[FF] Ojou-sama no Nichijou – 05

Title: 05 – Ingatkah Kau Padaku, Lay?
Author: wufanneey
Genre: Romance, Angst
Rating: G
Pairing: Lay/Sooyoung
Requester: valen said, “Lay yang pelupa dan Sooyoung yang cheeful pasti lucu banget!” Sorry valen I’d make this for you, not a cute but some of angsty I wanna die please forgive me but soolay were so depressing than I expected \(゜ロ\)ココハドコ?
image

***

Sooyoung ingat betul pertama kali dirinya bertemu dengan Lay, ketika itu Lay merupakan pekerja di Kafe milik Kakaknya, Sooyoung tanpa sengaja menemukan dompet Lay yang tertinggal di dapur dan esoknya ia menanyakan kepada Kakaknya, “Zhang Yixing… di kartu pelajarnya. Setahun di bawahku. Memangnya Unni tidak apa-apa mempekerjakan anak di bawah umur?”

“Begitu-begitu juga dia bisa lebih dewasa darimu, tahu.” Jawab Kakaknya, Soojin. Sooyoung mempout bibirnya kemudian mendengar apa kata Soojin.

Lay memang dewasa, ternyata, dan fakta itu membuat Sooyoung luluh. Sooyoung mengaku kalau ia jatuh cinta, sebab tipe pria idealnya adalah seseorang yang dewasa, dalam banyak artian. Soojin tertawa begitu Sooyoung mengaku, mereka mulai berkencan, dan semuanya Sooyoung yang memulai. Diluar ekspetasinya bahwa ia duluan lah yang menyatakan cinta.

Tetapi pembawaan Lay yang dewasa dan dapat membimbingnya, menuju jalan, jalan yang merubah Sooyoung dari gadis sosialita menjadi gadis yang memikirkan masa depan. Tak ayal membuat Sooyoung kian terjatuh, terlalu dalam, tanpa tahu apakah ia bisa keluar dari lubang itu atau tidak. Nun pada kenyataan Sooyoung tidak mau, dan tidak bisa. Lay terlalu sempurna dan semuanya menjadi hal yang begitu nyata bagi Sooyoung. Obsesinya.

Saking tak mau berpisah dengan Lay, Sooyoung dapat memaafkan semua kesalahan lelaki itu. Telat datang ke kencan, dan melupakan hari ulang tahun Sooyoung, dan membuat Sooyoung menunggu di Namsan Tower hingga malam untuk merayakan anniversary mereka yang ke-100 hari (walau pada akhirnya, yang membuat Sooyoung hanya tersenyum pedih, Lay tidak datang karena ia bilang, ia salah menyetel kalender). Sooyoung memaafkannya, ia hanya bisa begitu, Sooyoung mengerti, Sooyoung ingin bersama Lay selamanya. Sebab Sooyoung membutuhkannya.

Mereka bersama hingga jenjang pendidikan universitas, mereka berdua kuliah di tempat yang sama dan, ketika itu Sooyoung menjadi senior Lay di kampus. Mereka menyewa sebuah apartemen sederhana dekat kampus dan tinggal bersama, di satu atap. Mereka bekerja, di samping kuliah, untuk membayar sewa apartemen, dan biaya hidup sehari-hari. Terkadang Sooyoung pulang lebih dulu lalu memasak makan malam untuk mereka berdua, terkadang pun sebaliknya. Dan Sooyoung akan merenggut tiap kali menyadari kalau masakan Lay lebih enak dari masakannya. Lay selalu memaklumi sikap kekanakan Sooyoung, dan Lay akan mengelus pipinya dan bilang, “Tidak apa-apa, sungguh, tidak apa-apa… masakanmu tetaplah kesukaanku, jangan marah ya… tidak ada gadis lain yang bisa memasakan makanan untukku kecuali kamu, Sooyoungie.”

Dan Sooyoung akan tersipu lalu Lay tidak dapat menahan diri untuk tidak menciumnya. Mereka tak tahu bagaimana jadinya bila salah satu dari mereka pergi, atau menghilang, atau melupakan, yang lainnya. Yang Sooyoung buang jauh-jauh pikiran itu dari kepalanya. Tanpa tahu….

Sampai sesuatu membuat Sooyoung tidak nyaman. Kebiasaan aneh Lay. Lay melupakan tugas dosen, sangat aneh. Lay melupakan ranselnya ketika hendak berangkat ke kampus. Lay hampir tersesat karena tak ingat jalan pulang. Lay mulai melupakan hal-hal kecil yang justru membuat Sooyoung takut.

Lay lagi-lagi, melupakan amplop cokelatnya yang selalu ia jaga baik-baik. Tak disentuh siapapun meski Sooyoung sekalipun. Rasa curiga timbul ketika amplop tersebut di depan mata, dan Sooyoung tak punya keberanian di lain hari kecuali pada kesempatan ini, yang ia pergunakan untuk melanggar.

Secarik kertas dalam amplop pemeriksan dokter pun merubah rasa was-was Sooyoung, menjadi ketakutan yang amat sangat. Lay menderita Alzheimer. Alzheimer? Sooyoung menangis. Sejak dulu. Ia tak pernah tahu. Kenapa Lay menyembunyikannya? Selama ini? Ketika Sooyoung sudah terjerumus dan tak bisa keluar dari pesonanya? Dan semua pertanyaan akan kesalahan Lay yang terdahulu, dan sekarang, pun terjawab.

Telat datang ke kencan? Atau hampir melupakan kencan kita?
Tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaku? Kau tidak sibuk kan, ketika itu,  tetapi kau lupa…
Membuatku menunggu semalaman dan kau tidak datang, kenapa tidak kau katakan bila kau memang lupa?
Kau tidak jujur, kau anggap apa aku?
Aku takut Lay, aku takut.
Aku takut, kau tahu, aku selalu merasa takut, Sooyoung menangis sendirian menunggu kepulangan Lay. Namun akankah ia pulang? Memeluknya seperti biasa dan bilang, “Aku merindukan masakanmu, dan kamu.”

Bagaimana…

Sampai kapan…

Sampai kapan ketika aku bangun tidur, kau ada di sampingku, menatapku dengan seraut wajah pias itu dan tersenyum, dan aku dengan getirnya akan menayakan padamu, “Apakah kau mengingatku? Masihkah kau mengingatku? Sampai kapan kau bisa mengingatku?”

Kau menjawab, menciumku, memeluk erat, “Aku mengingatmu. Aku masih mengingatmu. Selamanya akan mengingatmu. Jangan menangis. Aku mohon jangan menangis. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu…”

Dapatkah aku meyakininya? Sekuat mungkin untuk tidak menangis tetap saja aku tahu kau tak bisa mengucap kata ‘selamanya’ dengan begitu mudah.

“Aku juga mencintaimu.”

Sampai kapan?

“Ingatkah kau padaku, Lay?”

***

Pliz kill me now. Pliz kill me how many as u can cuz I just wanna die my tearssssss… T_T

Iklan

15 Comments Add yours

  1. chevelyyn berkata:

    Kenapa ini sedih banget kakakkkk :””( aduh ff kakak mah ga mengecewakan, keren pake bangetttt 😉 lanjut kak, semangat yaaa ;D

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Gatau aku maunya kayak gini
      Iya makasih chevelyn muah muah

      Suka

  2. Vi berkata:

    Kok yg ini sedih ya Fan ceritanya 😭

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Gatau maafin kalau soolay kepikiran yjng angstxw ~T_T~

      Suka

  3. febryza berkata:

    aaaaaakkkkhhh kenapa begini endingnya

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Tanyakan kepada rumput yang bergoyang -O-

      Suka

  4. yeni swisty berkata:

    end nya sedih.. tapi kurang nyess :/

    Suka

  5. sulisrillakkuma berkata:

    keren kak faneey T_T yixing yg telmi tiba tiba dijadiin sedih T_T kan kasian sooyoung T_T jangan sampe lay lupa napas T_T

    Suka

  6. valenmarcella berkata:

    Waaaaaaahhhh author daebak , keren , mantap , sedih jadi galau di sooyoung sama lay , semoga lay ngak lupa sama aku ya ( /? apahubungannya)
    Makasih ,kamsha hamnida , gomawo author ff nya keren , makasih udah dibikin
    Bow bow bow bow jeongmal gomawoyo ^^

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      makasih juga apresiasinya dear *^▁^*

      Suka

  7. andryani berkata:

    endingnya sad:'(
    so sweet tapi ada sedihnya juga

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      I knew, sorry ’bout that :”(

      Suka

  8. nadasooyoungstersoneelf berkata:

    seedihhh .. 😦

    Suka

  9. ismi berkata:

    Ya allah lay pikunya pke kbngetn seh. Xuh2 choi sooyoung didera kebimbngan nh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s