua!” Choi Siwon datang menengahi, di belakangnya ada sang adik, Choi Sooyoung, menyeringai.

“Ah, Sooyoung! Nggak seru!” Junhong meninju bahu Sooyoung. “Lu mah gitu orangnya!”

“Berisik, tahu, aku benci berisik,” Sooyeon mengamini ucapan Sooyoung. Sebab jam makan siang adalah jam ‘take a nap’-nya mereka berdua.

“Kalian berdua itu laki-laki, sudah baligh, harusnya punya jiwa kepemimpinan! Apalagi kamu Jiyong-gun, kamu adalah Ketua Murid yang pantasnya dijadikan panutan, jangan seperti anak kecil, ayo turun dari meja!”

Sonsaengnim nggak usah ikut campur!” bentak Youngbae, masih saling jambak dengan Jiyong. Rambut mereka sudah tidak karuan wujudnya. Siwon syok, padahal ia menasehati baik-baik, malah dibalas bentakan oleh muridnya.

“Iya, Sonsaengnim, ini urusan antar lelaki!” imbuh Jiyong, lalu menampar pipi Youngbae. Siwon syok kuadrat.

Sonsaengnim, hiks, ini salahku, hiks, tadi—” Sungjong menyerocos yang justru membuat Siwon yang syok, jadi pusing, lalu pingsan. Gikwang yang naas tertindih tubuh pingsan Siwon. Lebih naasnya lagi, tidak ada yang peduli sekalipun itu adik sang guru sendiri. Malah, sorakan demi sorakan dimulai lagi. Keadaan lebih kacau dari sebelumnya. Kali ini ditambah saling lempar barang antara Youngbae dan Jiyong. Hyunseung diam-diam ikut melemparkan buku ke sembarang arah, memperkacau semuanya.

GEDEBUKKK!

Penonton terkaget-kaget, setelah berhasil dijatuhkan Jiyong, Youngbae tidak bangun lagi selama sepuluh detik. Ia dinyatakan kalah. Yoseob—yang entah kenapa sudah tiba-tiba jadi wasit—meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Di lain sudut pandang, Sungjong marah ketika Hyungnya jatuh dari meja. Jiyong merasa menang telak, ia berdiri gagah di atas meja. Para cowok memberinya selamat setengah hati. Para cewek mengkhawatirkan keadaan Youngbae, terutama Joohyun yang adalah anggota palang merah sekolah.

“Kamu! Beraninya nyakitin Hyung aku!” bermodalkan nekat, Sungjong menarik kaki Jiyong hingga membuatnya jatuh tersungkur—sama seperti Youngbae, dengan kondisi pantat mencium lantai lebih dulu. Sorakan selamat pun beralih pada Sungjong.

“Hore! Sungjong! Sungjong! Sungjong!”

“YEAH! INILAH JUARA BARU KITA!” Yoseob mengangkat tangan kanan Sungjong ke udara. Ada yang sengaja memutar lagu We Are The Champion lewat speaker kelas, guna menambah haru suasana.

Di tengah euforia kemenangan Sungjong, seorang anak laki-laki mengambil alih meja yang tadinya dipakai Youngbae dan Jiyoung untuk berkelahi. Sedetik kemudian, seisi kelas gempar oleh konfesi gila yang dilakukan Kim Myungsoo.

“CHOI SOOYOUNG, AKU SUKA KAMU! JADILAH PACARKU! KALAU KAMU MENOLAKKU, AKU AKAN MANDI MINYAK PANAS!”

Para cewek terutama, yang paling terkejut, adalah Miyoung sampai sempat-sempatnya memekik, “How sweet!”

Sebab Myungsoo tidak biasanya bersuara keras kecuali kepepet. Seisi kelas baru mendengar Myungsoo berteriak seperti itu dan mereka baru tahu kalau, suaranya seperti … tikus sekarat kegencet pintu.

Merasa adiknya dalam bahaya, tahu-tahu Siwon tersadar dari pingsannya. Sigap sang Choi yang hobi membeli pakaian anak-anak untuk adik perempuan tersebut menyela—padahal adiknya bukan lagi anak-anak dan bisa beli pakaian sendiri. Wajah Siwon memerah marah, “Kim Myungsoo-gun! Apa kamu sadar apa yang baru saja kamu lakukan?!”

“Aku sadar. Ini tentang perasaanku. Sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, Siwon-hyung.” Myungsoo tetap pada pendiriannya.

Apa ini—cowok-cowok mulai lelah, bagi mereka adegan percintaan adalah membosankan. Kebalikan bagi cewek-cewek yang tampak menyukainya dan lebih histeris ketimbang melihat duel Youngbae-Jiyong barusan.

Triangle love live action!

“Tentu saja ini ada hubungannya dengan saya,” kata Siwon. “Apa kamu tidak sadar kalau sepatumu itu kotor? Saya sudah mengingatkan Youngbae-gun dan Jiyong-gun tadi, dan sekarang kamu? Kenapa murid-murid di sekolah ini tidak menghargai kebersihan? Kemana semua etika kalian? Kim Myungsoo-gun, turun dan bersihkan mejanya, sekarang!”

Headbang berjamaah.

“Coba amati kelas kalian! Sangat kotor! Bagaimana kalian bisa nyaman belajar di tempat yang tak pantas disebut kelas ini? Kalian harus membersihkannya sekarang atau para guru tidak mau masuk kelas ini untuk mengajar,” Siwon belum menyelesaikan dakwahnya ternyata.

“Ide bagus!”

“Yang Yoseob,” Siwon melotot.

“Iya, Pak! Maaf, Pak!”

Para murid mulai membereskan kelas ogah-ogahan. Hyunseung memunguti buku-buku yang tadi dilemparinya. Ada yang mengambil sapu, kemoceng, merapikan meja, dan membawa pel lantai. Tetapi satu anak tampaknya tidak kapok dengan omelan Siwon-sonsaengnim

“CHOI SOOYOUNG, AKU SUKA KAMU! JADILAH PACARKU! KALAU KAMU MENOLAKKU, AKU AKAN MANDI MINYAK PANAS!” selurus-lurusnya jalan tol, sedatar-datarnya triplek, itulah Kim Myungsoo.

“Myungsoo-gun, sudah saya katakan—!”

“Kali ini aku tidak pakai sepatu, Hyung, jadi mejanya tetap bersih,” Myungsoo lempeng, menunjuk kakinya yang menginjak meja tanpa alas kecuali kaus kakinya. Siwon cengo, ketika Myungsoo menyambung lagi aksi pernyataan cintanya, “JADI APA JAWABANMU, YOUNG?”

Seluruh pasang mata mengarah pada ‘Young’ yang dimaksud, jelas bukan Miyoung, Youngjae, apalagi Youngbae. Di bangku pojokan yang atensinya hampir terlupakan, Sooyoung terlelap dengan menjadikan dua bongkah gunung Sooyeon sebagai bantalan, tungkai panjang ia selonjorkan pada tiga kursi yang ditaruh berjajar. Sooyeon sendiri tidur nyaman menyandar pada tembok dengan memeluk leher Sooyoung seolah itu adalah guling.

Merasa terganggu, Sooyoung terbangun, kedua matanya agak sayu, suara sedikit sengau, lantas memberi respon tak terduga, “Kim Myungsoo kau berisik sekali. Mau mati ya.”

“Aku tidak mau mati, maafkan aku, Young, aku menyesal mengganggu tidurmu,” Myungsoo turun dari meja. Suaranya kembali normal (maaf, perlu digarisbawahi, Myungsoo yang berteriak-teriak itu tidak normal). Ia menghampiri meja Sooyoung dan duduk di hadapannya.

Sooyoung mengelus kepala Myungsoo, seolah Myungsoo adalah seekor anak anjing—selain pecinta makanan, Choi yang satu ini juga penyayang anjing. “Good boy.” Satu kecupan di ujung hidung mendarat.

Pasangan bodoh!—tiap-tiap batin mereka yang ada di kelas menjerit.

*
03 – Sekilas Balik; Awal Perseteruan Youngbae-Jiyong

“Eh, elo!”

Sepertinya Sungjong mendengar sebuah suara memanggilnya entah darimana. “Hng?”

“Songong lo ya anak baru! Pake gak nyaut!”

Sungjong merasa suara itu berasal dari ‘bawah’, lantas dia nunduk dan bilang, “Oh, Jiyong-ssi. Ma-maaf, sa-saya kira gak ada orang tadi soalnya Jiyong-ssi kurang ‘terlihat’.”

“Asdfgh@#$%!”

Iklan

12 Comments Add yours

  1. sparkmvp berkata:

    Fuk aku ngekeh kak wkwkwkwkwkkw. Next ditunggu. Semangat

    Suka

  2. emmalyana25 berkata:

    myungsoo sama sooyoung udah pacaran belum sih?
    aduh suer ngakak
    aku dukung jiyong ahaha
    next ditunggu..

    Suka

  3. HAHAHAHAHAHAHA aku ngakak dari awal ampe akhir apalagi ending yang menyayat hati tentang ketidakterimaan-seorang-Jiyong-atas-kepolosan-Sungjong :”))))) dan ga nyangka juga orang seimut Sungjong bisa ngalahin orang sebelagu Jiyong :”)))))
    CIEE MYUNG NEMBAK YOUNG CIEEE…….. tapi Sooyoungnya malah tidur -______- tu juga Siwon ganggu suasana yang engg… engg.. romantis?.. iyaa hehe… hehe.. romantis hehe… Eh kak kalau ngeliat Siwon yg siscon,sama Sooyoung yg masa bodo sm Siwon, jadi keingat anime Kyoukai no Kanata yg Hiroomi senasib sm Siwon._. atau emang kakak terinspirasi dari itu?

    DITUNGGU CHAPTER SELANJUTNYA KAKKKK *capsjebol*

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      GATAU SAYANG SAYA GA NONTON ANIME ITU HIYAHAHA (?)

      oh maaf saya menggila baca komen penuh semangat kamu.

      Suka

  4. ismi berkata:

    Wkwkwkwk kali ini lucu bgt.
    Ahay myung nmbak soo di wktu yg gak tp sh #dasar oon
    Gak nyangka bkal ada adgan jotos menjotosnya.
    Hahah lucu bgt..:)

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Wah mau dibantai inspirit ya ngatain MYUNGSOO OON /WOIII/ XD

      Suka

      1. ismi khaerin berkata:

        Haha abis kmu ngasih karakter myungsoo pke ky gtuan …
        Jdinya hilaf deh
        V buat para inspirit

        Suka

      2. wufanneey berkata:

        Santai aja bercnda aku juga hehe

        Suka

  5. febryza berkata:

    hahahhaa yampun ini sekelas kelakuannya minus semua udah gitu tambah wali kelasnya begitu lagi, lagi seru-serunya berantem antara yongbae-jiyong-sungjong eh si myungsoo tereak2 nyatain cinta ke sooyoung mana diganggu sama siwon yg gajelas eh udah gitu sooyoung malah tidur terus ngebales myungsoo nanya dia mau mati ya hahaha kelakuannya

    Suka

  6. winterchan berkata:

    Anjir kurang ajar banget guru pake dibentak xD
    Tapi saya salut atas keberanian mereka
    Myungsoo lagi apa banget, diem diem tapi gitu (?) Pake acara ngancem mandi pake minyak panas pula haruh haruh
    Si sungjong banget lagian cengeng, giliran hyungnya tumbang, baru dia bisa jadi laki sejati /?
    Wkwk absurd nih anak anak.
    Ku baca part 3 duluuu

    Suka

  7. SYLove berkata:

    Anak muridnya kerennn! Pialanya itu loh! XD

    Myungsoo punya jadwal bekal harian? Udah kyk jadwal pelajaran aja hahaha

    Adu jotosnya berdua tapi yg menang orang lain hahaha

    Myungsoo and Sooyoung secara ga langsung momennya romantis, duh!

    Myung yg teriak itu bkn style-nya dia ><
    tp pas normal kok jadi…penurut!

    Ngakak Myung seolah dia anak anjing!
    Mau teriak bareng Miyoung "How sweet!" kkk

    Suka

  8. Rizky NOviri berkata:

    emang yg kurang ajar si sungjong sih.. sadar ato nggk dia udah ngeledek jiyoung dengan santainya.. ckckck

    itu kelas lg ngadain 2 pertunjukan drama kali ya. season pertama action.. kedua romance. hahaha.. emang itu kelas isinya lawak semua..

    eh si myungsoo bipolar keknya.. hahaha.. punya kepribadian ganda gitu.. 😀 ck. emang ya tu dua orang TTM.. 😀
    condong ke majikan dan bawahan bahkan hewan peliharaan.. 😀

    keren keren
    seru abis … daebak fany-ssi 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s