[FF] Promiscuous – Two

Image

“Promiscuous”

 

Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Jonghyun, Seo Joohyun.

PG-rated. l Hurt/Comfort/Romace. l Chaptered. l Indonesian.

Plot © wufanneey.

The story belong to me, but the characters are belong to God and themselves.

 

“Ini semua terlalu rumit. Tentang aku yang menyukaimu, tentang kau yang menyukai dia, dan tentangnya yang sama sekali tak pernah melihatmu. Jadi, sebenarnya siapa yang bodoh di sini?”

***

Chapter Two

 

Dua minggu. Dua minggu terlewati sudah sejak malam itu, sejak Lee Jonghyun mengantarnya pulang ke asrama grupnya. Tak ada yang istimewa, harinya tak membaik, tapi juga tak memburuk. Dan artinya, terhitung dua minggu pula Seohyun menjalin hubungan dengan Kyuhyun, lelaki yang diam-diam dicintainya.

 

Sebagai Unni yang baik, tentu Sooyoung tak mau menyakiti hati Seohyun. Seohyun Dongsaeng kesayangannya, mana tega ia lakukan itu! Lagipula apa haknya? Kyuhyun tidak membalas perasaannya, bukan? Oh, tidak. Lelaki bermarga Cho itu memang tak tahu apa-apa tentang rasa cintanya.

 

Sooyoung yang malang.

 

Selama itu pula Sooyoung memendam kesedihannya dalam diam. Ia tak pernah bisa tidur dengan nyenyak padahal masalah ini tak ada sangkut pautnya dengan ‘waktu tidur’. Namun… entahlah. Ia jadi sulit mengerti dirinya sendiri. Memendam dan menahan perasaan itu memuakkan, dan Sooyoung benci itu. Nyatanya, ia sendiri yang melakukan tindakan terkutuk itu. Tak pernah ada yang curiga, tak ada yang bertanya keadaannya, tak ada yang peduli padanya. Hanya… hanya saja… Kim Taeyeon. Ya, julukannya memang Kid Leader, tetapi Taeyeon sangatlah dewasa, pemikirannya kritis, ia paling peduli pada Sooyoung dibanding yang lain. Ia juga, yang paling sensitif jika ada yang mencurigakan diantara membernya. Entah Sooyoung harus senang atau sedih atas fakta itu.

 

Lagipula harinya tak sesepi dulu—sejak Kyuhyun berkata bahwa ia bingung akan Seohyun dan Victoria. Malam itu, kan, mereka—Sooyoung dan Jonghyun—sempat bertukar nomor. Dan, nampak-nampaknya lelaki yang pernah menjuarai olimpiade Judo se-Korea itu cukup mengisi hari membosankannya. Kencan? Ah, tidak, tidak. Jelas tidak. Cukup mengobrol ringan lewat telepon atau chatting via sms.

 

Contohnya saja pagi ini, Choi Sooyoung baru membuka mata beberapa menit lalu—masih terbaring malas diatas ranjang pucinonya—sejurus kemudian ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Setengah malas, Sooyoung membuka dan membacanya.

 

Have a nice day! Fighting! ^^

From : Jonghyun Lee

29/07/2013 07.15 AM

 

Dan, seperti sebuah keajaiban. Wajah lelah Sooyoung seketika terhiasi senyum, tanpa sadar itu adalah senyum pagi yang menjadi rutinitasnya kini—setiap pagi Jonghyun memang mengiriminya pesan. Sooyoung mengetikkan balasannya sebelum tubuh rampingnya bergerak masuk kamar mandi.

 

You too. Fighting! ^^

To : Jonghyun Lee

29/07/2013 07.20 AM

 

Sayang, Sooyoung sudah benar-benar memasuki kamar mandi setelah Jonghyun kembali membalas pesannya.

 

Hari ini aku dan band akan ke Jepang untuk promo sekitar satu sampai dua bulan.

Jadi, jika komunikasi kita berkurang selama aku di Jepang… rindukan aku, ya. Hehe.

From : Jonghyun Lee

28/07/2013 07.25  AM

 

***

 

Cho Kyuhyun menatap wanita yang berdiri di hadapannya dengan nanar. Victoria Song, wanita berdarah China yang tak lain adalah Leader f(x), wanita cantik yang sempat mengisi hati Kyuhyun. Kini menatapnya bersalah.

 

“Kudengar… kau berpacaran dengan Seohyun, benar?” Victoria menanyainya, pelan-pelan. Berusaha untuk tak menyinggung siapapun di sini.

 

Aish, beritanya tersebar secepat itu. Kyuhyun mengangguk. Victoria hanya tersenyum, tampak biasa saja, namun sesuatu mengganjal hati Kyuhyun. Entah apa.

 

Mereka—Kyu-line—memang sedang berkumpul di cafe SM pagi menjelang siang itu, sekedar mengobrol biasa. Ada Changmin dan juga Minho. Yang membuat aneh adalah, Kyuhyun tiba-tiba meminta izin untuk mengobrol dengan Victoria berdua. Rencananya, ia mau memberikan gelang yang dibelinya dengan Sooyoung pada Victoria. Tapi respon wanita itu menghancurkan semuanya.

 

“Kau benar-benar lucu, Kyuhyun.”

 

“Apa maksudmu?” Kyuhyun mengernyit. Perkataan Victoria ‘entah kenapa’ serasa menusuk sesuatu di dalam situ, raga Kyuhyun. Sejak awal Kyuhyun memang merasa ada yang aneh dengan Victoria. Atau… hanya perasaannya?

 

“Aku tahu kau tidak menyukai Seohyun. Kau juga tahu itu.” Kyuhyun kembali dibuat bingung dengan perkataan Victoria.

 

“Jangan berbelit, Vic. Aku tidak mengerti.” Kyuhyun memutar bola matanya. “Dan apa maksudmu aku tidak menyukai Seohyun? Kau cemburu?”

 

“Gunakan IQ-mu yang selalu kau sombongkan itu, Kyu. Aku berkata sebagai sahabatmu, bukan sebagai wanita yang mencemburuimu. Aku tanya, memangnya kau nyaman berhubungan dengan Seohyun?” Kyuhyun tahu pertanyaan itu untuknya, namun lagi-lagi ia tak bisa menjawabnya. Victoria melanjutkan dengan raut wajah serius, “Bukannya aku menjelek-jelekkan Seohyun, dia gadis baik, sungguh. Aku tahu perasaan sukamu padanya sama seperti aku menyukainya, maksudku, dia adik yang manis. Kita semua tahu itu. Tapi, Kyuhyun… Kau jelas-jelas sadar. Rasa sukamu… tidak seperti kau menyukai—”

 

“Berhenti, Song Chiahn.”

 

“—Sooyoung.”

 

Kyuhyun terpatung. Seakan aliran darahnya terhenti membuat tubuhnya membeku. Victoria menatapnya teduh. Lama ia mengenal Kyuhyun, ia tahu betul Kyuhyun tipe pria yang seperti apa di depan wanita yang disukainya. Caranya memandang wanita itu, caranya memperlakukan wanita itu, caranya saat membicarakan wanita itu…

 

Oh, Cho Kyuhyun.

 

“Jika, ini hanya jika… Jika Sooyoung memintamu melepaskannya, apa kau akan melepaskannya? Ah, bukankah kalian memang tak ada hubungan apapun?”

 

Pertanyaan itu, menusuk. Sangat. Walau diucap dengan suara terlembut sekalipun.

 

Sudah seharusnya Sooyoung meminta itu sejak dulu padanya, tetapi wanita itu tidak kunjung meminta. Kyuhyun juga tidak memaksa Sooyoung untuk selalu berada di sisinya tanpa ‘status’ yang jelas. Yang Kyuhyun tahu, mereka, teman. Salahkah?

 

Suara lembut Victoria terdengar lagi, kini lebih hati-hati, “Kau sudah memiliki Seohyun. Dan, suatu hari Sooyoung juga akan memiliki seseorang yang menganggapnya spesial—selain dirimu. Antisipasi jika hari itu datang, kau akan melepaskannya, kan?”

 

Ia menggenggam gelangnya kuat-kuat—yang awalnya akan ia berikan kepada Victoria. Kyuhyun meneguk saliva.

 

“Tentu saja, kau pikir aku Oppa macam apa?” Ia mengatakannya.

 

Tapi kenapa…

 

Kenapa rasanya sakit membayangkan itu?

 

***

 

Changmin baru saja menghabiskan suapan sundubu terakhirnya kala ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Ketika itu pula Kyuhyun kembali ke meja dengan wajah vampirenya. Minho menatapnya aneh. Jelas saja, beberapa menit sebelum Kyuhyun berbicara berdua dengan Victoria wajahnya sangat cerah. Nah, sekarang?

 

“Ada apa, Hyung?” Minho bertanya keheranan, ia mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun.

 

Bukannya menjawab pertanyaan Minho, Kyuhyun malah beranjak dari kursinya. “Aku duluan.” Ucapnya dingin, tanpa ekspresi pula. Rupanya moodnya sedang buruk. “Kalian makanlah dengan tenang.” Lanjutnya tanpa basa-basi. Tanpa sadar ia menjatuhkan gelang hijaunya di kursi tempat ia duduk tadi.

 

“Tapi Jonghyun baru mengirimiku pesan, dia sedang di parkiran.” Jelas Changmin, berniat mencegat namun Kyuhyun mengacuhkannya. “Kau tidak mau bertemu dulu dengannya? Ia akan ke Jepang setelah ini!”

 

“Kalau begitu sampaikan salamku padanya.” Setelah mengucap itu, sosok Kyuhyun tak terlihat lagi dari pintu keluar.

 

Tak lama setelah Kyuhyun pergi, Victoria menghampiri meja mereka, dengan agak tergesa, ia pamit pulang lebih dulu setelah mengucapkan maaf berkali-kali—karena tidak bisa berlama-lama di cafe. Sulli dan Krystal terus-menerus menghubunginya, itu jelasnya saat Changmin bertanya. Changmin dan Minho kembali dibuat terheran.

 

“Ada apa dengan mereka berdua?” Minho bertanya retoris. Changmin angkat bahu dan kembali melanjutkan makan paginya dengan tenang.

 

***

 

Kyuhyun berjalan uring-uringan. Seluruh sistem ototnya mendadak lemas, jika tidak bisa dikatakan mati rasa. Masih terngiang jelas ucapan Victoria di benaknya, terekam jelas, terputar berulang-ulang seperti kaset butut. Membuat kupingnya berdenging ngilu dan kepalanya serasa dihantam ton berkali-kali. Sakit.

 

“Kau sudah memiliki Seohyun. Dan, suatu hari Sooyoung juga akan memiliki seseorang yang menganggapnya spesial—selain dirimu. Antisipasi jika hari itu datang, kau akan melepaskannya, kan?”

 

Kenapa ucapannya sama persis? Sama persis dengan yang diucapkan Taeyeon padanya beberapa waktu lalu? Tepatnya dua minggu lalu saat SNSD dan Super Junior berada di gedung MBC untuk mengisi acara. Tepat saat ia meminta Seohyun menjadi kekasihnya.

 

“Kyuhyun-ssi.”

 

Kyuhyun menoleh kala Taeyeon menyerukan namanya. “Nde?”

 

“Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu…” Taeyeon nampak ragu-ragu, namun pada detik kelima ia melanjutkan ucapannya yang terhenti, “Akhir-akhir ini Sooyoung selalu tidur malam, ia jadi mudah lelah dan kelihatan stress. Aku juga sering melihatnya menangis sendirian di kamar mandi atau tempat-tempat sepi.”

 

Kyuhyun khawatir. Bagaimana bisa ia tak mengetahui itu? “Apa dia punya masalah?”

 

Taeyeon memandang Kyuhyun ambigu. “Kupikir kau tahu apa masalahnya, Kyuhyun-ssi. Kalian sering terlihat bersama, mana mungkin kau tak tahu.” Kyuhyun tersinggung, sebisa mungkin ia menahan diri untuk tidak mendamprat kekurang ajaran Taeyeon, “Masalahnya, kau tidak membiarkannya pergi.”

 

Kyuhyun berdesis dingin, “Kau sungguh lancang, Taeyeon-ssi. Aku dengan Sooyoung tidak sedekat itu.”

 

“Kalau begitu siapakah yang lancang? Sementara kedekatanku dengan Sooyoung lebih dari apapun. Aku Unninya, aku bicara begini karena aku peduli padanya, aku tak ingin dia memendam masalahnya sendirian lagi. Kau harus tahu.”

 

“Jaga bicaramu, aku Sunbaemu.”

 

“Aku bicara sebagai sisi lain Sooyoung, bukan sebagai Hoobaemu.” Elak Taeyeon tegas, menjatuhkan harga diri Kyuhyun. “Sooyoung, dia… jatuh cinta pada seseorang. Dia terjebak diantara perasaan ingin dicintai namun juga ingin membuang jauh perasaan cintanya. Karena orang itu tak pernah memberinya kepastian…” Taeyeon sengaja menggantungkan ucapannya. Ia tahu bukan haknya mengatakan ini, namun batinnya tidak bisa menerima penderitaan berlebih Sooyoung lagi.

 

Kyuhyun terhenyak sesaat, menunggu wanita lawan bicaranya melanjutkan kalimat tertunda itu. Taeyeon menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dalam sekali kalimat, “Aku mohon, dengan sangat. Tolong, tolong biarkan dia pergi…”

 

Siapa? Siapa laki-laki yang dicintai Sooyoung? Kenapa ia tidak tahu? Melihat kemana matanya selama ini? Jadi, wajah ceria Sooyoung pun hanya kedok saja? Kenapa wanita itu menyembunyikannya? Ada apa sebenarnya?

 

Kyuhyun termenung seraya memegang stir mobilnya, berpikir keras. Kepalanya sakit akibat ribuan pertanyaan yang menyergapi serempak. Semakin pening dan berat. Detik berikutnya Kyuhyun merancau tidak jelas, “Kim Taeyeon! Song Chiahn! Tahu apa kalian? Hah?! Choi Sooyoung! Pergilah dari pikiranku!!!”

 

***

 

Ruang latihan para artis terletak di gedung SM, dan melewati cafe untuk sampai ke sana. Sooyoung berjalan pelan, berada di paling belakang rombongan dengan langkah biasa. Sinar manik bulatnya cukup meredup hari ini. Karena Kyuhyun lagi? Apa aneh jika jawabannya bukan?

 

Ini karena Jonghyun. Karena pesan yang Jonghyun kirimkan pagi tadi. Isi pesan itu, artinya Jonghyun memberitahu Sooyoung jika dua bulan belakangan ini ia akan sibuk dan mereka akan jarang berkomunikasi. Belum apa-apa saja ia sudah rindu begini, eh?

 

Tunggu.

 

Apa?

 

Rindu?

 

Sooyoung menggeleng kuat. Dasar gila! Rindu darimananya? Setiap tarikan napasnya ia habiskan untuk merindukan Kyuhyun. Masih tercetak jelas nama Cho Kyuhyun di otaknya. Entah sejak kapan ia mencintai Kyuhyun, ia hanya  menyadarinya setelah Kyuhyun mulai menjauh. Kehilangan. Belum, memori akan Kyuhyun belum terhapus sepenuhnya. Memang semudah itu melupakan cinta pertamamu?

 

Melihat ke arah cafe, langkah Sooyoung terhenti. Sepi sekali. Tempat yang cukup bagus untuk menyendiri. Tak ada orang yang ia kenal, tak ada fans, tak ada manajer atau siapapun yang selalu hadir di tiap harinya. Membuat langkah Sunny yang ada di sebelahnya juga ikut terhenti. Sooyoung tersenyum dan menoleh ke arah Sunny, memasang puppy dog’s eyes-nya.

 

“Kalian duluan saja, aku mau makan dulu, ya?”rayunya pada Sunny. Padahal ia bermaksud menenangkan diri sendirian lerlebih dahulu. Tapi apa boleh buat, kebohongan terkadang dibutuhkan di saat seperti ini. Terlebih Sooyoung memang butuh lebih banyak waktu untuk sendiri belakangan ini.

 

Sunny mencibir, “Dasar shikshin. Sarapan tadi kau tidak kenyang?” sarapan apanya, hanya roti isi! “Tapi awas jangan lama-lama, kita harus latihan ekstra hari ini, tahu!” peringat Sunny dengan jeri telunjuk teracung-acung di depan wajah Sooyoung.

 

Ne, ne, gomapta, Sunkyu-ya!”

 

“Panggil aku Sunny!”

 

Ne… Sunny-ku sayang…”

 

“Yah!”

 

***

 

“Selamat makan!” Sooyoung berseru dengan riangnya sembari memegang sumpit. Ia memesan kimchi ukuran jumbo untuk dirinya sendiri. Yeah, perutnya memang belum diisi tadi pagi karena suatu alasan—bahan makanan habis di dorm. Jadi mereka semua (SNSD) hanya makan roti isi saja di van dalam perjalanan menuju kemari. Bagi Sooyoung, jelas terigu dengan ragi dan selai cokelat itu tak akan cukup mengisi perut karetnya.

 

Makanan terkadang membuat moodnya membaik dengan sendirinya. Membuatnya makin pantas disebut Shikshin. Disuapan pertamanya, Sooyoung dikejutkan dengan sebuah tangan yang menepuknya dari belakang.

 

“Uhuk!” ia terbatuk-batuk dan tersangka ‘penepuk’ itu sigap memberinya segelas air.

 

“Ups, mianhae. Aku mengejutkanmu, ya?”

 

Sooyoung menoleh dan memberinya tatapan tajam, walau detik berikutnya tergantikan oleh raut terkejut setengah mati. Deg! Deg! Deg!

 

“Jo—Jonghyun?” terbata, entah kenapa Sooyoung jadi gugup sendiri. “Lee Jonghyun-ssi?” ulangnya, antara setengah percaya dan terkejut melihat Jonghyun. Lee Jonghyun yang selama dua minggu ini hanya bisa ia dengar suaranya lewat telepon, kini tepat di hadapannya!

 

“Kenapa? Aneh melihatku di sini? Kau pikir aku hantu yang tiba-tiba muncul?” Jonghyun mengangkat sebelah alis, dengan tatapan menggoda Sooyoung, tak ayal jantung Sooyoung berdegup cepat dibuatnya. Tak ada yang lebih aneh dari ini, bodoh! Batin Sooyoung mengumpat. “Aku baru saja makan dengan Changmin-hyung dan Minho, tapi mereka sudah pergi lebih dulu. Dan, saat aku juga baru mau pulang, aku melihatmu.” Jonghyun berdeham, “Jadi, aku, ehm… menghampirimu.”

 

“Oh…” Payah! Apa hanya itu yang bisa kau ucapkan Choi Sooyoung?!

 

“Kau tahu kita tidak pernah mengobrol face to face sebelumnya jadi, yeah…” Jonghyun tertawa hambar, mentertawakan kegugupannya di hadapan Sooyoung. “Butuh teman duduk?” Jonghyun menunjuk kursi kosong sebelah Sooyoung dengan dagunya.

 

Perlahan Sooyoung mengangguk dan tersenyum, “Jika kau memaksa.” Tak lama ia kembali menyuap kimchinya. Agak malu juga makan porsi sebesar ini di depan Jonghyun, tapi apa boleh buat, ia kan sedang lapar.

 

“Uhm…” Keduanya menggumam berbarengan, bersitatap sekilas, lalu tertawa bersamaan. “Kau duluan.” Putus Jonghyun.

 

“Tentang rencanamu pergi ke Jepang—” ucapan Sooyoung terhenti tiba-tiba, setengah hati ia melanjutkan, “Kapan? Maksudku, kau seharusnya sudah di bandara.”

 

“Nanti sore,” respon Jonghyun singkat. “Kenapa? Apa kau akan merindukanku?”

 

Sooyoung mendecih. “Bermimpilah, Tuan.”

 

“Akan kulakukan, Nona.” Jonghyun tersenyum jenaka. Maniknya menyipit saat ia tersenyum, menampakkan lesung pipinya yang manis. Detik berikutnya ia menatapi Sooyoung ambigu, membuat Sooyoung agak kecewa karena senyum dan lesung pipi yang manis itu hilang dari wajah Jonghyun, “Hei dengar, aku… ada yang harus kukatakan padamu.”

 

Sooyoung mendongak, lagi-lagi mereka dibuat bersitatap. Kali ini dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Apa? Apa yang mau dikatakannya? Sooyoung amat penasaran. Karena Jonghyun kelihatan… gugup? Pria itu menghela napas dalam, berdeham sebentar, baru bertanya hati-hati, “Bolehkan aku memanggilmu Youngie?”

 

“Yah!” Sooyoung memukul pundak Jonghyun dengan sumpit. “Aku kira kau mau bilang apa! Menyebalkan!”

 

“Tidak, serius.” Pria bermarga Lee itu membuat V dengan kedua jarinya.

 

“Terserah.” Sooyoung menyendok nasi lalu mengunyahnya cepat. Sesuatu jauh di dalam tubuhnya ada sebercak kecewa karena ternyata hanya itu yang Jonghyun coba katakan padanya. Bodoh, memangnya berharap apa?

 

“Selama berkirim pesan aku kan memang selalu memanggilmu Youngie, tapi tidak terwujud di kenyataan. Makanya aku ingin merealisasikannya.” Jelas Jonghyun semangat, ia tersenyum senang, mau tak mau Sooyoung ikut tersenyum kecil. “Hai Youngie…” Jonghyun tersenyum manis. Youngie, panggilan sayang dari Jonghyun untuk Sooyoung selama mereka bertelepon. Juga ancang-ancang Jonghyun untuk mendekatkan diri kepada wanita yang dikaguminya setahun lalu ini.

 

Pabo,” gumam Sooyoung. Ia meletakkan sumpitnya lalu meneguk jus jeruknya. Nafsu makan sang Shikshin sudah tak berkobar lagi, rupanya.

 

Pabo? Bukan itu panggilan untukku!” protes Jonghyun. “Kau ingat perjanjiannya? Jika aku sudah memanggilmu dengan sebutan Youngie kau harus memanggilku dengan…?” Jonghyun menggantung ucapannya, menggoda Sooyoung. Haha, menggodanya di telepon ternyata tidak sebanding dengan menggodanya secara langsung seperti ini, jauh lebih menyenangkan.

 

Andai saja kau mengajakku ke cafe SM setiap hari Hyung

 

“M—Mwo?” Dan, melihat Sooyoung yang salah tingkah adalah bonus tersendiri baginya. Bahkan jika memang Sooyoung makan di cafe SM setiap hari, ia akan punya rutinitas baru—datang ke sini demi melihat wanita berpipi cabi yang tengah merona itu. “Apa kau tengah merajuk padaku? Aku memanggilmu akan sesukaku. Jangan paksa aku.”

 

“Youngie,” Jonghyun merengsek ke samping Sooyoung, kepalanya condong lebih dalam, membuat jarak wajah mereka bisa dihitung jari dengan satuan senti. “Kau harus memanggilku dengan…?”

 

“Ugh… ne, arra.” Keluh Sooyoung, ia mempout bibirnya tanpa ia sadari. Ia pernah bertemu orang super jahil, dan itu Eunhyuk. Tapi bertemu Jonghyun yang jahilnya berkali-kali lipat membuat Sooyoung lebih baik bersama Eunhyuk seharian penuh. Bahaya juga kalau harus memanggil Jonghyun ‘seperti itu’ di sini. Bencana jika ada yang dengar. “Tapi, kalau ada yang dengar bagaimana?”

 

“Youngie,” Jonghyun mengulang panggilannya—berbisik tepat di samping telinga Sooyoung. Suaranya—Oh, Tuhan—demi apapun Sooyoung tidak mau lagi mendengar Jonghyun memanggilnya seperti itu. Itu sangat… jantungnya… oh jangan…

 

“Aish… dasar…” menarik napas beberapa kali, mengerjap berulang, merilekskan dirinya, Sooyoung beranikan diri beradu tatap dengan manik kopi Jonghyun. Teduh sekali. “Hyu…”

 

“Apa tadi? Hyu apa?” Jonghyun mengulas senyum menang, menggodai wanita itu memang kesenangan tersendiri baginya. ”Hyuuun…?” tubuh Jonghyun semakin condong, nyaris menghimpit tubuh kurus Sooyoung. Sampai-sampai Sooyoung dapat menghirup aroma cologne gitaris CNBLUE itu. Tapi tidak! Sooyoung lebih menyukai cologne yang dipakai Kyuhyun.

 

“Hyu—Hyun…” Sooyoung mengucapnya, pelan sekali, terbata-bata pula.

 

Jonghyun belum puas, alhasil pria itu menaik turunkan alisnya meminta lebih. “Kau bilang apa tadi? Coba ulangi, aku tidak dengar, hm?”

 

Wajah Sooyoung memerah sempurna. Argh. Sialan!

 

***

 

Kyuhyun menyadari saku celananya kosong saat ia raba. Ia bermaksud mencari keberadaan gelang itu, karena ia putuskan untuk memberikannya pada Sooyoung. Namun apa? Gelangnya sekarang hilang!

 

“Argh, dimana gelang itu?!” Kyuhyun membanting setir, memutar arah kembali menuju gedung SM. Pasti gelangnya tertinggal di cafe. Gelang hijau itu.

 

Sesampainya di sana, Kyuhyun bisa melihat van SNSD terpajang manis di parkiran. Kebetulan sekali, pikirnya. Sekalian berikan gelang itu untuk Sooyoung. Terserah Seohyun mau berpikiran apa. Kyuhyun hanya ingin gelang itu dipakai Sooyoung-sekarang.

 

Melangkah agak cepat memasuki cafe, dilihatnya gelang itu tergeletak di atas kursi bekas didudukinya tadi. Syukurlah tidak ada yang mengambilnya. Baru saja hendak keluar, Kyuhyun menangkap dua orang di sudut cafe, duduk di bangku paling ujung. Pria dan wanita yang—seperti—sedang berciuman.

 

Kyuhyun berdecak sinis. Seperti tidak ada tempat lain untuk berciuman saja, pikirnya remeh. Namun saraf ototnya mati tiba-tiba tatkala mendengar suara pria itu memanggil wanitanya.

 

“Youngie,” seperti suara Jonghyun. Dan, Youngie? Youngie siapa? Hei! Ia selalu memanggil Sooyoung dengan sebutan ‘Youngie’ juga! Tunggu, kenapa tiba-tiba ia ingat pada Sooyoung?

 

“Aish… dasar… Hyu…”

 

“Apa tadi? Hyu apa? Hyuuun…?”

 

“Hyu—Hyun…”

 

“Kau bilang apa tadi? Coba ulangi, aku tidak dengar, hm?”

 

Kyuhyun sukses membalikkan tubuh. Menatap dua orang itu dengan manik tajamnya yang berkilat merah. Lantas menarik kerah kemeja pria itu—yang ternyata memang Jonghyun—untuk menjauh dari wanita itu—yang mengejutkan Kyuhyun, adalah Sooyoung.

 

“Apa yang kau lakukan padanya? Lee Jonghyun?!”

 

Bugh! Tinju mentah diterima tepat di pipi Jonghyun.

 

“Tunggu! Kau salah paham, Hyung!” elak Jonghyun, gelagapan kala Kyuhyun menyuguhkannya tatapan murka.

 

Bugh! Kyuhyun kembali melayangkan pukulan di sisi wajah Jonghyun lainnya sembari membentaknya tanpa ampun. Tanpa membiarkan Jonghyun melawan. Atau Jonghyun sebenarnya bisa saja melawan, hanya ia memilih mengalah karena Kyuhyun tengah salah paham. “Jadi kau? Karena kau? Beraninya kau menyakiti dia, hah?! Kau tidak tahu dia menangis setiap hari karena perlakuanmu padanya?!”

 

“Benarkah itu? Sooyoung? Kau menangis?” Jonghyun menoleh tak percaya ke arah Sooyoung. Wanita itu balas menatapnya serba salah.

 

BUGH! Kali ini pukulan itu lebih keras, menghantam wajah Jonghyun. Membuat bercak merah di sudut bibir laki-laki jangkung itu. Jonghyun meringis tertahan. “Kau bahkan pura-pura tidak tahu?! Katakan padaku berapa lama kau mengenalnya?!!!”

 

“Cho Kyuhyun!” Sooyoung beranjak dan berusaha menghentikan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menepis tangannya kasar. “Kumohon hentikan!” pekiknya panik. “Kalian berdua, hentikan!!!”

 

Jonghyun menahan tangan Kyuhyun yang mengudara, emosinya sukses terpancing. “Aku memang tidak tahu! Aku memang tidak mengenal Sooyoung lebih jauh seperti kau mengenalnya!”

 

Kyuhyun menggeram, maniknya merahnya berkobar-kobar. “Apa hakmu melakukan itu padanya? Siapa kau berani mendekatinya? Dia bahkan pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik darimu! DIA DONGSAENGKU, JADI PERGILAH DARI KEHIDUPANNYA!”

 

DEG. Do—Dongsaeng?

 

“Aku memang tak berhak lakukan apapun padanya! Aku bukan siapa-siapanya! Tapi suatu hari aku akan menjadikannya milikku! KAU PUAS?!” Jonghyun balas berteriak. Mereka berdua benar-benar sudah diluar kendali.

 

Sooyoung menangis. Kyuhyun salah besar. Ini kebodohan terbesar yang pernah Kyuhyun buat. “AKU BILANG HENTIKAN!!!”

 

Kyuhyun pun berhenti memukuli Jonghyun, lalu mendorong tubuh pria itu semena-mena. Ditatapnya Jonghyun tak suka, kemudian beralih tatap pada Sooyoung, nanar. “Apa laki-laki ini yang kau maksud, Sooyoung? Dia yang kau cintai?”

 

Sooyoung mengatur napasnya yang memburu dan airmatanya yang berebut mengalir. Ia tersenyum getir. “Kemana kau selama ini? Apa kau hanya menutup matamu? Tidak pernah melihatku? Kau sebut dirimu Oppaku sementara kau sendiri tak tahu apapun tentang aku? Kau bahkan tidak tahu siapa laki-laki yang kucintai, kan?! Jawab aku Cho Kyuhyun!!!”

 

“Siapa? Aku? Menutup mata? Tidak pernah melihatmu?” Kyuhyun mengulang lagi pertanyaan-pertanyaan itu dengan linglung. “Jadi, siapa? Siapa lelaki itu, Choi Sooyoung? Benar kan, dia orangnya?”

 

Sooyoung memapah tubuh Jonghyun yang tersungkur di lantai cafe. Untungnya sedang lenggang pengunjung, tak ada artis lain selain mereka bertiga dan Kyuhyun patut bersyukur atas itu. Atau beritanya berkelahi dengan Jonghyun akan termuat di majalah besok pagi dan berakhir bencana besar. Melihat Sooyoung yang memapah Jonghyun penuh perhatian, seketika terlintas memori percakapannya dengan Taeyeon tanpa izin. Apa pria ini—?!

 

“Apa pria ini yang dimaksud Taeyeon?” pertanyaan Kyuhyun mengundang perhatian Sooyoung. “Apa dia yang membuatmu selalu menangis sendirian, Soo?” ulang Kyuhyun, raut keseriusan—dan kekesalan—tak terpungkiri tercetak jelas di wajah tampannya.

 

Bodoh. Airmata Sooyoung sebagian menggumpal di pelupuknya, sekuat mungkin ditahannya agar tak tumpah lagi. Cho Kyuhyun bodoh! Berengsek! Pria itu kau! Kau, bodoh! Harus kuteriakkan berapa kali, hah?!

 

“Iya, dia laki-laki itu, aku mencintainya. Aku mencintai Lee Jonghyun dengan sepenuh hatiku. Sudah cukup?” penglihatan Sooyoung mengabur karena kumpulan kristal bening di ujung manik-maniknya.

 

Jonghyun terbelalak, kelopaknya terbuka lebar. Debaran jantungnya makin menggila. Sooyoung mencintainya?  Itu adalah keajaiban terindah dalam hidupnya. Kalimat yang hanya bisa ia impikan dalam tiap lelapnya. Sekalipun ia tahu. Semuanya bohong.

 

“Kau bilang apa, Soo?” Kyuhyun menatapnya tak percaya, lalu tertawa remeh. “Kau bercanda kan?”

 

“Kau pikir itu lelucon?” tanya Sooyoung sarkatis, dan detik itu pula airmatanya mengaliri pipi cabinya yang memerah. “Kau memang tak pernah mengerti aku bagaimana pun aku mengertimu. Tapi Hyunie melakukannya, dia mau mencoba mengerti. Tidak seperti kau.”

 

Cho Kyuhyun tertawa miris, bertanya dengan segala keretorisannya, “Hyunie? Kau memanggilnya Hyunie?”

 

Sooyoung menarik napas pendek, mengusap airmatanya kasar kemudian. “Ya, memang dia pria yang kutangisi itu. Aku mencintai Jonghyun. Aku mencintai Hyunie-ku.”

 

Hyunie…

 

Jonghyun kembali dibuat kaget dengan panggilan Sooyoung barusan. Hyunie! Ia hanya meminta dipanggil Hyunie! Tapi Sooyoung menyebutnya ‘Hyunie-ku’? Mimpi apa ia semalam?!

 

Berbeda dengan hati Kyuhyun mencelos mendengar itu. Emosinya menguap tanpa bekas. Napasnya tak lagi memburu. Rasanya… kosong. Dan, detik itu pula Sooyoung memalingkan wajah kecewa lalu menarik lengan Jonghyun untuk pergi, menggenggamnya erat. Menghilang dari pandangan Kyuhyun. Meninggalkannya sendirian, berpayung penyesalan dalam diam.

 

“Dulu…” lirih Kyuhyun. “Kau memanggilku Hyunie juga, kan? Sooyoungie?” sambungnya parau. Membiarkan sepasang manusia itu berangsur lenyap dari pandangannya. Tergantikan oleh pandangan mengabur. Dan, airmata yang menetes.

 

***

Iklan

87 Comments Add yours

  1. Andria Knight berkata:

    Ecie.., Jonghyun oppa cp” ma Sooyoung eonni… 😀
    kyuhyun oppa lum sadar jg…? Dasar gx peka..

    Suka

  2. Andreena berkata:

    Aaaaaa~
    Suka suka sukaaa!
    Ayo Sooyoung, beralihlah ke Jonghyun. haha
    Aku sebenernya suka banget sama pairing Kyuhyun-Sooyoung, tapi kalo begini aku kok jadi lebih berpihak ke Jonghyun yaa.. *mulai terseret cerita.
    Makin penasaran lanjutannya. Daebak daebakk! 🙂

    Suka

  3. Weeni_leon berkata:

    Sbener ny perasaan Kyuppa itu gmNa sech thor?!
    Agk em0si jga mbaca nya, plin-plan bgt…
    Next part dtunggu.

    Suka

  4. kelly berkata:

    Hwaaaaaaaa soo berpaling dari kyu aja
    Tapi akhirnya harus tetep sama kyu

    Suka

  5. kyungie berkata:

    Aku suka kyuyoung pairing, tapi kalo sama jonghyun juga gpp:p

    Suka

  6. ananta.ditha berkata:

    soo unnie sma jonghyun oppa aja.. d jamin bahagia dunia akhirat.. kekekke..

    Suka

  7. EvilShikshin berkata:

    Seru-seru. Cukup satu kata daebak. Next. XD

    Suka

  8. Echa Carthica berkata:

    Ayo jonghyun bwt soo suka biar kyu sadar,next

    Suka

  9. Echa Carthica berkata:

    Ayo jonghyun bwt soo suka ma kamu biar kyu sadar

    Suka

  10. Ve berkata:

    Hwa.. Nge-feel bgt. DAEBAK!!!
    Pas baca yang Soo eonni sm Jonghyun senyum” sendiri xD trs pas baca yg kyu nya nyesek bgt.
    Dan kyknya pelan” nama Kyuhyun bakal ke hapus dan ganti menjadi Jonghyun di hati Soo eonni..
    Semoga Soo eonni sm Jonghyun deh..ntar kalau sm Jonghyun pasti bahagia

    Suka

  11. fatimah berkata:

    nice

    Suka

  12. kyusooforever berkata:

    huahh daebak, kerasa bgt feelnyaa

    Suka

  13. andra berkata:

    aaaaaa daebak bet ini ff. uwaaaa soo jonghyun pleaseeeee

    Suka

  14. YSA berkata:

    sumpah geregetan sama Kyu Oppa
    hyiihh
    tapi aku suka cerita yang kayak gini heuheu

    Suka

  15. Kim Seo Won berkata:

    yeees kyu ngamuk cemburu? tapi kasian jonghyun tiba tiba dapet bogem haha soo kasian suka gereget deh kalo konfliknya begini, oh iya soo mulai suka membuka hati yah? jangan jangan pas soo udh suka sama jonghyun eh kyu ntar nyadar ckck

    Suka

  16. yoonAddict01 berkata:

    aigoo kenapa ini
    kyu bener2 eror otaknya ni

    Suka

  17. Kang Yong Ae berkata:

    rasain bang kyu. emang enak.
    ga peka. menyebalkan.
    udahlah soo biarkan kyu pergi biar tahu rasa dia

    Suka

  18. sooyounggggg210 berkata:

    Semakin seruuu 😀

    Suka

  19. Dania berkata:

    Aaaaaa seru dehhh,mau baca nextnyaa, fighting!

    Suka

  20. Dania berkata:

    Aaaa keren seru next parttt

    Suka

  21. dania berkata:

    Kerenn next part

    Suka

  22. kaadiss berkata:

    kyuppa ga sadar sadar juga, namja pabo ga punya hatiii!!! pabooooo
    harusnya jonghyun yang mukulin kyuppa ,
    daebaaaaaaaaaaaaaaak author 🙂

    Suka

  23. Ihhh Bikin geraget Aja Nie kyuhyun nya 😀
    Udh soo Unnie nya berpaling aja 😀
    daripada sakit terus 🙂

    Suka

  24. erika berkata:

    aaaaaaaa…
    sooyoung sama jonghyun aja tuh thor 😀
    lanjuuuuut, hehe

    Suka

  25. wiiaawiyu berkata:

    Rasain kyu! nakal sih……
    Tadi bilangnya soo itu DONGSAENG, tapi pas soo manggil jonghyun dengan sebutan ‘hyunie’ baru deh nangis.. dasar -_-
    tapi salute yah sama soo, dia masih aja cinta sama lelaki yg bodoh dan tidak peka semacam cho kyuhyun. Hah.
    Tbh, Aku new k-popers jadi gatau yg mana namanya jonghyun, intinya dia ganteng kan? 😀 yauda bayang bayangin aja deh muka cowok korea dgn wajah menawan 😀

    Suka

  26. kusumaani berkata:

    aku relain soo ama jonghyun ajaaa
    sweet bgt moment pas di cafenya tapi rusak gara gara kyuhyun

    Suka

  27. emmalyana25 berkata:

    ini nyesek sumpah kyuhyun bener bener gak peka
    suer deh soo eon yang kuat
    jonghyun jailnya ahaha
    daebak!!

    Suka

  28. SummerAnn berkata:

    sukaaa

    Suka

  29. maulidia03 berkata:

    Di part ke 2 ini sudah sukses bkin mewek…huaaaaa nyesekk bangett. Keren bnget ff nya chingu..

    Suka

  30. Zee Anggita berkata:

    ceritanya nyesek, kyuppa bener2 gx peka bngt kan kasian soo eon..

    Suka

  31. sweetyoungsoo berkata:

    Kiyuu gak peka!!

    Suka

  32. Kaisoolay berkata:

    Halahhhh,, baper terusss

    Suka

  33. zahra berkata:

    Ahhh makin baper…🙁 Kyu nya gak peka

    Suka

  34. yani yanuari berkata:

    aigoo!! sad part 😦
    knapa stiap part’a d’bikin sad trus sih min, ughhh bkin baper sma klakuan’a kyu oppa 😥 pabbo namja, nappeun namja kyuhyun oppa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s