[FF] This is not Love Story – Chapter 01

SooHun-poster copy

“This is not Love Story”

 

Sehun/Sooyoung.

G-rated. l Fluff/Romace/Comedy. l chaptered. l Indonesian.

Plot © wufanneey.

Characters © they belong to God and themselves.

 

“Gara-gara gelang bodoh itu, semuanya gara-gara gelang terkutuk itu!”

 

***

 

“Wuaah, yang itu bagus banget ya, Hyung?” Sehun bertanya pada Chanyeol di sampingnya. Jari terlunjuk panjangnya menunjuk-nunjuk sebuah gelang warna hitam berhiaskan berlian-berlian bunga kecil yang bertaburan di sekitarnya. Cukup menarik perhatian seorang Oh Sehun.

 

“Ya Tuhan aku kira kau normal, itu barang cewek!” Chanyeol histeris—setengah menjerit. Dan, Sehun sontak membekap mulut rapper EXO itu sebelum orang-orang menyadari dua member EXO yang tengah menyamar itu sedang berkeliling di sebuah toko pernak-pernik sederhana yang berdiri kokoh di depan gedung SMEnt.

 

“Wayne’s” nama toko itu. Sepertinya toko ini baru dibuka, karena pengunjungnya belum bisa terbilang banyak—keuntungan bagi Sehun dan Chanyeol—yang tengah menyamar. Dan juga, cat dan wallpaper dinding toko pun masih terlihat sangat baru. Unik, nuansanya colourful khas anak remaja. Pegawainya pun semuanya berusia muda.

 

Hyung! Kita kan memang lagi cari hadiah buat Eommaku!” peringatan Sehun tertahan. Sepertinya maknae berjuluk milky skin itu harus mengusap dada karena sifat kepelupaan Hyungnya. Sepertinya sifat pelupa Lay menular pada member lain. Sehun bahkan masih mengingat jelas Chanyeol pernah lupa menaruh ponsel, passport, atau bahkan topi. Bayangkan… padahal saat itu topinya sedang dia pakai sendiri!

 

“Oh iya lupa.” Chanyeol nyengir.

 

“Ya sudah aku mau beli itu saja deh.” Putus Sehun setelah beberapa detik menimbang-nimbang. Murah itu nggak penting, yang penting itu niatnya, kan?

 

Yeah, Ibu Sehun memang akan berulang tahun sebentar lagi. Dan, putra satu-satunya itu tentu ingin membelikan sang Ibu hadiah hasil keringatnya setelah debut selama ini. Chanyeol menyarankan agar Sehun memberikan baju atau tas atau sepatu—mengingat Ibunda Sehun adalah wanita setengah baya super modis—tapi Sehun menolaknya dengan alasan Ibunya hanya mau barang-barang seperti itu dengan merek ternama, dan tentu saja… mahal.

 

“Nggak modal.” Cibir Chanyeol saat Sehun menolaknya, Baekhyun ikut mentertawakannya. Dan, seperti para maknae di boygroup kebanyakan, Sehun memasang wajah cemberut tingkat tinggi membuat para Hyungnya langsung meminta maaf dengan wajah memelas.

 

“Permisi… saya ingin membeli gelang yang itu.” “Saya pilih gelang yang itu.”

 

Ouh! Tidak! Persaingan antar pembeli terjadi dan itu terjadi pada tokoh utama pria kita—yaitu Sehun. Dengan seorang wanita tinggi yang memakai hodie dan masker! (sebenarnya Sehun juga sedang memakai masker—penyamaran khas artis kpop)

 

Atau jangan-jangan… wanita itu juga artis kpop? Sunbae? Hoobae? Siapa? Ah, tidak, tidak. Pikiran Sehun mulai melantur. Tapi, bukankah bisa saja? Toko itu, kan, dekat dengan gedung SM. Bukan hal yang mustahil untuk artis SM… Aish! Tidak mungkin lah!

 

“Tapi saya duluan!” keduanya berseteru berbarengan saat si pegawai toko bernametag Jeanne menanyai siapa yang duluan akan membeli gelang hitam itu.

 

Cheosonghamnida, Agassi, tapi saya duluan yang melihat gelang itu.” Sehun berusaha membujuk dengan lembut—lebih tepatnya dengan nada dilembut-lembutkan.

 

“Tapi saya lebih lama di sini, dan setelah saya melihat gelang itu saya—” belum selesai penjelasan wanita lawan bicaranya, Sehun langsung mengeluarkan beberapa lembar uang kemudian menarik gelang hitam dari tangan pegawai itu. Sehun lantas berlari keluar pintu dan sekejap jejaknya sudah lenyap di telan bumi.

 

Wanita dan pegawai toko itu mendadak berwajah cengo. Si pegawai melongo. Bukan apa-apa sih, hanya saja uang yang Sehun tinggalkan terlalu banyak. Dan, si wanita itu mendengus sebelum mengusap wajahnya lelah. Wanita tinggi itu hendak berlalu tapi pegawai Jeanne berseru padanya dan membuatnya berbalik.

 

“Maaf, Nona. Gelang model seperti itu satu-satunya di sini,” ucap Jeanne. Wanita cantik itu bingung dengan ucapan Jeanne. “Tapi, jika Nona memang benar-benar menginginkan gelang itu, takdir akan menuntun Nona.”

 

“Aku tidak mengerti.” Ujar si wanita.

 

“Nona akan mengerti pada waktunya.” Jeanne tersenyum. “Gelang itu, spesial. Dia akan memilih sendiri siapa pemiliknya. Hanya harus percaya saja tentang itu.”

 

“Aku tidak percaya magis.” Respon si wanita, pendek. Rupanya kali ini otaknya mulai mencerna ucapan Jeanne.

 

“Ini bukan magis, Nona. Tapi takdir.” Ralat Jeanne. “Jika Nona memang menyukai gelang itu saja, yah…” Jeanne tersenyum lagi, lalu mengangkat kedua bahunya. Wanita itu tak ambil pusing lalu berlalu dengan gurat kesal terpeta di wajahnya. Dasar, hari Kamis sial. Ada-ada saja. Runtuknya.

 

“Sooyoungie kamu lama banget sih!” gerutu Sunny yang melihat Sooyoung keluar dari mall dengan wajah ditekuk. Oh, ternyata wanita tinggi bermasker dan berhodie itu adalah Choi Sooyoung, GG’s Happy Princess.“Gimana gelang incaranmu itu? Sudah dapat?” pertanyaan memburu Queen of aegyo itu hanya dibalas gelengan kuat Sooyoung.

 

“Ada bocah yang tiba-tiba datang terus mencuri gelang itu! Menyebalkan banget!” Sooyoung melipat kedua tangannya di depan dada—masih dengan wajah super tertekuk. “Sunkyu-a, gimana dong… sudah lama aku ingin gelang itu…”

 

“Ya, itu sih derita kamu. Ayo cepat ah, kita harus cepat gladi resiknya mau dimulai. Dari tadi Taeng teleponin aku terus, dia bawel banget kalau sudah keluar sifat Ibu-Ibu rempongnya.”

 

Lagi-lagi. Sooyoung hanya bisa mengangguk lemas sebagai jawaban.

 

***

 

Hari ini, member EXO, anak-anak baru keluaran SMEnt akan latihan bersama dengan artis senior mereka dari agensi SM. Beberapa hari lagi menyambut konser SMTown dan hari ini ada gladi resik. Mereka terlihat berjalan santai sesekali diselingi canda duo perusuh—BaekYeol.

 

“Kau mencuri gelang itu namanya. Hahaha, pencuri, dosa loh!” komentar Baekhyun setelah Sehun bercerita panjang lebar tentang perjuangannya mendapatkan gelang.

 

“Tapi kan aku sudah bayar, Hyung.” Sehun bersungut-sungut. Namun, detik berikutnya dia mulai membayangkan wajah Ibunya yang bahagia setelah menerima hadiah—tak seberapa—darinya. Dia senyam-senyum sendiri membuat Baekhyun bergidik kemudian menjauh dari maknae itu.

 

Menjelang akhir-akhir performance, Sehun sudah turun duluan dari panggung sambil menarik-narik lengan Chanyeol untuk ikut dengannya. “Sudah capek, temani aku ke restroom,” katanya saat membujuk Chanyeol. Suho memperbolehkan mereka istirahat lebih dulu membuat Chanyeol mendesah malas.

 

“Kayaknya salah jalan, deh. Harusnya kita lewat koridor sebelah sana.” Chanyeol baru menyadari setelah mereka sampai di depan restroom GG dan di sebelahnya adalah restroom TVXQ!.

 

“Yah, Hyung…” sementara Sehun yang sudah mengantuk setengah hidup kini merengek-rengek. Dia bahkan sudah menguap lebar membuat Chanyeol menampar wajahnya—karena Sehun menguap di depan wajah Chanyeol.

 

“Oh. Oh, lihat! Hyungdeul TVXQ!” Chanyeol tampak exited saat duo Yunho – Changmin melewati mereka berdua. Si gigi rata itu langsung menyanyi-nyanyi tidak jelas.

 

Catch me if you caaan!” suara beratnya terdengar fals. Changmin tertawa kemudian menepuk pundak Chanyeol. Yunho hanya tersenyum menanggapinya.

 

“Oh, oh, So Nyeo Shi Dae!” sekarang? Setelah melihat GG Chanyeol langsung menyanyi rap I got a boy dengan tidak enak di dengarnya. Para wanita itu tertawa-tawa menanggapi hoobae mereka yang unik.

 

Sehun langsung menegakkan tubuhnya mendengar nama girlgroup itu disebut. Melihat member yang paling bongsor—alias paling tinggi—itu berada di belakang sambil mengobrol dengan Sunny. Entah kenapa Sehun merasa aneh. Wanita itu—Sooyoung—tampak tidak memperdulikan dia kemudian berlalu begitu saja. Wajahnya juga cuek—lebih tepatnya dingin. Tanpa menoleh sekedar menyapa apalagi tersenyum. Tidak sama sekali.

 

“Ish, sombong sekali.” Bisiknya pada Chanyeol setelah GG sudah benar-benar pergi. “Dasar senior.” Umpatnya kemudian. Chanyeol bertanya siapa tapi Sehun tidak menjawab. Akhirnya Chanyeol menyerah.

 

“Ayolah, kita balik saja ke restroom.” Chanyeol tampak tidak ambil pusing kemudian menyeret tangan Sehun.

 

***

 

“Sehunie, ayo kita pulang… aku sudah capek nih.” Chanyeol membujuk Sehun yang sejak beberapa jam yang lalu terus berwajah masam. Entah bibir Sehun sudah maju berapa senti karena keseringan manyun itu Chanyeol tidak peduli.

 

Ini sudah sangat malam dan member EXO beserta manager masih berada di SM building karena si milky skin maknae tiba-tiba bermasalah—lagi. Padahal gladi resik sudah selesai beberapa jam yang lalu. Mau tahu apa penyebabnya?

 

“Tapi Hyung… pokoknya gelangku harus ketemu dulu!” Sehun memasang wajah melas. Dia tak henti merengek pada 11 kakak laki-lakinya—ah, tidak, kecuali Kai—untuk mencarikannya gelang hitam milikknya. Yang hilang.

 

Sehun menyadarinya setelah dia terbangun dari sofa dan mendapati semua member tengah bersiap untuk pulang. Dan… Jeng, jeng, jeng! Kala dia mengecek pergelangan tangannya, gelang yang rencananya mau dia berikan pada Ibunda sudah lenyap tanpa jejak! Sehun marah-marah tidak jelas. Dia menuduh rekan lainnya sembarangan diakhiri dengan death glare dari Kris dan omelan—tidak bijak—dari Suho. Sehun ingin menangis tapi dia malu. Akhirnya dia terus memanyunkan bibirnya tiap lima menit sekali. Mengingat semua yang masih ada di sana—member, manager, para staff—ikut membantunya mencari gelang walaupun ujung-ujungnya tidak ketemu. Nihil. Tak ada hasil.

 

“Kalian semua tega padaku!” jeritnya pura-pura marah saat para sukarelawan itu mulai mengeluh atas hilangnya gelang Sehun. Saking capeknya Luhan bahkan sudah terbang ke alam mimpi di sofa. Xiumin menyarankannya beli yang baru tapi Sehun bersikeras.

 

“Sepertinya ada yang sudah memungutnya,” cetus manager mereka. Chanyeol mengangguk semangat. Sehun memicingkan matanya.

 

“Benar! Pasti gelang itu diantara SJ Hyungdeul, TVXQ Hyungdeul, atau f(x), atau GG Noonadeul! Ya Tuhan kenapa tidak terpikirkan?” imbuh Chanyeol dan diamini Baekhyun.

 

“Kita bisa menanyai mereka satu per satu besok! Ya, ya, ya?” Baekhyun membujuk. Sehun terlihat berpikir, sesekali memandang wajah mengkhawatirkan kedua Hyungnya bergantian. Dengan berat hati… akhirnya dia mengangguk. BaekYeol bersorak kegirangan. Member lain menghela nafas.

 

“Tapi—” Sehun menyela, “Besok Hyung berdua harus mau membantuku.”

 

“Oh itu sudah pasti. Kalau perlu besok kita pakai pakaian mata-mata dan nama samaran.” Si Happy virus menjawab.

 

***

 

Pagi-pagi sekali Sehun membangunkan Baekhyun dan Chanyeol di kamar mereka. Skedul kosong, itulah alasannya. Dan yang membuatnya bersemangat hari ini adalah misi pencarian gelang yang hilang dengan kedua Hyung itu.

 

            “Hyuuung! Bangun bangun bangun!” teriakan yang tidak begitu melengking itu cukup membuat pendengaran penghuni kamar BaekYeol iritasi mendadak. Dengan suara fals yang bikin orang sebal mendengarnya, si pemilik suara itu lantas menarik-narik selimut yang dipakai Chanyeol. “Inget janji kalian!” Sehun merebut guling yang—tadinya—mau Chanyeol peluk.

 

            “Iya, iya, inget. Bawel—Hoaaam…,” Chanyeol menguap lebar, selama delapan detik setelah Sehun menghitungnya. Sedangkan Baekhyun mengucek kedua matanya yang sayu sebelum beranjak dan masuk ke kamar mandi.

 

            “Kalian mau menguntit ya?” Chen menuduh sembarangan kala retina matanya menangkap figur tiga member itu dengan busana mencurigakan—serba tertutup. Bayangkan saja, di musim panas Chanyeol dan Sehun mengenakan hodie dan masker dan kacamata hitam. Gila nggak? “Dan… kau siapa?” tanyanya lagi pada lelaki dengan sweater kerah tinggi dan wig-cokelat-panjang di kepalanya.

 

            “Dia Baekhyun, cantik kan?” Chanyeol mencolek-colek pipi Baekhyun dan Baekhyun menggeram kesal. “Sebenarnya penyamaranmu yang paling bagus, loh.” Pujinya tulus, tapi terdengar menyebalkan di telinga Baekhyun.

 

            “Itu ideku.” Cetus Sehun bangga, Baekhyun menatapnya tajam tapi Sehun malah ingin tertawa.

 

            “Sumpah… cantik banget! Hahaha! Kalau aku cowok nggak normal pasti bakal naksir kau. Pfftt—Hahaha!” tawa Chen meledak.

 

            “Grr… Diam kau bebek!”

 

***

 

Mereka bertiga mengawasi lewat kaca jendela mobil yang gelap. Mobil tak diundang itu terparkir tepat di samping gedung SM agensi. Yang tertinggi di antara mereka terus memfokuskan lensa SLRnya. Sementara pria cantik yang lebih pendek di kursi kemudi. Dan, yang paling muda diantara mereka duduk tenang di jok belakang.

 

            “Apa imbalan buat kami atas bantuannya nih?” Chanyeol bertanya pada Sehun. Dasar Chanyeol, ternyata ada udang dibalik batu. Si maknae lantas memain-mainkan maskernya sembari berpikir.

 

            “Kalian kutraktir makan,” tuturnya singkat. Baekhyun tampak protes.

 

            “Gimana kalau kau buat sayembara saja? Barang siapa yang menemukan gelang itu kelak akan menjadi pacarmu, hahaha!”

 

            “Boleh juga,” Sehun setuju. Namun Chanyeol langsung menyela keduanya.

 

            “Kalau yang nemunya Kim-ajussi bagaimana?” Sehun sweatdrop mendadak. Chanyeol berwajah polos sedangkan Baekhyun tergelak. Kim-ajussi adalah duda setengah abad yang bekerja sebagai klining servis di kantor mereka.

 

            “Aku nggak bisa bayangin Sehun macarin duda-duda, hahaha! Ini lebih parah daripda nuna-nuna!” itu Baekhyun, lagi-lagi tidak bisa berhenti tertawa. Mau tak mau Sehun menyumpal mulut si pendek itu dengan masker yang dia pegang sedari tadi.

 

            “Udah ah nggak usah dibahas.” Sehun cemberut lalu melayangkan pandangannya ke luar kaca mobil lagi.

 

Mereka sudah mengitari gedung ini dari dalam dan menemui TVXQ! dan Super Junior. Tapi tak satu pun dari mereka melihat gelang Sehun. Sama halnya setelah mengunjungi dorm SHINee dan  f(x), tidak ada yang tahu keberadaan gelang itu. Maka, satu-satunya harapan adalah SNSD karena mustahil untuk Kangta dan Boa. Sehun tak henti berdoa untuk keselamatan gelangnya dibalik  wajah pokernya.

 

            Baekhyun—si pria cantik itu—menjerit kecil setelah melihat gerombolan wanita cantik melewati mobil mereka. Chanyeol dan Sehun tanggap, “Ada apa?”

 

            “SNSD Noonadeul!” Baekhyun menahan nafas, lalu menghembuskan teraatur setelah girlgroup idolanya itu benar-benar sudah lewat.

 

            “Oh!” Chanyeol kembali mengarahkan SLRnya, sigap. Mengamati tiap-tiap member SNSD dengan seksama. Tetapi tidak dengan Sehun, entah kenapa lagi-lagi member yang paling tinggi itu mencuri perhatiannya. Choi Sooyoung. Sehun tidak pernah akrab dengan Sooyoung seperti dia akrab dengan sub-group TTS. Dan, itu membuatnya penasaran. Eh… tunggu dulu… bukankah itu… di pergelangan tangan Sooyoung…

 

            Jepret!

 

Chanyeol mengambil sebuah gambar bersamaan dengan Sehun yang terkejut. Ketemu! Sehun membatin.

 

            “Lihat!” dia yang bermarga Park itu segera menunjukkan gambar jepretannya pada Baekhyun dan Sehun bergantian.

 

            “Itu gelangku!” Sehun bersorak. Gelang hitam berhiaskan taburan manik berlian itu memang miliknya—atau milik Ibunya kelak. Melingkar manis di pergelangan tangan Sooyoung.

 

“Tidak salah lagi! Tapi…,” Baekhyun menggantung ucapannya. Suasana seketika menegang saat Baekhyun kembali melanjutkan dengan pelan, “Gelang itu ada pada Sooyoung-noona, bagaimana ini?”

 

            “Aku akan bicara dengannya, kalian tenang saja.” Chanyeol tersenyum bangga. Diantara mereka bertiga memang sepertinya Chanyeol yang paling dekat dengan Sooyoung. Sehun agak ragu tapi dia mengiyakan juga.

 

***

 

Semua artis Kpop yang menjadi pengisi acara Korean Music wave itu tak henti tersenyum ke arah kamera dan melambaikan tangan pada fans di ending konser. Teriakan “Waaaa!” dan “Kyaaaa!” seakan sudah jadi santapan malam sehari-hari bagi mereka-mereka yang berwajah ulzzang itu. Termasuk para member EXO yang baru selesai perform dan hendak turun ke backstage.

 

Sehun tak terlihat diantara keduabelas orang itu dan membuat Luhan penasaran. “Dimana Sehun?” dia bertanya pada Chanyeol. Chanyeol menoleh pada Baekhyun dan dibalas wajah horor main vokal tersebut. Dimana si milky maknae? Perasaan Chanyeol mulai tak enak. Baekhyun komat-kamit agar Sehun tak membuat masalah lagi.

 

            Yang dicari Luhan ternyata berjalan lemas di paling belakang rombongan. Sehun lelah. Maniknya terkatup-katup—nyaris menutup jika saja dia tidak menumbrukkan pundaknya pada seseorang di sampingnya hingga membuat orang itu terlonjak kemudian menegurnya.

 

            “Berhati-hatilah kalau berjalan, Sehun-ssi.” Seketika saja kelopak mata yang lelah itu terbuka sepenuhnya. Suara itu, seorang wanita! Sehun menoleh dan mimik wajahnya berubah drastis. Terkejut. Sooyoung ternyata di sampingnya sedari tadi!

 

            Si kaki jenjang itu berjalan mendahui, tapi entah keberanian darimana, Sehun nekat menahan tangan Sooyoung. Dia menariknya dan tak ayal Sooyoung berjalan mundur lagi, menoleh pada Sehun. Sooyoung menampakkan wajah terheran-heran.

 

            Sehun melirik lengan bawah Sooyoung. Bagus. Dia masih memakai gelang itu. “Itu milikku. Gelang itu milikku.” Ucap Sehun, dia berusaha menggertak dengan berkata tegas tapi nampaknya Sooyoung tak menangkap nada tegas itu karena detik berikutnya Sooyoung mengelak.

 

            “Ini milikku.” Katanya cepat.

 

            “Kau menemukannya dimana?” tanya Sehun, masih belum menyerah. Itu pasti punyaku, aku yang membelinya! Katakan saja kau menemukannya di gedung SM!

 

            “Hyah anak kecil! Beraninya memanggilku begitu! Aku lebih tua darimu!”

 

            “Sudah jawab saja!” Sehun menghentakkan tangan Sooyoung, dia maju selangkah mendekati Sooyoung. Otomatis Sooyoung melangkah mundur.

 

Be… Beraninya anak ini?! Sooyoung mengulum bibir bawahnya. Tapi dia tak gentar. “Di depan restroom SNSD, kupikir fans sengaja menjatuhkannya. Jadi aku memungutnya.”

 

“Memungut?” Sehun bertanya seolah tak percaya. Seorang artis besar ternyata bisa memungut barang murahan juga? “Bagaimana jika itu bukan dari fansmu? Bagaimana jika seseorang benar-benar menjatuhkannya dan sekarang sangat membutuhkan gelang itu?”

 

“Tidak mungkin ada artis atau staff SM yang sengaja membeli—”

 

“Barang murah? Memang kenapa?” Sehun kalap. Dan, Sooyoung akui kini dia tersudut. “Asal kau tahu, gelang itu punyaku!”

 

Mwo—Mworagu? Ini punyaku mulai sekarang. Dan lagi, apa kau tidak punya sopan santun sampai berani meneriakiku begitu! Aku Sunbaemu dan lebih tua juga darimu! Dasar tidak sopan!”

 

“Baiklah. Kau tidak mau dengan cara halus.” Tekan Sehun sekali lagi. “Gelang. Itu. Punyaku. Sunbaenim!” Menatapi wajah Sooyoung tajam, dalam. Sehun menyelami kedua bola mata Sooyoung yang dirasanya menciut.

 

“I… Ini punyaku!” Sooyoung mengelak. Menarik tangannya dari genggaman Sehun, sayangnya Sehun berhasil meraih lagi tangan kurus yang lebih lemah darinya itu sebelum terlepas seutuhnya. Sehun berusaha mengeluarkan gelangnya dengan paksa. “Yah! Apa yang kau lakukan?!”

 

“Sudah kubilang gelang ini punyaku! Apa kau tuli? Sejak awal ini punyaku! Aku menganggap kau meminjamnya saja, jadi aku akan mengambil lagi barang pinjamanmu!”

 

“Tapi aku menemukannya! Sejak awal aku sudah menginginkan gelang hitam ini dari toko di depan gedung SM itu!”

 

Siiiiing. Hening sesaat.

 

“Jangan bilang… kau Noona yang mau beli gelang di hari Kamis itu? Yang bersamaan denganku?” satu-persatu potongan puzzle tersusun di benak Sehun. Tidak mungkin. Sehun menggelengkan kepalanya. Terus menyangkal kemungkinan-kemungkinan lain teraneh yang lagi-lagi muncul. Kebetulan yang hebat.

 

Tak jauh berbeda dengan Sooyoung yang spontan tercenung. Noona? Hari Kamis itu? “Oh… jadi kau bocah yang kabur setelah mencuri gelang incaranku di toko, ya? Pantas saja gelangmu hilang! Dasar pencuri!” Sooyoung melepaskan tangannya kemudian menginjak kaki Sehun dengan high heels super tingginya.

 

“Yaaaah! Iisssh, appo!” reflek saja Sehun memegangi kaki tak berdosanya. Sehun yang malang.

 

“Itu pantas untuk bocah pencuri bermulut kasar sepertimu!” diakhiri dengan pernyataan menyakitkan, Sooyoung lantas berlalu dengan wajah kesal. Meninggalkan Sehun yang terbengong di koridor. Sendirian.

 

Dasar cerewet! Sunbae? Oh, benar… Sunbae macam apa yang melakukan kekerasan pada Hoobaenya? Keterlaluan! Pokoknya gelang itu harus kudapatkan lagi sebelum ulang tahun Eomma!

 

***

A/N: ini dia chaper satu ff soohun terbaruku! yeah akhirnya…

dan sekalian nih aku mau ngucapin selamat berpuasa bagi readerdeul yang muslim,

nggak kerasa ya sudah menuju bulan suci nih…

mohon maaf lahir dan batin ^^

with hug,

wufanneey

Iklan

26 Comments Add yours

  1. Choi Je Kyung berkata:

    Hahaha~ sehun kekanak-kanakan banget nih sama juga dengan sooyoung eonnie ==”

    Lanjut chingu 😀

    Suka

  2. WINTERCHAN berkata:

    Sooyoung sama Sehun sama sama gak mau kalah =_=
    lanjutannya ditunggu 😀 fighting ‘-‘)9

    Suka

  3. diamond kim berkata:

    huah,,, seneng banget bisa nemu ff soohun lagi,,,
    Kya !!!! haha gak tau ya bacaff ini buat aku ketawa ketawa sendiri,,,
    seru banget,,tp chingu jahat ahh !
    baru seru seru baca,, tiba TBC nya muncul,, -,-
    ya udah deh,, gak papa,,
    yang penting part 2 nya cepet muncul hehehe,, ditunggu ya,,

    Suka

  4. cica berkata:

    kya sehun-ah alangkah kekanakannya dirimu. tapi lucu banget. ketawa-ketawa mulu aku bacanya

    Suka

  5. Febryza berkata:

    Another soohun ff.. bagus bagus, walaupun kaya anjing dan kucing mereka pas ngerebutin gelang hahaha..
    Author aku mau ff sookris atau soohan dong

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      soohan lagi ada rencana mau bikin, kalau sookris, nah… di kepalaku lagi nggak ada storyline yang cocok buat mereka 😦

      Suka

  6. syoosister berkata:

    hahaha keras kepala banget sih mereka XD penasaraaan, lanjut thor lanjut:3
    kangen soohun nih, tapi lebih kangen sookris sih:( boleh gak aku request ff sookris thor? tapi kalo author punya waktu aja buat bikinnya, aku gak maksa kok^^ author fighting!

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      aku juga kangen sookris! tapi di kepala aku lagi nggak ada storyline yang cocok buat mereka…

      Suka

  7. mithaaa berkata:

    Kereenn,, kerennn,, kerennn,, lanjutkan :’)

    Suka

  8. ristanada berkata:

    daebak thor, lanjut…..
    thor kalo bisa buat mereka kaya anjing ama kucing dulu terus satuin deh mereka dengan kata *cinta

    tapi terserah author deh, yg penting next partnya cepetan di post ya thor ^^

    Suka

  9. daebak, agak ngakak yang part nya baekhyun jadi cewe wkwkwk XD
    lanjutin ya thor, nice ff (y)

    Suka

  10. Yufasa berkata:

    aduh tu orang 2 kya anjing ama kucing aj -.- … hahah ketawa sendiri bas baca…
    Ditunggu banget nextnya thor 🙂

    Suka

  11. Ms. SooShikshin^^ berkata:

    Oh ma gawd..
    Si Sehun lucu banget, rebutan gelang sama Sooyoung..wakakak…
    Keren2…Chapter selanjutnya ditunggu lohhhh!!

    Suka

  12. safira faisal berkata:

    haha 😀 aku suka adegan pertengkaran soohun nya, ga ada yang mau ngalah.. Sehun kan cowok, ngalah dong.. Sooyoung juga, dia kan sunbae, ngalah juga dong. Haha 😀
    ditunggu chap 2 nya, sama ff involved lover nya ya? 😀

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      emang sengaja karakter mereka kubuat gitu == hohoho
      an involved lover wait aja ne…

      Suka

  13. dinaalifa berkata:

    Ayo .. Ayo dilanjut part lanjutnya chingu
    sebenarnya aku bacanya dari kemarin si cuma belum bisa komen masalahnya on di hape 😛
    maaf ya chingu, tapi aku usahain tetep komen kok 😀

    Suka

  14. shafaaazamzammm berkata:

    eonni maaf baru komen sekarang:’> kereen banget ff inii~ Aku suka semua ff yang dibuat eonni, tapi aku gabisa komen di semua ff karena terkadang aku buka lewat hape:’> lanjutin eonni lanjutin aku suka banget 😀 fighting~^^

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      hoho iya woles aja kok,
      yang penting sekarang udah komen kan? ^^

      Suka

  15. Elisa SHa Nia berkata:

    Cieee…cieeee SooHun
    ntu gelang awalnya mbawa pertengkaran tapi nantinya bawa kisah percintaaa.. uu co cweet.

    hahaha Baekhyeol gokil, ahh.. sehun kamu childish bgt dah.

    next…

    Suka

  16. choi_hana berkata:

    Hahahahah Sehun oppa childish bgt xD
    Jgn gitu song oppa, nnti bisa jatuh cinta looh sma Sooyoung eonni xD

    Next part dtggu , Hwaiting ^^

    Suka

  17. shin hyun young berkata:

    hanya karna gelang bisa sampe kya gitu..
    sehun lebay.. xD

    Suka

  18. mia berkata:

    soohun kaya tom and jerry -__-
    and sehun disini cocok karakternya yg childish hehehehhe
    and qw suka bahasanya yg disini
    lebih enak dibaca hehhehe
    mianhe

    Suka

  19. FAnoy berkata:

    Sehun kekanakan banget..baekhyun pasti unyu waktu pake wig..aku gemes sama baekhyun ><..keep writing..fighting '-')9

    Suka

  20. Annyeong aku liat chapter 3 baru di rilis makanya aku langsung nyari chap 1 nya hahaha
    Yeayy SooHun i like it 🙂 Cieee skrng benci ntar cinta ^^
    Daebak thor ^^

    Keep writing 😀

    Suka

  21. YSA berkata:

    mereka lucu banget.. berantem gara-gara gelang kekeke~
    ceritanya ringan dan mudah dipahami.. nice ff thor^^

    Suka

  22. wiiaawiyu berkata:

    Sehun gak sopan deh, itu kan sunbae mu. Kalok aku jadi soo udh aku jitak pala nya trus aku damprat tuh bitch-face nya.. *diserbuExoL
    Ff ini beda dari ff soohun yg aku baca.. suka suka suka *alaupinipin
    Udah gitu suka bgt sama karakter soo disini, childish yg keimut-imutan gitu 😀 Aw jadi pengen gigit pipi chubby nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s