[FF] Ojou-sama no Nichijou – 08

Title: 08 – Just an Ordinary Romcom Story of Jongyoung (plesetan Promiscuous)
Author: wufanneey
Genre: Romance, Comedy
Pairing: Jonghyun/Sooyoung
Length: Kumpulan drabble
Requester(s): Vi, cicamica, febryza
Warning: Kyuhyun jadi nyamuk di cerita ini.

Capture3

Scene #1

 

“Gantungan ponselku terjatuh,” Sooyoung berucap. “Aku cari sebentar ya? Tidak akan lama, kok!”

“Benar, ya. Jangan lama-lama!” Tiffany setengah berteriak dari dalam van setelah Sooyoung berlari memasuki gedung MBC lagi.

Sooyoung mencari di restroom tapi tak ada, begitu pula dengan ruang make up, nihil. Gantungan flamingo itu pemberian dari Kyuhyun, Sooyoung tidak mau itu hilang. Itu pemberian Kyuhyun satu-satunya.

“Ah, tidak ada!” keluhnya sepanjang koridor gedung. Mungkin sudah memakan waktu sekitar delapan menit baginya untuk mencari itu, namun hasilnya nol besar.

Sooyoung berjalan uring-uringan. Jika raga Kyuhyun tidak bisa jadi miliknya, Sooyoung ingin menghidupkan Kyuhyun dalam kenangannya. Mengingat masa-masa kebersamaan mereka dulu. Sooyoung terus berjalan—dengan pandangan kosong—nyaris terjatuh karena menumbruk seseorang. Seorang pria.

“Hei, hati-hati.” Pria tu menegur tapi Sooyoung tak peduli. “Apakah ini … milikmu?” pertanyaan itu justru berhasil membuat Sooyoung mendongak dan menatap pria itu. Wah, ternyata lebih tinggi dari yang dia kira.

“Apanya?” Sooyoung menatap linglung, melihat pria itu merogoh-rogoh saku celananya.

“Eung, tadi ada … aish, dimana, ya?” Jonghyun berpindah pada kantung blazernya, lalu kantung belakang celananya, mencari sesuatu. “Kau mencari gantungan ponsel, kan? Aku tadi menemukannya, ….”

“Iya! Aku mencari itu! Yang bentuknya flamingo! Mana? Mana?” Sooyoung akhirnya bantu mencari. Mereka berdua sampai menunduk-nunduk melihat lantai barangkali terinjak atau terlempar.

Dua menit kemudian.

“S-Sooyoung-ssi,” panggil Jonghyun pelan. Dilanjutnya dengan cicitan kecil, “Gantunganmu, … aku menghilangkannya, sepertinya.”

“HUAPAH?!”

“He-he.”

Scene #2

Choi Sooyoung baru membuka mata beberapa menit lalu—masih terbaring malas di atas ranjang pucinonya—sejurus kemudian ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Setengah malas, Sooyoung membuka dan membacanya.

Hev a naisu de! Faiting! ^^

From : Jonghyun Lee

29/07/2013 07.15 AM

Dan, seperti sebuah kebiasaan. Wajah lelah Sooyoung seketika terhiasi perempatan, tanpa sadar itu adalah tanda kutip empat yang menjadi rutinitasnya kini—setiap pagi Jonghyun memang mengiriminya pesan. Sooyoung mengetikkan balasannya secepat kilat sebelum tubuh rampingnya bergerak masuk kamar mandi.

Bahasa inggrismu kacau.

To : Jonghyun-baka

29/07/2013 07.20 AM

Lalu satu pesan lagi.

Jangan mengirimiku pesan lagi, Tuan Penghilang Gantungan Ponsel.

To : Jonghyun-baka

29/07/2013 07.22 AM

Scene #3

“Apa pria ini yang dimaksud Taeyeon?” pertanyaan Kyuhyun mengundang perhatian Sooyoung. “Apa dia yang membuatmu selalu menangis sendirian, Soo?” ulang Kyuhyun, raut keseriusan—dan kekesalan—tak terpungkiri tercetak jelas di wajah tampannya.

Bodoh. Airmata Sooyoung sebagian menggumpal di pelupuknya, sekuat mungkin ditahannya agar tak tumpah lagi. Cho Kyuhyun bodoh! Berengsek! Pria itu kau! Kau, bodoh! Harus kuteriakkan berapa kali, hah?!

“Iya, dia laki-laki itu, aku mencintainya. Aku mencintai Lee Jonghyun dengan sepenuh hatiku. Sudah cukup?” penglihatan Sooyoung mengabur karena kumpulan kristal bening di ujung manik-maniknya.

Jonghyun terbelalak, kelopaknya terbuka lebar. Debaran jantungnya makin menggila. Sooyoung mencintainya?  Itu adalah keajaiban terindah dalam hidupnya. Kalimat yang hanya bisa ia impikan dalam tiap lelapnya. Sooyoung, gadis itu mengatakan itu, cinta, dengan jelas. Jonghyun sangat bahagia. Sekali pun ia tahu. Semuanya bohong.

“Kau bilang apa, Soo?” Kyuhyun menatapnya tak percaya, lalu tertawa remeh. “Kau bercanda kan?”

“Sekarang bukan waktu yang lepat untuk membuat lelucon, Kyuhyun-ssi.” desis Sooyoung sarkatis, dan detik itu pula airmatanya mengaliri pipi cabinya yang memerah. “Kau memang tak pernah mengerti aku bagaimana pun aku mengertimu. Tapi Lee-Baka melakukannya, dia mau mencoba mengerti. Tidak seperti kau.”

Cho Kyuhyun pura-pura terbatuk untuk menutupi tawanya sebab mendengar nama panggilan Sooyoung untuk Jonghyun, “Baka? Pfft—kau memanggilnya Lee-Baka?”

Sooyoung menarik napas pendek, mengusap airmatanya kasar kemudian. “Ya, memang dia pria yang kutangisi itu. Aku mencintai Jonghyun. Aku mencintai Lee Jonghyun-baka-ku.”

Baka …

Jonghyun yang otaknya standar dalam bahasa Jepang, dengan polosnya bertanya, “O-oi! Memang baka itu artinya apa?!”

PABO!” sembur Sooyoung dan Kyuhyun.

“Cuma nanya begitu masa aku dibilang ‘pabo’? Nan pabo aniya!” keukeuh Jonghyun.

Kyuhyun mengusap wajahnya memandang Sooyoung prihatin. “Soo, serius kau mencintai orang seperti dia? Yah, walaupun dia temanku, sih ….”

Sooyoung deadpan. “Tidak, aku bercanda.”

(baca, baka, bhs. Jepang, artinya pabo/bodoh)

Scene #4

 

“Adapun istilah cinta tak harus memiliki, kurasa itu bohong besar. Jika kau mencintai, maka otomatis kau ingin merasa dimiliki dan memiliki. Menghabiskan waktu dengannya, bergandengan tangan, bersamanya selama mungkin … Kau merasakannya, aku pun merasakannya. Kau mencintai Kyuhyun-hyung, tetapi ia tak pernah melihatmu. Dan, dengan bodohnya aku datang ke kehidupanmu lalu menyatakan cinta padamu. Kau pikir siapa yang paling bodoh?” jeda sejenak sebelum Jonghyun melanjutkan, dengan nada terlembut yang pernah Sooyoung dengar selama mengenal Jonghyun. “Aku tidak akan menjadikan kisah cintaku sad ending. Aku tidak mau menjadi orang ketiga. Aku ingin menjadi yang pertama untukmu. Tidak peduli hatimu ada di mana, yang jelas ragamu bersamaku.”

“Sekalipun jika aku tetap tak bisa berpaling dari Kyuhyun-oppa …,”

“Sekalipun jika kau tetap tak bisa berpaling dari Kyuhyun-hyung ….” Jonghyun mengulang kalimat Sooyoung. Penuh keseriusan yang tak terpungkiri, Sooyoung enggan menyangkalnya namun ia sungguh ingin mempercayai pria jangkung ini.

“Kau akan tetap di sampingku?”

“Aku akan tetap di sampingmu …,” mendengar jawaban itu, Sooyoung menangis dan reflek Jonghyun meraih tubuhnya ke pelukannya. Merengkuhnya penuh sayang. Sebelum ia menunduk dan mengecup lembut dahi Sooyoung, lantas membisikkan sesuatu di telinganya, “… asalkan kau beritahu aku apa arti dari ‘baka’, maka aku berjanji, Choi Sooyoung.”

Ctak! Perempatan muncul dramatis di dahi Sooyoung. “Bisakah kita melupakan saja masalah ‘apa-itu-baka’?”

“Tapi kau terus memanggilku dengan itu! Bagaimana aku bisa melupakannya? Aku bisa mati penasaran nanti!”

“kalau begitu matilah. Kau merusak suasana.”

“Choi Sooyoung beritahu aku!”

 

“Anata wa ba~ka. Baka, baka, baka.”

Scene #5

“Kemarikan tanganmu,” tanpa izin Jonghyun menarik kedua tangan Sooyoung dan menggenggamnya. Sooyoung kaget tapi ia membiarkan Jonghyun mempererat genggamannya. Ah, tetapi genggaman tangan Kyuhyun lebih nyaman, dulu. “Kita lakukan pill energy session.” Sambung Jonghyun.

“Di sini? Apa kau gila? Andwae!”

“Aish, aku sudah tidak tahan.”

“Kau ini apa-apaan? Kalau ada paparazzi bagaimana?” Sooyoung kelimpungan. Namun detik berikutnya ia merasakan genggaman tangan Jonghyun semakin nyaman, lalu Jonghyun mengayun-ayun tangannya perlahan. Jonghyun memejamkan mata.

“Menurut saja, cerewet.” Mau tak mau Sooyoung ikut memejamkan mata, masih dengan tautan tangan keduanya, berayun pelan. Jonghyun menghitung mundur dari lima, dan saat hitungan terakhir ia mengintruksi Sooyoung untuk menghembuskan nafas. Mereka melakukan itu berulang-ulang sampai sepuluh kali.

“Sepulh—huacchim!” dan, wajah Sooyoung basah oleh bersin Jonghyun. Jonghyun melotot, ia tidak bermaksud bersin hanya tiba-tiba saja hidungnya gatal jadi …, ah, pokoknya aura film thriller langsung mendirikan bulu roma Jonghyun ketika itu.

“Matilah, Lee.”

“Ma-maaf, Sooyoung-ah!”

Scene #6

“BANGSAT!” Jonghyun mengayunkan tangan kirinya yang alih-alih ingin dilayangkannya ke pipi Kyuhyun, malah dihantamkannya ke dinding, tepat di samping kepala Kyuhyun. Dengan nafas memburu ia menatap Kyuhyun  dengan dingin. “Dimana kau saat dia membutuhkan seseorang? Dimana kau saat dia selalu merasa kesepian? Dimana kau saat dia butuh dicintai? DIMANA AKU TANYA?! AKU!!! Aku yang membantunya berdiri! Aku yang mengobati lukanya! Aku yang menahan ribuan rasa sakit harus melihatnya menangis di depanku! Aku yang mati-matian berusaha mengembalikan senyumnya! Dan, sekarang kau merasa pantas mengungkapkan perasaanmu setelah semua yang terjadi? Persetan dengan semua cinta yang kau miliki untuknya, Hyung. Persetan dengan semua alasan yang kau buat untuk kembali ke hatinya. Persetan dengan semua …,” Jonghyun mencengkram erat kerah kaos Kyuhyun, bersiap melayangkan pukulannya ke sasaran yang benar.

“Hentikan!” itu suara Sooyoung. Wanita itu memandang Kyuhyun dan Jonghyun bergantian.

Seakan sadar akan yang terjadi, Jonghyun melepaskan cengkramannya, dengan perlahan membalikkan badannya dan menemukan Sooyoung yang tengah memandangnya dengan tatapan yang tidak pernah dilihat Jonghyun sebelumnya. Tatapan kecewa.

“Jadi selama ini kau tahu kalau Kyuhyun-oppa memiliki perasaan yang sama denganku?” tanya Sooyoung dengan suara tercekat. Menerima kenyataan yang tidak pernah ia kira sebelumnya.

Jonghyun tidak membalas tatapan nanar Sooyoung, ia alihkan matanya ke bawah, menunduk, mencengkram tangannya yang masih bergetar dengan tetes-tetes darah di sela jemarinya.

“Jonghyun! Jawab aku Jonghyun!”

Namun Jonghyun tak kunjung bicara.

“Lee Jonghyun!” sekali lagi.

Kali ini, perlahan Jonghyun mengangkat wajahnya dan ekspresinya sudah asdfghjjkl, “S-Soo …, tanganku … sakit … be-berdarah, Soo!”

“Eh?”

“Tadi … aku meninju dinding.”

“Siapa suruh meninju dinding!”

“Itu karena aku tidak tega meninju wajah Kyuhyun-hyung!”

“Pulang sana!”

“Soo-yah!”

Jonghyun melas. Sooyoung Sang Ratu Tega. Dan Kyuhyun hanya menjadi pendengar yang baik di menit-menit selanjutnya.

Scene #7

Klek.

Sooyoung membuka pintu, dan seorang pengantar langsung menyerahkan sebuket bunga padanya.

“Untukku?” tunjuknya pada diri sendiri, pria pengantar itu mengangguk dan tersenyum.

Pengantar barang itu kemudian menyuruh Sooyoung menandatangi surat penerimaannya sebelum pamit pergi. Sooyoung tertegun beberapa detik di tempatnya berdiri. Buket bunga itu berisi bunga cartanation yang indah, bunga kesukaannya, dan ada sebatang bunga mawar putih di tengah-tengahnya.

“Huh?” Sooyoung melihat ada surat kecil yang terselip di antara bunga-bunga cantik itu. Ia meraihnya dan mendapat sebuah amplop biru—warna kesukaannya—dengan hiasan bunga matahari di bagian atas.

Cepat-cepat ia membuka amplop itu, mengeluarkan secarik kertas, lalu membacanya.

 

Sooyoung tertegun lagi, kali ini lebih lama dari yang tadi. Hatinya seketika terenyuh setelah membaca surat pendek tersebut. Ada perasaan aneh yang menyusupi dirinya tiba-tiba, perasaan yang bisa didapatinya dalam tulisan tangan itu. Pengharapan, rasa sakit, dan … kehilangan.

“Hyun …,” gumam Sooyoung lirih. Menggenggam erat kertas itu, ia menunduk. Tanpa sadar maniknya sudah berkaca-kaca. Sooyoung tidak paham, sejak kapan ia menjadi seseorang yang melankolis seperti ini.

Jonghyun kah?

Apakah Lee Jonghyun?

Tentu saja. Memangnya siapa pria aneh yang menulis bahasa inggris saja kacau begini?

“Jangan memaksa memakai bahasa inggris kalau memang kau tidak bisa, dasar bodoh, hiks.” Lanjut Sooyoung sembari terisak.

Iklan

10 Comments Add yours

  1. chevelyyn berkata:

    YAAMPUN AKHIRNYA KAKAK NULIS LAGI AKU KANGEEENNN *peluk*

    Pertama aku mau ngakak dulu gara-gara dialog yg ini: “… asalkan kau beritahu aku apa arti dari ‘baka’, maka aku berjanji, Choi Sooyoung.” BENERAN JONGHYUN MAH NGERUSAK SUASANA LAH. PULANG AJA SANAH!

    Ini fic nya selesai, kak? Gantung ga sihhh. Aku masih pengen baca *reader banyak maunya* *udah untung dikasih bacaan*

    Tapi bagus lho kak hihihi lebih bagus lagi kalo ada lanjutannya *abaikan* mending sooyoung sm jonghyun aja drpd sm kyu mwahaha Semangat nulis ff lain kakk! 😀

    Suka

  2. febryza berkata:

    ya ampun jonghyun-aaaaaahhhh… eh ini kamu ambil dari promiscuous kan yah scene2nya yampun kalo di promiscuous jonghyunnya se baka ini mah engga bikin ceritanya jadi sedih terus menguras airmata ini mah menguras kotak ketawa hahaha ya ampun.. gapapa walaupun jonghyun kaya gitu kan tapi sooyoung tetep sayang kan hehehe aahhh jadi kangen sama jongyoung bikinin lagi fan ff jongyoung *reader gatau diri*

    Suka

  3. Vi berkata:

    Ini promiscuous versi gokil ya fan???
    Hakhakhakhakhak 😂😂😂

    Suka

  4. Kangen ….. Jonghyun merusak suasana aja deh . Emang baka sih dia . Wkwk , mau sooyoung sehun dong 🙂

    Suka

  5. Di berkata:

    Baka! kekekeke ketawa-ketawa sendiri aja waktu baca. Baca ini jadi kangen promiscuous hihihi *kemudian nagih sekuel baru* *dikemplang* suka deh. Ayo ayo Kak tulis cerita lagi aku nggak sabar nunggu nih soalnya kamu pinter banget nyusun kata-katanya terus kakak juga bikin ff couple sooyoung yang anti-mainstream sih. Selalu sukaaaa! ❤

    Suka

  6. Rizky NOviri berkata:

    astagaaah…
    jonghyun~aaaa…
    kenapa ngancurin suasana di scane-scane idaman.. ckck
    ya ampun.. baka aja kgk tau dy, belajar geh ama yonghwa.. haha
    itu lagi ‘have a nice day’ ancur bangeeeuuttt… ckck
    g bisa bayangin deh tuh d surat kata katanya macam mana.. haha
    soo pasti nangis gegara kgk ngerti.. huhu keusian.. 😀 hoho

    klo promiscious kyk gtu, gak akan galau aku.. bahahaha..
    daebak thor.. 😉

    Suka

  7. JuliaKim berkata:

    dasar jonghyun bener2 baka!! Kiran bakal berakhir sedih,ternyata pd akhirnya jonghyunlah yang menjadi penghangat suasana dengan tingkah konyolnya ^^

    Suka

  8. Zee Anggita berkata:

    yaampun lucu banget Eonni, ampe ngakak bacanya..
    bener2 gokil abizzzz..

    Suka

  9. novia berkata:

    kak boleh minta pw promiscuous part 6, gk?? ke ynovia110@gmail.com
    makasi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s