[FF] Sun, Flower, and Winter – Chapter 01

Sun, Flower, and Winter

Title: Sun, Flower, and Winter

Author: wufanneey

Genre: Drama

Length: Series

Rating: PG-17

Leangue: Indonesian

Pairing: Jonghyun/Sooyoung, Kris/Sooyoung

Summary: Jonghyun berusaha membuat Sooyoung melupakan cinta pertamanya. Tetapi disaat Sooyoung sudah mencintainya terlalu dalam, ia justru tak dapat mempertahankan janji yang pernah dibuatnya.

Desclaimer: Choi Sooyoung is mine! #ditabokSooyoungster

***

Chapter 01

 

Mentari sudah merayap naik, namun gadis itu masih enggan membuka matanya. Kendati kicau para burung sudah bersahut-sahutan di luar sana, ia masih ingin terlelap lebih lama. Alasannya adalah, kemarin malam ia terlalu banyak membaca buku Sejarah yang tebalnya 5cm sampai-sampai lupa waktu. Alhasil, tidur terlalu malam.

 

Memejamkan mata lebih rileks lagi. Ia kembali merapatkan selimut membalut tubuhnya, lalu menenggelamkan kepalanya di balik bantal empuk.

 

Kring! Kring!

 

Kesabarannya habis tatkala nada dering jam wekernya membuat kebisingan di pagi buta. “Baik, baik, aku bangun sekarang!” tukasnya setelah mematikan alarm jam.

 

Lantas gadis itu membuka lebar jendelanya, menerima hembusan angin pagi yang segar, dan mengerjapkan mata beberapa kali sebelum, “SELAMAT PAGI!” berteriak lantang ke luar jendela—rutinitasnya setiap pagi.

 

“Pagi, Nona Sooyoung.” Seorang tukang kebun membalas sapaannya dari bawah.

 

Sooyoung tersenyum riang dan melambai padanya. “Selamat bekerja, Seo-ahjussi.”

 

Choi Sooyoung. Seorang gadis berusia 18 tahun, bersekolah karena beasiswa dari St. Shinhwa, sekolah ternama untuk orang-orang kaya. Beruntunglah seorang Nona Choi dari keluarga sederhana ini memiliki kepintaran di atas rata-rata, sehingga mendapat beasiswa.

 

Setelah melakukan sedikit pemanasan—berteriak dan perenggangan tubuh, Sooyoung mengambil handuk dan melesat ke kamar mandi. Bersiap untuk runititas lainnya yang—semoga saja—tidak membosankan. Berangkat sekolah.

 

***

 

“Pagi Soojin, Umma, Appa.” Sooyoung menuruni tangga seraya menyandang tas sekolahnya. Dia langsung duduk di meja makan dan mengambil dua lembar roti tawar, mengolesnya dengan selai kacang lalu menggigitnya.

 

“Berangkat bersama Yoona lagi hari ini?” Moon Soohee berbasa-basi pada putrinya. Choi Jungnam suaminya tengah membaca koran sambil sesekali meminum teh hangat, duduk di samping Soohee.

 

Sooyoung menggeleng, “Anieyo. Aku naik bus saja.”

 

“Sendirian? Kamu tidak takut, Youngie-ah? Apa Seo-ahjussi perlu mengantarmu?” tanya Soohee berturut-turut.

 

Umma, tolong berhenti. Sooyoung sudah 18 tahun sekarang.” Choi Soojin memutar bola matanya, dia adalah Kakak perempuan Sooyoung yang sudah berkuliah, umurnya terpaut empat tahun dengan Sooyoung.

 

Sooyoung mengangguk penuh, “Soojin benar, aku baik-baik saja, kok. Selama…”

 

“Selama apa, sayang?”

 

“Selama ada Suri! Yeay!” Sooyoung menangkap tubuh Suri—anjing mungil peliharaannya—yang tiba-tiba melompat ke pangkuannya. Anjing berbulu putih lebat itu menggonggong kegirangan di pelukan Sooyoung, Sooyoung tertawa-tawa melihatnya.

 

Soohee terkaget dan panik, dia menutup-nutup hidungnya dengan serbet. “Sooyoung-ah, jauhkan dia dari meja makan!”

 

Sooyoung dan Soojin berpandangan, lalu tertawa bersama. “Kenapa? Suri kan imut Umma, sepertiku. Benar kan, Suri-chan? Muah!” Sooyoung mencium bulu anjing itu. Soojin ikut mengelusinya bulu Suri karena gemas.

 

Sementara Ibu mereka hampir kehabisan napas karena menutup hidungnya, Choi Jungnam menatap kedua putrinya galak—bergantian, “Kalian lupa Umma kalian alergi bau anjing? Cepat jauhkan Suri darinya!”

 

Sooyoung dan Soojin tertawa lagi, “Baiklah, baiklah… kita mainnya pulang sekolah nanti ya, Suri-chan? Eh tunggu… aish tidak bisa, aku ada janji dengan Jihyun. Hari minggu saja ya, aku akan mengajakmu jalan-jalan ke taman.”

 

Anjing manis itu menggonggong seolah mengerti. Sooyoung menciumnya sekali lagi sebelum beranjak dari kursinya, mengecup Umma dan Appa bergantian, lalu pamit pergi duluan.

 

***

 

St. Shinhwa, sekolah yang terkenal karena dihuni oleh orang-orang kaya. Terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama untuk murid kelas tiga yang akan segera lulus, lantai kedua untuk murid kelas dua, lantai ketiga sekaligus yang teratas, untuk murid kelas satu. Sooyoung sendiri menempati lantai dua, dekat dengan kafetaria. Gedungnya berbentuk L, dengan lapangan sepak bola di depannya, lapangan basket di dalam ruangan, dan kolam renang di paling belakang gedung. Di sebelah areal kolam renang adalah taman bagi murid-murid, biasanya dijadikan tempat nongkrong atau bersantai.

 

Selain itu, ada aula serbaguna di gedung Shinhwa, biasanya dipakai untuk penyambutan orang penting atau perayaan atas sesuatu.

 

Sooyoung mengembangkan senyumnya saat dia melewati koridor sekolah, hendak menaiki tangga. Itu karena ada beberapa Sunbae yang ia kenal menyapanya. “Annyeong, Sunbae.” Dan, membalas sapaan seperti biasa.

 

Ekhem. Bisa dibilang, Choi Sooyoung cukup terkenal di kalangan kakak kelas. Terutama anak-anak OSIS dan sesama penyandang beasiswa. Padahal Sooyoung sendiri bukan anggota OSIS, tapi jangan heran, itu semua berkat sosoknya yang banyak dikagumi.

 

Sesampainya di lantai dua, Sooyoung melihat dua orang siswa berada di depan kelasnya. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu. Tapi anehnya, kenapa pandangan mereka mengarah padanya? Sooyoung tidak mengenali siapa mereka. Tapi dari wajahnya sepertinya bukan anak-anak nakal. Ah, kebetulan ada satu orang yang dikenalnya, Lee Gikwang.

 

Sooyoung mempertegas langkahnya menghampiri mereka—atau menuju kelasnya. Salah satu dari mereka menyenggol lengan yang lainnya saat ia semakin dekat, seperti sengaja menanti kedatangannya. Atau hanya perasaannya saja?

 

Sooyoung menarik napas.

 

“Selamat pagi, Gikwang-ah.” Ia memang tipikal gadis yang ramah, jika ia mengenal orang itu, tidak ada salahnya untuk menyapa, kan?

 

Gikwang menganggukkan kepalanya dan tersenyum—senyum khas yang membuat matanya menjadi garis lurus. “Pagi, Sooyoung-ah.” Masih belum berhenti menyenggol lengan seseorang yang ada di sebelahnya.

 

“Sedang apa di sini? Bukankah kelas 2-C di sebelah sana? Itu kelasmu, kan?”

 

Geunyang… Ah, aku sedang menunggu seseorang, hehe.”

 

“Siapa?”

 

Gikwang menaruh telunjuk di bibirnya. “Rahasia.”

 

“Um, kalau begitu aku masuk duluan, ya.”

 

Belum juga memasuki kelasnya, suara Gikwang yang memanggilnya membuat Sooyoung berhenti melangkah. Sooyoung menoleh dan melihat Gikwang tengah mencekal tangan seseorang yang daritadi bersamanya.

 

“Sooyoung-ah, sebenarnya aku lagi menunggumu. Kami menunggumu daritadi.” Gikwang meralat ucapannya. Seseorang di samping Gikwang kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain tatkala tatapan mereka bertemu, “Kau tahu bandnya Jonghyun, kan?”

 

Kedua alismata Sooyoung bertemu. “Band?”

 

Gikwang tersenyum sambil memandang jahil siswa bernama Jonghyun di sebelahnya. “Ah… nggak tahu, ya? Sayang sekali, padahal katanya Jonghyun mau memberikan tiket konsernya secara gratis padamu.”

 

Sooyoung tahu sebenarnya, CNBLUE, band sekolah yang terkenal, terdiri dari Jung Yonghwa sang vokalis, Lee Jungshin bassis, Kang Minhyuk drummer, dan Lee Jonghyun gitaris. Bukannya mengabaikan, tapi Sooyoung memang tidak tertarik pada hal-hal seperti itu. Disaat teman-temannya yang lain heboh membicarakan CNBLUE dan siapa member favorit mereka, Sooyoung akan sibuk membaca buku pelajarannya.

 

Sooyoung mendekat dan memandang anak laki-laki yang bernama Jonghyun itu dengan pandangan bersalah, “Mianhamnida. Mungkin kau bisa memberikan tiket itu untuk yang lain…”

 

Lee Jonghyun tersenyum canggung, lalu menggaruki lehernya. “Gwenchana. Harusnya aku tahu kau nggak suka nonton yang seperti itu…”

 

“Bukan, bukan begitu.” Sooyoung jadi merasa bersalah, Jonghyun terlihat sangat kecewa. “Atau… kau bisa memberikannya padaku, lalu aku berikan pada Yoona, dia suka sekali bandmu, bagaimana?” tawarnya dengan senyum manis.

 

Gikwang menahan tawanya melihat ekspresi terkejut Jonghyun. Apalagi saat Jonghyun mengangguk malu-malu dan menyerahkan tiket konser itu pada Sooyoung.

 

***

 

“Yaish! Semuanya gara-gara kau! Lebih baik mati saja kau, pabo!”

 

“Apa? Aku kan cuma mau membantumu! Sudah lama kau suka padanya tapi nggak berani face to face! Payah banget!”

 

“Tapi bukan seperti itu caranya! Wajahku mau ditaruh dimana tadi, hah?!”

 

“Ditaruh di bungkus roti saja sana! Wajah pas-pasan begitu!”

 

Sepeninggal dari kelas Sooyoung, Gikwang dan Jonghyun tidak berhenti saling menyalahkan. Yang satu menyalahkan karena imagenya hancur di hadapan gadis pujaannya, yang satunya menyalahkan karena kesal terus disalahkan. Mereka berdua tidak akan berhenti saling menyalahkan jika saja seorang anak laki-laki lainnya muncul dan mengalihkan situasi.

 

“Gimana? Sukses ketemu Choi Sooyoung?” dari nametag-nya, semua tahu nama anak laki-laki berwajah kecil serta bertubuh pendek itu Yang Yoseob.

 

“Percaya nggak? Sooyoung sama sekali nggak tertarik sama CNBLUE!” Gikwang heboh. Jonghyun meniup poninya tanpa minat.

 

“Beneran? Woah… akhirnya ada juga cewek normal!” Yoseob ikutan berdecak heboh, sambil geleng-geleng kepala.

 

“Bukan masalah serius. Sewaktu-waktu dia bakal suka, kok.” Ujar Jonghyun yakin. “Dan, apa maksudmu berarti fans kami nggak normal?” Jonghyun sewot.

 

“Aku nggak berani jamin.” Gikwang terkekeh, lalu berhighfive dengan Yoseob. Sungguh, Jonghyun ingin menjitak kepala duo cebol itu satu-satu.

 

Lee Jonghyun menarik napas dalam, lalu menghembuskannya dengan kesal. Sebelum berlalu meninggalkan Gikwang dan Yoseob—yang masih dengan kekehan mengintimidasi mereka—dengan langkah lebar-lebar.

 

Ya, memang benar apa yang dikatakan Gikwang tadi. Bukan soal muka yang ditaruh di bungkus roti, tapi soal perasaannya pada Sooyoung. Iya, Choi Sooyoung, siapa yang tidak mengenalnya? Coba sebutkan satu-satu tipe gadis idealmu. Cantik? Checklist. Ramah? Checklist. Pintar? Cheklist. Tambah dengan baik hati dan punya banyak teman, double checklist. Banyak siswa yang suka padanya, dan Lee Jonghyun adalah salah satunya.

 

Ugh, menyebalkan sekali memberi tahu teman-temannya bahwa dia suka pada Sooyoung kalau dia tahu akan begini resikonya. Jonghyun berpikir lain kali dia akan mendekati Sooyoung pakai usaha sendiri saja.

 

Entah kapan tepatnya dia menyukai gadis Choi itu, mungkin karena Jonghyun sering melihat Sooyoung membaca buku sendirian di taman belakang, dekat kolam renang. Itu juga karena jendela ruang latihan band mengarah langsung ke taman. Jadi saat latihan Jonghyun sesekali bisa mencuri pandang ke arah Sooyoung. Ekspresi gadis itu waktu membaca bukunya benar-benar asyik di mata Jonghyun. Saat Sooyoung tersenyum karena bacaannya, kadang Jonghyun ikut tersenyum. Saat Sooyoung tertawa, Jonghyun juga ikut tertawa. Bahkan kalau Sooyoung menangis, Jonghyun bisa merasakan kesedihannya.

 

“Hah…” Jonghyun mengacak poninya, kebiasaan yang dia lakukan jika sedang gusar. “Aku duluan ya, Yonghwa-hyung menungguku di depan kelas.”

 

***

 

Di jam makan siang, Jonghyun biasa berkumpul dengan bandmatenya, atau paling tidak teman-teman kelasnya, Gikwang, Yoseob, dan Seungri. Jonghyun sendiri sebenarnya heran kenapa dia bisa punya teman yang kekurangan tinggi badan semua.

 

Sementara Gikwang dan Seungri asyik membicarakan tugas yang diberikan Guru Kim barusan—mereka kedapatan di kelompok yang sama, Yoseob asyik makan tanpa mau menawari—oh, jangan tanya Shikshin satu itu. Sedangkan Jonghyun melakukan rutinitasnya, memperhatikan sekitar. Terlebih bangku dekat jendela ke arah lapangan sepak bola yang biasa ditempati Choi Sooyoung.

 

Nah, itu dia sosok yang dia cari-cari. Gadis yang paling jangkung di antara teman-temannya. Mengingatkannya pada diri sendiri saja—tubuhnya kan paling tinggi di antara Gikwang, Yoseob, dan Seungri.

 

Sooyoung melewati tempatnya duduk, lalu tersenyum manis dan membungkuk singkat ke arahnya. Ramah sekali, puji Jonghyun. Jonghyun balas tersenyum—lebar.

 

“Sooyoung-ah, tunggu aku!” kalau tidak salah… yang baru memanggil nama Sooyoung itu adalah Nam Jihyun.

 

“Hentikan kebiasaanmu menyerukan nama orang keras-keras, Jihyun-ah.” Yang wajahnya paling jutek berjalan paling depan namanya Heo Gayoon.

 

Girls, kalian mau menonton konser CNBLUE denganku?” dan terakhir, yang menyukai CNBLUE adalah yang disebut Sooyoung tadi pagi, Im Yoona.

 

They’re Queenkas of Shinhwa. Sembari memperhatikan Jonghyun berusaha mengingat-ingat nama dan wajah mereka. Siapa tahu dia bisa mendekati Sooyoung dengan modus mendekati temannya dulu? Yeah… Siapa tahu?

 

Bruk!

 

“Ah, maaf-maaf…” Sooyoung tampaknya menabrak seseorang waktu dia mau berbalik tubuh setelah mengambil nampan makan siangnya. Jonghyun jadi ikut terkaget karena hal itu.

 

Seseorang yang Sooyoung tabrak itu.

 

Syukur bagi Sooyoung karena makanan yang dibawanya adalah bento dan susu kotak yang masih terbungkus, jadi tidak berceceran kemana-mana meskipun nampannya jatuh.

 

Jonghyun heran melihat teman-teman Sooyoung, alih-alih membantu Sooyoung memungut makanan-makanan itu, mereka malah saling berbisik dan senyam-senyum melihat Sooyoung dan Kris. Alhasil Sooyoung memunguti makanannya dibantu oleh Kris.

 

Tunggu.

 

KRIS?!

 

Kris yang punya wajah porselen dengan kepribadian bak es kutub?

 

Jonghyun sukses membulatkan matanya melihat adegan itu. Bagaimana tangan mereka saling bersentuhan, bagaimana Sooyoung mengucap terimakasih karena Kris membantunya, bagaimana semburat merah muncul di pipi tembem Sooyoung setelah Kris mengangguk dan beranjak pergi, dan bagaimana teman-temannya terus menggodainya setelah itu.

 

Yang Jonghyun bisa lakukan hanya membeku di tempatnya. Mencengkram sendoknya kuat-kuat. Menatap kepergian Kris dengan nanar. Orang yang dibencinya itu.

 

***

 

“Kayaknya moodmu jadi jelek semenjak kejadian tadi pagi.” Jonghyun tidak bisa mengelak argumen Gikwang, tapi bukan itu saja alasan yang membuatnya jadi badmood hari ini. Insiden Sooyoung – Kris tadi juga salah satu penyebab.

 

“Gikwangie mau ikut karokean di rumah Jihyun nggak?” tiba-tiba celetukan Yoseob terdengar dari bangku belakang. Otomatis bukan cuma Gikwang yang menoleh, Jonghyun yang duduk di sebelahnya juga ikut menoleh karena mendengar nama Jihyun disebut—salah satu teman Sooyoung.

 

“Yang Yoseob ngapain kau ngajak dia?!” Jihyun memukul bahu Yoseob. Yang dipukul cuma bisa memasang senyum jahil. Wajah Gikwang merah padam.

 

“Kasihan tuh, Gikwang naksir berat padamu.”

 

Tahu rasa, hahaha! Jonghyun mengumpat dalam hati. Itu balasan karena membuatnya mati gaya di hadapan Sooyoung tadi pagi. Memang sudah rahasia umum, kalau Lee Gikwang menyukai Nam Jihyun. Dan ada kabar, kalau Jihyun juga menyukai Gikwang. Jadi seisi kelas suka menggodai mereka kalau terlibat skinship atau kebagian satu kelompok belajar. Hanya tidak ada yang tahu apakah mereka pacaran betulan atau gosip belaka.

 

“Oi! Memangnya siapa saja yang ikut datang ke rumahmu Jihyunie?” tanya Jonghyun.

 

Jihyun berpikir sejenak, “Yoona, Gayoon, Sooyoung…”

 

Mwoya? Anak cewek semua?” Gikwang sewot. “Terus ngapain aku diajak kalau jadi cowok sendirian?”

 

“Ya sudah kau tinggal jadi cewek.” Timpal Yoseob. “Melihatmu pakai wig dan lipbalm kayaknya bisa bikin cowok-cowok abnormal naksir, hahaha!”

 

“Kau saja yang jadi cewek sana!” sembur Gikwang, kesal. Dia melempar penghapus papan tulis dan sukses mengenai jidat imut Yoseob. Yoseob yang jidatnya jadi hitam-hitam—karena spidol—marah dan balas melempar tapi meleset. Alhasil, terjadilah kejar-kejaran duo cebol di kelas.

 

Oh, sudahlah abaikan mereka. Tidak akan ada yang berhenti kecuali salah satu dari mereka jatuh terpeleset dengan kepala membentur dinding.

 

“Sooyoung juga ikut?” sekarang jadi Jonghyun dan duduk di samping Jihyun.

 

Jihyun berhenti memandangi kejar-kejaran konyol Gikwang – Yoseob, lantas beralih pada Jonghyun. “Tentu saja.”

 

“Katanya dia nggak suka lagu-lagu seperti itu? Memangnya dia mau karokean?”

 

“Paling tidak dia bakal menonton kami. Atau baca buku filsafat milik Appaku di ruang TV sambil makan snack.” Ungkap Jihyun setahunya.

 

Jonghyun mengeryitkan kedua alisnya, agak ngeri. “Baca buku itu beneran hobinya?”

 

“Hu-um,” gadis Nam itu mengangguk. “Dia paling suka baca buku genre sci-fi.”

 

Sci—apa?” dengar namanya saja baru kali ini, Jonghyun memang paling ogah kalau disuruh baca buku. Bawannya alergi dan gatal-gatal. Astaga… Choi Sooyoung.

 

Science fiction, itu genre favoritnya.” Jelas Jihyun. “Ngomong-ngomong, kenapa kau mau tahu?”

 

“Kenapa juga kau mau tahu kenapa aku mau tahu?” jawab Jonghyun asal. Jihyun memukul kepalanya kesal. Membuat laki-laki itu mengerang kecil dan mengumpat, “Yah Lee Gikwang jaga kelakuan pacarmu!”

 

Pasangan tersebut memekik kompak. “Lee Jonghyun michigetta! Aku bukan pacarnya!”

 

***

 

Ppalli-ppalli! Busnya hampir melaju!” Jihyun berlari tergopoh-gopoh, menepuk-nepuk badan bus menyuruh supirnya berhenti. “Yah! Ahjussi! Tolong berhenti!”

 

Jihyun menaiki bus yang sialnya penuh itu, diikuti ketiga temannya yang lain—Yoona, Gayoon, dan Sooyoung. Ugh, terpaksa berdiri. Hal yang paling dibenci para gadis saat tak ada satu pun pria baik hati yang menawari tempat duduk.

 

Namun, kemudian manik Jihyun menangkap figur seseorang yang duduk di pojok kanan belakang. Tubuh tinggi dan rambut pirang yang khas. Ada satu bangku kosong di sebelah Kris Wu.

 

Lantas gadis itu mencolek pinggang Sooyoung diam-diam. “Pegel nggak? Duduk di sebelah Pangeranmu, tuh.”

 

Pandangan Sooyoung perlahan-lahan bertemu dengan pandangan Kris, dan sebelum jantungnya terpompa makin cepat, Sooyoung buru-buru memalingkan muka. Entah ini beruntung atau kebalikannya sampai bertemu Kris di dalam bus. Sooyoung heran juga, biasanya Kris tidak naik bus—tentu saja Kris kan dijemput pakai mobil, dan kenapa dia hanya sendirian? Kemana dua anak laki-laki yang selalu menemaninya itu?

 

Tak kunjung mendapat reaksi memuaskan dari Sooyoung, Jihyun yang usil berbisik-bisik pada Yoona dan Gayoon.

 

Omona, Gujungnim, duduknya harus sama Wajangnim dong,” goda Yoona. “Kasihan tuh, masa Wajangnimnya jadi duda.”

 

“Cepat sana! Kami merelakan bangku itu buatmu, daripada ada yang naik lagi terus duduk di sana, coba?” kenapa Gayoon jadi ikut-ikutan? Biasanya gadis itu yang paling datar kalau menyangkut hal seperti ini—menggodai Sooyoung.

 

Nope! Kalian saja yang duduk di sana!” elak Sooyoung—salah tingkah. Semoga tidak ada satu orang pun yang mendengar percakapan mereka.

 

“Disuruh duduk susah amat, sih!” Jihyun yang berdiri di sebelah Sooyoung, mendorong gadis itu saking gemasnya. Sampai Sooyoung kelewat maju beberapa langkah, hingga di sebelah tempat duduk yang kosong itu.

 

Kris tampak tidak menyadari ada bisik-bisik para gadis yang terus menggodai Sooyoung di sekitarnya, karena kedua telinganya tersumbat earphone dengan manik elang yang terpejam rapat. Jangan ditanya, Kris memang selalu begitu. Duduk, datar, dan diam—kecuali ada yang mengajaknya bicara, baru dia bicara.

 

Misteri. Satu kata yang pas untuk mendeskripsikan Kris. Satu kata yang membuat Sooyoung menyukainya.

 

Ckiiiiiit!

 

Supir bus menginjak rem busnya mendadak. Membuat suara decitan keras ban mobil, dan pekikan, “Wow!” meluncur spontan dari mulut usil para gadis. Alasannya? Tentu saja karena tubuh Sooyoung yang terjungkang ke ke depan, sampai terduduk di bangku di sebelah Kris, Kris yang terkejut langsung membuka matanya. Dan, hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Sooyoung yang begitu dekat.

 

Terbuka. Bola matanya, cokelat penuh. Mengorbit di satu titik, pada mata belo Sooyoung. Keduanya, terbelalak.

 

Deggg!

 

“Ma-maafkan aku.” Sontak Sooyoung menarik tubuhnya lebih jauh—membuat jarak di antara mereka. Seraya mengatur lagi tempo jantungnya yang berlebihan—ketika di dekat Kris. Wajahnya mulai panas dan nampak gurat-gurat rona.

 

Dalam waktu sepersekian detik, efeknya sudah begitu. Apalagi lebih lama. Sooyoung bersumpah tidak akan lagi ceroboh. Dia benar-benar… malu.

 

Ahjussi bisakah kau mengemudi dengan benar?” Kris bahkan tidak menjawab kata maaf dari Sooyoung. Sang supir menyahut meminta maaf, Kris menghela napas kasar. Sedingin itukah? “Gadis ini hampir terjatuh!” ralat—Kris mengkhawatirkannya?

 

“Aku baik-baik saja, Kris-ssi.” Cicit Sooyoung pelan.

 

“Tapi aku nyaris jantungan melihatmu begitu dekat tadi. Jadi duduk dan diamlah.” Kris menyumpal lagi telinganya dengan earphone, mulai mengacuhkan lagi keadaan sekitar. Kedua tangan yang terlipat depan dada, mata yang kembali memejam tenang.

 

Sooyoung terkesiap. Itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Kris ucapkan padanya, selama setahun ia mengenal Kris. Dua kalimat. Duabelas kata.

 

Sirat-sirat kemerahan itu masih ada di pipinya. Sedalam mungkin Sooyoung menunduk supaya tak terlihat oleh Kris. Menggenggam jemarinya, erat. Gugup.

 

Ya Tuhan…

 

Mimpi apa dia semalam?

 

Di lain sisi, seseorang baru saja naik ke dalam bus—orang itu juga yang membuat bus mengerem mendadak barusan. Menyorot kejadian tadi dengan nanar. Sepasang iris Lee Jonghyun menyiratkan kecemburuan, ke arah Kris dan Sooyoung. Egonya masih belum bisa menerima kenyataan, walau semua sudah terlampau jelas terbidik lensa matanya, tapi ini terlalu mustahil. Menyakitkan bukan, jika kau menyukai orang lain, dan ternyata orang yang kau sukai malah menyukai orang yang sangat kau benci. Dunia sungguh sempit.

 

Kenapa harus Kris, Sooyoung-ah?

 

Bus berhenti karena Kris turun di pemberhentian kedua. Sooyoung melihat Kris memasuki sebuah toko kue sebelum bus kembali melaju. Ada tanda tanya di wajah cantiknya.

 

“Sooyoungie, tahu nggak, kalau aku berani aku bakal menjerit waktu kejadian tadi. Itu klise banget, tapi… romantis!” Yoona mulai membahas topik tadi. Mode fangirling-nya yang berlebihan itu kadang membuat Sooyoung malu.

 

Sooyoung memutar bola mata. “Romantis apanya…”

 

“Aku jadi membayangkan gimana kalau kalian pulang bareng waktu hari hujan, sepayung berdua. Uh… manisnya…” tambah Yoona heboh. Sambil membayang fantasinya menatap keluar jendela.

 

“Norak.” Umpat Sooyoung. Untungnya ia bisa memaklumi Yoona yang notabene penggemar berat melodrama romantis. “Tapi kenapa dia masuk ke toko kue? Menurutmu dia mau beli kue buat siapa?” tanyanya pelan seraya menerawang. Memperhatikan tubuh Kris yang kian mengecil—menjauh dari pandangan.

 

“Entahlah, yang dekat dengannya cuma Luhan dan Minseok, mereka berdua, seperti anak bebek yang selalu membuntuti induknya kemana-mana,” Jihyun segera menempati bangku yang tadinya ditempati Kris—di dekat jendela. “Ah… paling juga buat Ibunya.”

 

“Ibunya sudah meninggal.” Kata Sooyoung sedikit bergumam.

 

“Upzy,” Jihyun menatap Sooyoung merasa bersalah. “Aduh, Ibunya yang sudah meninggal kenapa ekspresimu yang sedih gitu, Youngie?”

 

Yoona menggeram, “Nam Jihyun! Jangan komentar deh, daripada merusak suasana.”

 

Tampaknya tak ada yang menyadari, kecuali Heo Gayoon. Dan sedaritadi pun Gayoon lah yang memperhatikan, menyadari keberadaan Jonghyun dalam bus itu. Melihat jelas bagaimana cemburunya Jonghyun pada Kris. Gayoon menyimpan memori singkat itu dalam otaknya. Jonghyun terlihat sangat… sakit hati.

 

***

A/N: Update, guys!

Gimana nih, karakter Sooyoung, Jonghyun, dan Kris? Kurang greget kah? Pasti iya, hahaha. Aku juga ngerasa Sooyoung rada out of character ._. v /peace

Jangan lupa berikan komentar, lebih bagus kalau kritik dan saran, wookie?

Clue next chap, bakal ada couple yang kisseu, siapa dan siapa coba?

***

Iklan

32 Comments Add yours

  1. dhilalaa berkata:

    akhirmyaaa keluar juga chapter 1 nyaaaa
    kerennn banget, seneng sama karakter semuanya nih 😀
    apalagi cast banyak dan lucu2 hehe
    kasian jonghyun oppa cemburu tuh..
    kris ngapain ya ke toko kue?? penasaran nih, ditunggu lanjutannya ya thor 😀

    Suka

  2. yunilolipop berkata:

    Annyeong^^
    keren ceritanya,,
    sookris yg bakal kissing scene?
    Next xD

    Suka

  3. sweetndah berkata:

    ohhh jd saingan jonghyun skrg kriss…

    Suka

  4. Vi berkata:

    keren fanneey…
    Tapi kenapa ceritanya selalu jonghyun suka sama sooyoung yg menyukai orang lain #apasih
    Poor jongie 😦

    Suka

  5. tieeww caiiankk berkata:

    ohh..poor jonghyunie.
    ayoo lebih giat lagi deketin soo eonni nya..
    kris??okeyy karakternya emg dpet bgt jdi “ice prince”..
    suka ma ceritanya..
    d tunggu ajh deh bwt next partnya..
    fighting wuffaney~ssi ^_^

    Suka

  6. safira faisal berkata:

    akhirnya fanneey eonnie kambek jugaa^^. next part ada bagian kissing? i hope SooKris /ninja kumat/

    Suka

  7. dhilalaa berkata:

    kerennn banget, seneng sama karakter semuanya nih 😀
    apalagi cast banyak dan lucu2 hehe
    kasian jonghyun oppa cemburu tuh..
    kris ngapain ya ke toko kue?? penasaran nih, ditunggu lanjutannya ya thor 😀

    Suka

  8. @ggcsy24 berkata:

    duh jonghyun kasian banget ‘-‘ , kris dingin banget sumpah ,, lanjut thor

    Suka

  9. Rizky NOviri berkata:

    Wah ternyata udah publish.. 🙂

    aduh, jong oppa-ku kasian banget doi.. Soo eon knp bisa suka ama kris? 😦
    apa ada couple yg kiss???
    omona, moga aja jongyoung.. >.<
    hehe ^^

    daebakk fanney,, keren, seru, alurna jg menarik, pokokna good job..
    ditunggu dah kelanjutan nya..
    gmn nasib jong d part 2 nnti..
    Cepet ya d lanjutna..
    hehe..
    😀 🙂

    Suka

  10. Panda berkata:

    Kangen bangeeet sama pairing SooyoungJonghyun,,
    Senyum2 pas partnya Jonghyun sama Sooyoung,
    Yoseob gokil ah 😀

    Kris, ada apa dnganmu?

    Suka

  11. fitri summer berkata:

    Jonghyun sakit bngt tuh hati nya,,, liat yeoja yg disukai trnyata suka sma namja lain,,, buat jonghyun fighting,,,
    Kren ff nya thor (y) ,,,
    Di tunggu next part nya 🙂

    Suka

  12. ymshtemi berkata:

    sookris lagi 😀 seneng akhirnya ketemu pairing ini lagi :3 suka karakter kris disini, bener2 sesuai dengan tipikal mukanya gitu :3 nextnya ditunggu ya autho fanneey ^^

    Suka

  13. safira faisal berkata:

    akhirnya
    fanneey
    eonnie
    kambek
    jugaa^^. next
    part ada
    bagian
    kissing? i
    hope
    SooKris /ninja
    kumat/

    Suka

  14. ThaNiaa berkata:

    Yeaaa…setelah sekian lamaa…
    Akhirnya comeback juga…
    …xd

    Uwaaaa poor jonghyun..
    Padahal lagi suka pairing jongyoung..
    Next chap ada kiss scene??
    Hope jongyoung….

    Suka

  15. Ranran berkata:

    ksian jonghyunie…
    blm jd pacar ja sudah sakit bgttt….

    jonghyun fighting bwt dptin hatinya soo.
    bwt fighting jg wat bsa lebih dekat dgn kris
    n wat kris d swblah mu da cw kece yg suka bget sm kamu trbuka sedikt n peka lah.

    d tunggu next partnya
    gomawo

    Suka

  16. Rizky Amelia berkata:

    Kasian Jonghyun suka sm Soo eonni tapi soo eoninya suka sm Kris yg notabenya musuh jonghyun

    Next partnya ditunggu ya eonni^^

    Suka

  17. icha dewi berkata:

    keren ceritanya, feelnya tu rasanya dpt dg karakter masing2
    next part

    Suka

  18. sychacha berkata:

    Cepetan update ya 🙂 SooKris! 😀

    Suka

  19. Adisty Sartika berkata:

    karakternya dapet bgt ! Yang kisseu itu aku rasa sookris deh 😀
    Aku suka bgt karakter kris sbg cwok misterius !! Ditunggu ya faneey next chapternya !

    Suka

  20. Kang Yong Ah berkata:

    eemm entah kenapa lebih ngefeel kalo sookris.
    aduhh sookris

    Suka

  21. febryza berkata:

    Akhirnya chapter 1nya keluar, aku penasaran bgt sama ceritanya loh apalagi ini triangle love yg rare bgt jongsookris jarang2 ada yg pake cast ini di ff. Setau aku cuma an angel in blacknya flow19. Ditunggu part selanjutnya 🙂

    Suka

  22. yeni swisty berkata:

    Jonghyun yg sabar ya 🙂
    eh itu kok kris dingin bgt si sama soo, terus dia beli kue buat siapa?
    next part di tunggu

    Suka

  23. Zee Anggita berkata:

    waah daebak chingu, soo eon ayo donk lirik jonghyun kasian tuh jonghyunnya cemburu gitu..
    nextnya di tunggu..

    Suka

  24. Echa Carthica berkata:

    Akhirnya keluar jga part 1ny,sneng bgt da jonghyun m kris kn jrang2,Next y

    Suka

  25. @ggcsy24 berkata:

    unnie kapan nih update ffnya? aku penasaran nih sama kelanjutan ff-ff unnie >< abis seru sih ff nya

    Suka

  26. chakyuyoungster berkata:

    Serius aku rada sakit jga pas jonghyun sakit hati.. Ahhh ==

    Suka

  27. inera berkata:

    Plis plis jadiin jongyoung satu donk…angin segar baru nih buat shipper jongyoung klo mereka dipasangin dsini…hehehe

    Suka

  28. kartika berkata:

    ayo jonghyun jangan nyerah deketin sooyoung. kelakuan yoseob dkk bikin ngakak 😀 daebak thor.. kelanjutan ditunggu 😉

    Suka

  29. school-life! Suka hehe karakter cast nya cocok kok. Sooyoung dikasih karakter gimana aja cocok(?)^___^

    as usual, excited sama kelanjutan ff kamu. Ditunggu ya. Fighting!

    Suka

  30. ineztifany28 berkata:

    yah jonghyun kasian baget sih wkwk
    itu sooyoung suka sama kris kah?
    ditunggu kelanjutan chapternya fighting!

    Suka

  31. chevelyyn berkata:

    Hello kak fanii! 😀

    OMONA SOOKRIS KYAAAAAA. Menurut aku sih di chapter ini kayak cerita2 anak SMA biasa, dimana kita suka sama org, tp org itu suka sama org lainn. Ya emang kalo school life banyakan konfliknya begini. Tapi kakak bungkus ceritanya lucuu, jadi menarik buat dibacaaa! Apalagi adegan2 yang bener2 khas anak sekolah, semisal ledek2an dan kejar2an. Aku yakin kedepannya pasti bakal seruu! Ayo semangat kak fani lanjutinnyaa 😀

    P.s. soal karakter udh bagus kok kak menurutku hehehe

    P.s.s. maaf kalo ada salah2 kataa 😦

    Suka

  32. ismi berkata:

    Hoho eomma +appa soo dpt kcupan bks suri siguguk. Kris dsini dngn pke bgt yh. Smpe2 bkin yg bca greget. Jonghyun prtmuan prtama lngsung ancur image kshn bgt..sbnrnya ada ap sh dg kris ? Hdpnyz trlalu msterius bgt deh. Q ska sma smua krkter dsini. Krna pas sma krkter seharian mrk. Aplg klo dlht dri wjh2nya itu ps bgt.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s