[FF] Second Life Sensation – Chapter 02

Gambar

 

***

Chapter Two – Goodbye My Best

 

Aku tidak berani melihat wajahnya yang tertutupi rambut karena aku ngeri membayangkan jika wajahnya hancur atau semacamnya. Maka aku memeriksa saku jaketnya, mencari dompetnya atau apapun yang bisa kuhubungi untuk keluarganya. Ini dia, aku mengambil kartu pelajarnya.

 

Astaga…

 

Ch-Cho… Kyu-hyun…?

***

Changmin’s Pov

Kelas sudah berakhir, aku membereskan buku-buku kemudian keluar kelas. Aku sempat menoleh sebentar dan melihat Kyuhyun masih duduk di sana.

 

“Tidak pulang, Kyu?”

 

“Aku masih mau di sekolah, mungkin aku akan tidur sebentar.” Jawabnya, lalu mengeluarkan benda hitam dari dalam ranselnya, PSP. Ckck… dia bilang mau tidur, tapi malah main PSP? Terserahlah.

 

Aku pun hanya membiarkannya, lalu melangkah keluar sebelum Kyuhyun bertanya, “Kau mau langsung pulang?”

 

“Aku?” aku bingung, Kyuhyun menunggu jawabanku. Tidak, aku tidak langsung pulang, sepertinya. “Kurasa… aku harus mengerjakan laporan Biologi…” heh? Kenapa aku berbohong pada Kyuhyun?

 

***

 

Aku mendorong pintu perpustakaan perlahan, sehingga suara gesekan lantai kayu dengan pintu. Berjalan ke arahnya yang sedang asik mengetik di netbook-nya.. Aku melirik ke arah kursi penjaga, kosong.

 

“Kemana penjaga perpusnya?” tanyaku padanya. Dia mengangkat kepala untuk melihatku. Dan seketika raut wajahnya berubah. Seperti… dia tidak suka melihatku.

 

“Penjaga perpus sudah pulang.” Jawabnya datar, terkesan sekali dia tidak ingin memperdulikan keberadaanku di sini. Seakan tidak ingin mengerti dia, aku malah duduk di sampingnya. Dia tampak kaget.

 

“Kenapa?” tanyaku.

 

“Ti-tidak apa-apa.” jawabnya gugup, sebelum kembali menyibukkan diri dengan sesuatu yang di kerjakannya, laporan Biologi. Jangan tanya kenapa aku tahu.

 

“Kau tampak kesulitan mengerjakan itu.” ujarku.

 

“Uh… Mmm, sedikit.”

 

“Mau kubantu?”

 

“Eh?”

 

Kau harus mau kubantu. Tentu kau harus. Karena kau tidak tahu aku yang susah-susah mencuri dengar pembicaraanmu dan Lee Jonghyun tadi siang di kelas.

 

“Jong, bantu aku tugas Biologi ya? Temui aku di perpus sepulang sekolah ya!”

 

“Maaf Soo. Hari ini aku harus rapat OSIS, maaf ya…”

 

Maka dengan sengaja aku membohongi Kyuhyun demi kau. Sebenarnya bukan aku yang akan mengerjakan tugas itu, tapi kau. Kau yang jika aku katakan pada Kyuhyun akan terjadi perang dunia ke tiga. Bahwa aku akan lebih lama di perpustakaan ini untuk membantu musuhnya mengerjakan tugas.

 

“Jangan merasa aneh denganku, Choi Sooyoung.”

 

“Tapi… kau teman bocah itu, kan. Kalian sangat dekat.”

 

“Aku temannya, bukan berarti aku musuhmu juga.”

 

Sooyoung memasang mimik wajah berpikir. “Sebenarnya… aku cukup kesulitan mengerjakan ini sendirian.. seharusnya sih Jonghyun di sini untuk membantuku…”

 

***

 

“Umm… aku bingung bagaimana menulis kesimpulannya. Hasil pengamatannya aku tidak begitu mengerti.”

 

“Oh… lebih baik kau mengambil gambarnya dulu, supaya bisa lebih jelas.” Usulku.

 

“Kurasa aku sudah mengambil gambarnya, kutaruh di ponselku…” Sooyoung mengambil ponsel dan memeriksanya, kemudian dia tersenyum. Ah, aku selalu suka bagaimanapun caranya tersenyum. Sungguh manis.

 

 “Coba kulihat… Mmm, ini benar. Ini spirillium kan? Seharusnya kau masukkan dalam laporanmu.”

 

“Baiklah, akan ku print lagi bagian hasil laporannya itu.” dia berlari kecil ke arah bilik komputer kemudian beberapa menit kemudian terdengar suara printer.

 

“Begini benar kan?” tanyanya setelah selesai dengan urusannya tadi.

 

Aku melihat hasil pekerjaannya dengan teliti, wah, dia hebat juga, sekali kuberi tahu dia langsung mengerti. Padahal waktu awal tadi dia menulis judulnya saja bingung. “Ya, kau cepat mengerti rupanya. Kesimpulanmu juga bagus. Kurasa kau akan dapat nilai A.” Pujiku tulus.

 

 “Hahaha, kau berlebihan… nilai laporanmu pasti lebih bagus, aku bisa mengerjakan ini juga berkat bantuanmu. Thanks ya.” Memberiku senyuman lagi.

 

“Ganti saja ucapan terimakasihmu itu dengan traktiran.” Candaku, tapi kurasa dia menganggapnya serius.

 

“Haha… dasar kau ini… tapi benaran aku berterimakasih padamu. Kau rela membantuku mengerjakan ini sampai sore padahal tugasmu sudah kau kerjakan… kau baik sekali.”

 

“Berhenti memujiku, Soo.” Dan berhenti membuat hatiku berdesir, sambungku dalam hati.

 

Tanpa kusangka dia bilang begini, “Kurasa kau bisa kok jadi peringkat satu di kelas, aku sudah bosan jika cowok bodoh itu terus yang rangking satu.”

 

Cowok bodoh itu maksudnya adalah Cho Kyuhyun, sahabatku. Hhh, Kyuhyun dan Sooyoung memang seperti air dan minyak. Aku memang tidak tahu awalnya bagaimana hingga mereka bisa bermusuhan dan dijuluki KyuYoung Enemy. Permusuhan mereka memang cukup terkenal, konyol juga sih. Tapi justru kebalikan dari Kyuhyun, pertamakali aku kenal Sooyoung, kurasa aku suka padanya.

 

Waktu itu aku melihatnya sedang menangis di bawah pohon maple taman belakang sekolah. Karena mengangguku yang kebetulan sedang tidur siang di balik pohon itu. aku yang hendak marah tidak jadi, karena dia… ternyata tidak seburuk yang kukira. Dia cantik ketika menangis. Dan itulah pertemuan singkatku dengan Sooyoung. Bodohnya, saat itu kami tidak memberitahu nama masing-masing. Wajar jika dia lupa padaku, orang yang memberinya sapu tangan biru muda untuk menghapus airmatanya.

 

 “Bisa-bisa kau dihabisi olehnya kalau dia mendengar itu.” aku tertawa. Sooyoung memukul pundakku.

 

Baiklah, aku sudah capek-capek membantunya hari ini, sebagai gantinya tentu dia harus membantuku juga, ayo manfaatkan situasi ini. “Sooyoung-a, kau sudah menonton Harry Potter part 7?”

 

“Aku menontonnya dengan Lee Jonghyun. Kenapa?”

 

Jonghyun? Ya ampun, kenapa cowok itu dekat sekali dengan Sooyoung? Semoga cowok itu nggak menyukainya juga! Sooyoung memang manis, aku tahu ada beberapa siswa yang suka padanya. Tapi kuharap Jonghyun tidak.

 

“A… itu, tadinya aku mau mengajakmu menontonnya. Tapi kau sudah nonton ternyata…”

Sooyoung menarik ujung bibirnya lagi, “Oke, kita nonton hari sabtu ya! Sekalian aku mentraktirmu makan!”

 

Apa? Dia menerima ajakanku? Saking terkejutnya aku menjawab dengan terbata, “Ha? Er… oke. Kutunggu di Page Two.” Aku menyebutkan nama sebuah kafe.

 

Kyuhyun, karena aku bukan pengikutmu, aku tidak berpikir bahwa mengencani musuhmu berarti menghianatimu. Dan maaf aku mengajak Sooyoung nonton sedangkan kau tidak. Hahaha… hari sabtu, cepatlah datang padaku!

 

***

 

Aku mendorong pintu rumah pelan. Aku masuk lalu duduk di sofa sebelum melempar ransel-ku ke atas meja. Lelah sekali. Aku melihat jam tanganku, pantas saja, pukul setengah tujuh malam.

 

Kulihat Ibu sedang mengerjakan sesuatu di dapur. Dan tercium bau yang wangi… perutku minta di isi sekarang.

 

Beranjak, dan menghampiri Ibu, aku menyendok sup dan mencicipinya, “Eomma, tumben kau masak banyak sekali.” Kataku.

 

“Ah, ini bukan masakanku. Sebenarnya Eommanya Kyuhyun tadi datang dan memberikan semua ini, dia masak terlalu banyak, katanya.”

 

“Oh,” aku mengangguk. Ibuku dan Ibu Kyuhyun memang cukup akrab.

“Kudengar Kyuhyun menjuarai pertandingan lagi ya?”

 

“Begitulah.” Aku berjalan ke arah kulkas dan membukanya. Sempat melihat camilanku masih ada di sana, aku mengambilnya.

 

“Dia itu hebat ya, Eomma pikir prestasinya sangat meningkat akhir-akhir ini. Dia juga jadi juara satu di sekolahmu kan? Banyak-banyaklah mencontoh darinya, Changminie…”        

 

Aku diam. Aku tidak suka kalau Ibu mulai membangga-banggakan Kyuhyun di depanku. Sebenarnya anaknya itu siapa sih? Kyuhyun atau aku?!

 

“Aku keluar,” kataku cepat. Menghindari topik pembicaraan Ibu yang aku benci.

 

“Hei kau baru saja datang, makan malam dulu.”

 

“Ibu bisa makan dengan Ayah saja kan? Aku akan makan di luar.” Ujarku ketus lalu membanting pintu dengan kesal. Kenapa dia selalu bandingkan aku dengan Kyuhyun? apa dia tidak tahu aku bisa lebih hebat dari Cho Kyuhyun?

 

***

 

Aku berjalan tanpa arah di trotoar. Aku tidak tahu aku sedang apa, aku memang tidak ada kerjaan. Suasana hatiku masih buruk soal pembicaraan dengan Ibu tadi. Sudah, lupakan! Lupakan! Udara dingin sekali, aku tidak memakai jaket, malah aku masih memakai seragam lengkap.

 

“Shim Changmin!”

 

Cih… bagaimana bisa ada suara orang itu, padahal aku sedang kesal dengannya. Mungkin khayalanku saja.

 

Ckiiiiiit!

 

Brakk!

 

Aku berbalik. Suara dentuman itu nyata! Dan memang benar! Dengan cepat aku berlari menghampiri seseorang yang tergeletak di tengah jalan itu. kurasa ada mobil yang baru saja menabraknya. Aku melihat mobil itu yang membanting stir lalu menabrak pembatas jalan yang sedang dibetulkan. Hei! Jalan itu berlubang!

 

Mobil itu tergelincir dan terpesorot ke dalam lubang! Gila, kecelakaan mengerikan ini tepat di depan mataku! Dan orang yang tertabrak itu… Oh iya, dengan cepat aku memeriksa nadi di pergelangan tangannya.

 

Ya Tuhan…

 

Tidak ada.

 

Aku tidak berani melihat wajahnya yang tertutupi rambut karena aku ngeri membayangkan jika wajahnya hancur atau semacamnya. Maka aku memeriksa saku jaketnya, mencari dompetnya atau apapun yang bisa kuhubungi untuk keluarganya. Ini dia, aku mengambil kartu pelajarnya.

 

Astaga…

 

Ch-Cho… Kyu-hyun…?

 

***

 

Aku melihat Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun datang bersama Ibunya. Lalu menghampiriku dengan panik. Sangat terlihat kekhawatiran di wajah mereka. Ibu Kyuhyun bahkan sudah menangis.

 

“Bagaimana keadaannya? Dimana ia?” tanya Ahra-noona padaku.

 

“Di dalam sana…” jawabku dengan suara serak. Aku mengaku aku menangis selama perjalanan membawanya ke sini dengan ambulans tadi. Aku tidak peduli dengan tubuhku yang berlumuran darah karena membopong Kyuhyun. yang jelas, aku sangat… sangat merasa bersalah padanya.

 

Kulihat Ibu Kyuhyun masuk ke dalam ruang ICU.

 

“Kau masih terlihat tampan, anakku…” ujarnya parau. Aku kagum padanya, dia hanya mengelus pelan wajah Kyuhyun yang sudah menutup mata. Ada gurat-gurat penuaan di sana, dan tertutupi oleh airmatanya yang kemali turun saat tangannya perlahan menutup wajah yang tenang itu dengan kain.

 

Airmataku juga ikut turun. Setelah ini, aku tidak akan pernah berhenti menyalahkan diriku sendiri atas kematiannya. Kematian Cho Kyuhyun…

 

Bahkan di detik terakhirnya saat ia memanggil namaku, “Shim Changmin!”

 

Aku membencinya?!

 

***

 

“Ahra-noona,” aku memanggilnya dan dia berbalik. Masih terlihat jelas tapak-tapak airmata itu di pipinya, aku bisa mengerti perasaannya.

 

“Ada apa?”

 

“Kyuhyun membawa ini terakhir kali…” aku menyerahkan sekantung tas plastik padanya. Aku tidak tahu apa isinya, dan aku tidak berani membukanya.

 

Dia kemudian membuka dan mengeluarkan isinya. Film Harry Potter. Seharusnya aku tahu itu…

 

Anak bodoh. Dia mati karena mengejarku. Karena aku yang tidak mau menoleh padanya.

 

***

 

“Heh?” aku melongo melihat loker di sebelahku sudah kosong melompong. Bukankah itu loker Kyuhyun?

 

“Kemana semua isinya?” tanyaku pada Yoochun.

 

“Oh, itu…” Yoochun berpikir sejenak, “Oh ya, keluarga Cho sudah membereskan barang-barangnya kemarin. Aku melihat kakaknya, dia cantik sekali, ya.”

 

“Sudah dibereskan?” gumamku. Secepat itu?

 

Perlahan. Terus-menerus dan tanpa kusadari. Sekolah ini mulai melupakan keberadaan Kyuhyun. Menghilangkan tiap debu yang bersangkutpaut dengan Kyuhyun. Membersihkannya sangat detil.

 

Selamat tinggal, Kyu…

 

***

A/N; next chappie udah kuposting sekaian di blog ini ^^

Iklan

6 Comments Add yours

  1. safira faisal berkata:

    hah? Kyuhyun meninggal? Seriuss? Ko pemeran utama bisa meninggal sih? O_o

    Suka

  2. yolyulknight berkata:

    eh kyuhyun meninggal?

    Suka

  3. Yufasa berkata:

    ehh!! *keselek…
    Tu kyuhyun meninggal eoh????!

    Suka

  4. kenianurasha berkata:

    akhirnya keluar jugaaaaa
    kyuhyun selamat tinggal /dadah-dadah/ :’)
    sooyoung cuma nyempil dikit kwkwkwk
    keren pake bangetttttt! (y)

    Suka

  5. rizky berkata:

    what…
    kyu terlupakan??
    aigoo.. kyu mati??
    trus gmn kyuyoungnya??? 😦

    Suka

  6. Sistasookyu berkata:

    Astagaa baru nemu part ini -_-
    well, disini kyu nya udah bye..
    part selanjutnya idup lagi kah? *lgsug baca next chap

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s