[FF] Ojou-sama no Nichijou – 10

Title: 10 – Kita Nonton, Yuk!
Genre: Parody
Cast(s): Changmin, Sooyoung
Requester: Ranran, req nya sih tentang ChangSoo nonton (sepak) bola bareng. Tapi sehubungan authornya sendiri gak suka nonton (sepak) bola, jadi yang saya ceritain di sini ChangSoo nya nonton bola (basket). Sama aja kan, yang penting ada bola nya hehehe v(^q^)v/dibuang/

Sungguh sangat disayangkan mengeluarkan uang 50.000 bagi anak SMA semacam Shim Changmin, yang notabene ialah anak cowok tunggal di keluarganya—artinya ia mengharuskan dirinya hidup mandiri tanpa bantuan dana orangtua, bermodalkan penghasilan pas-pasan dari kerja sambilan.

“Sooyoung-ah, berapa harganya tadi?”

“Cuma 50 ribu, kok.”

Lima puluh ribu gundulmu! Changmin keki, merogoh dompetnya dan mengeluarnya selembar uang berwarna biru, lantas diserahkannya kepada Sooyoung—yang berbanding terbalik kelihatan bahagia sekali.

“Nah, ini dia tiketnya, ayo kita masuk.” Bolehkah Changmin menangis darah sambil gegulingan di lantai Gor sore itu?

Sebab sebetulnya, ia tidak rela uangnya dipakai untuk membeli tiket guna menonton pertandingan Tim basket yang diidolai Sooyoung tetapi sama sekali ia tidak kenali. Tim apa lawan apa katanya tadi? Ah, terserah, lah.

Dengan gembira Sooyoung menyeret Changmin ke bangku paling depan, dekat dengan bench yang kata Sooyoung akan digunakan oleh Kukar—ah, benar juga, Tim Exy vs Tim Bxy. “Basket itu nggak merakyat. Lebih baik nonton sepak bola kali.” Sindir Changmin tiba-tiba.

Dahi Sooyoung mengkerut mendengarnya. “Ih, belum lihat sih, sekali nonton pasti ketagihan. Apalagi pemainnya keren-keren.”

“Sepak bola apalagi, pemainnya ganteng-ganteng.” Loh kok, malah diladenin? Kelepasan, deh.

“Tapi sombong!” sembur Sooyoung. Changmin tidak berkutik. Iya juga, sih. Biasanya yang ganteng itu sombong, eh tapi … kecuali gue tentunya.

Semrawut suara sorakan penonton membuat kuping Changmin berdenging. Diiringi musik sporty yang dinyalakan operator, para pemain dari Tim Tamu, Tim Basket Bxy, muncul satu persatu dan diperkenalkan oleh seorang Host (di pertandingan basket itu, memang ada pembawa acaranya, ya?). Dih, gaya bener, batin Changmin.

Mulai dari Kapten Doojoon bernomor punggung #4 yang nggak tinggi-tinggi banget, Point Guard Gikwang #5 yang apalagi—(“Nggak apa-apa tuh, pemain basket tingginya segitu?”/”Jangan ngeremehin! Gikwang itu manis tahu!”/”Manis? Apa hubungannya sama basket?” O.Oa), Center Dongwoon #9, Small Guard Junhyung #10, dan terakhir Power Forward Yoseob #11—serius, si Seob-seob ini tingginya pun kayaknya nggak sampai telinga Changmin, tapi kok teriakan untuknya paling histeris? Cewek-cewek pula? Changmin entah kenapa merasa harga dirinya terinjak sebagai cowok jangkung yang lebih jago makan ketimbang olahraga.

Setelah disusul oleh beberapa pemain cadangannya, kemudian dikenalkanlah Tim Tuan Rumah dari pertandingan ini, yaitu Tim Exy dengan Kaptennya yang berkilau, bernomor punggung #1, Kris. Disusul oleh Point Guard Minseok #2 (Changmin melotot lagi-lagi, melihat tinggi badannya—ehem!), Small Guard Luhan #3, Center Chanyeol #12, dan lagi-lagi, yang diteriaki paling hiperbola yaitu Power Forward Sehun #13.

“Yoseob-sama kyaaa lutjuk bingit!”

“Oh my, oh my, Sehunie jangan angkat itu kaos ya ampun mecuuum!”

“Gigi-baby sini sama tante, tante gak bakal gigit kok!”

“Chanyeol-ah semangat yah anak kita menunggu di rumah!”

Changmin sweatdrop mendengarnya. Selain karena itu kata-kata dukungan—histeris—nggak ada hubungannya sama sekali dengan olahraga basket, bikin agak ngeri juga. Ini penonton—terutama yang cewek … sama sekali nggak jelas mana yang ngedukung Tim Tuan Rumah mana yang ngedukung Tim Tamu. Atau malah, ngedukung dua-duanya juga nggak masalah? Hih. Beda banget sama suporter sepak bola, yang bisa sampai saling bunuh demi ngedukung Tim faforitnya. Merinding …

Hampir melupakan Sooyoung yang berada di sampingnya, spontan Changmin terlonjak karena mendengar gadis belia tersebut berteriak tidak kalah alaynya dengan suporter-suporter lain, “Shit! Kiki! I’ll pregnant seeing your gaze!”

“Heh! Sembarangan aja kalo ngomong!” Changmin menjitak kepala Sooyoung.

“Ya habis dia hot banget Oppa bisa lihat nggak sih?! Kyaaa! Kyaa! Ky—” BLETAK! Jitakan kedua mendarat sadis.

Permainan dimulai setelah pemanasan lebih kurang 5 menit. Tip off, Exy mendapat bola pertama sebab Chanyeol jelas lebih tinggi dibandingkan Dongwoon. Operan kepada Luhan lalu Sehun, dan—SHOOT! Dua poin pertama untuk Tim Jersey Putih. Semua penonton bersorak, kecuali Changmin, tentunya.

Singkat cerita, quarter pertama menghasilkan skor seri. Diibaratkan mereka akan mulai dari awal lagi di kuarter kedua nanti. Dan berhubung Changmin agak ‘buta’ menyangkut istilah-istilah dalam permainan basket, jadi kadang, dengan malu-malu tapi maho—eh, mau alias harus dan kudu, Changmin beranikan diri bertanya kepada Sooyoung soal beberapa hal yang dia nggak ngerti. Yeah, walaupun jawabannya diselingi dengan, “Makanya, main basket, biar tahu. Malu-maluin aja sih jadi cowok, punya badan tiang listrik gini dianggurin, ‘kan mubazir.”—jiah, malah diceramahin.

Dan malam Changmin kali ini, terasa sangaaat panjang.

 

THE END (dengan tidak elitnya)

 

—eits, bercanda deng.

 

 

Quarter kedua Yoseob si mungil-mungil imut—kata Sooyoung, jadi bintang lapangan, membuat Changmin sadar kalo ternyata tinggi badan itu nggak ngaruh buat pemain yang bisa ngimbangin sama bakat dan kecepatan. Yoseob merupakan three pointer andalan dari Tim Jersey Hitam, berkali-kali adu shooting sama Sehun dari tim lawan. Puncaknya, entah bagaimana, Yoseob unggul. Hal tersebut Changmin lihat sebagai penghinaan besar buat Sehun sebagai sesama penyandang gelar jangshin (bukan karena Changmin ngerti basket loh, tapi karena itu tuh—tahulah).

“Kok bisa gitu, sih?” Changmin terheran-heran, sambil tangannya mulai menjajahi bungkus keripik kentang yang baru dibuka.

“Dalam basket, asal tahu aja, nggak selamanya yang tinggi itu menang. Ada beberapa—malah banyak—pebasket yang menutupi kekurangan fisiknya dengan kecepatan dan ketepatan bermainnya.”

O. Daebak. Daebak.”

“Nah kan.” Manik gadis yang lebih muda dua tahun darinya itu berbinar-binar. “Oppa, nanti pulangnya temenin aku foto bareng mereka dulu, yuk.”

“Ogah.” Cuek Changmin.

“Hah?” Sooyoung menolehkan kepala ke arah Changmin, mata mulai berkaca-kaca, hidung sok-sokan nyedot ingus padahal nggak pilek sama sekali. Suara di sedih-sedihin, “Cuma hari ini aku bisa ketemu sama idolaku dan kamu bilang apa? Kamu bilang nggak mau nemenin aku? Apa kamu sadar kalau kamu terlalu jahat sama aku? Selama ini kita udah sama-sama, aku udah banyak membantumu tapi apa yang kamu balas? Aku kira kita teman, tapi ternyata … di matamu … aku nggak lebih dari segumpal daging yang terjatuh dari keresek belanjaan ibu-ibu lalu terserempet mobil kol buntung dan berakhir dimakan tikus—hiks!”

“IYA OKE FINE TERSERAH.”

Sooyoung nyengir.

Singkat cerita, quarter ketiga Bxy unggul dari Exy dengan hasil beda dua angka, dilanjut dengan quarter keempat, para pemain mulai gegabah karena diburu waktu. Kedua tim sering membuat pelanggaran di daerah lawan, hasilnya malah free throw yang menguntungkan tim lawan. Dampak negatif lainnya, stamina banyak terkuras, hampir habis. Terlebih buat Exy yang harus terus mengejar ketertinggalan. Kapten Kris kelihatan tidak tenang dan Point Guard mereka sudah banyak melakukan kesalahan fatal. Jelas berdampak juga buat pemain lainnya, kesalahan operan dari PG Minseok membuat pola serangan jadi berantakan.

Sampai priiit!

Pergantian pemain Minseok #2 dengan Lay #4—Changmin sudah menduga, malah harusnya pemain teledor itu diganti dari quarter ketiga.

“Exy tamat. Skor segitu nggak bakal kekejar.” Komen Changmin sok tahu.

“Sekalipun waktu tinggal lima detik, bukan berarti pertandingan udah berakhir.” Balas Sooyoung.

“Yaaa, lihat aja, Bxy udah menang telak gitu. Lagian, Exy udah kacau, tembakannya banyak yang meleset, mereka kebawa emosi. Mungkin tadinya mau buat unggul sejauh mungkin, tapi jadinya malah kebalikannya.”

“Eh … mungkin Oppa bener kali ini, pergantian pace mereka … terlalu cepat, sedangkan Bxy masih dengan tempo awal mereka.”

“Harusnya Koch ngambil time out di saat-saat begini.”

“Tapi bukannya hal itu bakal mengacaukan jalannya pertandingan? Dari pengalamanku nonton beberapa pertandingan basket, di detik-detik terakhir justru para pemain lah yang harus bisa mengendalikan diri mereka sendiri.”

“Benar juga,” Changmin mengerjap, tidak percaya bahwa dirinya bisa mengobrol seputar basket sejauh ini dengan Sooyoung, “mereka harusnya mengganti pemain nomor 2 dengan pemain yang lebih lambat.”

Sooyoung menyeringai, “Kalau begitu tindakan mereka tepat.”

“Eh?”

“Lay merupakan pemain terlemot dari Exy yang aku tahu.”

“Gi-gitu, yah?”

Tapi, sekitar satu menit kemudian …

PRIIIT! Peluit panjang ditiupkan pertanda berakhirnya pertandingan dengan skor akhir 101 – 100 dan kemenangan jatuh ke Tim Jersey Hitam.

“101 – 100, Hitam menang! Beri hormat!” wasit mengomando. Kedua tim berbaris berhadapan dan saling menunduk memberi hormat, kemudian mereka berjabat tangan tanda pertandingan berlalu dengan sportif.

“Kok jadi aku yang emosi gini, yah?”

“Kenapa? Gara-gara beda satu poin?” Sooyoung bertanya.

“Kayaknya,” menggantung, “sayang banget … udah kelas tiga, udah terlambat buat ikutan ekskul.”

Sooyoung cengengesan, “Hihihi, basket, maksud Oppa?”

“Tahu ah, suram.”

“Tapi, meskipun Oppa nggak jago basket, aku tetap suka, kok.”

“!”

THE END—beneran.

Iklan

12 Comments Add yours

  1. chevelyyn berkata:

    HAI KAK FANIII! 😀

    Aku baru tadi pagi ubek2 post kakak ttg ojou-aama no nichijou karena udh kangen sama tulisan kakak, dan malemnya disuguhin iniii, seneng banget lahh!

    Jadi aku selama baca ini bener2 ngalamin banyak emosi yang campur aduk. Mulai dari awal aku tau ini pairing nya changsoo, hati aku udh bergejolak sekali lahhhh. Terus pas perkenalan pemain basketnya, ada duizhang Kris! Yaampun aku disini udh mau jerit2 fangirlingan (beda tipis sama penonton pertandingannya) (aku kalo bener2 nonton itu pertandingan, bisa teriak kayak apaan tau kali sambil megang banner gede2) sampe yang chanyeol ngeri gara2 penontonnya teriakin dia, terus aku ngerasa jleb entar klo kris dgr aku teriak2 kayak orang demo, bisa2 dia ifil dengernya /apasih/

    Terus aku juga ngakak yang pas Changmin ganyantai banget nanggepin ocehan Sooyoung. Lucu banget aku bayangin gmn si Changmin udh segimana kekinya gara2 Sooyoung terlalu cerewet.

    Aku mau nangis bacanya gara2 aku ga ngerti percakapan tentang basket antara Sooyoung sama Changmin. Serius aku mah apa tuh, udh trauma sm bola. Mending aku fangirlingan mas Wu ajalah.

    “Tapi, meskipun Oppa nggak jago basket, aku tetap suka, kok.” << FAVORIT LINE LAH SELAIN "IYA OKE FINE TERSERAH" <33 AKU JUGA TETEP SUKA KOK SAMA OPPA WALAUPUN OPPA JAGONYA MAKAN SAMA NGUMBAR AURAT (Changmin sekarang otot nya ketjehhh) (semenjak berotot hobinya buka baju)

    Ini komennya panjang banget yaampun tapi biarin lah. Pokoknya aku kangen kakakk :*

    SEMANGAT NULIS YA KAKKKK! 😀

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      satu balesan buat kamu: AKU CAPE SENDIRI BACA KOMENNYA /digaplok/
      iya sayang aku juga kangen kamu dongsaeng :*
      ih kamu masih nulis ff kah? kangen sookris dan changsoo kamuuu …
      btw tilimikiciw udah baca dan komen :DD

      Suka

      1. chevelyyn berkata:

        Maafkan aku kakk bikin capek, abis bahagia sekalii wkwkwkk aku ada bikin ff changsoo di blog aku mwahahaha

        Suka

  2. Yufasa berkata:

    ye first?? /? mereka pacaran atau apa ya/? wkwkk konyol sih ceritanya tapi aku ga ngerti basket juga jadi sama sama mirip changmin /? semangat cerita yang lain :))

    Suka

  3. febryza berkata:

    duh sooyoung kata-katamu yg akhir itu bikin changmin gajadi nyesel deh kayaknya ngabisin duit 50rb buat nemenin kamu nonton basket yg baru dikenalnya hahahaha

    “Aku kira kita teman, tapi ternyata … di matamu … aku nggak lebih dari segumpal daging yang terjatuh dari keresek belanjaan ibu-ibu lalu terserempet mobil kol buntung dan berakhir dimakan tikus—hiks!” nih kata-kata yg bikin aku ngakak hahaha gabisa bayangin lah kalo sooyoung yg kelakuannya kaya gitu beneran ngomong kata-kata tadi

    Suka

  4. jeni berkata:

    kekekekke sama nih k

    Suka

  5. jeni berkata:

    sama nih kya sooyoung meskipun chqngmin ngga suka baskey aku tetep suka kok 😀

    Suka

  6. MDBABY0701 berkata:

    buat author ato faneey ato wufaneey ato gatau gue hrs manggil apa:3 gue readers baru disini dan gue suka bet sama ff lu, ceritanya unik dan gokil abis, penulisannya juga baguss. saoloh changmin msih gak ikhlas sm duitnya/? btw, lu pinter bet sih pilih cast, bias gue semua nohh /gak nanya/ si wupan, yoseob sm gikwang;;) ehem, baca ff ini berasa berguna tiap hari gue ntn anime:v kkk~ kok, gue baca ff ini berasa nonton kiseki no sedai lagi tanding ya(?) *OtakuModeOn* jadi lumayan ngerti lah pertandingannya:v btw, ini ff romancenya nyempil bgt yaa, lbh ngarah ke pertandingannya 😀 eaakk.. changmin pengen jd pemain basket kan 😀 ciee~ sooyoung cinta changmin apa adanya cieee:v suka kapel shiksin ini 😀 gue udah gatau mo komen apa lagi, pokonya ffnya keren bet (y) di tunggu ff lainnya ya thor 😀 keep writing ‘-‘)9

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      iya telimikiciw udah baca ngomong-ngomong aku juga suka nonton kuroko lohhh kisedai kan, tahu dong, hahaha

      Suka

  7. Rizky NOviri berkata:

    ngakak abis.. sumveh..
    ya ampun changmin,, bahasanya juga bantu banget dptin feel yg s chang rasain hahaha.. syoo jg.. ya salam.. hiperbola deh.. 😀

    seru seru..
    meskipun sama kek changmin kgk faham ama basket.. 😀

    keren fany… daebak…
    ditunggu ff laennya.. 😀 trutama jongyoung ama kyuyoung.. 😀 XD XD

    Suka

  8. nadasooyoungstersoneelf berkata:

    njir .. :v bhaks ni ff paporit/? gue banget :v
    si duo tiang/? bikin perut gue sakit noh gara” ketawa mele/? mana nih pairing paporit gue lagi :v bhaks :v
    ditunggu ff lainnya ye :v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s