[FF] SOSIS + DODOL – EPISODE 01

Title: SOSIS + DODOL
Author: wufanneey
Genre: Friendship, Parody
Rating: G
Length: Series
Cast(s): Girls’ Generation, BEAST, Infinite, Big Bang, BAP.
Summary: Kami tertawa dan bercanda, bertengkar lalu berdamai, bertingkah bodoh atau bersikap konyol, menjahili orang lalu melarikan diri, semua dilakukan bersama-sama. Kehidupan keseharian kami … akahkah selamanya dapat berjalan seperti ini?

Warning: Cast yang disebutkan di atas ceritanya seumuran dan mereka satu kelas. Semua dialog dan narasi demi kepentingan hiburan. Tidak ada niat menjatuhkan apalagi bashing fandom, idol, dan agensi yang bersangkutan. Saya tidak mengambil keuntungan materil dari fanfiksi ini.
Desclaimer: Masing-masing grup milik agensi, masing-masing pribadi milik Tuhan.

*

01 – Tahun Ajaran Baru, Serba Baru (DKnN Parody)

“Oui, Woo!” si muka arab, Son Dongwoon, baru saja keluar dari pagar rumahnya, langsung menyapa sang tetangga sekaligus teman semasa kecilnya, Nam Woohyun. Dengan sedikit polesan gel di rambut, Dongwoon mendorong motor tiger merahnya sampai depan pagar, sebentar mengaca di spion lalu merapikan seragamnya.

Ceritanya, sih, pamer motor baru.

—tjie.

“Oui, Woon!” Woohyun membalas, tidak mau kalah. Dengan gaya, ikut memamerkan motor gede kebanggaannya—baru juga. Taksirannya tiga bulan lalu, baru kebeli waktu hari ulang tahunnya—hadiah dari orangtua.

Dongwoon mendelik tajam, “Gue yang bakal dapat parkiran utama.”

Woohyun mengeluarkan udara kasar dari hidung, “Apa? Gue! Lihat aja nanti!”

“Lo nantang gue?” mulai ada suara gerung-gerung motor nggak asik dari tiger Dongwoon.

Grrr!—dibalas Woohyun dan—syuuuu! Keduanya melaju kencang memecah jalanan komplek Perumahan Ganas Tak Terbatas. Mereka berkendara kencang sampai melewati Joohyun yang lagi menunggu ojek langganannya. “Selamat pagi, Woohyun-ah, Dongwoon-ah—kyaaa!” hembusan angin yang kelewat besar menyibakkan rok Joohyun. Woohyun tidak melewatkan kesempatan emas mengintip isi dalam rok selagi Dongwoon membalas sapaan Joohyun.

“Hei awas ya kalian berdua!” seorang Joohyun yang terkenal pendiam pun bisa marah bila roknya diintip—helaw! Nun kedua cowok tetap kebut-kebutan mengabaikan pekikan Joohyun.

“Masih anak SMA sudah bawa motor sendiri, kebut-kebutan lagi!” seorang polisi yang tengah patroli pagi dengan motor dinas, otomatis mengejar dua anak baru gede tersebut. “Hei anak muda, jangan berkendara ugal-ugalan, heiii!” senasib seperti Joohyun—teguran Pak Polisi pun tak diindahkan.

“Lo denger nggak kayaknya ada yang teriak-teriak di belakang?” tanya Dongwoon, mulutnya mangap-mangap alhasil dia tersedak angin, “Ueekh! Guh! Puah!”

“Lihat di kaca spion, Woon, kita dikejar polisi!”

“Gue nggak pake narkoba enggak gue sumpah!” balas Dongwoon—server tidak terhubung.

“Lo pikir gue pake? Kenapa kita dikejar? Sialan, lebih ngebut lagi Woon!” ternyata Woohyun sama konsletnya.

Roger!”

“Nama gue Woohyun bukan Roger!”

“Bukan itu, Bego. Nyesel gue temenan sama lo!”

“Emangnya gue enggak?!”

Adu gerung motor terus berlangsung, hingga mendekatlah mereka dengan gerbang sekolah. Sesuai dugaan, parkiran hampir penuh, bagian belakang malah pasti sudah penuh. Yang kosong hanya area depan, satu tempat tersisa. Dongwoon dan Woohyun menyebutnya parkiran utama—hanya mereka bedua yang menyebutnya begitu. Parkiran utama adanya dekat sekali dengan gerbang satu—gerbang depan, tepat di sebelah ruang satpam. Dimana anak-anak yang baru masuk atau keluar gerbang akan melihat motor mereka bila diparkirkan di situ. Memang sengaja, datang sedikit terlalu telat supaya dapat parkiran utama.

Gimana, sih, ‘kan motor baru, harus banyak dilihat orang, dong!

“Itu tempat gue!”

“Minggir!”

“Lo yang minggir!”

“Lo ngajak ribut?”

“Anu, maaf, sepeda saya sudah parkir di situ duluan,” Hyunseung berkata sembari menyedot susu pisang kotakan yang selalu dia beli di warung dekat rumahnya.

Dongwoon misuh-misuh, “Kenapa sih lo selalu nyerubut tempat parkir gue, Hyun?!”

“Daripada itu, kenapa kamu nggak cari tempat parkir lain? Tuh Woohyun sudah dapat.” Ditunjuk Hyunseung, Woohyun bergaya kece di samping motornya.

“Siyalan!” Hyunseung menganga kaget bersamaan dengan seruan menggelegar dari arah luar gerbang. Hyunseung, Woohyun, dan Dongwoon, serempak menoleh ke asal suara. Ada Gikwang dan Yoseob yang berboncengan mesra di atas vespa. Gikwang yang mengemudikan, Yoseob memeluk erat perut Gikwang di bangku penumpang. Mimik muka keduanya ketar-ketir kuadrat.

“WOY AWAS SEMUANYA AWAS, REMNYA BLONG!”

“REMNYA NGGAK BLONG! ITU MAH LO NYA AJA YANG *SENSOR*!!!”

“APA LO BILANG?!”

“GUE BILANG LO NYA AJA YANG—

—CKIIIT! BRAKKK! GEDEBUMMM! DUARRR!

“Bukalah mata hati kalian, pada hari ini, Tuhan telah memperlihatkan kepada kita apa yang disebut … Azab Illahi,” sabda Hyunseung sembari mengusap dada. Woohyun miris melihatnya. Yoseob dengan pose nungging seakan bokongnya siap ditendang, dan Gikwang tertindih tubuh Yoseob. Sementara vespa yang katanya ber-rem-blong tersebut terlempar dua meter hampir mengenai motor gede Woohyun. Woohyun sujud syukur sebab hampir saja motornya kena gores.

“Ini vespa nggak apa-apa? Bagus nih modelnya!” Dongwoon berlari ke arah vespa, mengecek seluruh bagiannya, sempat-sempatnya dia memuji kendaraan model jadul beroda dua tersebut. “God bless you.” Katanya lagi, tidak konek.

“Anjir *piiip* gue! Entar gue nggak bisa punya anak gimana? Lo bertiga tolongin gue kek!” Gikwang malah mengkhawatirkan *piiip*-nya yang kesundul lutut Yoseob. Gikwang yang biasanya aku-kamu bakal kumat gue-elo-nya kalo sudah esmosi—eh, termosi—eh, emosi.

Yoseob mau nangis, “Vespa gue, Peak! Gue bilang juga apa, gue aja yang ngendarain!” Dasar ini orang, malah lebih mementingkan vespa antiknya daripada mencemaskan diri sendiri yang nyaris jadi model di cover buku tahlilan.

“Lo dapet ini vespa darimana, Yos? Baru lihat gue,” Dongwoon berseru masih sambil mengagumi setiap lekuk tubuh vespa—sedikit ngiler. Dongwoon ini memang motor maniak.

“Baru beli, ada yang jual onlen di bukadikit dot jos,” hidung pesek si marga Yang ngapung, sejenak melupakan kesedihannya akan kondisi vespa tersayang.

Belum selesai masalah vespa jungkir balik, motor polisi bersuara ‘wiu-wiu’ berhenti tepat di depan sekolah mereka. Polisi itu mengatakan ke satpam kalau dia mencari dua motor berplat XXX dan YYY yang dikendarai dua siswa SMA Shinba karena berkendara kebut-kebutan di jalan ZZZ. Kompak Woohyun dan Dongwoon bertatapan, saling bertelepati kalau mereka sama-sama jujur; Gue nggak pake narkoba, sumpah!

*

“Sooyoungie rambut kamu kenapa?!” Miyoung menjerit heboh melihat model rambut Sooyoung pagi itu. Dipotong pendek nyaris tidak menyentuh kerah seragam dan diwarnai merah muda. Yoona hampir saja menggigitnya karena mengira itu gulali.

“Oh, Ini. Aku janjian sama Seunghyun dan Junhong,” Sooyoung menjawab kalem sembari menyentuh rambut barunya. Sobatnya Myungsoo berdecak kagum—oke di mata Myungsoo Sooyoung memang bagus dalam keadaan apapun. Bersamaan dengan itu, kedua orang yang disebut Sooyoung barusan masuk kelas.

“SE-SE-SEUNGHYUN! JUNHONG! RAMBUT KALIAN KENAPA?!” pekikan keras lainnya datang dari cowok bersuara tinggi tapi badan kebalikannya, Daehyun.

“Sesuai dugaan, kece banget!” komentar Sooyoung girang.

“Kece apanya!” Taeyeon sewot. Miyoung bergidik ngeri. Sooyeon yang gila mode saja hampir pingsan melihatnya.

“Kita ‘kan Choi cuma bertiga, harus kompak, motto kita adalah … bersama satu cita dituju! Tahun ajaran baru, harus ada model rambut baru! Kalo nggak bertiga, rasanya ada yang kurang!” orasi Junhong. Rambutnya berubah total yang semula hitam lurus, menjadi ungu mencolok dan keriting. Sementara surai gondrong Seunghyun diwarnai biru muda. Ditambah Sooyoung, sudah klop jadi trio lestari.

Tiba-tiba Yongguk datang seraya melingkarkan tangan pada Seunghyun dan Junhong, “Kalian ini anak SMA, bukan penyanyi dangdut! Penyanyi dangdutnya aja nggak gini-gini amat.” Di situ Yuri kadang merasa sedih. “Ikut gue, lo bertiga.”

Menghasilkan hening beberapa saat sebelum keempatnya kembali lagi dengan keadaan dan kondisi rambut yang berbeda—kecuali Sooyoung. Rambut Seunghyun dan Junhong kembali ke warna hitam alami. Tetapi ada yang aneh, bagian atas seragam para cowok jadi basah. Seisi kelas memberi tatapan tanya.

“Tadi gue cemplungin kepala mereka ke bak mandi.” Bang Yongguk adalah seorang sadis.

“Terus kenapa Sooyoung masih kering dan rambutnya masih pink?”

“Oh. Waktu Yongguk mau cemplungin kepala aku, aku duluan yang cemplungin kepala dia ke dalem bak.” Tetapi Choi Sooyoung adalah Ratunya para sadis.

*

Bel pertama berbunyi, siswa-siswi kelas Sosial Satu disingkat SOSIS, mempersiapkan diri di meja masing-masing. Mereka menunggu seorang guru yang akan menjadi wali kelas di tahun kedua mereka menimba ilmu di SMA Shinba. Ada yang deg-degan, ada yang berotak kriminal, ada yang sarapan, mengobrol soal pelajaran, menggosipi teman sekelas, bahkan tidur.

Sampai—krieeet.

Di telinga Yoseob, terputar backsound Jagalah Hati begitu sosok guru tersebut muncul dari balik pintu kelas. Di mata Yoona, ada efek bunga-bunga jatuh di sekitar sosok sang guru. Di pikiran Myungsoo, guru tersebut membawa rantai dan tersenyum iblis.

“Selamat pagi, semuanya. Senang bertemu lagi dengan kalian di tahun ajaran baru ini,” sang guru bersapa singkat sebelum memulai ritual dakwahnya.

“Ah, Choi Siwon-sonsaengnim!” Doojoon mengeluh. “Padahal saya sudah membuking Son Dambi-sonsaengnim!” itu sih, maunya Doojoon yang naksir berat sama satu-satunya guru wanita bertitel “sexy, free, and single” di Shinba, namun sayang uluran tangan belum tersambut.

“Janganlah begitu, Yoon-gun, saya justru bersyukur karena ditempatkan menjadi wali kelas dimana ada adik perempuan saya. Benar begitu, Kim-gun?”

“Sam ngomong sama aku?” Himchan yang bermarga Kim, salah tanggap. Padahal kata-kata ‘manis’ dan tatapan ‘sayang’ itu ditujukan untuk Kim Myungsoo. Ya, Choi Siwon adalah sis-com sejati dari adik perempuannya, Choi Sooyoung. Namun sayang, sang adik malah menginginkan Jo Insung-sonsaengnim untuk menjadi kakaknya.

“Saya membawa kabar baik untuk semuanya, karena kelas ini yang paling sedikit penghuninya, kelas ini akan mendapatan dua orang murid baru, mereka pindahan dari Amerika. Ayo, silahkan memperkenalkan diri.”

Dua orang laki-laki masuk ke kelas.

“Laki-laki lagi?” Junhyung yang paling pertama melotot. Terkenal seantero sekolah karena hobinya mengoleksi nomor cewek—nomor telepon, nomor rumah, nomor sepatu, nomor bra—EH?!

Cowok pertama bertubuh kekar berwajah sangar. Cowok kedua bertubuh lebih tinggi dari cowok pertama tetapi berjalan menunduk hingga tak terlihat wajahnya. Wah, tipe S dan M satu paket.

Sonsaengnim kelas kita ini butuh murid perempuan, bukan laki-laki!” Woohyun menambahi, sambil berdiri menggebrak meja segala.

“Bagai pohon tak berbunga, bagai gurun tanpa kaktus, bagai meja tanpa permen karet,” puisi tiba-tiba Sunggyu mendapat lemparan kertas dari Hyoyeon. Sunggyu melanjutkan, “Itu adalah julukan kelas ini yang diberikan oleh kelas lain, Sam! Saking kosong melompongnya murid perempuan yang ada di kelas ini! Cuma ada delapan masa.” Para cewek menyoraki.

“Bukannya sembilan?” Hyunseung beropini kalau nilai matematika Sunggyu jeblok.

“Sooyoung di luar pernyataan,” Gikwang yang sering jadi objek bully Sooyoung, membenarkan. Tentu saja Myungsoo tidak terima.

“Sunggyu-gun, Gikwang-gun, silahkan keluar dari kelas ini, sekarang,” ujar Siwon dingin. Lain kali Sunggyu dan Gikwang akan mengingat; jangan pernah menjelek-jelekkan adik perempuan seorang sister-complex. “Kalian boleh kembali di jam pelajaran kedua nanti.”

“Jadi, nama kalian siapa?” Lee Sunkyu, keponakan dari Kepala Sekolah Lee Sooman, mengedipkan mata genit pada cowok manis yang berdiri di belakang cowok berperawakan preman.

“Aku Dong Youngbae. Ini sepupuku, Lee Sungjong.”

“Sungjong, kenalin, aku Yuri.” Yuri dadah-dadah sok imut.

“Sungjong sudah punya pacar?” – Taeyeon.

“Boleh minta nomornya nggak?” – Miyoung.

“Um, boleh pulang sekolah aku anterin keliling? Su-supaya Sungjong-ssi nggak kesasar.” Joohyun senyum malu-malu kepincut. Hyoyeon dan Sooyeon malah sudah menyiapkan kamera ponsel—mencuri-curi foto Sungjong.

Youngbae nge-zong; Aku kalah tenar dari Sungjong di hari pertamaku sekolah? What the hell! Dimana keadilanmu dunia?

Hanya Yoona dan Sooyoung yang tidak ikut-ikutan para cewek lainnya. Alasannya tidak perlu dijelaskan, bukan?

“Nah, Youngbae-gun dan Sungjong-gun, karena yang tersisa hanyalah bangku belakang, jadi kalian duduk di sana. Dua bangku di sebelah Kwon Jiyong.” Memang pada dasarnya Sungjong itu penakut dan pemalu, begitu melihat muka Jiyong yang angker, mati-matian dia menahan tangis.

Di depan Jiyong adalah bangkunya Hyoyeon, “Sungjong-ssi, aku Hyoyeon, salam kenal. Kalau kamu butuh sesuatu, bilang aja ya.” Satu senyuman daya tarik diulas, wajah Sungjong memerah syok. Belum satu jam dia di kelas ini sudah banyak hal-hal aneh saja.

Sunkyu mencolek pinggang Hyoyeon, “Bukannya kamu ngeceng Hyukjae?”

Cowok yang dimaksud Sunkyu nama lengkapnya Lee Hyukjae, merupakan dancer seksi dari kelas sebelah, rival sekaligus cinta pertama Hyoyeon. “Tahun ajaran baru, kecengan baru juga, dong.”

“Nah, apa kalian sudah menentukan siapa yang akan menjadi ketua kelas?”

“Saya merekomendasikan Yongguk, Pak!” Daehyun menunjuk Yongguk yang duduk satu meja dengan Junhong di bangku paling ujung sebelah kanan.

“Daesung, Pak, Daesung!” usul Gikwang. Teman sebangkunya Yoseob mengikuti usulan.

“Baiklah, Yongguk-gun dan Daesung-gun, tolong maju ke depan,” Yongguk berjalan dari bangkunya dengan percaya diri, berkebalikan dengan Daesung yang memasang mimik terpaksa.

“Tunggu!” Jiyong ikut berdiri dari tempatnya duduk. “Saya mencalonkan diri!” suara ‘huuu-huuu’ sumbang seketika menggema.

“Baiklah, kamu juga silahkan maju,” Siwon mempersilahkan murid-murid untuk memilih satu dari tiga kandidat untuk menjadi ketua mereka selama satu tahun ke depan.

“Um,” Taeyeon mengernyit; Jiyong yang belagu, Daesung yang penyabar, atau Yongguk yang sadis? Hekkk! Semuanya tidak ada yang pas dijasikan panutan! Tampaknya Taeyeon sama pemikiran dengan murid lainnya yang juga kebingungan menunjuk wakil untuk kelas mereka.

Setelah lebih kurang dua menit, Siwon mengomandokan para murid agar menuliskan pilihan pada sobekan kertas kecil yang digulung, Daehyun membantu mengumpulkan kertas, Joohyun yang mencatat perolehan skor.

Siwon membacakan hasil akhir yang akan menentukan nasib kelas selanjutnya, perolehan suara paling tinggi didapat oleh Daesung. Tetapi Daesung menolak keras, akhirnya jabatan diberikan kepada peraih suara tertinggi kedua yaitu Jiyong. Yongguk tidak mau mengaku kalah dari orang yang lebih songong dari dia. Terjadilah debat panjang antara Jiyong dan Yongguk. Daesung jadi merasa berdosa. Siwon selaku wali kelas tidak tinggal diam, ia menjadi mediator kedua pihak dan alhasil disahkanlah sebuah keputusan.

Selama satu tahun ke depan, penduduk kelas dua sosial satu akan berada di bawah kepemimpinan … Ketua Jiyong dan Kapten Yongguk.

*

Tambahan:

Skema bangku duduk 2-SOSIS SMA Shinba.

image

Iklan

10 Comments Add yours

  1. ismi k berkata:

    Wkwkwk. Isinya lawakan nh
    Ituh si dongwoon sma wohyun msh smpet2an ngintp2 rok mini seo#buka dikit josss
    Tri choi lucu bgt syukur deh tuh kpla soo gak jdi di clupain keaer
    hih kelas sosisnya aja pda somvlak:)
    Trus bgmana ma klas dodolnya yah.
    Fani pinter bgt bkin lawakan yah

    Suka

  2. giayoung berkata:

    aduh, ini mah cuma bikin ngompol aja kalau baca. SNSD kenapa langsung pada kinclong waktu youngbae sama sungjong ? Itu Yoona sama Soo eonni kenapa nggak ikutan sekalian, aku belum connect, thor sama alasannya mereka g ikutan, hehehheehhe 😀
    T.O.P bgt deh, buat comedy nya, author. Trio Choi juga bisa*nya kompakkan somplaknya
    KEEP WRITING KEEP FIGHTING, AUTHOR !!!!!! ditunggu selalu karyanya yg lain

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Cek email yah

      Suka

      1. wufanneey berkata:

        Eh salah, bukan ke kamu maksudnya, maaf

        Suka

      2. giayoung berkata:

        y gpp 🙂

        Suka

  3. febryza berkata:

    wakakak ini kelas isinya gajelas semua ih, itu apapula trio choi ngewarnain rambutnya kaya gulali begitu semua hahaha mana punya wali kelas siscom segala lagi

    Suka

  4. winterchan berkata:

    Ngakak 😂😂
    Apalagi pas adegan gerung gerung motor xD
    Sosis kan sosial satu, dodolnya apaan tuh?
    Btw ff kaya gini seger banget, bisa jadi ten ngabuburit sambil nungguin buka puasa, sambil ngemil korma *eh
    Updatenya sering sering ya kak! 😀

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Udah ada tuh ep 2 nya kalo mau

      Suka

  5. SYLove berkata:

    Ini ngakak bacanya!!! XD
    Jempol deh jempol buat komedinya ❤

    Pas polisi bilang, "Hei anak muda, jangan berkendara ugal-ugalan, heiii!" tiba2 diotakku dengung 'Hei…Hei…Hei…' wkwkwk

    Ngakak laa motor gede kalah sama sepeda! XD (harga diri motornya turun tuh! Hahaha)

    SooNa bikin penasaran…knp mereka diam aja? Atau udah punya pacar?

    R.N(?): Hm..aku baru inget kalo aku baru mampir disini 🙂
    salam kenal author! Izin berkeliling yaa 😀

    Suka

  6. Rizky NOviri berkata:

    bahahahaha… lawak ini mah.. ya ampun aku g berhenti ngakak.. itu si woohyun ama siapa dongwoon eh siapa, masih aja mikirna narkoba.. polos apa pe’a sih.. 😀 hahaha

    yeoseob ama gikwang lagi, elah gik, klo g bisa bwa mtor jgn maksa. nyungseb kan elu jdnya 😀

    jiah.. trio choi.. haha.. sooyoung emang ratu sadis. itu myungsoo demen ama sooyoung ya. siwon kyknya udh nandain dia.. 😀

    ah pokoknya semuanya lawak aja.. seru.. banget banget ngehibur. keren.. 😀 daebak.. kece badai.. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s