[FF] Blind

Gambar

“Blind”

 

Main Cast(s) :

Lee Jonghyun (CNBLUE)

Choi Sooyoung (SNSD)

 

Genre : Romance Hurt

 

Word : 1.609

 

Author : @WayneFanneey

 

Note : Mungkin cerita kayak gini pasaran karena mungkin banyak orang yang sudah mengalaminya sendiri.

 

Summary :

“Love is blind.”

 

 

===Blind===

 

“Nona Choi memang hamil,” ucap seorang pria berjas putih itu. Menatap lelaki SMA di depannya serius, kemudian menatap sekilas gadis SMA di sampingnya.

 

“Jinjjayo? (Benarkah?)” tanya Lee Jonghyun, dengan wajah berbinar seakan baru saja mendapat tiket menuju surga. Padahal jika di talar dengan logika, seharusnya dia memasang ekspresi ‘aku akan mati!’

 

Tapi, gadis di sebelahnya lah yang memasang ekspresi seperti itu. “Michigetta. (Gila)” Gumam Choi Sooyoung tanpa suara.

 

“Tentu saja aku tidak bercanda, kandungan Nona Choi sudah berusia 2 minggu,” jelas Dokter itu.

 

“Wuaah..”

 

“Wuah apanya?!” Sooyoung memukul lengan Jonghyun.

 

“Hm, jujur saja, aku sudah beberapa kali menerima pasangan anak SMA yang mengalami kasus seperti ini. Dan kusarankan, kalian tidak melakukan ‘itu’ saat Nona Choi dalam masa kehamilan.” Dokter itu tersenyum, menatap wajah tampan Jonghyun penuh makna. “Kau mengerti kan?”

 

Jonghyun mengangkat sebelah alisnya, menggaruk tengkuknya, “A-apa?”

 

“Tapi Sonsaengnim, saya rasa anda salah paham soal…”

 

“Ah, ye, ye. Saya mengerti Ssaem.” Dengan cepat Jonghyun berdiri sebelum kemudian membungkuk dan menarik tangan Sooyoung yang belum selesai berbicara. Pergi meninggalkan ruangan sang Dokter.

 

“Apa yang kau lakukan sih?!” Sooyoung menepis tangannya setelah mereka sudah cukup jauh keluar dari klinik.

 

“Apa? kau tidak senang karena kita akan punya anak?”

 

“Kenapa kau tidak katakan yang sebenarnya, aku tidak suka tatapan Dokter itu tehadapmu tadi, kau membuatnya jadi salah paham, ini bukan…”

 

“Sudahlah.. ayo kita pulang.” Lagi-lagi, lelaki itu tak membiarkan Sooyoung menyelesaikan kalimatnya.

 

===Blind===

 

Sooyoung terbangun pagi ini, seperti biasanya. Dia menyapu pandangannya ke sekeliling dan akhirnya menyadari, seperti biasanya, dia berada di tempat tinggal milik Jonghyun. Tepatnya di kamar Jonghyun.

 

Sooyoung menghela nafas, entah kapan terakhir kali dia ingat, dia kabur dari rumahnya dan saat itu Jonghyun dengan senang hati menerimanya untuk tinggal di sini. Sooyoung tidak mengerti apa yang lelaki itu pikirkan, Jonghyun begitu baik padanya. Dia bahkan tidak tidur di kamar—karena tempat ini hanya punya satu kamar—Jonghyun selalu tidur di ruang TV dan membiarkan Sooyoung mengambil alih kamarnya.

 

Hmm, sepertinya sudah sebulan lebih dia tinggal di sini. Bahkan tak sedikit teman-temannya di sekolah yang tahu tentang ini. Karena mereka pun sering mengunjungi Sooyoung, dan Jonghyun tidak pernah keberatan soal itu.

 

Hidung Sooyoung mengendus bau yang enak, tentu saja berasal dari dapur. Dia pun beranjak dan menengok ke sana. Ada Jonghyun yang sedang memasak.

 

“Kau sudah bangun?”

 

Heran dengan pertanyaan itu, Sooyoung menghampiri Jonghyun. “Bagaimana kau tahu aku mengintip dari balik dinding?”

 

“Hmm, entahlah.”

 

“Jawaban macam apa itu.” Sooyoung mendelik sebal. “Tapi kenapa tiba-tiba kau masak? Biasanya juga kau membangunkanku untuk minta dibuatkan sarapan.”

 

“Hmm, entahlah.”

 

“Lee Jonghyun..”

 

“Ah, baiklah. Mulai sekarang aku yang akan buat sarapan setiap pagi. Hitung-hitung mengurangi bebanmu, kau kan sedang hamil.” Jonghyun tersenyum.

 

“Jangan bilang begitu. Bagaimana pun juga. Ini rumahmu dan aku hanya tamu di sini, jadi biarkan aku melakukan sesuatu untukmu, ne?”

 

“Andwae (Jangan), kau duduk saja sana. Nanti makanannya kubawakan,” Jonghyun mendorong tubuh Sooyoung keluar dari dapur. “Duduk yang manis ya, chagi.” Sambungnya, lalu tertawa, dan dia kembali ke dapur melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.

 

“Omona, dia berani memanggilku chagi?” gumam Sooyoung. “Dia berubah menjadi pria yang manis dalam sekejap.”

 

===

 

“Makan yang banyak, Soo.”

 

“Iya, tapi aku tidak mau kau suapi, aku bisa sendiri.” Sooyoung mengunyah nasinya cepat. Menatap Jonghyun sedikit tidak suka.

 

“Arraseo. (Aku tahu)” Jonghyun meletakkan sendoknya.

 

“Jong..”

 

“Hem?”

 

“Tidak basket hari ini?”

 

Jonghyun menoleh, “Kenapa kau bertanya begitu? Tumben.”

 

“Hari sabtu biasanya kau latihan basket dengan Yonghwa dan lainnya..”

 

“Aku tidak akan pergi kemana-mana selama masa kehamilanmu, aku akan selalu di sisimu.”

 

Sooyoung tertawa, “Serius?”

 

“Serius.” Melihat raut wajah Jonghyun. Sooyoung kemudian diam, lelaki ini memang serius mengatakannya. Tapi kenapa? “Di sekolah nanti, jika ada rumor aneh atau semacamnya yang menyebar tentang kita, atau membuat hatimu sakit, jangan pedulikan, pedulikan saja yang ada di dalam perutmu itu. Pokoknya, aku akan melindungimu. Percaya padaku..”

 

“Aku percaya padamu,” kata Sooyoung cepat. “Tapi tidak seharusnya kau perlakukan aku begini. Kesannya seperti…”

 

“Seperti apa?”

 

Sooyoung diam beberapa saat, kemudian melanjutkan, “Seperti aku adalah bebanmu. Dan kenyataannya adalah.. bukan.”

 

“Jangan berpikiran begitu, Soo sayang. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu.”

 

…. seketika Sooyoung berhenti dengan aktifutasnya. Dia tidak salah dengar kan? Yang tadi Jonghyun katakan…

 

Apa?

 

Cin.. ta?

 

Benarkah itu?

 

Beberapa menit berlalu, tak ada satu pun dari mereka yang buka suara. Hanya suara sendok yang beradu dengan mangkuk Jonghyun. Tidak dengan Sooyoung yang terus diam.

 

“Mengatakan cinta padaku saja baru sekarang kau lakukan, kau sangat terlambat..” memecah suasana hening, kata-kata yang keluar dari mulut Sooyoung.

 

“Ah, mianhae (maaf). Tapi untuk hari-hari yang berikutnya, biasakanlah mendengar kalimat itu dariku.” Jonghyun tersenyum lagi, begitu tulus. Tatapan mata mereka saling beradu. Dan saat itu juga Sooyoung merasa aman di dekat lelaki ini.

 

Bagaimana ini…

 

Memegang janji lelaki ini?

 

Mengantungkan dirinya pada Jonghyun?

 

Percaya padanya?

 

Salahkah?

 

===

 

Sooyoung mengganti-ganti channel TV dengan ekspresi malas. Tidak ada acara yang bagus menurutnya. Atau tidak… emm.. mungkin pikirannya memang sedang tidak tertuju pada TV. Terlalu bingung untuk menerima kalimat yang Jonghyun berikan untuknya tadi.

 

Mencintaiku?

 

Sooyoung tertawa hambar, terlihat jelas dia tidak memperhatikan Drama menyayat hati di TV itu.

 

Cinta..

 

Memangnya semudah itu kau mengatakannya?

 

Apa dia tahu apa itu cinta?

 

Sooyoung tidak yakin. Jonghyun memang tidak mengerti. Tidak seharusnya Jonghyun pura-pura mencintainya hanya untuk membuatnya senang. Dia harus menghentikan Jonghyun, sebelum terlanjur sakit. Bagaimana pun juga Jonghyun harus mengerti.

 

“Jong..” panggil Sooyoung, pelan.

 

“Hem?” Jonghyun menghampirinya dan duduk di samping Sooyoung. di sofa depan TV.

 

“Kurasa sudah terlalu lama aku meninggalkan rumah. Aku mau pulang,” ucap Sooyoung.

 

“Pulang?” nada suara yang tidak sama seperti tadi, Sooyoung tahu Jonghyun tidak akan mengijinkannya pergi. Sekalipun itu pulang ke rumahnya sendiri.

 

“Appa merindukanku,” ucapnya lagi.

 

“Bagaimana kau tahu dia merindukanmu? Terakhir kau bilang… Appa-mu membencimu, kau tidak tahan tinggal dengannya.”

 

“Tapi dia tetap Appa-ku. Aku harus menemuinya, Jong.” Sooyoung meyakinkan.

 

“Bagaimana kalau dia tidak menerima kehamilanmu? Lagi pula aku sudah menghubungi Elis, dia akan datang mengunjugi kita sore ini.”

 

“Kau memberitahu Umma-mu? Kau gila!”

 

“Dia akan menyukaimu, kok.” Jonghyun mengusap rambut panjang Sooyoung. sebelum dengan cepat gadis itu menepisnya.

 

“Ya… Sooyoung. aku akan melamarmu di depan Elis nanti, dan kita akan menikah setelah lulus nanti.”

 

Plak!

 

Mata Sooyoung memerah. Tangannya menampar pipi Jonghyun. Dia menamparnya dengan emosi.

 

Hatinya berbunga-bunga mendengar itu. tapi rasanya… dia hanya gadis busuk yang akan merusak masa depan Jonghyun nantinya. Jonghyun tampan, pintar, baik, Sooyoung menyukainya juga. Tapi Sooyoung tahu diri, dia begitu hina untuk disandingkan dengan Jonghyun. Apa yang bagus dari gadis bodoh sepertinya?

 

“Wae (Kenapa), Soo?” heran Jonghyun. Sedikit keperihan di pipinya, tapi tidak sepertih hatinya, baru saja menerima penolakan dari gadis yang dicintainya… bagaimana rasanya?

 

“Kau memang pintar, tapi tidak kusangka hanya dengan cinta membuatmu jadi sebodoh ini! Pikirkan masa depanmu yang cerah! Bukan menikahiku!”

 

“Kau tidak mencintaiku?”

 

Rasanya tamparan itu berbalik ke arah Sooyoung. sebisa mungkin gadis itu menghindari tatapan mata Jonghyun yang teduh, tatapan mata yang selalu membuatnya merasa aman.

 

Tidak cinta?

 

Jika aku tidak mencintaimu, aku sudah menerima lamaranmu itu, Jong…

 

Batin gadis itu menangis.

 

Sekian lama Sooyoung mematung, memalingkan wajahnya. Menahan butiran kristal di kelopak matanya. Pandangannya buram.

 

Dan pertahanannya runtuh seketika saat Jonghyun merengkuhnya. Mengeratkan tangannya pada pundak Sooyoung. Menyandarkan kepala pada tengkuk gadis itu. Sooyoung tidak bisa lagi menahan airmatanya.

 

“Kumohon.. Soo..”

 

Suara Jonghyun yang selalu disukainya, kini terdengar lirih dan sangat menyiksa batin Sooyoung.

 

“Jangan membuatku dalam pilihan yang sulit, Jonghyun-a… karena aku tidak bisa memilih yang terbaik untukku, untukmu.. Jangan perlakukan aku seperti ini…” dengan suara terputus-putus, susah payah Sooyoung mengatakannya.

 

Jangan membuatku memilih…

 

Antara cinta dan keegoisanku…

 

===Blind===

 

“Aku ridak tahan dengan semua ocehan mereka.. mereka meremehkanku, mereka mencaciku!”

 

“Sudah kubilang, jangan hiraukan perkataan mereka. Karena mereka tidak mengerti perasaanmu, Soo… mereka tidak rasakan apa yang kau rasakan.” Jonghyun mendekap tubuh Sooyoung erat. Memberikan ketenangan untuk gadis itu.

 

Sooyoung masih menangis, “Berarti seharusnya aku tidak merasakan ini. Seharusnya aku tidak hamil! Seharusnya kau tidak perlakukan aku begini!”

 

“Choi Sooyoung, dengarkan aku..”

 

“Tidak! Aku tidak akan mendengarmu, kau tidak berhak!” melepaskan diri dari dekapan Jonghyun, dia mengusap airmatanya kasar. Menatap Jonghyun dengan kebencian… kemudian pergi meninggalkan lelaki itu.

 

Jonghyun mematung, setelah cukup lama Sooyoung menghilang dari pandangannya.

 

“Dia.. membenciku?” lirihnya pelan.

 

===Blind===

 

Sooyoung memasukkan baju-bajunya kedalam koper. Tanpa melipatnya dengan rapi, dia terus memasukkan barang-barangnya depan paksa. Hingga koper itu penuh dan tak ada satu pun barangnya yang tertinggal di rumah Jonghyun.

 

Sooyoung keluar kamar sembari menyeret koper merahnya. Menyadari seseorang yang berdiri di samping pintu dan menatapnya nanar.

 

“Kau tidak akan pergi,” ucap Jonghyun. Mengenggam tangan Sooyoung, menahannya.

 

“Terimakasih untuk semuanya…” balas Sooyoung dengan senyuman, tersirat kesedihan di dalamnya.

 

“Jangan berterimakasih padaku! Jangan berlagak seolah kau akan meninggalkanku, Soo!”

 

“Kenyataannya memang begitu, aku akan meninggalkanmu! Sekalipun Appa akan membunuhku karena bayi ini, aku akan tetap pergi, kau puas, hah?!”

 

“Tapi aku mencintaimu, Soo!”

 

“Itu bukan cinta, itu empati, kau hanya kasihan padaku!”

 

Deg.

 

Perlahan.. genggaman Jonghyun pada tangan Sooyoung merenggang.

 

“Jadi.. itu yang ada dalam pikiranmu?” tanyanya. “Kau menganggap semua perhatianku itu rasa kasihan?”

 

Sooyoung menatap mata Jonghyun. Sekali pun dia sangat ingin memeluk lelaki ini dan mengatakan ‘tidak’. Tapi nyatanya, dia tidak bisa.

 

Semua perhatian Jonghyun.. Sooyoung tahu Jonghyun tulus. Tapi Sooyoung tidak bisa…

 

“Dia bukan anakmu, kau bahkan belum pernah menyentuhku.” Membunuh, menyentrum dirinya sendiri. Sooyoung berhasil mengatakannya.

 

“Itu anakku, juga anakmu, aku melakukannya saat kau tidak sadar, Soo..”

 

“Jangan membohongi dirimu sendiri! Atau aku yang harus mengatakan siapa Ayahnya?!”

 

“Choi Sooyoung!”

 

“Ayahnya….”

 

Brugh!

 

Koper itu terlepas dari genggaman Sooyoung begitu saja. Karena terkejut lebih tepatnya, karena Jonghyun tiba-tiba menciumnya.

 

“Aku menerimamu apa adanya, aku tidak peduli siapa Ayah bayi itu, tapi bagiku, kau selalu istimewa, Soo..”

 

Sooyoung menangis.

 

Cinta membuatmu bodoh dan buta, Jong…

 

 

===Blind=End===

 

 

 

Gak berani bayangin siapa monster—ayah dari bayi itu—sebenarnya. Aku gak tega sama Jonghyun ToT

Entahlah.. tapi menurutku ini ff ter sweet(?) yang pernah aku buat. Padahal genrenya hurt. Ohya, ff ini juga pernah ku post di akun pribadi fbku dan salah satu page fb juga, kekeke….

Iklan

23 Comments Add yours

  1. @Sung_SooAe berkata:

    emang siapa ayahnya tuh thor?? ngantung ah AS ya thor 😀 kan author baik hati,cinta damai dan suka menabung pula *loh 🙂 pokoknya keren deh di ff ini 😀

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      ayahnya adalah… cowok *plak*

      Suka

  2. syoolove berkata:

    mgapa udah end….bikin AS nya chingu…..
    penasaran siapa ayahnya bayi Soo…
    pasti Kris oppa…hehehe…

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      asnya aku pikir-pikir dulu ya chingu yang baik…

      Suka

  3. Yonghee berkata:

    sequel.. AS thor.. Hehehe
    Jonghyun bnr” cinta ma Soo, nerima Soo apa adanya.. Bikin ff jonghyun-sooyoung yg laen jga donk thor.. Kereeennn~~~

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      AS aku pikir idenya dulu, hohoho, ga nyangka ada juga yang suka couple baru bin ajaib ini ><

      Suka

  4. Febryza berkata:

    Jonghyun cinta banget kayaknya ke soo unnie disini.. eh btw itu sebenernya anaknya siapa sih?

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      tanya deh sama sooyoungie itu anak siapa, aku pun bingung! ;v

      Suka

  5. sooshidae berkata:

    baru pertama kali nemu pairing ini’-‘ sweet banget ih, tp sookris tetep nomor 1. hehe

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      wahh, stuju dehh, sama kamu! hehehe

      Suka

  6. Youngie berkata:

    wah, jonghyun bener2 baik ya…
    mau nerima soo apa adanya…
    siapa sih ayah anaknya soo??
    bikin as nya dong thor. jebaaaalll

    Suka

  7. Choi Je Kyung berkata:

    Ayahx yg sebenarx siapa? Penasaran nih!! As’nya dong 😀

    Suka

  8. Uniquee anna berkata:

    Suka hyunsoo. Suka couple ini ketimbang jongna, *tau ‘kn?* aku ga klik dg jongna.. Ini lbh pas rasanya. Tulisan mu bagus. Sederhana & mengena. Ga lebay, ga norak. Pas. Bagus. Buat lagi hyunsoo banyak2 yah? Okedch, salam kenal

    Suka

    1. wufanneey berkata:

      Jongna? tau dong.
      Hyunsoo/Jongsoo emang lebih ngena soalnya feelnya dapet dan mereka berdua kebetulan biasku, hehe.
      pasti aku buat lagi Hyunsoo kok, mereka crakpair fav aku soalnya.
      salam kenal juga ^^

      Suka

  9. AllayaSparkyu berkata:

    Feelnya dapet ;;~;;
    Salut nih sama jonghyun yang tulus nerima soo unn apa adanya :’)
    Penasaran sama ayah anak di kandungan Soo /?
    AS nyaa ye thor 😀

    Suka

  10. choi_hana berkata:

    Huwaaaaa , Jonghyun oppa sweet bgt :”’)))))
    Ceritanyaaa krrennn bgt thoor !! Dpt bgt feelnya :’))
    Terus bkin cerita ttg couple ini ya thor , fighting ^^^

    Suka

  11. borayoung berkata:

    mollayo~
    ga tau harus bilang apa
    keren

    Suka

  12. rizky berkata:

    Feelnya dapet nih.. Hiks.. Kasian mereka..
    Siapa sih yg udh nghamilin soo.. Teganya.. 😦

    daebak thor..
    D tnggu ff lainnya, tp msh pairing soo-jonghyun 😀

    Suka

  13. Di berkata:

    Ayahnya siapa?!! Aaaaa penasaran >.<

    Suka

  14. annisarizki berkata:

    Siapa sih ayah nya??
    Penasaran..

    Suka

  15. Ferlinandita okt berkata:

    Bagus min 🙂 good (y) FF nyah

    Suka

  16. Feelnyaaaa
    dapet! Yang jelas nyesek… siapa ayahnya????

    Suka

  17. Weeni_leon berkata:

    Sequel ny d0nk thor…
    Critanya bgus bgt, mskipun genre ny “hurt”…
    Pnasaran jg dg siapa ayah dr bayi ny Sooeon.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s