[FF] Second Life Sensation – Chapter 01

935297_504137969635594_1372847955_n

 “Second Life Sensation”

Cast(s) :

  • SUJU’s  Kyuhyun
  • TVXQ’s Changmin
  • SNSD’s Sooyoung
  • CNBLUE’s Jonghyun

Genre : Comedy, Fantasy, Romance

Rate : G

Lenght : Chapter

Author : wufanneey (@WayneFanneey)

Desclaim : Sooyoung is mine! /digampar cast lain/

Note : Terinspirasi dari 49days, Ghost, Love is cinta.

 

***

Chapter One – Foolish Me

 

Bahkan saat langkah kaki Changmin sudah tidak terdengar lagi, jantungku masih berdetak diatas normal. Ini memang terlalu gila untuk kuakui secara langsung, tapi takdir terlanjur menuliskan begitu dan tanpa daya aku hanya bisa menerima.

 

Aku jatuh cinta padanya.

 

Pada sahabatku, Shim Changmin.

 

***


Kyuhyun’s Pov

 

“Kyuhyun! Cho Kyuhyun! Fighting! Kyaaaa!”

 

Tebak cewek-cewek itu sedang meneriaki siapa? Ahaha… tentu saja aku. Tepat seperti yang mereka katakan, namaku Cho Kyuhyun.

 

“Hajar dia Kyu!”

 

Dan cowok jangkung yang berdiri di paling depan adalah sahabat karibku, Shim Changmin. Penasaran kenapa dia bilang ‘Hajar dia Kyu!’ Karena aku sedang berkelahi. Umm, mungkin terlalu vulgar dikatakan berkelahi ya? Tidak berkelahi juga sih, sebenarnya ini pertandingan.

 

“Ya! Kita sudah bisa menentukan pemenangnya kini! Juara satu taekwondo se-Korea! Cho Kyuhyun!”

 

Yeah.. Aku tersenyum sambil melihat ke arah penonton yang berteriak histeris. Hebat bukan? Aku sudah mengalahkan lawan beratku selama ini, Lee Donghae. Hahaha.. aku akan memamerkan piala dan piagam itu di depan wajahnya. Bisa kubayangkan wajah ikan itu meratap sambil menggigit jarinya. Rasakan! Rasakan!

 

***

 

Seperti yang sudah kusombongkan di atas, aku itu hebat. Tapi tidak sepenuhya benar juga, aku hanyalah siswa biasa Kelas XI Sains-2 yang selalu meraih rangking satu tiap semester. Aku cukup terkenal di Shinju Cyber School ini. Siapa yang tidak tahu sekolah yang banyak melahirkan murid-murid berprestasi ini? Ck! Dari adik kelas yang bernama Sulli, teman kelasku Jessica, kakak kelas Victoria, sampai Ibu Guru Boa, semuanya adalah fans-ku. Intinya, dari adik kelas sampai guru-guru pasti saja ada yang menyukaiku. Sampai-sampai aku pernah kekenyangan makan cokelat waktu valentine. Itu pun cokelatnya masih tersisa banyak, akhirnya kuberikan saja semua sisanya pada Changmin.

 

“Kyu-a, ini Kue untuk keberhasilanmu, selamat ya…”

 

Oppa, tadi itu keren banget! Terima hadiah dariku ya!”

 

“Cho Kyuhyun, fighting! Ini untukmu…”

 

Itu cewek-cewek yang menjadi fansku. Mereka datang dan pergi memberi ucapan selamat dan hadiah. Wajarlah.

 

Aku duduk di ruang ganti, lalu kulihat Changmin masuk dan langsung menatapku dengan tatapan ‘Cho-Kyuhyun-tak-tertandingi’ aha! Itu benar, sobat.

 

“Keren bro!” aku ber-high five dengan Changmin, lalu dia memelukku.

 

“Selalu!” ujarku. “Aku puas sekali mengalahkan si ikan itu, hahaha!”

 

“Hei… jangan membuatnya menangis sampai di rumah, ya.” ujar Changmin, bercanda garing. “Oh iya, kapan-kapan aku ingin bertanding denganmu.”

 

Aku lalu meneguk sebotol air mineral hingga habis. Sungguh haus sekali. Sepertinya besok aku tidak bisa masuk sekolah, hari ini aku benar-benar lelah.

 

“Bertanding? Kau mau permalukan dirimu sendiri ya?” sindirku, dan Changmin memukul punggungku hingga aku tersedak.

 

“Uhukk, ohk.. Yah Shim Changmin!”

 

***

 

Aku berbaring terlentang di atas atap sekolah. Menikmati tiap sentuhan angin siang hari yang panas. Tapi cocok untuk bersantai, tidur siang. Aku memejamkan mata. Melepas penat setelah seharian ini otakku mencerna pelajaran-pelajaran logika yang berat. Fiuuuh…

Kelopak mataku memang menutup, tapi pikiranku tidak. Aku menerawang dalam khayalanku. Mengingat pertama kali aku masuk sekolah ini.

 

“Wah, dia cakep ya. Namanya Kyuhyun kan?”

 

Aku tertawa evil dalam hati. Ckckck, hari pertama saja sudah ada yang naksir padaku. Aku menerawang lagi, mengingat hari-hari di sekolah setelah itu. Aku.. jadi terkenal se-antero sekolah setelah mereka tahu aku atlet taekwondo. Apalagi karena wajahku yang tampan, siapa sih cewek yang tahan dengan pesonaku?

 

Oh, aku tahu. Mungkin hanya cewek aneh bernama Choi Sooyoung saja. Aku ingat pertama kali bertemu cewek itu, tanpa sengaja aku membuat sepatunya masuk ke kolam ikan. Sekali lagi, tanpa sengaja! Tapi dia tidak menerima penjelasanku dan malah memakiku dengan kata-kata kasar. Jelas aku marah! Cewek kasar itu tidak tahu malu!

 

Sejak saat itu, aku makin kesal dengannya, makanya ada pepatah baru dalam kamusku ‘Tiada hari tanpa menjahili Sooyoung’. Pernah suatu ketika, aku berisiniatif membuatnya kesal dengan… menyimpan kucing di atas kepalanya saat dia tidur.

 

“Cho Kyuhyun! Kurang ajar kau! Kenapa kau selalu menjahiliku, hah? Memangnya aku punya salah padamu? Apa karena kejadian soal sepatuku itu? Kalau iya aku minta maaf! Tapi kali ini kau benar-benar keterlaluan! Aku membencimu, brengsek!”

 

Saat itu dia meneriakiku sambil menangis. Aku tidak tahu kenapa. Apa bercandaanku itu keterlaluan? Kurasa itu biasa saja, dan biasanya dia hanya marah padaku, tapi tidak menangis. Dia… benar-benar menangis. Jujur saat itu aku merasa bersalah, tapi aku tidak berani minta maaf, juga tidak pernah berani menjahilinya lagi.

 

Sudahlah, lupakan tentang cewek kasar itu, menyebalkan sekali mengingatnya.

 

“Cho Kyuhyun.”

 

Aku membuka mata cepat, melihat Changmin sudah duduk di samping tubuhku yang terlentang.

 

“Apa?” aku menyahut.

 

Bukannya menjawab, dia malah tersenyum ‘aneh’ lalu menarik kakiku. Gila!

 

“Heehhh!”

 

“Aku gatal ingin menabokmu, tahu!” ujarnya, lalu terkekeh. Hei, sejak kapan cara kami terkekeh jadi mirip?

 

“Sialan! Kau yang akan kumasukkan ke rumah sakit duluan!” balasku sengit.

 

Ah, kami memang sering melakukan ini. Tapi jangan pikir kami bermusuhan, kan sudah kubilang Changmin sahabatku. Kami menjadi dekat karena sifat kami yang mungkin ‘hampir’ atau malah serupa. Aku adalah atlet taekwondo dan Changmin juga. Kami pasangan serasi, bukan?

 

“Errrgh!” Changmin menahan kepalan tanganku yang hampir mengenai perutnya.

 

Aku mundur selangkah lalu sedikit menunduk saat dia tiba-tiba hendak menendang wajahku. Berhasil menghindar.

 

“Hei…” aku tersenyum licik setelah menangkis serangannya sebelum dia menyerangku dengan tangan lainnnya. Sial, dia gesit sekali. Terakhir kali kuingat dia kalah berkelahi denganku. Apa selama aku ikut turnamen dia sering latihan ya?

 

“Jangan bengong, Cho.” Dia menarik tanganku. Bodoh, kenapa aku malah bengong?

Akhirnya aku limbung. Changmin membanting tubuhku.

 

“Arrrgh!” aku sedikit mengerang saat kulit punggungku bergesekan dengan lantai atap. Kurasa aku  terkena luka lecet.

 

Sebelum pukulannya mengenai wajahku, aku berguling dan cepat menyeleding kakinya hingga kini tubuh Changmin yang tersungkur.

 

“Rasak—Yaaaaa!” belum sempat aku bicara, Changmin menarik tali sepatuku yang tak terikat.

 

Brugh!

 

“Hhhh… Hoh…” nafasku terengah. “Yah… Shim—Bwahahahaha! Haha, bodoh, hentikaan!” dia menggelitik telapak kakiku. Dasar keji!

 

“Hei… hei, henti—”

 

Ucapanku terhenti sebelum aku mengakhirinya. Aku tiba-tiba terpaku melihat wajah Changmin yang tepat di depan wajahku. Sinar matahari membuat separuh wajahnya terhalangi, membuat mataku harus memicing karenanya. Dia memberikan senyum penuh makna dan silauan cahaya matahari itu tetap menerpa kulit gelapnya.

 

Salahkah jika aku ingin berkomentar…

 

Dia terlihat eksotis?

 

Entah kenapa aku memejamkan mata saat wajah Changmin semakin mendekat ke arah wajahku, dengan posisinya yang terduduk dan aku yang terbaring. Ada aura aneh yang tiba-tiba saja mengitariku di sini.

 

“Hei..,” nafasnya terhembus hangat mengenai kupingku. Walau memejamkan mata, aku bisa merasakan kepalanya tepat di sampingku karena rambutnya mengenai hidungku. “Aku… berhasil mengalahkanmu…”

 

“Heh… kali ini aku mengalah karena melihatmu yang begitu berusaha,” ujarku. Tentu saja aku bohong, mana mau aku mengaku kalah.

 

“Cih, payah kau.”

 

“Kau pikir kau tidak payah?” balasku.

 

Changmin memutar bola matanya lalu beranjak pergi. Sementara aku masih di sini, dengan posisi yang sama. Aku kembali memejamkan mata. Pikiranku tiba-tiba saja berkelit. Ada yang salah denganku. Darahku berdesir saat manatap wajahnya tadi.

 

Bahkan saat langkah kakinya sudah tidak terdengar lagi, jantungku masih berdetak diatas normal. Ini memang terlalu gila untuk kuakui secara langsung, tapi takdir terlanjur menuliskan begitu dan tanpa daya aku hanya bisa menerima.

 

Aku jatuh cinta padanya.

 

Pada sahabatku, Shim Changmin.

 

***

 

Aku berjalan pelan menyusuri koridor sekolah. Hari memang sudah sore tapi rasanya aku ingin lebih lama di sini. Entah kenapa. Aku merasa ini bukan diriku, sejak kejadian di atap sekolah dengan Changmin itu. seperti ada sebuah pembatas di antara otakku. Aku tidak tahu apa itu. dan aku bingung. Mungkin menjelajahi bagian-bagian sekolah membuatku merasa lebih baik.

 

Memasukkan kedua tangan ke dalam saku, aku bersiul mengikuti irama Troublemaker. Sampai langkahku terhenti di depan perpustakaan. Ada Changmin di sana. Aku mengembangkan senyum, dia bilang dia memang harus mengerjakan tugas di perpustakaan, tidak kukira dia belum selesai. Ahaha.. aku ada teman pulang. Beruntung. Aku sudah memegang knop pintu dan hendak memutarnya, tapi…

 

Ternyata ada Choi Sooyoung yang sedang duduk di sebelah Changmin. Tanganku tiba-tiba membeku. Tidak, aku tidak mau lagi bertemu apalagi kalau cewek itu bermasalah lagi denganku. Sebaiknya aku pergi saja.

 

“Umm… aku bingung bagaimana menulis kesimpulannya. Hasil pengamatannya aku tidak begitu mengerti.”

 

Itu suara Sooyoung. Dia bicara dengan siapa lagi kalau bukan dengan Changmin? Karena di perpustakaan itu mereka hanya berdua, penjaga perpus entah kemana. Pada saat yang sama aku tidak suka mengetahui mereka berduaan di ruang penuh buku itu.

 

“Oh… lebih baik kau mengambil gambarnya dulu, supaya bisa lebih jelas.” Itu Changmin.

 

“Kurasa aku sudah mengambil gambarnya, kutaruh di ponselku.”

 

Aku berhenti melangkah. Rasa penasaran membuatku terus menguping percakapan mereka. Hanya penasaran saja, oke, tidak karena alasan lain.

 

“Coba kulihat… Mmm, ini benar. Ini spirillium kan? Seharusnya kau masukkan dalam laporanmu.”

 

“Baiklah, akan ku print lagi bagian hasil laporannya itu.”

 

Setelah terdengar suara printer, terdengar suara Sooyoung lagi, “Begini benar kan?”

 

“Ya, kau cepat mengerti rupanya. Kesimpulanmu juga bagus. Kurasa kau akan dapat nilai A.”

 

Nilai A? Teruslah bermimpi Choi, dasar cewek bodoh, menyebalkan. Apa dia sengaja mendekati Changmin untuk laporan Biologi itu? Tidak punya malu.

 

“Hahaha, kau berlebihan… nilai laporanmu pasti lebih bagus, aku bisa mengerjakan ini juga berkat bantuanmu. Thanks ya.”

 

“Ganti saja ucapan terimakasihmu itu dengan traktiran.”

 

“Haha… dasar kau ini… tapi benaran aku berterimakasih padamu. Kau rela membantuku mengerjakan ini sampai sore padahal tugasmu sudah kau kerjakan… kau baik sekali.”

 

“Berhenti memujiku, Soo.”

 

Apa dia bilang? Changmin membantunya mengerjakan tugas? Apa cowok tukang makan itu membohongiku? Dia bilang dia harus mengerjakan tugas Biologinya? Tapi dia malah membantu tugas Sooyoung? Shim Changmin…  kau penghianat. Bukankah kau tahu aku membenci Sooyoung?!

 

Aku sudah hendak melangkahkan kaki untuk pergi. Pantas saja aku tidak ingin pergi dari sekolah untuk beberapa saat, kurasa malaikat ingin menunjukkan ini padaku.

 

Tapi tiba-tiba terdengar lagi sebuah suara yang aku benci, “Kurasa kau bisa kok jadi peringkat satu di kelas, aku sudah bosan jika cowok bodoh itu terus yang rangking satu.”

 

Co… Cowok bodoh? Maksudnya itu… AKU?!

 

Kesabaranku hampir habis kini, aku beranikan mengintip mereka lewat lubang kunci di pintu. Sekalipun aku dicap menjadi stalker mendadak, yang penting aku ingin melihat wajah menyebalkan Choi Sooyoung! Mati kau nanti!

 

“Bisa-bisa kau dihabisi olehnya kalau dia mendengar itu.” Changmin tertawa.

 

Benar, Choi Sooyoung. Kau benar-benar akan habis besok pagi! LIHAT SAJA BESOK!

Aku semakin penasaran, apa yang akan dikatakan si bodoh Choi itu tentang aku. Dan apa respon Changmin sahabatku mendengarnya.

 

“Sooyoung-a, kau sudah menonton Harry Potter part 7?” aku diam mendengarkan. Apaan itu… Ha… Hari apa? Hari poker?

 

“Aku menontonnya dengan Lee Jonghyun. Kenapa?” sambil membuka lembaran-lembaran buku ‘entah apa’ dia manjawab pertanyaan Changmin.

 

“A… itu, tadinya aku mau mengajakmu menontonnya. Tapi kau sudah nonton ternyata…” nada suara Changmin berubah… agak kecewa mungkin. Tentu, secara tidak langsung dia baru saja menerima penolakan. Rasakan kau… mengajakku nonton saja belum pernah, sudah berani mengajak Sooyoung kau. Penghianat sejati.

 

“Oke, kita nonton hari sabtu ya! Sekalian aku mentraktirmu makan!”

 

“Ha? Er… oke. Kutunggu di Page Two.”

 

Tapi aku heran, kenapa mereka bisa mengobrol seakrab itu? Sejak kapan.. dan apa maksudnya… Nonton? Traktir makan? Cih! Mereka berdua benar-benar akan mati di tanganku! Lihat saja!

 

***

 

“Kyuhyunie! Turun dan makan makananmu sekarang!”

 

Aku sudah menghitung sejak tadi, Ibuku sudah berteriak memanggilku tujuh kali. Tiga kali lagi maka aku akan turun ke bawah.

 

“Cho Kyuhyun, turun SEKARANG!”

 

Aku masih menggigiti pensilku di depan meja belajarku. Masih berpikir keras. Changmin dan Sooyoung… ada sesuatu di antara mereka. Aku harus tahu. Aku harus menggagalkan rencana mereka kencan!

 

Brak!

 

Noona! Kau merusak pintuku lagi!” pekikku saat kulihat Ahra-noona mendobrak pintu kamarku dengan kakinya. Ahh… lihat poster Michael Bolton-ku. Robek lagi karena kaki hina kakak perempuanku.

 

“Kau tuli hah? Wanita yang melahirkanmu sakit tenggorokan karena terus meneriakimu dari bawah, bodoh!”

 

“Kau yang bodoh! Aku sedang menunggu Ibu memanggilku dua kali lagi, maka aku akan turun ke bawah.” Jawabku sekenanya, sambil memperbaiki poster kesukaanku itu dari balik pintu kamar.

 

Tapi kegiatanku terhenti karena tiba-tiba Ahra-noona menyeret kerah kemejaku, memaksaku turun tangga dengan cara yang tidak etis.

 

“Cho Ahra, kau mau kutuntut ke Komnas HAM apa?!”

 

“Kau mau kujadikan daging panggang?!” dia malah memelototiku. Aku balas menatapnya dengan mata setanku.

 

“Sudah, kalian berdua, duduk dan makan di sini…” Ibu datang dan melerai kami. Menyuruh kami untuk duduk manis lalu makan dengan tenang. Karena terlanjur sampai di bawah, kuturuti saja.

 

Aku menyuap nasi kemulutku dengan tidak nafsu. Kulirik kakak perempuanku—Cho Ahra—yang lahap menyantap makanannya.

 

“Dasar cewek rakus, pantas saja kau belum pernah pacaran.” Gumamku tanpa suara. “Eh… ng?”

 

“Ada apa, Kyu?” Ibu bertanya padaku.

 

“Ng… nggak ada apa-apa, Eomma.” Jawabku terbata. Tanpa sadar aku sempat bergumam tadi, makanya membuat Ibu bertanya. Hanya saja tadi, tiba-tiba terlintas nama Changmin dan Sooyoung mendengar kata ‘rakus’. Mereka berdua kan sama-sama si ceking gila makan.

 

“Kalau begitu, Ibu yang mau bilang sesuatu padamu, Ahra kau juga dengarkan Ibu.”

 

Mwoeyo, Eomma?” tanyaku. Ahra hanya menoleh, lalu makan lagi.

 

“Ayah kalian akan pulang minggu ini, katanya dia mendapat libur. Nah, Ibu ingin kita sekeluarga nanti pergi liburan sama-sama. Kita sudah lama tidak pergi bermain kan?”

 

“Hmm,” aku hanya menggumam. Ahra mengangguk.

 

Ayahku memang selalu pulang-pergi kerja. Bahkan pernah pulang hanya sebulan sekali. Karena profesinya yang sebagai arsitek, membuatnya harus berkeliling kota menerima tawaran desain dan pembangunan. Begitulah.

 

***

 

“Aku mau cari CD film…” ujarku pada penjaga CD Store itu.

 

Film apa?”

 

“Mmm…” aku berpikir. Apa ya judulnya? Coba kuingat… Ha… Hari.. Hari Jumat? Hari Sabtu? Arrh! Sial, aku lupa.

 

Film apa?” tanya penjaga itu sekali lagi.

 

“Itu… ng… Hari…”

 

“Oh, Harry Potter? Ada di sini, lengkap. Tapi harganya agak mahal, karena ini original.” Haa… ternyata penjaga ini tau, apa film itu tenar ya? Kok aku tidak tahu? Yang aku tahu Cuma film jadul judulnya dualima. (twenty two kali Kyu ==”)

 

“Berapa harganya?”

 

“Dari awal sampai yang paling baru, sekarang harganya…” dia mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya padaku.

 

Aigoo! Nol-nya banyak sekali! Gila, uang dari mana aku beli mahal gini?! Hasil dari turnamen aja nggak cukup!

 

“Jadi beli?”

 

“Aa… gini aja deh, kalau peminjaman kasetnya bisa nggak ya?”

 

***

 

Akhirnya, aku mendapatkan kaset itu! Hahaha! Tanpa keluar banyak uang! Tentu saja dengan peminjaman kaset, daripada beli semahal itu. Tapi, kalau dipikir ngapain juga aku nonton film ginian? Supaya bisa pamer sama Changmin? Sebodo, ah.

 

Aku membawa plastik berisi kaset-kasetnya. Ah, sialnya tadi aku tidak bawa motor. Jadi ribet begini. Di seberang jalan, aku melihat seseorang yang sepertinya kukenali. Eh… tunggu, itu kan…

 

“Shim Changmin!”

 

Aku memanggil namanya sambil berlari menyeberang jalan ke arahnya. Tepat di tengah jalan kala aku menyeberang, dari arah samping sudut mataku menangkap cahaya menyilaukan tiba-tiba.

 

Ckiiiiiit!

 

Brakkk!

 

Samar aku mendengar suara dentuman keras, sebelum semuanya menjadi gelap.

 

***

A/N: ada yang inget prolog ff ini gak? huhuhu… nggak ya?

sebenernya aku lagi bete makanya jadi ngepost ff /gaknyambung/

pelantikan pmi ku diundur jadi abis lebaran coba?! belum lagi anak-anak pada susah diajak ngumpul!!!

akhirnya kyuhyun jadi tempat pelampiasan (?)
oh iya sebenernya udah ada poster yang baru tapi tadi susah banget di uploadnya, jadi pake poster lama deh

Iklan

14 Comments Add yours

  1. cica berkata:

    kyu suka sama changmin??
    omg…. yaoi ya????
    tapi kayanya seru next 🙂

    Suka

  2. kyuusoo berkata:

    gak salah tuh kyuppa suka changppa?? yaoi donk hahaha
    itu kyuppa ketabrak kah?? Trus gimana nasibnya??
    d tunggu lanjutannya 🙂

    Suka

  3. Febryza berkata:

    Kyuhyun oppa suka sama changmin oppa? Haaaah?
    Tapi changmin oppa lagi pdkt tuh kayaknya sama musuhnya kyuhyun oppa aka sooyoung unnie hahaha terus jonghyun disini jadi apaan?

    Suka

  4. safira faisal berkata:

    kyuhyun suka sama changmin? O_o
    tapi si changmin nya normal kan? Buktinya dia malah pedekate sama sooyoung, kayanya bakal seru nih.. Biasanya changkyu rebutan sooyoung, sekarang kyuyoung rebutan changmin hahaha 😀

    Suka

  5. Sistasookyu berkata:

    Kyu beneran suka sama changmin?
    Astaga kyu~ 😀
    terus soo gmn ntar?

    Suka

  6. kenianurasha berkata:

    kyu, kamu ganteng2 kok gay sih hahaha
    pasti changmin naksir soo ya hehehe
    seru bgt thor!^^
    lanjut yaa

    Suka

  7. Yufasa berkata:

    ha?? Yaoi??? –‘
    Sempet kaget pas baca…. ah… Ya semua ditangan author….
    Ditunggu nextnya, oya sabar…… Pasti nanti ada jalan keluar kok thor… Figthing, reader doain yang terbaik

    Suka

  8. Youngie berkata:

    apa ini yaoi thor?
    kyu nanti tukaran sama soo?

    Suka

  9. Erika berkata:

    Kenapa jadi yaoi thor?huahaha lanjut thor part 2 nya^^

    Suka

  10. borayoung berkata:

    kyu kena karma

    Suka

  11. Sssyooo berkata:

    What happened ?? Penasaran thor -__-
    next ..

    Suka

  12. rizky berkata:

    kyu gay dong klo jtuh cnta ama chang mh..
    walah kyu k tabrak..
    ckck.. gmn nih lanjutnnya… ,:)

    Suka

  13. FAnoy berkata:

    Kyuhyun suka Changmin? Trus endingnya mereka berdua pacaran? Yaampun..aku baru pertama kali mbaca ff yaoi..aku merinding..keep writing..fighting ‘-‘)9

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      bukan yaoi juga sih, soalnya cuma dikiiiit banget

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s