[FF] Lead in Love

Sookris - Dooyoon

Title: Lead in Love

Author: Fanneey Wu

Genre: Fluff

Rating: PG

Length: Drabble Collection (3.912 words /16 drabble)

Leanguae: Indonesian

Pairing: Doojoon/Gayoon, Kris/Sooyoung

Desclaimer: Plot is mine, Charas are not mine.

Author’s Note: Fanfiksi ini didedikasikan untuk boyband kesayanganku, BEAST. Karena di sini aku pakai semua lagu-lagu mereka untuk ide ceritanya.

Warning: Buat yang nggak suka Dooyoon atau Sookris, dilarang keras buat baca ini daripada menimbulkan bashing!

***

BEAST is the B2ST

 

“Yoyoy Oppadeul! Fighting!” gendang telinga Yoon Doojoon menangkap suara teriakan main rapper 4minute itu paling keras dari teman-temannya yang lain.

 

Oppa, jangan nervous! Aku tahu kau bisa!” sementara maknae mereka, Sohyun membuat kepalan di samping wajah dengan kedua tangannya. Di sampingnya Hyuna menangguk-angguk, Jiyoon mengiyakan dengan semangat dan Jihyun mengangkat jempolnya.

 

Doojoon mengacak poni Sohyun, “Hei, memangnya siapa sih yang nervous waktu Debut Stage 4minute?” tanyanya iseng diiringi kekehan. Tentu saja ia ingat betul bagaimana paniknya Sohyun tatkala debut 4minute dengan lagu Hot Issue.

 

Oppa!” gerutu Sohyun. “Itu kan beda ceritanya!”

 

“Hahahaha!”

 

“Sudah Oppa, tuh lihat yang lain sudah naik ke stage,” peringat Jihyun. Doojoon mengikuti arah pandang Jihyun dan melihat membernya sudah meninggalkannya sendiri bersama member 4minute.

 

“O, gomawoyo, Dongsaengdeul.”

 

Sebelum benar-benar naik ke atas stage menyusul para membernya, Leader Yoon itu menyempatkan diri untuk menengok ke belakang, dimana hoobaenya 4minute masih menyemangatinya untuk comeback stage BEAST kali ini. Senyum Doojoon berkendut samar ketika manik obsidian miliknya tanpa sengaja bertubrukan dengan manik diagrem milik wanita itu. Main vocal 4minute, Cube-ulzzang, Barbie dodo-sick, Heo Gayoon. Sang Heophrodite yang mencuri hatinya.

 

Memang seruan Gayoon tidak seheboh Hyuna atau Sohyun. Namun hanya dengan menatap matanya dan melihatnya tersenyum, Doojoon merasa lebih plong. Ia merasa semua akan terlewati dengan baik.

 

“BEAST is the B2ST.”

 

Bibir tipis Gayoon mengucap kalimat itu tanpa suara—kepadanya. Jadi senyum Doojoon makin melebar seiring dengan kepercayaan dirinya makin meningkat. Langkah kakinya menapak di atas stage, dan ketika lampu kerlip pentas menyadap penglihatannya, Doojoon tahu, inilah waktunya.

 

***

Mystery

 

Kris Wu tidak mengerti kenapa setiap ia melihat gerombolan gadis-gadis seniornya di agensi—sebut saja Girls’ Generation—manik elangnya selalu tertuju pada seorang saja. Sosok yang paling menjulang di antara teman-temannya. Apakah karena wanita itu punya tinggi badan yang mengimbanginya—untuk ukuran wanita? Kris tidak pernah bisa mengerti kenapa. Choi Sooyoung, wanita itu namanya. Yang katanya Cheerful Princess itu kerap kali membuatnya keheranan.

 

Sampai-sampai Luhan sering memperingatinya jika EXO dan SNSD akan tampil bersama di sebuah acara atau menjelang SM Town Concert. Seperti, “Jaga matamu, Duizhang!” atau, “Lebih baik jaga jarak dari Sooyoung-sunbaenim!” bisa juga dengan, “Jangan memperhatikannya terus, Kris!”

 

Dan, Kris pasti akan merespon ucapan itu dengan delikan singkat, atau tatapan tajam, atau sebuah gumaman, “Humph.”

 

Tentu saja yang dimaksud deer Luhan itu agar biji mata Kris tak terlalu intens memperhatikan Sooyoung. Ini aneh. Sulit dicerna. Mereka tidak kenal dekat tapi Kris merasa Sooyoung begitu menarik. Begitu menariknya hingga terlihat misterius di di matanya.

 

Sooyoung was mystery for him.

 

***

Yet

 

Hingga kini. Masih, Kris masih punya kebiasaan aneh itu. memperhatikan Sooyoung diam-diam di tiap kesempatan. Rasa penasaran itu, masih ada, sampai sekarang. Tidak berkurang malah kian bertambah.

 

Bagaimana Sooyoung tertawa, bagaimana Sooyoung berbicara, bagaimana Sooyoung berteriak, bagaimana Sooyoung makan dengan lahap, bagaimana Sooyoung melontarkan joke, dan… bagaimana cara Sooyoung melihat dirinya.

 

Ya, benar. Sooyoung melihatnya. Kali pertama Kris alami, kala itu ia sedang duduk-duduk dengan Luhan dan Xiumin di ruang latihan dan tiba-tiba saja Sooyoung menghampiri dengan senyum cerah. Mencubit pipi Xiumin dan memanggilnya Mochi dengan imut, meninju bahu Luhan saat Luhan mengatainya sok dekat dengan Xiumin, dan terakhir… menoleh pada Kris dan mereka bersitatap sekian detik.

 

“Ah, hi… Kris-ssi.”

 

Kris terlalu kaget, sampai-sampai dia lupa caranya untuk sekedar mengucapkan, “Hi.” Juga.

 

Bodoh, bukan?

 

***

Bad Girl

 

Yoon Doojoon mengernyitkan dahi sewaktu ia membaca salah satu fakta di website 4minute bahwa, “Heo Gayoon menyukai panggilan Bad Girl yang diberikan kepadanya?”

 

Itu terdengar lebih ke pernyataan, daripada pertanyaan. Dan, membuat Doojoon penasaran. Memangnya Gayoon-ku adalah bad girl?

 

Tidak bisa menahan rasa penasarannya, Doojoon lantas mengambil ponselnya dan menelepon orangnya sendiri untuk memastikan. Beberapa detik berlalu dengan suara tut berulang-ulang, di detik ke sepuluh barulah suara seorang wanita menyapanya hangat seperti biasa.

 

Yeoboseyo?”

 

“Gayoon-ah!”

 

“Ada apa meneleponku malam-malam begini, Oppa?”

 

“Apa maksudmu dengan panggilan ‘bad girl’ itu hah? Kau menyukai panggilan itu? Jadi kau benar-benar bad girl?!” tanya Doojoon memburu.

 

Membuat Heo Gayoon tak berkutik untuk memjawab pertanyaan itu pelan-pelan, dan hanya menyisakan kekesalan. “Aish… aku kira ada apa. Dasar childish, hal seperti itu saja kenapa dibawa ribet?”

 

“Itu bukan jawaban yang benar.” Hardik Doojoon, agak sebal.

 

“Kalau aku memang bad girl, kenapa?”

 

“Yah! Nona Heo!”

 

“Apa? Kau mau meninggalkanku?”

 

Eh?!

 

Doojoon terkesiap. Tidak menyangka bahwa Heo Gayoon berani bertanya begitu kepadanya. Dan bingung sekarang ia mesti menjawab apa. Atau… gengsi mengakuinya?

 

“Te-tentu saja… tidak. Sekalipun kau bad girl, aku akan tetap merindukanmu setiap waktu. Bisa mati aku karena pusing memikirkanmu. Jadi… untuk apa aku meninggalkanmu?”

 

***

Oasis

 

“Hah… lelahnya,” keluh si Happy Virus Chanyeol seraya menghempaskan tubuhnya di sofa ruang TV asrama. Memang, akhir-akhir ini EXO kebanjiran skedul dan semua tak bisa pungkiri bahwa itu banyak, sangat sangat banyak. Buktinya, Chanyeol dan Luhan yang sudah terkapar lemas.

 

Kris Wu menghela napas. Lalu duduk di samping tubuh Chanyeol yang terlentang.

 

Tiba-tiba terdengar suara lagu Girls’ Generation yang diputar, Galaxy Supernova. Chanyeol langsung melek dan bangkit, ia berjalan terseok-seok menuju asal suara. Dimana Baekhyun dan Kyungsoo tengah menonton acara yang menayangkan PV terbaru Girls’ Generation itu. Kris membuntuti Chanyeol.

 

“Wah, kalau lihat Soshi-nunadeul aku jadi tidak lelah lagi!” Chanyeol berseru dan Chen langsung menimpuknya dengan kaleng jus. “Apalagi kalau 2NE1, makin semangat aku, hahaha!”

 

“Dasar genit.” Maki Kyungsoo. Chanyeol memeletkan lidah dan Kris menjamin mereka akan berseteru tidak ada habisnya jika dilanjutkan.

 

Namun, Kris tidak peduli lagi dengan itu sekarang. Karena titik fokusnya sudah terangkut pada wanita berkaki jenjang di layar monitor dua dimensi itu. Anehnya rasa lelah luarbiasanya lupus sudah, lenyap terserap sosok mengagumkan itu.

 

Kris memang menyadari Sooyoung begitu menawan, tetapi ia tidak menyangka gadis itu bisa menjadi oasis penghilang dahaga baginya.

 

Dan, ketika jemari panjangnya menyentuh layar smartphonenya untuk mencari sebuah nama di daftar phonebook, Kris Wu tahu bahwa dirinya sudah kalah. Kalah karena menyerah. Menyerah untuk hatinya. Hatinya yang menginginkan candunya sekarang juga. Candunya akan…

 

“Uh… He-Hello, Sooyoung-ssi?”

 

“Kris-ssi?”

 

Badump. Badump. Badump.

 

“Bisakah kita… bertemu?”

 

***

Break Down

 

Mentari baru saja terbenam di ufuk barat. Dari balkon apartemen Yoon Doojoon, terlihat jelas bagaimana proses perubahan warna dari biru cerah ke jingga dan berakhir menjadi biru gelap. Bibir Doojoon berkendut mengulas senyum tipis ketika mendapati Gayoon tengah menikmati pemandangan dari balkon apartemennya.

 

Diam-diam ia melangkah menghampiri Gayoon. Menyadari bahwa udara sangat dingin dirasakan wanita itu, terlihat dari bagaimana ia memeluk tubuh dengan kedua tangannya. Hampir menggigil jika saja Doojoon tidak menyelimutinya dengan pelukan.

 

“Aku… selalu suka pemandangan di apartemenmu ini, Oppa,” Ungkap Gayoon tiba-tiba. Wanita bersurai sandy itu menyentuh punggung tangan Doojoon yang hinggap di perutnya.

 

“Kau bisa datang ke sini selama kau mau,” Doojoon tersenyum walau Gayoon tak melihatnya. “Bukankah aku sudah memberikan kunci gandanya padamu?”

 

Terdengar helaan napas Gayoon, “Justru itu… apakah aku bisa datang ke sini lagi?”

 

“Tentu bisa. Ini keuntungan juga bagiku karena tak perlu membereskan apartemen selama kau ada di sini, hahaha…” Doojoon berusaha menggurau namun Gayoon tak meresponnya. “Yah… Musun iriya?”

 

Nan… geunyang… Agensi menyuruh kita untuk putus, Oppa.”

 

“Hei, Heo Gayoon, ini bukan bulan April.” Doojoon tertawa—namun terdengar hambar. Sementara Gayoon yang sudah memprediksi situasi selanjutnya, hanya dapat tersenyum getir.

 

“Aku tahu kau akan berkata begitu,” wanita Heo itu mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Doojoon yang masih senantiasa memeluknya.

 

“Jangan main-main lagi denganku, Gayoon-ah,” tegas, Doojoon mengancam. Yeah, seperti inilah Yoon Doojoon.

 

“Tenang saja, aku tipe wanita egois dan keras kepala. Jadi, kalaupun mereka melarang, aku akan tetap melanggarnya. Mana mungkin aku meninggalkan Yoon Doojoon yang pecemburu berat ini…”

 

“Hei! Jangan coba-coba meninggalkanku. Aku serius. Atau aku akan…”

 

“Akan apa?” Doojoon tersenyum jahil dan Gayoon merasakan firasat buruk lewat senyum aneh pria itu. “Yoon Doojoon aku memperingatkanmu!”

 

“Loh, mana panggilan Oppa untukku?”

 

“Jauhkan wajahmu dulu!”

 

“Sepertinya bibirmu manis.”

 

“Mesum!”

 

***

Mastermind

 

“Kris, berhentilah berwajah melas seperti itu,” Luhan menatapi Kris setengah prihatin setengah jijik. “Kau seperti makhluk hasil perkawinan silang bule China dan kodok.” Lanjutnya jujur.

 

Rambut pirang acak-acakan dan mata berkantung. Great.

 

Yang berjuluk Duizhang Wu itu diam saja, moodnya memang down belakangan ini dan jelas saja ini gara-gara ia tak bisa melihat oasisnya, Sooyoung-nya, Happy Princessa-nya. Sooyoung dan grupnya memang sedang promosi di Jepang untuk lagu baru mereka selama beberapa minggu dan itu sungguh menyiksa Kris. Ia tidak bisa menghubungi Sooyoung karena ia tahu handphone para gadis itu pastilah diamankan—tanda kutip disita—oleh manajer mereka agar tak mengganggu keprofesionalitasan bekerja.

 

Luhan menghela napas. “Lebih baik melihatmu diam-diam menyukainya dan jadi penggemar rahasianya saja,” katanya. “Daripada kalian pacaran dan kau jadi sebegini lemasnya saat tak bisa melihat dia.”

 

Shut up, Xi Luhan.”

 

“Oke, oke. Terserah.” Luhan angkat bahu dan berlalu, meninggalkan Kris yang menyandarkan punggung pada sofa sembari memejamkan mata.

 

Pria jangkung itu meremas rambut emasnya. Oh, sinting! Choi Sooyoung berhasil mengambil alih pikiran Kris Wu sepenuhnya!

 

She was his mastermind.

 

***

Very Important You

 

“Aku suka mendengarkan lagu ini,” ungkap Yoon Doojoon sore itu. Dengan Heo Gayoon yang berjalan pelan di sampingnya. Mereka saling mengimbangi langkah. Sang hawa cantik menoleh penasaran, ia sedikit mendonggakkan kepalanya saat Doojoon menyelipkan sebelah earphone di telinganya.

 

“Aku baru dengar lagu ini,” Kata Gayoon jujur. “Ini lagu kalian, kan?”

 

Doojoon mengangguk dan berkata lagi dengan nada yang tenang, “Dengar baik-baik liriknya, kau akan suka…” Doojoon meyakinkan, “Ini isi hatiku.” Sepertinya pelajaran menggobal yang ditirunya dari Junhyung beberapa waktu lalu akan berguna bagi Doojoon.

 

Gayoon tak mau melihat wajah Doojoon karena pasti itu akan membuatnya menciut. Ia akui Doojoon tidak cukup romantis untuk seorang menjadi pacar walaupun fakta mengatakan bahwa para wanita menjadikannya lelaki idaman, The National Boyfriend. Lagipula, pria ini juga tak begitu hebat untuk dapat dibanggakan di depan para member 4minute.

 

Doojoon itu jahil, berantakan, tempramental, pecemburu, tidak romantis, dan yang terpenting dan paling menyebalkan adalah… disukai banyak wanita.

 

Tetapi, ketika Gayoon mendengar lantunan lagu itu…

 

“Dasar gombal,” Gayoon mencibir. Tuh, kan, benar.

 

“Tapi kau suka, kan?” goda Doojoon.

 

“Siapa bilang? Ini membuatku malu, tahu!” runtuk Gayoon menggebu-gebu.

 

Tawa Doojoon meledak. Gayoon mengulum senyum di bibirnya sejenak sebelum konsentrasinya kembali pada lagu beat yang konstan mengalun itu…

 

I love you, you, you.

My beautiful my girl, you.

 

“Berhenti tertawa, Yoon Doojoon!” Gayoon memberi dada bidang Doojoon pukulan-pukulan manja yang tak berefek sama sekali, malah membuat Doojoon semakin gemas. Gayoon menggerutu lagi, namun terlihat semakin manis di mata Doojoon, “De-dengarkan aku dulu! Maksudku… aku malu. Tanpa harus kau bersikap sok romatis begini, aku akan tetap menyukaimu, Yoon Doojoon! Yah—jangan tertawa terus!”

 

***

Breath

 

“Kau tidak apa-apa, kan?” tanya Choi Sooyoung cemas. Hawa cantik itu meletakkan sejenak buah apel yang tengah dikupasnya, untuk menempelkan punggung tangannya di dahi sang adam. Nyaris mengikis jarak wajah antara keduanya.

 

Muka Kris pucat. Itulah yang terlihat oleh Sooyoung. Apalagi warna kulit pria itu memang seputih salju, dan sekarang ia terlihat pucat? Bagaimana Sooyoung tidak menyebutnya vampir jika begitu?

 

“Tidak,” jawab Kris lemas. “Aku tidak baik-baik saja.”

 

Mendengar itu, Sooyoung mengangkat sebelah alisnya. “Kau sakit kan… kenapa tidak bilang dari awal. Kau membuat semua membermu khawatir, termasuk aku.” Jelas Sooyoung seraya melanjutkan pekerjaannya mengupaskan apel untuk Kris.

 

“Aku tidak baik-baik saja selama kau jauh dariku,” ucap Kris lagi—menyambung kalimatnya yang terpotong tadi. “Tapi napasku sesak tiap kali kau berada di dekatku. Kau membuatku bingung.”

 

“Wufan, apa yang kau bicarakan?” hawa brunette itu dibuat Kris terheran-heran. Ia menurunkan tangannya dari dahi Kris, namun lelaki berdarah China-Kanada itu malah menariknya, menuntunnya untuk menyentuh dada Kris. Membuat Sooyoung terlonjak kaget dengan mata membelo. “Wha-what are you doing?!”

 

Just listen, Choi. Listen it carefully.” Pinta Kris—jika kita tidak bisa menyebutnya memohon. Manik elangnya berhasil mengunci tatapan Sooyoung, berikut dengan tubuh wanita itu yang juga membeku.

 

Dan, detik berikutnya Choi Sooyoung menjadi salah tingkah kala mendengar degupan jantung Kris yang menggila di bawah kulitnya—ia merasakannya jelas lewat sentuhan telapak tangan.

 

Masih dengan telapak tangannya berada di atas dada Kris, pria itu menanyainya lagi, “Kau mengerti sekarang?”

 

“Apa sih? Kau tidak apa-apa kok! Dasar aneh,” Sooyoung memalingkan mukanya, terlihat jelas wanita itu berusaha menyembunyikan rona merahnya dari Kris. Namun sayang, Kris yang beruntung sekilas melihatnya dan kini pria itu tengah menahan tawa.

 

Blush! Dan rona merah itu menjalar hingga cuping telinga Sooyoung.

 

“Aku tahu aku mempesona. Tapi tidak seharusnya seorang pria menatapi seorang wanita seperti itu, Kris.”

 

“Aku menatap apelnya. Sepertinya enak.”

 

“Kalau begitu makan saja.”

 

“Aku sedang sakit. Bisakah kau menyuapiku?”

 

“Ish, baiklah. Dasar manja.”

 

“Dengan mulutmu—Mwump! Khoi Khuyoung akkhhh! Yah aku hampir tersedak!”

 

***

Easy

 

“Kau tidak akan meminta sesuatu dariku?” pria atletis bermarga Yoon itu menanyai sang pacar yang berjalan seraya menjilati es krim di sampingnya. Sepasang kekasih itu tengah menikmati kencan rahasia mereka dengan penyamaran ala artis kpop di sebuah Mall di kawasan Gangnam.

 

“Tidak perlu, aku sudah punya semua.” Tolak Heo Gayoon halus.

 

“Ini berbeda… kau belum pernah mendapatkan hadiah dariku kan, Gayoon-ah?”

 

“Tapi aku benar-benar tidak akan meminta apapun darimu,” Gayoon tersenyum setelah menghabiskan es krimnya. Ia menatap Doojoon, meyakinkannya dan berkata, “Cukup dengan menghabiskan waktu berdua. Ini sudah menyenangkan.”

 

Langkah Doojoon terhenti sejenak. Membuat langkah Gayoon juga terhambat. “Aku punya sesuatu yang bagus.”

 

“Hm?” Gayoon memiringkan kepalanya mengikuti arah pandang sang kekasih, Yoon Doojoon yang kini tengah menyeringai melihat mesin koin pengambil boneka-boneka lucu.

 

“Kau mau aku mengambilkan salah satu dari mereka untukmu?” tawar Doojoon dengan alis naik-turun, Gayoon tertawa sembari mengiyakan. Gayoon berkata kalau ia meragukan kemampuan Doojoon tapi pria itu malah semakin optimis akan mendapatkan sebuah boneka.

 

Gayoon membuntuti Doojoon yang dengan semangat membeli beberapa koin untuk dimainkannya di mesin pengambil boneka itu. Doojoon mengincar boneka elmo merah karena Gayoon menginginkan yang itu. Dan… hap! Hanya dengan tiga kali percobaan boneka itu berhasil di tangan.

 

“Soal begini sih mudah,” cetus Doojoon bangga. Gayoon tersenyum lebar sembari memeluk erat boneka elmo hasil jerih payah Doojoon.

 

“Keberuntungan, yah?” kikik Gayoon dan Doojoon spontan melotot. “Oke-oke, kau memang hebat, Tuan Yoon.”

 

“Hahaha. Ini belum seberapa, Nona Heo,” Tuan Yoon lantas merangkul pundak Nona Heo dan mengecup bibirnya berulang-ulang. Pipi tirus Heo Gayoon sukses memerah karena ciuman mengejutkan Doojoon. “Dibandingkan dengan perjuanganku mendapatkan hatimu, perjuanganku mendapatkan boneka itu jauh lebih mudah.”

 

***

Shock

 

Choi Sooyoung tergesa-gesa merapikan tatanan rambut dan make-upnya di depan cermin di kamarnya, dengan Jessica yang menatapnya keheranan. “Kau mau kemana sih, malam-malam begini?” Jessica melirik jarum jam di nakas yang menunjuk pada angka 10.

 

“Uh… makan malam.” Jawab Sooyoung enggan, sembari memakai mantel birunya hadiah natal dari Yoona tahun lalu.

 

Jessica sontak mengulum senyum menggoda seolah berkata, “Aku tahu, Choi.”

 

“Jangan buat kehebohan, Sica, please.”

 

“Oh, tidak-tidak. Tentu tidak, Sooyoungie sayang…,” ucapnya menggantung. “Tapi semua harus ada tutup mulutnya, Kris kan kaya. Kekeke.” Si blonde Jung kelahiran San Fransisco itu terkekeh menggodai roommatenya.

 

“Matre!” sontak Sooyoung melemparkan bantal pada Jessica sebelum ia melengos pergi, untungnya Jessica sempat mengelak serangan tiba-tiba itu.

 

Klek.

 

Sooyoung menutup pintu perlahan, berusaha agar member lainnya tidak terbangun di hari selarut ini. Dan soal makan malam, bukannya apa-apa, ia dan Kris memang sengaja untuk memilih jam semalam ini. Selain menghindari fans dan paparazzi, juga restoran akan sepi di jam ini.

 

Ketika Sooyoung menoleh ke samping kanan dan kiri untuk memeriksa keberadaan Kris yang—katanya—sudah berada di depan asramanya sedari tadi, bibirnya tiba-tiba saja menyentuh sesuatu yang lembut dan… dingin.

 

Cup!

 

Pria yang dicarinya menyeringai kecil setelah menyudahi kecupan singkatnya. “You look beautiful tonight. As always.”

 

Bibirnya! Baru saja dicium? Oleh Kris?! Sooyoung merasa wajahnya terbakar, panasnya menjalar hingga daun-daun telinganya. “Kau… kau membuatku kaget, Wufan!”

 

***

Lightless

 

“Gawat, Oppa!” panik Heo Gayoon setibanya mereka di depan gerbang asrama kediaman 4minute. Walau Yoon Doojoon yang duduk di kursi kemudi masih berlagak tenang seolah semua terkendali.

 

“Tenang, Gayoon. Tenang…”

 

“Ba-bagaimana bisa?” Gayoon menatap nanar bangunan di depannya dari kaca jendela mobil. Dimana lampunya masih menyala utuh tanda manusia-manusia yang tinggal di sana masih terjaga. “Lampunya masih menyala! Itu artinya mereka belum tidur! Astaga, apa mereka menungguku?”

 

“Kau berlebihan, Gayoon-ah.” Doojoon keluar dari mobil dan menghampiri satpam jaga untuk memintanya membukakan pintu gerbang. Sedangkan Gayoon menunggu di dalam mobil harap-harap cemas sampai Doojoon kembali dan melajukan mobil ke pekarangan asrama.

 

“Mau masuk sekarang?” tanya Doojoon karena Gayoon tak kunjung bergerak walau mobil sudah berhenti sedari tadi.

 

Gayoon menggeleng ragu, “Sebentar lagi…”

 

“Mau kutemani?”

 

Op-oppa…,” hawa cantik itu tampak kacau. Ia menatap Doojoon dengan maniknya yang berkaca-kaca. “Bagaimana jika ada Manager-oppa di dalam? Dia akan memarahiku habis-habisan! Kita terlalu lama berkencan, Oppa!”

 

“Astaga, jadi kau terlihat kacau karena itu? Apa kau tidak senang dengan waktu yang kita habiskan berdua tadi?”

 

Igeon anira…”

 

Geurigo mwo?”

 

“Aku hanya cemas saja…” lirih Gayoon lemas. Meski nada suaranya kian memelan naum Doojoon masih sanggup mendengarnya.

 

“Ya ampun…” Doojoon menghela napas dan membawa tubuh Gayoon ke pelukannya. Membiarkan wanita itu menyandarkan kepala di dadanya. Doojoon pun mengelusi lembaran surai Gayoon yang bergelombang. “Besok kau masih bisa bertemu lagi denganku kok, tenang saja.”

 

***

Special

 

Kris Wu menumpukan sikut tangannya di atas meja makan yang sudah kosong, menopang wajahnya agar lebih leluasa memandangi Choi Tercintanya. Setelah beberapa sekon, si China-Kanada bertanya, “Mau main ice skating?”

 

Sang hawa yang dipandangi sekian lama lantas menggeleng penuh, lalu menarik tangan Kris dan menuntunnya untuk berdiri. “Tidak, kau harus istirahat, Wufan.”

 

“Tapi kapan lagi aku mempunyai waktu denganmu?” ujar Kris mengiba.

 

“Aku bilang tidak, Wu Yifan. Antar aku pulang sekarang atau Manager-oppa tidak membolehkanmu mengajakku pergi lagi.” Sooyoung bersikukuh menarik tangan Kris yang lebih besar darinya.

 

Mungkin ini resiko juga berpacaran dengan Leader bertopeng bocah lima tahun seperti Kris. Walau Kris kadangkala berpayungkan keperfeksionisan tingkat tinggi, namun ada kalanya keputusan finalnya tak dapat diganggu gugat, dimana hal yang dmauinya harus dilaksanakan. Tidak bisa, tidak boleh ada penolakan. Semua diatur dalam buku aturan besar Leader EXO-M tersebut.

 

Choi Sooyoung menghela napas menyerah. “But, Kris…”

 

Please, Soo.” Kris memohon dan wajahnya sungguh membuat Sooyoung ingin tertawa. Bagaimana bisa sosok dandy dan gentleman seperti Kris berubah 180° menjadi manja dan egois di bawah pesonanya?

 

No, not now, Wufan.” Sooyoung menggeleng, dan menggeleng lagi.

 

“Baiklah. Tapi berikan aku sesuatu yang spesial di makan malam pertama kita hari ini. Baru aku akan mengantarkanmu pulang dan memimpikanmu dengan tenang.”

 

Sooyoung berdecak singkat, namun ia mengaku tidak bisa menolak permintaan pacarnya itu. Hawa cantik itu kian mendekat agar mempermudah menempatkan tangannya ke belakang leher Kris. Seakan mendapat sinyal positif, maka Kris melingkarkan tangannya di pinggang kecil Sooyoung dan bersiap melakukan langkah selanjutnya.

 

Kris menunduk sedangkan Sooyoung menengadah. Ini pertamakalinya dalam ciuman mereka, dan Sooyoung yang memulainya. Waktu berjalan satu menit namun Kris semakin memperdalam ciumannya—pria memang mudah sekali mengambil kendali, yah?

 

“Mmmh… Kris… humph… mmhh…” Kris berhenti meraup bibir penuh Sooyoung ketika mendengar desahan Sooyoung. Bisa gawat jika ini terus berlanjut, pikirnya.

 

“Maaf, apa aku terlalu kasar?” ibu jari Kris terangkat, mengusapi bibir Sooyoung yang belepotan lipstick dan saliva mereka.

 

“Haa… haa… kau… sungguh—astaga!” masih bersusah payah mengatur napasnya, Sooyoung memandang Kris galak, “Bawa aku pulang sekarang! Kau mesum!”

 

***

I Like You The Best

 

Oppa, kau menyukaiku karena apa?” tanya Heo Gayoon suatu hari ketika dirinya dan kekasih tersayang tengah duduk-duduk berdua di Cube Cafe. Sebuah kafe yang biasa disinggahi oleh para artis, manager, dan staff Cube Entertaiment lainnya.

 

Sembari menyeruput Macchiatonya, Doojoon berpikir sejenak. “Kau cantik?”

 

“Itu pertanyaan?” Gayoon tampak tidak puas mendengar jawaban itu. Bibir kecilnya mengerucut lucu dan Doojoon mati-matian menahan diri untuk tidak menciumnya saat itu juga.

 

“Ah… tidak tahu. Tiba-tiba saja aku menyukaimu,” jawab Doojoon akhirnya. “Eh, memangnya suka itu butuh alasan?”

 

Mwoga? Jawaban macam apa itu? Hish!” Gayoon mencibir dengan cherry pink mungil yang terpout lucu. “Tentu saja, rasa suka timbul karena sesuatu kan? Mana ada orang tiba-tiba suka.”

 

“Jadi, kau maunya aku menjawab apa, hm?” tanya Doojoon menggoda. Ia memberi Gayoon senyum melelehkan yang sanggup melemaskan lutut setiap wanita yang melihatnya. Sayangnya justru senyum itu kurang mempan terhadap Nona Heo tersayangnya.

 

“Karena aku cantik, suaraku sangat indah, selera fashionku tidak ada tandingannya, aku baik hati, aku seperti malaikat, aku membuatmu bahagia, aku membuatmu bangga, aku tak tergantikan, aku berbeda dari wanita lain, aku wanita paling berharga, aku segala-galanya, aku yang terbaik dari semua wanita…”

 

“Yah! Heo Gayoon! Cukup!”

 

“Loh? Kenapa kau marah?”

 

“Uh, aku marah karena jawabanmu benar semua,” si marga Yoon mengulum senyum simpul, lalu menyambung kalimatnya, “Harusnya aku yang mengucapkan semua itu untukmu.”

 

Manik diagrem wanita itu membulat. Pipinya memerah dan dia tahu bahwa Yoon Doojoon berhasil menaklukkan kenarsisan Heo Gayoon untuk ke sekian kali.

 

I like you the best too, Doojoon-oppa.

 

***

Beautiful

 

Sooyoung pernah membaca di sebuah situs, bahwa Kris pernah dipasangkan dengan beberapa female-idol selain dirinya. Dan yang membuatnya tidak suka adalah, beberapa female-idol diantaranya adalah rekan satu grupnya yang jelas-jelas tahu ia berpacaran dengan Kris. Jujur Sooyoung cemburu. Namun bukankah itu hanya pendapat fans?

 

“Apa kau mencintaiku?” tanya Sooyoung suatu ketika, kala ia dan Kris sedang makan siang bersama di kafetaria gedung SM.

 

“Kenapa kau bertanya begitu?” si Wu tampan balik bertanya.

 

Ditatap Kris seperti itu, Sooyoung salah tingkah. Sebenarnya, ia juga tidak tahu apa maksud pertanyaannya tadi. Dan sekarang ia jadi bingung sendiri mengutarakannya. “Hanya saja… Maksudku… tidak ada alasan untukmu menyukaiku. Aku tidak secantik Yoona, aku tidak seseksi Yuri, aku tidak semanis Seohyun, suaraku juga tidak seindah Taeyeon.”

 

Kris tertawa lepas sebelum mengusapi puncak kepala Sooyoung penuh sayang. Ia berkata setengah mengejek, “Lelucon payah.”

 

“Aku tidak bercanda…”

 

“Hei, dengar aku,” suara bass itu, yang selalu difavoritkan Sooyoung. Kris menangkup pipi Sooyoung dengan kedua tangannya. Dihujamnya sang Choi Tercinta dengan tatapan dalam namun lembut. “Aku tidak setampan Visual Super Junior, suaraku tidak seindah Maknae Super Junior, aku tidak segentle Yunho-oppamu, tubuhku juga tidak seperfect Max Changmin-sunbae. Sekarang jika aku tanya, apa alasanmu menyukaiku, apakah kau bisa menjawabnya?”

 

Sooyoung tertegun. Ia merasa bodoh karena tidak pernah berpikir sejauh itu. “Aku tidak tahu…”

 

“Suaramu indah. Kau cantik. Kau sangat sangat cantik dimataku tanpa harus orang lain tahu. Kau sempurna. Tapi bukan karena itu aku menyukaimu. Aku menyukaimu karena kau adalah Choi Sooyoung. Sekalipun suaramu jelek, kau tidak cantik, ataupun tidak sempurna, tidak masalah bagiku, karena kau adalah Choi Sooyoung—wait, Baby, why are you crying?”

 

***

Say No

 

Wanita cantik itu meringis kecil tatkala melihat adegan suatu drama di layar televisi. Wanita yang diketahui lebih lanjut bernama Heo Gayoon itu mendumal tidak jelas setelahnya, membuat pacarnya yang tengah makan puding di sampingnya mengangkat alis. Ya, Gayoon dan Doojoon memang sedang menghabiskan waktu berdua di apartemen Doojoon, lebih tepatnya di ruang tengah, lebih tepatnya di karpet merah lembutnya.

 

“Bisakah kau berkata tidak untuk adegan yang itu?” tanya Gayoon geram.

 

“Yang mana?” Doojoon bertanya balik.

 

“Pura-pura bodoh, ya?” sang Heophrodite menghembuskan napas ngilu. “Kiss scene yang terakhir.” Setengah hati ia mengucap kalimat itu.

 

Doojoon meletakkan pudingnya di meja, tiba-tiba saja napsu makannya hilang karena pertanyaan aneh Nona Heo Tersayangnya. “Kau tahu, Gayoon-ah. Adegan itu, aku sudah meminta yang paling ringan kepada Sutradara dan Produser, dan tidak ada yang lebih ringan dari itu. Tidak adakah komentar lain selain ini?”

 

“Oke, aktingmu bagus. Aku harus banyak belajar darimu,” puji Gayoon tulus. Doojoon mengulum senyum. “Tapi kau membuatku cemburu.”

 

“Wah, wah. Sekarang siapa yang childish di sini sementara kau pernah mengataiku childish?” Doojoon terkekeh.

 

“Aku belum pernah mengataimu childish!” kelit Gayoon.

 

“Mau aku yang mengingatkanmu, hah? Sewaktu aku menanyaimu perihal julukan bad girl itu?” Yoon Doojoon mencubit kedua pipi Gayoon gemas. Gayoon mempout bibirnya. “Lizzy dan Gain-sunbaenim menciumku, bukan berarti aku menyukainya. Lagipula itu hanya sekali.”

 

Gayoon memicingkan matanya sejenak, kemudian memandang Doojoon penuh maksud. “Biarkan aku menghapusnya untukmu.”

 

Doojoon hanya tersenyum kecil sebelum Gayoon mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan cherrynya pada apple Doojoon. Manis. Keduanya memejamkan mata menikmati ciuman ringan mereka.

 

“Pokoknya… aku tidak mau melihatmu berciuman dengan wanita lain selain denganku,” tuntut Gayoon setelah beberapa detik mereka berciuman. “Sekalipun itu untuk Drama, atau CF, atau fanservice! Pokoknya jangan lagi!”

 

“Ayay, Miss!” kikik Doojoon geli seraya bergaya hormat ala pelaut. Lantas Doojoon menggapai belakang kepala Gayoon dan menciumnya lebih dalam lagi. Lagi, dan lagi.

 

***

A/N (lagi): Maaf gaje, gak ngefeel, kependekan, buntu ide, gak nyambung sama judul, banyak tipo, dan segala kekurangan lainnya. Tapi mohon dihargai yah… karena bagaimanapun ini karyaku.

Dan untuk Drabble Collection selanjutnya, Insya Allah maincastnya member BEAST lagi. Pairingnya bisa jadi [?] Hyunseung/Hyuna dan Gikwang/Jihyun. EXITED? (NOOOO~) me: T___T

Iklan

24 Comments Add yours

  1. febryza berkata:

    ini so sweet bgt deh drabble-drabblenya….

    Suka

  2. Anna Choi berkata:

    Jadi ikutan suka sama gayoon-dojoon xD
    Drabblenya semua keren, so sweet lagi :3
    Fufufu………

    Suka

  3. Rara_Panda berkata:

    Keren keren keren,,
    Kris ternyata mesum jga,
    Nggak ngebayangin Kris yg manja 😀

    Maaf kalo yg di baca cma part nya Sookris doang, abis aku nggak begitu tau ama couple satunya 😀

    Suka

  4. kenianurasha berkata:

    keren bgt kak!^^
    aaa pengen yang sookris lagi

    Suka

  5. xzahrana berkata:

    woooow fanneey finally you’re back!

    drabblenya bagus… ga tanggung2 langsung banyak hehe. plus, ada gayoon-doojoon! mereka lucu banget T.T

    thanks for the story, fanneey!

    Suka

  6. soobeautifulchoi berkata:

    wah keren banget~~
    terutama sookris♥
    ak benar2 suka deh sma cerita yg ini♥

    Suka

  7. nadigoo berkata:

    daebak cerita sookris nya ^^

    Suka

  8. limminyoung berkata:

    aish… semua so sweet banget thor!!
    makin cinta sama mereka

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      mereka? Sookris atau Dooyoon? hehehe

      Suka

  9. shin hyun young berkata:

    Suka.. Sma drabble’a .. 2 cerita yg beda tpi sma2 manis.. Buat lagi yah tpi yg ada sooyoung’a..

    Suka

  10. tieeww caiiankk berkata:

    kata katanya kriiss bikin melting !!
    :*
    sukkkaaaa bgttt lahh..
    sookriisss ay lap yuu.. kkee~~
    d tunggu ff sweett sookriss laindnya

    Suka

  11. rifqoh wafiyyah berkata:

    Maaf aku baca’a pair sookris aja…:)
    Klu dooyoon aku bca dkit doang soal’a gak trlalu tau tntng mreka..
    Sweet drabble’a sookris…:)
    Daebak…. ^ ^

    Suka

  12. hananhee berkata:

    Oke, gua memang nggk nge-ship Doojun/Gayoong.. tapi suwer! Keren bget!!!!!!

    Selain SooKris yg emang dibuat kece ama pani, yg DoojunGayoung juga kejheh *-*
    Likelikelikelike it!!!! Apa lagi ending dua-duanya yg memang kerren!!!! *-*

    Suka

  13. ymshtemi berkata:

    so sweet bgt drabblenya… SooKris romantis, doojoon-gayoon juga *-*

    Suka

  14. syaffinhumaira berkata:

    daeeebaaakkk!! author eon fanney selalu bikin ff yang daebak daebak sumpahh._.
    lanjutin, nice ff thorrrr ^^~

    Suka

  15. kerennn bangett kakkkk mereka semua cocokkk sampe gak tau mau komen macam apa lagiii satu kata deh. DAEBAKK. ^^

    Suka

  16. chakyuyoungster berkata:

    Crita” yg cukup menghibur nih 😀
    bagus” aku suka -,-
    cma rada kurang srek sih kalo maincastnya gk ada soo nya 😀
    terus berkarya
    Fighting

    Suka

  17. Ah sumpah manis banget. Sookris make me crazy. Walaupun aku tau sooyoung udah punya kyungho tapi tetep aja aku fangirling over sookris:’D lanjutkan fanneey(?)

    Suka

  18. Fantasy Purple berkata:

    Berharap ada cinta segitiganya Doojoon-Sooyoung-Kris -__- Tapi gak mungkin, secara ini cerita pasangan masing-masing. Btw, jadi kangen Kris gege 😥 Selaku ninjas, masih belum ikhlas kalau Kris keluar dari EXO 😥

    Ceritanya sama-sama manis (?) Suka gaya bahasanya, enak dibaca. Cerita buatan Fanneey emang selalu bikin gregetan >,< Daebak, daebak! Ditunggu karya2 lainnya. Fighting!!! 🙂

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Tidak hati ini tidak kuat membayangkan Doojoon-Sooyoung-Kris tidaaaak /lebay/
      Ohokkk dipuji mulu nih aku jadi terbang untung ada genteng

      Suka

  19. tyasyasyaaaa berkata:

    kereeeeennn><

    Suka

  20. yuki-chan berkata:

    Wahhh. Sweet banget krisnya

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Thankseu ih padahal keknya cheesy banget

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s